di"anak tiri"kan

cuma ingin sharing, karena saya baru sadar tentang hal ini.
saya lahir bukan dari keluarga kristen, saya dulu juga ikut agama keluarga saya. sewaktu saya lahir, kulit saya di bagian pantat dan paha ada kelainan, merah2, bersisik, berair dan gatal, kata dokter nanti akan hilang2 sendiri, tapi sampai saya umur 12 tahun kelainan itu tetap ada. waktu batita saya pernah kena demam tinggi sampai hampir meninggal. mulai lahir sampai SMP saya ini kurus dan sakit2an, gejala sakit saya seperti demam berdarah, jadi dokter mengira saya demam berdarah, setahun bisa sampai 2 kali, setelah SMP saya baru tahu kalau saya terkena G6PD, dan saya alergi royal jelly, tapi orang tua saya tidak tau, jadi sejak kecil memberi saya royal jelly terus karena saya kurus. sejak lahir, hampir tiap hari orang tua saya selalu dinasehati (dimarahi) keluarga besar dan orang2 karena saya sangat kurus dan sering sakit, jadi menurut mereka saya tidak diurus oleh orang tua saya, padahal orang tua saya sudah menjelaskan kalau sudah memberi gizi cukup dan saya suka olah raga bersepeda dan berenang. hal ini terus sampai saya SMP. hal ini membuat orang tua saya lama2 “membenci” saya, karena saya adalah penyebab orang lain menuduh orang tua saya yang bukan2.
selain masalah fisik, saya juga bukan orang yang berprestasi di sekolah, saya hampir tidak naik kelas 2 kali, sedangkan kakak saya selalu termasuk 3 besar, sedangkan adik saya selalu termasuk 10 besar. saya sangat sulit berkonsentrasi, selalu melamun di kelas dan waktu belajar di rumah. saat saya dibawa ke 2 orang sinse, 2 sinse ini bilang kalau saraf saya ada gangguan, sehingga saya sangat sulit berkonsentrasi. hal ini membuat saya sering “disembunyikan” orang tua saya, sewaktu pergi2, saya jarang diajak, karena mereka takut nanti dimarahi orang kalau bertemu sewaktu pergi2 dan malu. sering waktu keluarga saya mau pergi, saya disuruh tidur waktu sore, kemudian waktu bangun sudah tidak ada orang di rumah. kalau ada pesta pernikahan, yang diajak adalah adik atau kakak saya. kalau dibelikan mainan biasanya kakak dan adik saya, saya hanya pinjam punya mereka. kalau pakaian, saya disuruh memakai bekas kakak saya, sedangkan kakak dan adik saya dibelikan yang baru.
yang aneh adalah sewaktu ke acara yang ada undian, sewaktu bawa kakak saya itu 3 kali menang hadiah utama. sedangkan adik saya itu pernah ditanyakan ke suhu, katanya adik saya itu bawa hoki, sedangkan waktu saya ditanyakan ke suhu, katanya saya ini tidak boleh nakal, kalau nakal buat orang tua susah. jadi orang tua saya selalu menganggap kakak dan adik saya itu bawa hoki, sedangkan saya ini bawa sial.
mungkin saya sudah merasakan kalau saya tidak dicintai orang tua saya sejak kecil, jadi saya membenci keluarga saya, saya lebih merasa teman saya adalah keluarga saya. saya sering marah2 di rumah, saya pernah membanting meja kaca sampai pecah, bicara tidak sopan ke keluarga saya, kesimpulannya saya memberontak di rumah.
kemudian waktu kuliah saya mengenal Kristus. 2 tahun pertama sebagai orang kristen,sikap saya belum berubah terhadap keluarga saya, sangat2 membenci, padahal teman2 saya yang pernah menyakiti saya sudah saya maafkan semua. sampai Tuhan mengubahkan hati saya, untuk mengasihi keluarga saya. saya perlahan-lahan jadi mengasihi keluarga saya.
apakah dengan ikut kristus, keluarga saya langsung berubah jadi mengasihi saya? tidak, tapi dengan ikut kristus, saya yang diubahkan dulu. dulu saya melawan kebencian keluarga saya dengan kebencian, tapi setelah ikut Kristus, saya mengasihi keluarga saya meskipun saya tetap “dianak tirikan” selama kurang lebih 3 tahunan. pertama-tama keluarga saya sepertinya tidak percaya saya ini berubah tidak lagi memberontak. tapi lama2 kebencian keluarga saya terhadap saya mulai memudar, 2 tahun terakhir ini orang tua mulai berubah karena melihat saya benar2 berubah, saya diberi modal usaha (meskipun gagal), kemudian sering dibelikan pakaian dan makanan.
semoga sharing / kesaksian saya ini dapat berguna bagi saudara2 seiman.
maaf kalau terlalu panjang

ini semuanya Curhat/Sharing/Kesaksian

memang benar adanya Tuhan Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat umat manusia

Kolose 2:6
kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam dia.

semoga sharing / kesaksian saya ini dapat berguna bagi saudara2 seiman.

Kesaksian yang baik bro, saya turut mendukung dalam doa supaya bukan hanya bro yang diubahkan Tuhan dan menjadi pengikutNya, melainkan seluruh keluarga boleh percaya pada Tuhan Yesus Kristus. Dan saya berharap supaya bro juga boleh menjadi garam dan terang buat keluarga besar bro itu.

Salam

amin. :slight_smile:

salut . . . .
u bsa ttp sbar n tabah mnjalani smua’a . . .
ttp andalkan Tuhan dlm hdupMu . . . :afro:


Sekedar menambahkan soal “dianaktirikan”…

Gw nggak merasa dianaktirikan sama bokap dan nyokap, tapi sama keluarga besar. Pasalnya gw lahir dan tinggal di kampung, nggak seperti para sepupu yang besar di pusat kota. Sementara yang lain menghabiskan masa kecil main video game seperti sega dan nintendo, gw dan kakak main di sawah bersama kerbau sambil nyari bancet (kodok). Akibatnya, kaki gw banyak bekas borok. Meskipun gw chinese, tapi kulit gw hitam karena sering kena matahari, nggak seperti para sepupu yang putih mulus. Gw sering dikatai sama saudara-saudara gw, katanya gakkan ada cowok yang suka sama cewek kampung kayak gw. Kadang gw melawan, membalas dengan kata-kata yang pedas juga - alhasil, gw malah dimarahi nyokap. Nyokap selalu menyuruh gw untuk memaafkan mereka karena manusia cuma bisa menilai, tapi sulit mengerti sesamanya. Ya sudah, akhirnya gw tutup telinga dan memilih tidak terlalu banyak bergaul dengan saudara.

Tapi beberapa tahun kemudian, gw yang merit duluan dibandingkan sepupu-sepupu gw itu. Nggak pake nunggu lama, setahun kemudian gw langsung punya baby. Sementara sepupu gw yang mulus-mulus itu masih pada jomblo, padahal usianya di atas gw. Satu di antara mereka yang usianya sudah 33 tahun, datang ke rumah gw dan minta didoain supaya cepet dapet jodoh. Tante gw juga pernah datang, minta didoain karena anaknya putus sama tunangannya dengan alasan yang kurang masuk akal. Sedangkan sepupu yang sudah menikah minta didoain karena belum jg punya anak sehingga sering disindir sama mertuanya. Rumah gw udah kayak tempat konsultasi, tiap-tiap datang saudara yang minta didoain (padahal gw bukan pendeta, usia gw baru 26 tahun, belum punya pengalaman apa-apa, dan gw adalah lulusan politik, bukan psikologi). Entah mereka ingat atau tidak, bagaimana dulu mereka mengolok-olok gw, mengatai gw anak kampung, menyumpahi gw nggak akan laku dll… tapi pada akhirnya apa yang mereka ucapkan tidak terjadi dalam hidup gw. Sebaliknya, gw happy dengan hidup gw sekarang bersama suami dan anak gw.

Pelajaran yang gw petik dari masa kecil gw adalah : kadang kita diperlakukan tidak adil oleh manusia, tapi Tuhan mengasihi kita secara mutlak. Jadi perpeganglah pada Tuhan, maka kita akan mendapatkan damai sejahtera. Kesuksesan hidup hanyalah bonusnya.