Dia telah sehat... tetapi meninggal (melihat yang kasat mata)

Seorang anak yang kecanduan narkoba sekarat. Berbagai cara sudah ditempuh demi kesembuhan, tetapi sepertinya sudah tidak ada ampun lagi…

Terakhir hamba Tuhan dipanggil, disuruhlah ia melayani anak itu.

beberapa jam kemudian…keluarlah Hamba Tuhan ini dari ruangan perawatan…

si orang tua bertanya:“Adakah kesempatan untuk anak saya dapat sehat kembali”
hamba Tuhan berkata :“Tenangkan hatimu, ia sudah sembuh”.

besoknya…

si anak menghembuskan napasnya…ia meninggal…
hamba Tuhan inipun dicecar, mungkin ada kesal…

tetapi …

si hamba Tuhan berkata, rohaninya telah sembuh, ia sudah mengaku semua perbuatannya di hadapan Tuhan.

Sering kita merasa puas dengan hal-hal dunia, dan mengejarnya, tetapi Tuhan melihat jauh lebih dalam, IA melihat rohaniah kita.

Yohanes 11:11 Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: “Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya.”

ayat di atas dikatakan Yesus karena Dia tahu bahwa saat itu Lazarus telah mati… Yesus ke tempat Lazarus justru untuk membangkitkannya…

dalam berbagai kejadian… Yesus selalu melakukan hal yang sebaliknya… orang sakit… menjadi tidak sakit… orang buta menjadi tidak buta… orang mati… menjadi tidak mati… kalau kita melihat aliran air… maka semua yg dilakukan Yesus justru berlawanan dengan arus air tersebut…

tetapi pendeta yg bro ceritakan… mengikuti arus air tersebut… untuk hal ini… siapapun bisa melakukannya… tidak perlu seorang pendeta… jadi kalau sampai ternyata anak tersebut kemudian mati dan pendeta itu membela diri dengan mengatakan bahwa yg dia maksud adalah si anak telah sembuh rohaninya… bisa jadi itu cuma alasan yg mengada2 agar tidak jatuh malu… karena telah begitu yakinnya kemaren mengatakan anak itu telah sembuh… jadi siapa yg tahu apa yg ada di benak si pendeta ini… :slight_smile:

(mungkin si pendeta berspelukasi… kalo si anak sembuh beneran… nama dia harum… kalo si anak mati… ada senjata buat membela diri…)

tentang pembelaan dirinya mengatakan bahwa si anak telah sembuh secara rohanipun… belum tentu benar… karena bagaimana dia tahu bahwa si anak benar2 telah bertobat? (pertobatan adalah dari hati… dan hanya Tuhan yang tahu…) bagaimana kalau setelah pdt itu pulang dan si anak kembali putus asa dengan penyakitnya (karena belum sembuh juga setelah di doakan) dan mengatakan meskipun di dalam hatinya “siapapun yang bisa menyembuhkan aku… meskipun itu setan… aku akan menyembahnya…”

ini memang kata2 orang yg putus asa… tapi apa yang tidak mungkin dilakukan oleh orang yang putus asa…?

jangan benturkan dengan kata “berlawanan dengan arus”…
tepatnya IA tidak sama dengan Dunia…

ketika Dunia berkata:“lakukan ini supaya diri anda ini”.
Yesus berkata:“berilah ini, supaya itu”…

  1. saya tidak mengerti arti mengikuti arus air, si ibu berkata “apakah ia sembuh (fisik)”, kalau pendeta berkata “ya sembuh (fisik)”, maka ia ikut arus, tetapi yang terjadi adalah pendeta berkata sumbuh dari kaca mata rohani, jauh lebih penting dari fisik semata.

  2. kata-kata Anda belum tentu benar itu telah menjelaskan, yang belum tentu benar adalah bukan benar.

  3. bagaimana seseorang kita tahu bertobat?, Anda juga telah menjawabnya hanya TUHAN yang tahu. Apakah Anda pendeta?

  4. kata2 anda penuh Prejudice, dan mendakwa, mirip kata2 iblis waktu jaman Adam dan Yesus di gurun…

  5. Anda tidak mendapat makna dari renungan ini… yaitu terkadang manusia lebih cenderung melihat yang duniawi dibanding rohaniahnya (contohnya Anda telah memelintir logika Anda sehingga menarik makna rohaniah di renungan ini ke makna duniawi)

1. saya tidak mengerti arti mengikuti arus air, si ibu berkata "apakah ia sembuh (fisik)", kalau pendeta berkata "ya sembuh (fisik)", maka ia ikut arus, tetapi yang terjadi adalah pendeta berkata sumbuh dari kaca mata rohani, jauh lebih penting dari fisik semata.

maaf bro… mengapa anda jadi emosi gitu yah…:D…
mengikut arus yg saya maksud… si anak dari hidup kemudian mati… inilah mengikuti arus itu… kalau dari mati menjadi hidup… baru menentang arus… dan inilah yang selalu Tuhan Yesus lakukan… lagian mengapa pdt tersebut tidak mengatakan terus terang pada keluarga si anak ini bahwa yang dimaksudkannya adalah kesembuhan rohani waktu ditanya keluarga anak ini…? apa pendeta ini tidak mengerti arah pertanyaan dari keluarga si anak ini?.. simple aja… karena memang yang di maksud waktu itu adalah fisik si anak ini… tapi setelah anak ini mati… mulai dech cari2 alasan yang kira2 masuk akal… yah… jadilah kesembuhan rohani yg menjadi kambing hitamnya… :smiley:

2. kata-kata Anda belum tentu benar itu telah menjelaskan, yang belum tentu benar adalah bukan benar.

memang… alasan pdt dengan mengatakan kesembuhan rohani yg dia maksudkan itu, belum tentu benar… sebab, bila memang itu maksudnya mengapa tidak mengatakan sejak awal…??? mengapa mengatakan itu setelah si anak mati dan keluarganya mulai emosi karena merasa telah di kibuli oleh pdt ini… (dalam banyak kasus, bisa saja mereka jadi merasa tenang setelah pdt mengatakan demikian… ternyata itu semua (sudah sehat) tidak benar. coba dari awal dikatakan ttg fisiknya… sepertinya kita berserah pada Tuhan saja… mungkin dari pihak keluarga masih coba berusaha untuk mengobatinya lagi…)

no. 3 dan 4 sepertinya tidak perlu saya komentari yah…?

:smiley:

hehehe kelihatan emosi yah…ya maaf juga deh…
saya kira Anda Iblis, jadi untuk melawan Iblis itu harus selalu tegas…
dengan tidak menjawab 3 dan 4 sepertinya Anda tahu kan apa yang saya maksud.

si anak tidak mati, ia harus mati karena alasan tertentu, salah satunya, sudah berulangkali ke rumah sakit dan tetapi setelah keluar kecanduan lagi… jadi maunya Anda disembuhin aja supaya mau kecanduan lagi? , si pendeta sepertinya bukan ngelihat itu.
Ia lebih melihat seperti seseorang yang tersalib di sebelah Yesus, seseorang yang mau mati tetapi masih terhilang…

Anda lagi2 tidak menyimak kalimat renungan di atas… secara seksama dan dalam tempo yang sesingkat2nya, kalau ada yang janggal dalam kalimat ditanya gitu lho hehhee

kata2
[b]
tetapi …

si hamba Tuhan berkata, rohaninya telah sembuh, ia sudah mengaku semua perbuatannya di hadapan Tuhan.[/b]
ini tidak dikatakan langsung oleh si Pendeta secara langsung, ia tidak berdalih ini itu, ia diamkan saja…
setelah 2 tahun berselang, barulah maksud si pendeta itu dimengerti oleh si empunya anak…

ini tidak saya ikutkan karena:
tujuan renungan ini sendiri bukan perkara “benar” atau “salah” pendeta itu, benar atau tidaknya pertobatan itu, tetapi:

Sering kita merasa puas dengan hal-hal dunia, dan mengejarnya, tetapi Tuhan melihat jauh lebih dalam, IA melihat rohaniah kita.

nah kalau diteliti,
komen Anda itu tidak menyenyentuh sedikitpun makna rohani yang menjadi target saya, malah sibuk di duniawinya
CMIIW… :smiley:

saya kira Anda Iblis, jadi untuk melawan Iblis itu harus selalu tegas..

waaahhh… bro… anda lucu juga yah… koq cepat ama emosinya… :smiley:

dengan tidak menjawab 3 dan 4 sepertinya Anda tahu kan apa yang saya maksud.

nah, yg ini saya belum tau maksudnya… tapi sih sepertinya gue tau yang lu lakukan… ad hominem.

si anak tidak mati, ia harus mati karena alasan tertentu, salah satunya, sudah berulangkali ke rumah sakit dan tetapi setelah keluar kecanduan lagi... jadi maunya Anda disembuhin aja supaya mau kecanduan lagi? , si pendeta sepertinya bukan ngelihat itu.
yah.... kalo si pendeta melihat matikan ajah biar nggak repot yah.... gue mo bilang apa...? :D
Ia lebih melihat seperti seseorang yang tersalib di sebelah Yesus, seseorang yang mau mati tetapi masih terhilang...

nah, ini dia… atas dasar apa pdt itu berkesimpulan begitu? apakah pdt itu tahu bahwa si anak ini sudah saatnya mati… sehingga harus cepat2 dilayani biar rohaninya sembuh? apa mungkin pdt ini sudah melihat bahwa nyawa si anak ini sudah kagak bisa tertolong lagi sehingga dia berkesimpulan bahwa si anak ini mirip salah satu dari penjahat yang ada di sisi Yesus? bukankah hampir semua pdt kalau berdoa bagi orang yg sakit selalu meminta kesembuhan bagi si sakit… tentu kesembuhan fisiknya…dulu… apa ada pdt begitu di panggil u mendoakan orang sakit trus doanya agar si sakit biarlah mati… tapi rohnya diselamatkan…? pasti yg didoakan adalah kesembuhan fisiknya dulu…

keluarga si sakit bertanya apakah ada kemungkinan anaknya sehat kembali?.. si pdt jawab dia sudah sembuh… so pasti yg ada dipikiran keluarga ini adalah … muzijat terjadi… anak saya sembuh setelah di doakan pdt ini… harus saya percayai dengan iman… dengan iman… besoknya mati.
bro tau sakitnya keluarga yg sdh percaya dengan kata2 pdt ini?

si hamba Tuhan berkata, rohaninya telah sembuh, ia sudah mengaku semua perbuatannya di hadapan Tuhan. ini tidak dikatakan langsung oleh si Pendeta secara langsung, ia tidak berdalih ini itu, ia diamkan saja....
bro,... apa ini tidak bertentangan...dengan yg ini?
tetapi .....

si hamba Tuhan berkata, rohaninya telah sembuh, ia sudah mengaku semua perbuatannya di hadapan Tuhan.

kalau memang benar keterangan bro bahwa pdt itu tidak mengatakannya… cuma mendiamkannya… mirip seperti waktu Tuhan Yesus diadili… cuma diam saja… dari mana bro tahu yg dimaksud pdt itu adalah kesembuhan rohani… sebagai pembelaannya… atau… jangan…jangan… bro sendirilah pendeta itu… :smiley:

kalau ini benar… saya bisa memaklumi mengapa bro begitu emosinya waktu saya menanggapi renungan ini…

saran saya… lain kali kalau membuat renungan sebaiknya jangan di potong2… sebab akan terjadi salah penafsiran…

salam…

tegas dan emosi sama ngga yah, hehehe

jangan mengalihkan pembicaraam, ad hominen itu informal.

mintalah Yesus menyelamatkan 2 tahanan yang disalibnya, janga berkata “Hari ini kamu di Firdaus dengan Aku”…

Anda ngerti kan apa yang anda bicarakan? bukan sekedar adu “jotos” pendapat dengan saya?

[/quote]
hehehe
prejudice lagi…
kawan kita murid TUHAN Kristus diajar begini,
percayalah segala sesuatu, tetapi tidak segala sesuatu berguna…
kalau Anda tidak mendapat didikan dari renungan yang di sini, Anda tidak perlu menganggapnya sebagai renungan…

Tuhan Yesus memberkati…
Note:
saya bukan seorang Pendeta… hanya seorang yang belajar karena cinta yang teramat sangat akan Firman TUHAN.

wah berabe gelar tiker dulu ah mau lht debat tingkat tinggi …

berbahagialah orang yang percaya walaupun tidak melihat

berbahagialah orang yang percaya walaupun tidak melihat

waduh debat yang gak penting…!! seiman kenapa gitu???
intinya semua tergantung individu masing2…percaya silahkan, tidak percaya ya urusan masing2…masa di forum kristen begini debat yang justru menjatuhkan teman seiman…
Dimana sih…?