Dia yang sudah masuk islam, mungkinkah kembali ke Kristen ?

:onion-head33:

Gan…saya dulu dekat ama cewek boru batak kita ini…
Saya sayang sama dia…bahkan dengan semua waktu yang telah berlalu…
Tapi ada beberapa kondisi yang membuat saya sulit :

[ol]- Dia masuk islam dan menikah dengan orang aceh

  • Dia menyesal, dan ingin bersama saya,
  • Dulu dia pernah berkhianat pada saya,mungkinkah membawa dia kembali ?[/ol]

BTw, Saya buddha…
Dan keluarganya sangat dekat dengan saya…
Mungkinkah saya bersama dia lagi di dalam kristus ?

@mencaripemahaman

menurut saya mungkin. yang jadi masalah adalah boleh atau tidak.
mari kita sejenak lupakan soal agama.

apakah dia sudah bercerai?
jika sudah maka boleh, jika belum maka tidak boleh

@Sotardugur Parreva urun pendapat, ya?

Pertama, entah apa yang @MencariPemahaman maksud dengan “Gan”. Kuduga, itu adalah cara @MencariPemahaman menyebut orang kedua, yang merupakan singkatan dari “juragan”. @Sotardugur Parreva urun pendapat bukan berarti setuju dengan cara Anda memanggil orang kedua dari Anda sebagai “juragan”. @Sotardugur Parreva bukan juragan @MencariPemahaman.

Kedua, dengan jawaban sederhana dari @Sotardugur Parreva untuk ketiga pertanyaan @MencariPemahaman tersebut:

  1. Berdasar kisah di Alkitab tentang Perumpamaan tentang anak yang hilang (Luk 15:11-32), kumaknai, seseorang yang meninggalkan Kekristenan lalu bertobat dan kembali menjadi jemaat Kristus, akan disambut dengan sukacita.
    Apakah setiap kali atau hanya sekali saja, belum pernah kuteliti. Dari kasus yang @MencariPemahaman sampaikan, kuanggap bahwa perempuan itu meninggalkan Kekristenan hanya sekali.

  2. Dia menyesal, dan ingin bersama @MencariPemahaman, tidak ada jaminan bahwa dia akan setia selamanya. Maka, menurut @Sotardugur Parreva, @MencariPemahaman harus menyiapkan mental dan kebesaran jiwa, jika perempuan itu nanti ‘menyesal’ juga dan akan meninggalkan @MencariPemahaman.
    Sebelum memutuskan, kupikir, @MencariPemahaman perlu bertukar pikir dengan orang-orang terdekat @MencariPemahaman. Sebab, perkawinan itu memang dilakukan oleh dua orang berlawanan jenis kelamin yang tidak dilarang oleh hukum, namun dari segi sosiologisnya, perkawinan dua orang itu menjalin dua kekerabatan, yang disana-sini ada perbedaan.
    Mengingat perempuan itu sudah menikah, cermati juga apakah pernikahan itu masih eksis atau sudah berakhir. Kalau masih eksis, tentu, @MencariPemahaman tidak boleh menikahi istri orang lain. Selain janggal, juga bertentangan dengan peraturan yang berlaku di negeri ini.

  3. Meski bukan kepastian, mungkin saja pengkhiantan akan terulang. Untuk itu, menurut pendapat @Sotardugur Parreva, maka @MencariPemahaman harus meniapkan mental dan kebesaran jiwa, jika terjadi hal buruk di kemudian hari setelah @MencariPemahaman memutuskan untuk menerimanya.

Ngomong-ngomong, kenapa @MencariPemahaman selaku seorang penganut Budha ingin bersatu dengannya di dalam Kristus?

Salam damai.

Dulu sewaktu saya dekat denganya…
Dia ada jemaat yang taat, dan kebetulan pertama kami bertemu juga di acara natalan sekolah…
Bahkan di dalam keluarga saya, ada juga yang masuk kristen…
Dan keluarganya yang dekat kepada saya, berharap saya juga masuk kristen…
Agar acara dimudahkan…

Dan bagi saya,gereja tempat kami bertemu pertama kali, sangatlah bermakna…

@mencari pemahaman

tinggal sekarang masalahnya adalah:
apakah anda dalam ikatan pernikahan?
apakah dia dalam ikatan pernikahan?

jika anda dan dia sedang tidak dalam ikatan pernikahan, maka anda boleh melangsungkan pernikahan dengannya

O begitu.

Baiklah, tindak lanjuti saja.

Menurut pendapatku, sekarang ini posisi kalian berdua sebagai bukan penganut Kristen. Jika berniat hendak menerima sakramen perkawinan dari kelompok pengikut Kristus, ditanyakan saja kepada petugas yang berwenang di kelompok yang hendak dimasuki itu. Syarat-syarat apa saja yang harus kalian penuhi. Artinya, menurut pendapatku, pertanyaan @MencariPemahaman di judul, sudah terjawab.

Sebagai pihak penghubung ke kelompok yang hendak kalian masuki, bisa saja meminta bantuan kerabat yang mengimani dan bersekutu di kelompok pengikut Kristus. Semoga dilancarkan.

Salam damai.

Saya masih lajang…
Dalam proses bercerai

@mencari pemahaman

jika memang seperti itu, tunggu sampai perceraiannya selesai kemudian baru menikah

tertulis dalam alkitab/injil : apa yang Allah satukan jangan diceraikan manusia
jangan bawa saran kitabmu bahwa alloh merestui cerai, alias berbini lebih dri satu (dgn dan/atw bercerai)

@cnc

anda: jangan bawa saran kitabmu bahwa alloh merestui cerai, alias berbini lebih dri satu (dgn dan/atw bercerai)
saya: apakah itu berarti orang Kristen yang bercerai bukanlah orang Kristen yang taat?

apakah anda sudah membaca kasus yang diajukan @mencaripemahaman? jika anda sudah membaca, silahkan anda jawab pertanyaan saya:

  1. siapakah yang akan bercerai?
    a. orang kristen
    b. orang non kristen

  2. apakah orang budha lajang boleh menikah dengan orang islam yang telah bercerai dengan tata cara kristen?
    a. boleh
    b. tidak boleh

jika anda belum membaca kasus yang diajukan @mencari pemahaman, silahkan anda baca dulu

Logika manusia berpikir tentang Tuhan bisa berubah seiring berjalannya waktu.

Mungkin kalau belajar Tauhid terlalu dalam, bisa berubah logika tentang Tuhan.

@rahayu

anda: Logika manusia berpikir tentang Tuhan bisa berubah seiring berjalannya waktu.
saya: logika saya tentang tuhan yang mungkin tidak akan berubah adalah:

  1. tuhan itu mutlak satu, tidak bisa dibagi dan tidak ada duanya
  2. tuhan itu tidak butuh apapun dalam keadaan yang bagaimanapun

Ya bisa bisa saja.
Nur Afni Oktavia, Islam → Kristen → Islam saja bisa koq…

Lhoh, itu Islam → Kristen → Islam.
Yang ditanyakan: Kristen → Islam → Kristen.
Kupikir, contoh perpindahan anutan yang dimaksud judul trit, tidak sama dengan contoh yang @roderick kemukakan, Nur Afni Oktavia.

Tapi memang, @Sotardugur Parreva sependapat jika seorang yang membelot dari Kristen, mengikut selain Kristus, kemudian kembali mengikut Kristus, orang itu akan diterima dan dirayakan gegap gempita. Seperti yang ada diceritakan di Injil, perayaan terhadap pulangnya anak yang sempat dipandang sebagai “anak hilang”.

Tapi, itu kalo sekali. Kalo lebih dari sekali, belum pernah kucermati. Namun, lamat-lamat terngiang di ingatanku, hanya sekali pembelotan saja yang dapat dipandang sebagai “ketidaktahuan”. Jika lebh dari sekali, itu mah sudah memandang pengikutan terhadap Tuhan dan Juru Selamat sebagai mainan saja. Yang menganggap penyelamatan diri sebagai suatu mainan belaka, menurut pendapatku, patut juga diselamatkan, tetapi ditempatkan pada tempat yang paling terpencil, meskipun tetap selamat.

Salam damai.

Bagaimana dengan kasus ibu negara dari presiden kedua? :slight_smile:

1 & 2 poin anda, saya sepakat … anda bingun ??

utk bahan renungan buat anda poin 2 berikut di bawah ini (tidak perlu anda tanggapi, alasan aturan forum) :

  1. ya saya sepakat jga, tetapi akan lebih baik Tuhan (kekal) datang langsung menemui manusia dlm wujud manusia (tidak kekal) tanpa kehilangan eksistensinya yang kekal (Allah)
    lain persolan dgn Tuhan yg maha segala2nya (tak trbatas/kekal) koq butuh jibril ngomong ke nabi, bgmn tanggapan anda (baca : tidak butuh apapun dalam keadaan yang bagaimanapun ? , sbg bahan renungan anda sendiri)

Persisnya pengalaman beliau itu @Sotardugur Parreva tidak tahu. Maksudku, apakah beliau kembali menjadi pengikut Kristus, saya tidak tahu. Yang kuketahui melalui pemberitaan yang sempat kubaca, beliau itu lama bertahan sebagai seorang pengikut Kristus, namun di akhir hayatnya, beliau mungkir, bahkan sampai ziarah rohani menurut ajaran Islam.
Kalo yang begitu, menurut pemahamanku, beliau mengingkari apa yang diimaninya terdahulu. Lepas dari penyebab pengingkaran itu, menurut kacamata manusia, dia secara sadar mengingkari Tuhan Yesus Kristus, sedikitnya di mata manusia. Kata Tuhan Yesus Kristus, barang siapa mengingkari Tuhan Yesus Kristus di hadapan manusia, akan diingkari-Nya di hadapan Bapa.
Jadi, menurut pemahaman saya, berdasar informasi yang kumiliki, beliau itu akan dipanggang kekal di akherat, karena secara sadar sepenuhnya mengingkari Tuhan Yesus Kristus. Namun, itu menurut pandangangku sebagai manusia. Bagaimana hasil akhirnya, hanya Tuhan yang tahu.

Salam damai.

[b]Dia yang sudah masuk islam, mungkinkah kembali ke Kristen ?[/b]

contoh kasus di ts bila dapat kita ibaratkan seperti Yudas Iskariot, maka :

  1. apakah ketika Yudas Iskariot (YI) mengkhianati Yesus Kristus, bahwa Yesus Kristus tidak kurang baik/cukup menginjili Yudas Iskariot ?.. jawabnya … tidak…bahkan YI menyaksikan/berinteraksi langsung dgn Yesus Kristus dalam hal pengajaran & mujizat
  2. apakah Yudas Iskariot masih punya kesempatan untuk bertobat ? … jawabnya … YA … tetapi Yudas Iskariot lebih memilih tidak bertobat dripada bertobat

demikian tafsir saya terhadap kalimat : Dia yang sudah masuk islam, mungkinkah kembali ke Kristen ?

bgamna pendapat teman2 di forum ini ?

@Sotardugur Parreva pada poin ini, setuju dengan @cNc.

Salam damai.

@cnc

anda: koq butuh jibril ngomong ke nabi
saya: suka-suka tuhan mau seperti seperti apa cara berkomunikasi kepada manusia, bisa disampaikan langsung atau melalu perantara. jika melalui perantara bukan berarti tuhan membutuhkan perantara tersebut

utk bahan renungan buat anda poin 2 berikut di bawah ini (tidak perlu anda tanggapi, alasan aturan forum) :

lain persolan dgn Tuhan yg maha segala2nya (tak trbatas/kekal) koq butuh makan sewaktu berada di dunia? bgmn tanggapan anda (baca : tidak butuh apapun dalam keadaan yang bagaimanapun, sbg bahan renungan anda sendiri)

anda belum menjawa pertanyaan saya tentang:

anda: jangan bawa saran kitabmu bahwa alloh merestui cerai, alias berbini lebih dri satu (dgn dan/atw bercerai)
saya: apakah itu berarti orang Kristen yang bercerai bukanlah orang Kristen yang taat?

apakah anda sudah membaca kasus yang diajukan @mencaripemahaman? jika anda sudah membaca, silahkan anda jawab pertanyaan saya:

  1. siapakah yang akan bercerai?
    a. orang Kristen
    b. orang non Kristen

  2. apakah orang budha lajang boleh menikah dengan orang islam yang telah bercerai dengan tata cara Kristen?
    a. boleh
    b. tidak boleh

jika anda belum membaca kasus yang diajukan @mencari pemahaman, silahkan anda baca dulu