Dialog Protestant - katolik : GAGAL..

Setuju-kah anda dengan pengamatan saya ini ?

Saya perhatikan sebagian besar umat katolik di forum ini berusaha keras untuk tetap dalam topik yg dibicarakan. Tapi tidak dengan mereka yg menjawab.

Contoh berikut ini menggambarkan apa yg sering terjadi di forum ini (dan ini sangat menyebalkan dan membuat frustrasi):

Protestant: “Kalian katolik menyembah Maria!”
Katolik : “Tidak dong, kita menghormati Bunda Maria”

Protestant: “Tapi tahukah anda bahwa tunduk pada Paus adalah kesalahan ?”
Katolik : “Kita tidak tunduk pada paus, melainkan tunduk pada ajaran yg diajarkan paus?”

Protestant:“Iya tapi, anda percaya paus lebih tinggi kedudukannya daripada alkitab,bukan?”
Katolik : “Tidak, Paus tidak lebih tinggi! Tetapi malahan Alkitab bercerita tentang kepausan”

Protestant:“He he , bercanda… sama dengan pikiranmu yg mengatakan untuk ke surga adalah usaha manusia, kan?”
Katolik : "He he he. Kalau anda apa ? hanya iman yg menyelamatkan? iya kami setuju juga, asalkan, Dengan iman, kita bisa selalu melakukan perbuatan baik yang adalah bentuk dari “usaha”.

Protestant: “Anda setuju ? Bagaimana anda bisa setuju, sementara anda percaya MISA KATOLIK bisa mengampuni dosa kita?”
Katolik : “Anda salah!, MISA KATOLIK adalah bentuk dari pengorbanan KRISTUS.”

Protestant: “bisa tunjukkan ayatnya ? jangan-jangan nanti seperti klaim paus yg infalible yg tidak tertulis di alkitab tapi mengaku-ngaku mana ada orang yg tidak bisa berbuat salah?”
Katolik: “Infalibilatas kepausan bukan seperti itu? Infalibilatas berbicara tentang ajaran. Jadi bukan paus yg tidak bisa berbuat salah/suci”

Protestan : “Kalau paus tidak suci, mungkin benar kata martin luther bahwa kita harus selalu ikut alkitab, jangan ikut ajaran paus”
Katolik : "Tapi ajaran luther tidak berasal dari alkitab, tidak tertulis, bagaimana anda mengikuti sesuatu yg tidak tertulis di alkitab ?

Protestan : “Kalau begitu tunjukkan ayat yang menunjukkan bahwa Ada firman yang TIDAK TERTULIS?”
Katolik : “ada kok, ayat sekian di kitab anu”

Protestant : “Itu hanya tafsir paus saja, seperti halnya tafsir Maria yg tidak berdosa, mana ada manusia tidak berdosa”
Katolik : “Maria immaculate berarti bahwa Maria diselamatkan dari dosa asal, sehingga rahimnya siap untuk sesuatu yg kudus”

Begitu terus… membosankan …very frustrating…

Dan Rangkuman dalam bentuk gambar mungkin seperti ini :

WHAT AN EPIC FAIL!

Yang berlalu biarlah berlalu

Sudah tidak mungkin disatukan lagi

Ini pasti kehendak TUHAN

Allah Bapa umat Kristen dan Katolik aja beda, gimana bisa bersatu?

Kecuali syarat tunduk dan takluk pada Bapa Paus terpenuhi barulah bisa bersatu.

Dialog akan terus selalu gagal selama kedua belah pihak masih mencari “kemenangan”.

Salam

Saya pribadi sih tidak menuntut kemenangan,…
Buat apa menang di forum maya. Nama saja pakai nickname.
Yang saya butuhkan cuma satu : FOKUS
Dengan fokus memang nanti akan terlihat siapa yg lebih masuk akal.
Tapi sayangnya protestant tidak bisa fokus (atau sengaja tidak fokus)

Yang saya bold itu secara tidak langsung mencari kemenangan.
Sedangkan yang diperlukan dalam dialog lebih pada pemahaman (saling memahami).

Salam

sadarlah sebab masing masing sedang jatuh karena bisikan ego… hati2lah… kerapkali ego itu menipu dan melumpuhkan… jangan pernah meremehkan sebab ego is very old and powerful… hanya KASIH lah yang dapat mengunggulinya…

:slight_smile: Uhmm… meibi apabila ‘ringkasan pengamatannya’ berkenan utk dicetak ulang tapi kali ini with ‘another version yg based on BENANG BIRU PERSAMAAN2, bukan Benang Merah Perbedaan2 :happy0062:, perhaps ndak akan berefek boring & frustrating :azn:
wanna bet disamber geledek ? :azn: ;D kiddink ga pake kelinkink :happy0025:

Maw diskusi kek, dialog kek, antar umat se-agama kek, antar umat ga se-agama kek, ya begini "warna"nya, tinggal bagaimana kita mampu fleksibel se’anggun’ mungkin meleburkeun diri bercengkerama di dalam 'nuansa’nya. Peace on earth as it is in Heaven :angel:
:onion-head55:

Filipi 2:3b Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;

@kahlil

Mungkin bisa diamati dari post reply #2 , bro.
Perhatikan saja, apa perlunya quote post yang tidak berhubungan dengan judul topic, dibawa ke thread ini.

Apa yang bisa anda harapkan kalau member dari jenis seperti itu berkeliaran di FK?

Banyak yang bisa dibenahi dalam hubungan antara Katolik dan Protestan, salah satunya adalah tidak saling mengganggu, dengan demikian dialog damai bisa terwujud. Tetapi jangan lupa, bahwa iblis tidak akan senang jika sesama anak Tuhan bisa berjabat tangan. Dan contoh sosok iblis di FK sangat nyata.

Semoga bisa menjadi renungan kita bersama, apakah kita akan membiarkan sosok iblis pemecah belah tetap layak berada di lingkungan kita (FK) atau tidak, sepenuhnya tergantung kebijaksanaan moderator dan admin.

Syalom

Takeda kata GAGAL dalam kamus Bahasa KaSiH :happy0025:
Sia-sia percuma ah klo smp kehilangan Kasih Sayang persaudaraan hanya gara2 ‘pepesan gentong’ :coolsmiley: ;D

Cheers :monkeys10:

Dialog hanya gagal bagi yang maki-maki, atau sengaja melakukan falacy, atau menghina pribadi.

Dialog tidak mungkin bisa menghasilkan ‘kompromi iman’, yaitu masing-masing mengkompromikan keyakinannya hanya demi memuaskan orang yang berbeda pandangan. Justru dialog berhasil apabila masing-masing pihak mengatakan kebenaran menurut apa yang diyakininya namun tidak ada yang maki-maki. :happy0025:

ukuran ganggu mengganggu nya kan beda2 :cheesy:

Mungkin secara kasat mata / secara kasar kita bisa mengatakan mungkin memang gagal karena tidak lepas dari ego masing-masing pihak, tetapi dalam hal lain dalam hal rohani/alam rohani/alam roh, menurut saya ada sesuatu yang telah tercapai… entah itu baik…tidak baik…entah itu mulia…tidak mulia…entah itu banyak atau sedikit.

Syalom

Dialog akan berhasil jika kedua belah pihak mengakui dengan jujur bahwa Katolik dan Non Katolik memang BERBEDA.

Dialog akan terus gagal selama salah satu pihak dengan sengaja terus-terusan menyembunyikan dan menipu umat awam agar TIDAK menyadari perbedaan yang ada.

Usaha2 dalam menipu dan menyesatkan umat awam, termaksud menipu sewaktu dialog inilah penyebab utama kegagalan diskusi selama ini.

Persoalannya bukan mencari kemenangan sewaktu diskusi. Diskusi kok menang kalah ;D

Keberatan pihak katolik akan diskusi/ dialog sudah diutarakan Bruce selaku wakil dari Gereja Katolik.

Dialog damai tanpa maki-maki, OOT, hujan fitnah dsb, dikatakan Bruce tidak akan pernah terwujud jika ada pihak yang memberitahukan Firman Tuhan ataupun Injil Kristus pada pihak katolik.

Apa yang bisa diharapkan kalau member dengan niatan dari jenis seperti itu berkeliaran di FK? sudah terlihat hasilnya bukan?

Banyak yang bisa dibenahi dalam hubungan antara Katolik dan Protestan, salah satunya adalah saling jujur bahwa katolik dan non katolik sangat berbeda, dan membiasakan hidup damai dalam perbedaan tanpa campur tangan pihak2 penguasa yang berusaha menyembunyikan perbedaan yang ada.

Semoga bisa menjadi renungan kita bersama, apakah kita akan membiarkan sosok iblis pemecah belah tetap berada di lingkungan forum ini atau tidak.

Syalom

Betul, harusnya bukan “SIAPA YANG LEBIH MASUK AKAL” melainkan “Demi MEMAHAMI HAL YG LEBIH MASUK DIAKAL”
Jadi kedua pihak memang harus periksa diri masing-masing,dan memeriksa apakah lawan bicara sudah bicara sesuai dengan apa yg bisa diterima akal secara umum.

Namun sayang untuk mencapai ke arah sana, sudah OOT duluan.

Apa boleh buat…

Betul…

baru dibilangi, post no 2 sudah langsung OOT.

Ya sudah…

UpilDewa menyampaikan pendapatnya. Ini masih relevan, tapi memang tidak terlalu bermanfaat dalam dialog.

Benar. Yang ini -menurut saya- tidak bisa diselesaikan lewat dialog, tetapi hanya bisa melalui doa.

Yah, masih sama dong :slight_smile:
Mencari yang lebih = mencari mana yang menang.
Saya lebih setuju dengan yang ini

Dalam dialog, mengakui perbedaan itu perlu, hanya memang harus disampaikan secara bijak supaya tidak jadi bumerang bagi dialog itu sendiri.
Selanjutnya, kedua belah pihak baru bisa saling memahami sudut pandang yang lain.
Tidak perlu mencari yang lebih masuk akal, karena tidak akan ada habisnya dan akan menghambat dialog itu sendiri.

Betul. Ini penting sekali sebagai langkah awal. Untuk itu, kita perlu menyampaikan perbedaan itu dengan cara yang benar, tanpa menghakimi yang lain.
Sampaikan perbedaan tanpa harus menjadi pembedaan :slight_smile:

Salam

keduabelah pihak hrs dibiasakan memasang titik2 yg bs disepakati, br diskusi lanjut.

misal ttg Maria.

  • Protestan : menghormati : ya

  • Katolik : menghormati : ya

  • Katolik : menyapa, berinteraksi : ya → pendukungnya apa

  • Protestan : menyapa, berinteraksi : tdk → keberatannya apa

  • Katolik : Maria skrg disebut org hidup : → dasarnya apa

  • Protestan : Maria skrg disebut org mati : → dasarnya apa

mgkn ini yg dimksd TS dgn istilah “lbh masuk akal”. dr ayat2 yg diajukan dikaji bersama, berakhir pd beda tafsir.
udh selesai, tanpa cacian, cucian, makian, dsb

amen??

Jadi menurut anda, kalau lawan bicara berkata sesuatu yg tidak masuk akal, maka kita harus terima saja ? begitu ?
Tidak boleh ada usaha dari pihak kita (atau pihak lawan) untuk berkata “Ohh… kalau menurut saya, hal tersebut kurang tepat, karena begini…begini…begini…”.

Ini bukan dialog namanya.

Mana mungkin pihak protestan akan bisa mengerti posisi kami dalam memandang suatu masalah, dan mana mungkin kami bisa mengerti posisi dari protestan.

Jika hanya 4 baris kalimat:

Katolik : “Tunjukkan bahwa sola scriptura tertulis di alkitab”
Protestan: “anda yg harus tunjukkan sola scriptura tidak tertulis di alkitab”
Katolik : “Oh gitu,… ya sudah saya terima jawaban anda, saya sekarang bisa pahami posisi anda mengenai sola scriptura”
Protestant: "Oh gitu… ya udah saya terima jg deh "

ha ha ha ;D

Dialog itu harus menggunakan common sense yg bisa di terima kedua belah pihak.

Yang anda lakukan dengan saya saat ini, in fact, menggunakan common sense…agar saya bisa mengerti posisi anda, dan anda bisa mengerti posisi saya. Sehingga tercapailah apa yg namanya kompromi.

Masak saya harus bilang : “ogitu bro kahlil…oke deh…”

Ini bukan dialog namanya. Tapi monolog.
Anda berkata : “Kamu tahu ngga Jhon,… itu ayam dulu asalnya dari kera”
Dan saya berkata : “Oh gitu, bro… iya deh… saya ngerti kok maksud anda, bro”

Lalu anda lanjut:“Anda ini kok bisanya cuma iya iya iya saja sich”
Lalu saya menjawab: “Saya cuma berusaha mengerti”

Apa anda ngga kasihan dengan orang seperti saya, di bodo-bodohi seperti itu oleh orang seperti anda…?

Atau sebaliknya, … apa saya tidak merasa kasihan dengan orang seperti anda, yang tidak tahu telah berbuat kesalahan ?

(nb:tapi bedanya anda dan saya TIDAK OOT , sedang bicara dengan kebanyakan protestan , itu OOT melulu, dan inilah masalah yg saya kemukakan di thread ini.)