Dialog Protestant - katolik : GAGAL..

Loh, jadi postingan saya nih maksudnya? ;D

Yang ini ya:

Allah Bapa umat Kristen dan Katolik aja beda, gimana bisa bersatu?

Kecuali syarat tunduk dan takluk pada Bapa Paus terpenuhi barulah bisa bersatu.

Kan anda sudah jujur kalau Bapa yang disembah Kristen beda dengan Bapa yang disembah Roma Katolik?

Kalau beda ya beda, cukup mengakui dgn jujur tanpa perlu harus mempersatukan 2 hal yang berbeda

Syalom

Mengerti Bro…

Tapi mohon maaf sebelumnya, bukannya saya cerewet…bandel…dst dst.
Yang dibawah ini sama2 menggunakan acuan2 yang sama…tapi dialognya juga buntu.
Sama2 Sola Scriptura…Sama2 66 kitab ??
Sama2 Kristen Protestan nya.

“Ajaran Pendeta Hadassah Dinyatakan Sesat”

GBU
:slight_smile:

Yang Anda sebutkan itu namanya debat, bukan dialog.

Dialog bukan sekedar saling menyampaikan pendapat, bukan juga saling menentang pendapat.
Cirinya seperti ini:

  1. Sadari bahwa pemikiran semua pihak memang berbeda
  2. Sampaikan sudut pandang masing-masing.
  3. Tidak perlu ada yang saling memaksakan kebenarannya.
  4. Juga tidak perlu untuk berkompromi mencari titik temu.
  5. Yang terpenting, tetap bisa saling menerima walau berbeda.

Yang ini sudah saya tanggapi di atas.

Nah, kalau tujuan Anda seperti itu, maka yang Anda lakukan ialah “mengajar” dan “memperingatkan”, bukan dialog.
Mengajar dan memperingatkan memang harus seperti itu, ada superioritas dalam taraf tertentu. Sedangkan dialog membutuhkan kesetaraan.

Ya benar, saya juga prihatin. Ada banyak pertanyaan ke Katolik malah dijawab oleh member Protestan sendiri, padahal belum tentu sesuai dengan pemikiran member Katolik :frowning:

Oh maaf, saya kurang memperhatikan. Ya, post itu memang out of topic dan seharusnya tidak usah ditanggapi.

Salam

Oh maaf, saya kurang memperhatikan. Ya, post itu memang out of topic dan seharusnya tidak usah ditanggapi.

Salam

Bukan saja OOT, bro, tetsapi terlihat tujuannya memang cuma nge flame di thread.
Dan jika anda cukup teliti, memerikasa posting2 ybs berikut clonningannya, maka kualitasnya tidak akan berbeda jauh dari sekedar hujatan dan sampah.

Saya tidak sudi menanggapi sampah seperti itu, tetapi apakah FK akan membiarkan saja?

Syalom

Good job bro :afro:

Saling tolong menolong, saling memberitahukan kalau ada yang salah, saling memperhatikan dll itu gak ada hubungannya dgn superioritas/ jabatan kayaknya, tapi perintah Yesus pada semua pengikutNya tanpa kecuali.

Maaf, tapi kesaksian Bruce diatas justru tidak OOT sama sekali.

Pengikut KRISTUS menyembah Allah Bapa, Allah Abraham, Allah Iskhak, Allah Yakub, Allah Israel seperti yang diajarkan KRISTUS dan rasul muridNya.

Tentunya, pengikut KRISTUS juga mentaati perintah dan ajaran Bapa yang disampaikan oleh Anak.

Bapa yang disembah Kristen ini berbeda dengan Allah yang disembah Katolik sesuai keterangan Bruce.

Kembali ke topiknya.

Dialog dan diskusi yang ada selama ini di FK banyak membahas apa yang diajarkan Allah Bapa melalui KRISTUS dan yang diajarkan Bapa Paus/ Vicar KRISTUS pada umatnya (katolik)

Sesuai yang sudah disampaikan bro Kahlil:

1. Sadari bahwa pemikiran semua pihak memang berbeda.

Kesaksian perwakilan Gereja Katolik (Bruce) kalau Allah yang disembah pengikut KRISTUS dan Allah yang disembah Roma Katolik berbeda, merupakan bentuk kesadaran dari beliau bahwa ASAS dan DASAR (KGK 882 & LG 23) serta ALLAH yang disembah sudah beda.

Dengan kesadaran ini, maka masing2 pihak dapat memahami kenapa terdapat perbedaan ajaran antara Allah bangsa Israel dan Allah bangsa Roma (Roma Katolik).

2. Sampaikan sudut pandang masing-masing.

Perwakilan Gereja Katolik (Bruce) sudah menyampaikan sudut pandang perbedaan Allah yang disembah Katolik dan Kristen, yang mana juga mendasari perbedaan ajaran Allahnya masing2.

3. Tidak perlu ada yang saling memaksakan kebenarannya.

Walaupun pertanyaan Bruce terkesan agar umat Kristen TIDAK menyembah Allah Bapa, Allah Abraham, Allah Yakub, Allah bangsa Israel, menurut saya Bruce belum sampai tahapan memaksakan kebenaran agamanya seperti pemaksaan Inquisisi Katolik.

4. Juga tidak perlu untuk berkompromi mencari titik temu.

Harus diakui ada usaha2 dari pihak Katolik yang mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan antara Katolik dan Non Katolik. Hal ini bisa dimengerti terkait adanya tujuan mempersatukan semua umat manusia dengan tubuh mistik Vicar KRISTUS.

Sering kali, tujuan agar umat tidak mengerti perbedaan yang ada dan usaha2 tidak terpuji untuk mengelabui agar tercapai kesepakatan (Oikumene) inilah yang merusak dialog dalam hampir semua diskusi di forum manapun.

Karena itu apa yang dilakukan Bruce, dimana beliau sudah mau jujur dengan menyatakan Allah Israel yang disembah Kristen dan Allah yang disembah Katolik berbeda patut diberi acungan jempol.

5. Yang terpenting, tetap bisa saling menerima walau berbeda.

Benar sekali kata anda.

Seperti kita tahu melalui sejarah tradisi beribu-ribu tahun, umat manusia didoktrin oleh pemimpin agamanya agar TIDAK bisa menerima perbedaan dengan menyiksa dan membantai gereja lain (Inquisisi).

Tradisi yang ditanamkan oleh golongan inilah yang mungkin juga berusaha ditanamkan pada pengikut KRISTUS, termaksud di forum ini.

Salam

Dialog antar denominasi… kapan pernah BERHASIL?
Gak usah antar denominasi, antar pendeta yang dalam 1 wadah saja gagal maning gagal maning…

Sering berakhir dengan api kemarahan, caci maki, akar pahit, dan akhirnya menyebabkan orang2 di sekelilingnya memandang dengan perasaan antipati terhadap kedua belah kubu.

Dan ini kadang bukan hanya di kalangan umat biasa tapi termasuk para pemimpin dari masing-masing kubu. Mau katolik, protestan, karismatik, nonkristen… semua sama saja, pada akhirnya kelihatan semua wajah aslinya & mulut sumpah serapahnya.

Terus terang secara pribadi, pasal ini pernah membuat saya kecewa, pahit, undur dalam Tuhan, dan merasa hopeless. Dan kalau ada orang yg tanya agama saya apa, dengan santai saya jawab Pancasila aja dahh… Bahkan secara ekstrem saya pernah menganggap attitude tukang dugem aja jauh lebih baik, kalo ada beda pendapat bisa enteng aja bilang ‘atur-atur aja deh bos, terserah loe, mau ngapain atau kemana, yg penting kita semua happy’…

Jarang sekali saya lihat yang bisa saling LEGOWO dan mengalah, lalu tetap ramah-tamah bilang: Ya udah deh boss, mungkin pendapat anda benar atau mungkin disinilah letak perbedaan kau dan aku. Yuk kita nyambung makan siang dulu… Saat awal bertemu sebagai teman, saat berpisah pun sebagai teman.

Memang kalau saya amati, pertengkaran selalu diawali oleh suatu trigger. Satu pihak memulai dengan ketidaksopanan dalam tutur kata, memotong pembicaraan, memonopoli pembicaraan, menunjuk2 wajah lawan bicara, melotot, mengucapkan kata kasar, dsb dsb… yang kemudian ada reaksi balasan yang sama dari pihak lawannya. Dan terus saling berbalasan, dan semakin OOT (Out Of Topic) dari topik semula.

Sedih … :’( :’( :’( Prihatin…

tidak usah tawar hati

perbedaan itu memang selalu akan ada.
Tidak usah terlalu diambil hati. Jalan saja jalurnya,
jangan melihat manusia, pasti akan kecewa.
Lihat saja sang Kristus. Itu yang terutama
OK.

Sangat setuju.
Katolik adalah Katolik dan tidak pernah akan jadi Protestan.
Protestan adalah Protestan dan tidak pernah akan jadi Katolik.
Tetapi Katolik dan Protestan tetap satu ketum.
Kita tetap menyakini tritunggal, keallahan Roh Kudus, kewibawaan Alkitab, menyambut hari Natal dan Jumaat Agung bersama dan mengakui Yesus sebagai Penebus, Juru Selamat dan Tuhan.
Marilah cari persamaan.
Tetapi akuilah perbedaan.
Dan jadikan perbedaan sebagai kehendak Tuhan namun tetapi usahakan kesatuan dan persatuan.
Tuhan tidak akan memandang enteng orang yang mengusahakan kesatuan dan persatuan.
Bukan Yesus sendiri berdoa, 'semoga mereka menjadi satu."
Jadi stop mengadu domba dan saling mencerca!!!

Betulllllllllllllllllllllllllll…

FK-Team pasti melakukan tindakan, hanya memang tidak bisa melaporkan semua tindakan tersebut pada member.

Yang saya maksud superioritas tidak ada hubungannya dengan jabatan. Dalam konteks kalimat saya tadi, superioritas berarti merasa lebih (benar, baik, sahih, dll) daripada yang lain. Ini memang harus ada ketika kita mengajar atau memperingatkan yang lain, tapi tidak akan berguna dalam dialog.

Maaf, postingan yang ini Dialog Protestant - katolik : GAGAL.. - Diskusi Umum Kristen - ForumKristen.com tidak akan saya tanggapi karena bisa out of topic. Lebih baik Anda tanyakan di thread yang sesuai.

Salam

kalo menurut saya dialog bisa berhasil jika kita masing-masing sudah mengenal lawan dialog kita, contoh saya protestan dan saudara saya katolik, kami sering diskusi dan baik-baik aja, karena kami sudah saling kenal dan saya tidak ingin menjadikan dia protestan dan dia tidak ingin menjadikan saya katolik.

juga sebagai seorang protestan harus sadar bahwa katolik itu saudara tua, dari gereja katolik jugalah kita punya yang namanya Alkitab kanon, jadi hormatilah yang tua heheh

dan yang katolik juga jangan memandang rendah protestan karena ia mudah, janganlah suruh protestan buat kitab sendiri karena alkitab yang kami pakai adalah kanon katolik. dan janganlah bilang protestan menambah-nambah kata2 Yesus dalam doa Bapa kami sehingga doa Bapa kami versi kita berbeda.

Sangat setuju dengan pendapat anda bro.
Dalam dialog yang baik, sangatlah tidak patut jika ada pihak yang menyalahkan pihak lain, apapun motivasinya. Yang benar adalah saling bertanya untuk mengetahui, apa yang menjadi dasar pemikiran pihak lain. Dengan berdiskusi, kita bisa saling kenal dan saling tahu, serta menambah wawasan.

Perbedaan yang ada memang sudah terjadi, dan tidak akan menjadikan perbedaan itu hilang dengan diskusi, tetapi dengan berdiskusi, kita bisa mengetahui apa yang menjadi dasar pertimbangan perbedaan itu. Menghargai perbedaan yang terjadi, dan belajar untuk menerima perbedaan itu sebagai suatu keindahan.

Fakta sejarah juga adalah suatu keniscayaan, tidak bisa dinihilkan hanya karena tidak sepemahaman, tempatkan sejarah pada tempatnya, dan harus kita terima apa adanya, jangan membuat rekayasa tandingan, karena melawan sejarah adalah penipuan terhadap diri sendiri.

Jangankan terhadap lain ajaran agama, perbedaan antara saudara kandung dalam selera makanpun bisa terjadi. Terima perbedaan dengan legowo, yakini dan imani apa yang kita pegang, tidak perlu merasa lebih tahu tentang ajaran agama lain.

Dengan sikap seperti itu, diskusi akan memberikan manfaat keada kedua belah pihak.

Semoga semakin banyak member seperti anda.

Syalom

Setuju! Menerima perbedaan adalah kuncinya, jangan memaksakan perbedaan denom lainnya untuk diterima. Saya paling jarang ikut diskusi antar denom Katolik dengan Protestan karena menurut saya masing2x memiliki argumennya yang sama kuat dan sama2x membawa Alkitab sebagai dasarnya. Saya percaya suatu hari nanti seluruh denom akan bersatu di dalam nama Yesus Kristus tetapi saat ini yang saya rindukan paling tidak denom Katolik dan Protestan bersatu dalam damai. Bersatulah gereja Tuhan!

Begitu memang seharunya, bro.

Tetapi, jangan salah, banyak yang justru mengatakan bahwa perpecahan adalah suatu keniscayaan, bahwa perpecahan itu untuk menjadi proses pemurnian.

1Kor 11:19 Sebab di antara kamu harus ada perpecahan, supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji.

Sya agak tidak mengerti logika ini. Karena ayat itu belum lengkap, saya melengkapi dengan membaca firman ini :

Rm 16:17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!

1Kor 1:10 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.

1Kor 12:25 supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.

Syalom

gw setuju bro…
sebaiknya kita saling menghargai dan ke arah rekonsiliasi…

Bukan gitu, maksud saya kalau ada sesuatu topik yang memang asalnya dari Magisterium atau Tradisi Suci, ya tidak usah ngotot itu dari alkitab.

Misalnya topik Maria=tabut perjanjian. Bila memang katolik percaya itu karena Tradisi Suci atau magisterium bilang gitu ya sudah akui aja. Kalau saya pribadi dapat menerima perbedaan ini dan malah mau tahu lebih jauh mengenai ini. Tapi ketika ngotot bahwa itu ada juga di alkitab, yang terjadi adalah pemaksaan penafsiran. Padahal informasi dari alkitab mengenai hal ini sedikit sekali.

Masalah Maria dan Tabut, juga mungkin lebih tepat didiskusikan di threadnya, bro. Agar tidak menjadi OOT dan thread ini di lock oleh moderator.

Syalom

Itu kan cuma contoh aja, saya bukannya mau bahas Maria=tabut disini.

Oke, bro.

Jadi jika kita kembali ke judul topic. Dan kita inginkan dialog yang sehat antara Katolik dan Protestan.
Apa yang harus kita lakukan?

Bisa di share?