Dialog Protestant - katolik : GAGAL..

Hmm kok ga enak ya bunyi nya… kesannya kayak agama seberang:
“Aku cerai sama dia karena dia bukan jodohku” Seolah-olah Tuhan yang bikin mereka cerai. What a joke

Makanya Bruce, kenapa Katolik sangat suka memaksakan ajaran Paus i.e magisterium itu dari Alkitab?

Penipuan kayak gitu kan yang bikin diskusi nggak kelar-kelar?

Makanya para pengajar katolik jgn suka mengelabui umat dan tradisi nipu, apa gak punya malu disaksikan banyak pembaca tradisi kayak gitu dibawa ke forum non katolik?

Jadi mirip kasus kerajaan yehuda dan kerajaan israel berpisah

Dan itu semua terjadi atas kehendak TUHAN

Memangnya sodara pikir kalau TUHAN tidak berkehendak maka perpecahan ini tidak akan terjadi ya ?

Ternyata juga TUHAN tidak berniat untuk menyatukan katolik dan protestan , terbukti sampai sekarang tidak bisa bersatu

Saya cukup bersyukur akan adanya hal ini , dan saya yakin ini kehendak TUHAN (roma8:28)

Betul,
Kalau menyampaikan sesuatu yg tidak masuk akal, itu namanya debat… debat asal ngomong dan asal terlihat benar.

Oke. Berarti anda setuju kalau dialog membutuhkan kesamaan yang masuk akal.

Nomor 1,2,3 dan 5… saya sudah paham dan saya kira saya sudah lakukan itu.

sedangkan no 4 saya kurang setuju:

Dialog:

an exchange of ideas or opinions on a particular issue, especially a political or religious issue, with a view to reaching an amicable agreement or settlement.

Memang tujuan dialog adalah untuk mencapai suatu point dimana kedua belah pihak yang berlawanan bisa saling mengerti.

Contoh dialog islam kristen diadakan untuk tujuan agar kedua belah pihak (islam kristen) bisa mengerti dan berkompromi mencari titik temu.

In Fact,… adanya forum ini memiliki tujuan untuk mencari titik temu antara berbagai denominasi.

Jadi memang perlu kompromi dan mencari titik temu dalam dialog itu.

Nah permasalahannya,… belum sampai ke arah situ sudah OOT.

Betul.
Tapi katolik tidak memandang rendah protestan.
Ajaran katolik memandang protestant sebagai saudara, itu yg kita pegang (meskipun kadang ada katollik yg agak kelewat batas).
Dalam dunia nyata saja, sangat JARANG sekali, umat katolik yg membalas perkataan hinaan dari protestant.
Biasanya umat katollik itu cuma nyengir-nyengir kuda. Tanpa mendebat balik perkataan2 yg keluar dari protestant.
Paling mereka berkata :“Ah… protestant dia itu,… paling hebat kalau mengupas ayat alkitab,… biarkan saja lah”
Dikatakan menyembah patung,… yah paling umat katolik itu nyengir-nyengir…
Dikatakan menyembah maria … sama juga nyengir…
Itu kenapa ? Karena umat katolik sangat sadar, bahwa yg berkata-kata itu adalah dumbass… eh salah…(he he he.). adalah mereka yg tidak paham.
Nah, justru itulah indahnya ada ForumKristen. forum yg dibuat oleh orang Kristen, yg memuat pertanyaan tentang katolik, dan dijawab oleh orang katolik sehingga Kristen yg tidak paham menjadi paham sedikit sedikit.

Tapi sayang sekali belum sampai pada taraf paham, sudah OOT duluan.

Yo’i Brurs… ya udah yg OOT biarin aja, either yg dianggap OOT atau yang merasa di-OOT-kan ngalah dulu, siapa tau kali-kali besok kagak OOT lagi dan salaman lagi…
Tapi kita semua agree bahwa tetap ada batasnya lah, IMHO masing-masing kubu boleh-boleh aja “nyemprot” asal masih dalam tatakrama om Momod & tidak menimbulkan akar pahit saja… :’(

Karena rasanya kita semua disini juga semua aware bahwa either protestan or katolik itu juga dinamis dan saya tetap yakin at the end-nya Tuhan sendiri yang akan mempersatukan seluruh gerejanya.
Contoh nyata saja, dulu yang dianggap “tabu” & “sesat” (seperti persekutuan di rumah-rumah, tepuk tangan, alat musik kontemporer) sekarang tidak. Kita tidak tahu ke depannya nanti ada perkembangan yang seperti bagaimana, tapi saya pribadi percaya bahwa Tuhan tetap bekerja dalam segala sesuatu. Amiiiin… :happy0025:

Posting dihapus. Penganut Mormon silakan diskusi di board:
https://forumkristen.com/index.php?board=76.0
https://forumkristen.com/index.php?board=90.0

Bagus bro Kahlil… memang gitu aja deh menghadapi member OOT :afro:

Ya, idealnya memang sampai mencari titik temu.
Tapi di lapangan, itu hampir mustahil terjadi jika pihak-pihak yang berdialog menggunakan referensi yang berbeda.
Misalnya pemahaman tentang YESUS, tidak mungkin ada titik temu jika umat Kristen menggunakan Alkitab, sedangkan umat Islam menggunakan Al-Qur’an. Persamaan memang ada, perbedaan juga banyak, sehingga “YESUS”-nya pasti beda.

Demikian pula Protestan dengan Katolik. Yang satu mengakui otoritas Paus dan Magisterium, sedangkan yang lain tidak. Anda bisa lihat buktinya di forum ini, di mana member Protestan out of topic membahas keabsahan Paus, Petrus sebagai Paus pertama, otentisitas Deuterokanonika, dll.

Anda bisa lihat sendiri betapa ngototnya mereka menolak Paus, Magisterium, dan referensi Katolik yang lain. Saya yakin Anda sendiri juga tidak mau berkompromi dengan mengesampingkan sumber-sumber tersebut :slight_smile:

Salam

Kalau saya sih mengerti bahwa sumber katolik bukan hanya alkitab. Jadi bila pihak rekan katolik sudah menyatakan dalam diskusi bahwa pendapatnya bukan berdasarkan alkitab tapi dari Tradisi Suci atau magisterium, diskusi bisa diakhiri, karena sudah berbeda dasarnya. Kristen tidak perlu terus melenceng mempertanyakan keabsahan sumber katolik, karena akan OOT.

Sebaliknya, bila katolik percaya akan sesuatu hal berdasarkan Magisterium atau Tradisi Suci, lebih baik katakan dengan tegas. Tidak perlu muter-muter mencoba memaksakan bahwa hal itu ada di alkitab.

Setuju Bro,
Itulah sebabnya mengapa : Dialog Protestant - katolik : GAGAL…
kayanya perbincangan sdh selesai deh

:afro:untuk apa dialog???
Untuk masalah kepercayaan atau iman???

biarkan seseorang menyembah dengan apa yg ia patut sembah
krn itu bagian dari HAK …
masalah kepercayaan bukan bagian dari dialok
tp Pribadi …
kt tak perlu menari diatas pengetahuan …itu menganggu orang yg berdoa …
trimakasih

Saya setuju. Dengan begitu diskusi bisa menjadi lebih nyaman tanpa ngotot-ngototan :slight_smile:

Salam

Re: Dialog Protestant - katolik : GAGAL…???

Kayaknya perlu dialog di resto, atau cafe yang nyaman, biar berhasil :slight_smile:

Shalom

Silakan tanya di topik baru, supaya tidak mengganggu diskusi di thread ini. :slight_smile:

Salam

Post yang OOT dan provokatif sudah saya hapus.
Mari diskusi sesuai topik saja.

Salam

Setuju sekali, hanya saja dari pihak katolik harus jujur, jangan TERUS MENUDUH FITNAH, padahal memang dari magisterium dll.

Saya dengan bruce misalnya, tidak setuju yang sudah, selesai, jadi tidak sampai dituduh fitnah.

Ajaran sendiri tidak dibela , tetapi marah2 mengatakan fitnah, itu yang saya heran sekali, kenapa tidak terus terang, ini ajaran katolik, beda dengan kamu.

Terus kalau kita berikan Alkitab yang melarang, kalau tidak terima , tidak apa2, karena itu adalah tanggung jawab masing masing di hadapan Tuhan.

Sehingga diskusi tidak perlu menjadi akar pahit, kalau dengan yang kasar kasar.

baik om momod, dimengerti :slight_smile:

Waduh kok pada dihapus? Padahal postingan-postingan tersebut penuh berisi contoh-contoh kenapa dialog bisa gagak…

Damai bagimu alephtav.

aleph, jika posting-an pasangan diskusi tidak bertanya, agar tidak bingung, jangan dijawab karena itu bukan untuk dijawab. Kalau direspon, yahhh… etikanya sih, direspon, tetapi tidak dengan menambah tudingan miring, yang menganggap hal kecillah, atau yang lain.

Jika posting-an pasangan diskusi meluruskan penggunaan kata yang kita pakai dalam posting-an, coba renungkan, apakah ‘koreksi’ itu benar atau bagaimana. Jika ternyata benar, setidaknya, pada posting-an kemudiannya, kita tidak mengulang penggunaan kata yang kurang pas itu. Jika memang ‘koreksi’ pasangan diskusi itu salah, artinya, apa yang kita maksudkan di posting-an kita sudah sebagaimana yang kita maksudkan, maka respon dong pasangan diskusi bahwa yang dimaksudkan sudah sesuai dengan apa yang di-post. Ajukan juga informasi pendukungnya sehingga mem-post yang sedemikian itu. Dengan demikian, akan terhindar dari kesan ‘sok tahu’ alias ‘sotoy’. Jika, apa yang kita post sungguh itulah yang kita maksudkan, maka kita tidak akan dituduh ‘sotoy’, karena kita memang ingin mem-post yang begitu.

Karena kesannya anda cuma cari-cari hal yang bisa diplintir dari tulisan saya kemudian dipertanyakan.
Wah, maaf kalau begitu. Sama sekali saya tidak mencari hal-hal yang bisa dipelintir. Saya hanya terdorong rasa tergelitik, kalau ada hal yang saya kira tidak semestinya. Maka, tidak semua posting-an saya harus dijawab. Kalau direspon, saya kira, yang namanya diskusi, ya saling respon.

- Kalau anda mempersoalkan penggunaan kata Kristen, oke lah, saya ralat jadi protestan
Ini misalnya. Mengapa aleph mau menuliskan begitu? Saya duga, karena aleph, setelah merenungkan sedikit, aleph menyadari bahwa yang aleph maksudkan semula adalah Protestan, bukan Kristen atau Katolik. Nah, yang begitu itu, kalau aleph pandang sebagai hal kecil, ya sudah, aleph makhluk merdeka.
- Lihat postingan saya secara keseluruhan, apakah anda pikir saya berpikir bahwa katolik tidak percaya alkitab? hanya magisterium dan Tradisi suci?
alephtavlah yang tahu, tentu dengan Tuha juga, apa yang terkandung dalam benak aleph. Dengan membaca [i]posting-[/i]an aleph yang saya luruskan itu, dengan menambah kata yang perlu, jelas sudah bahwa yang alephtav maksudkan adalah dasar iman Katolik adalah Alkitab tetapi bukan hanya [i](sola)[/i] Alkitab. Dan itu pula yang ingin saya luruskan sehingga saya tambah kata yang perlu itu, agar konsisten dan tidak menimbulkan penyalahartian. Setelah aleph renungkan, aleph menangkap maksud saya meluruskan maksud aleph, maka aleph merespon begini ini.
- Saya tidak pernah merasa lebih mengerti katolik.
Syukur bagi Tuhan, terima kasih untuk pengakuanmu. Agar pengakuan seperti itu berterima wajar di benak Katolik, seharusnya kelihatan dari [i]posting[/i]-anmu istimewa [i]poting-[/i]an yang menyangkut Katolik, yaitu bila aleph mem-[i]posting[/i] sesuatu mengenai Katolik, tampilkan dengan pertanyaan, bukan pernyataan. Pernah aleph nyatakan Katolik berdoa kepada Bunda Maria bukan? Agar pengakuanmu yang menyatakan bahwa aleph tidak lebih tahu tentang Katolik daripada Katolik sendiri, hendaknya pernyataan tadi disajikan sebagai pertanyaan, "Mengapa sih Katolik berdoa kepada Bunda Maria?" gitu. Namun, meski demikian, jika ada Katolik yang sudah memberi jawaban, jangan pula aleph paksakan jawabannya harus yang begini atau begitu. Itu juga bukan bertanya, hanya pura-pura bertanya.
Heran, beginian harus dipermasalahkan...
Renungkan lagi, mungkin bagimu yang begitu itu tidak layak dipermasalahkan, dimana engkau memaksudkan Protestan tetapi engkau tuliskan Kristen, atau dimana engkau merasa tidak lebih tahu Katolik daripada penganut Katolik sendiri, tetapi kesan yang aleph tampilkan sebaliknya, bagi beberapa orang, termasuk saya, yang begitu itu kurang pas, maka layak dipermasalahkan.

Damai, damai, damai.