Diam-diam Inggris tengah Bersiap2 Serang Fasilitas Nuklir Iran!

REPUBLIKA.CO.ID: LONDON: Inggris tengah meningkatkan persiapan serangan militer terhadap Iran, surat kabar The Guardian melaporkkan pada hari Rabu. Menurut laporan itu, Inggris makin khawatir terhadap program nuklir Teheran, dan sedang mempersiapkan unutk menggunakan kapal Angkatan laut mereka dalam beberapa bulan mendatang untuk membantu serangan Amerika Serikat pada fasilitas kunci Iran.

Laporan ini mengutip pejabat senior mereka yg mereka percaya bahwa Iran telah mengembalikan kemampuan teknologi militernya yg rusak parah akibat serangan cyber tahun lalu. Iran mengatakan bahwa virus komputer Stuxnet telah mengacaukan sistem di pabrik Bushehr, tapi tidak di sistem utama pabrik. The New York Times melaporkan bahwa virus itu diproduksi bersama antara AS-Israel untuk melemahkan ambisi nuklir Iran.

Kepala militer Iran memperingatkan pada hari Rabu bahwa serangan Israel terhadap situs nuklir Iran akan membawa dampak yang berat, demikian Kantor berita Iran ISNA melaporkan.
Menanggapi laopran bahwa Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu telah berusaha mendapatkan dukungan mayoritas di kabinet untuk menyerang Iran, Kepala Staf gabungan Angkatan Bersenjata Iran, HAssan Firouzabadi, memperingatkan Israel dan AS terhadap langkah tersebut.
Sementara itu AAngkatan Udara Israel terus melakukan latihan komprehensif terutama pada serangan jarak jauh. Hal yg sama terendus dari pangkalan Angkatan Udara NATO di Italia melibatkan enam jenis skuadronn Angkatan Udara ikut berpartisipasi.
Baca selengkapnya di: http://id.berita.yahoo.com/diam-diam-inggris-tengah-bersiap-serang-fasilitas-nuklir-013453056.html
Perang Dunia ketiga sudah makin dekat nih!

hope the war not begin… peace on earth…
memang ada orang2 yang kerjaannya mengacau…spt ahmad bejad, kosama, amroji, baasi…
sedang orang lain memberi pengaruh baik…co steve jobs, bill gates… mereka bawa kemajuan… yang lain (diatas) bawa kehancuran…
perbuatan mereka tercermin dari ajaran mereka…

oh ya mengerikan sekali dengarnya…

saya lebih yakin kalau ini bluffing saja.

ekonomi dan politik negara2 tersebut terlalu kembang-kempis untuk buka medan perang lagi.

Anda tau ngga kenapa Perang Dunia 2 sampai meletus di tahun 1942? Diawali dengan Great Depression! Jadi bukan resesi lagi, tapi sudah depresi! Baca sejarah! Justru Amerika dan Eropa lagi kembang kempis, mereka perlu duit supaya : rudalnya laku, pesawat tempurnya laku, amunisinya laku. Perlatan militer itu nggak ada yg murah, bro!

Mudah-mudahan ga ada perang lagi,bosen ngedengerinnya hanya kengerian yang tercermin bukan dari suatu misi atau visi yang jelas,semua terselubung dengan kepentingan pribadi atau hanya akan menciptakan teror global…Apa ga ada hati nurani ??? :’( :’( :’( :’( :’( :’(

ok, saya pribadi ada beberapa point analisa. tapi saya rasa terlalu optimistis, mungkin kita bisa diskusikan ini saja,
judul : diam-diam Inggris…

diam2 tapi terekspose sampai harian macam Republika pun menulisnya? diam-diam-ketahuan? diam-diam dipublikasi? apakah militer Inggris sudah terjangkit virus narsis social networking? ;D

ohya, soal great depression, WW2 terjadi setelah GD usai. saya tidak melihat hubungan sebab-akibat antara GD dan WW2.

Ya, itu terserah anda mau percaya atau tidak. Anda juga berhak mengajukan opini serta keberatan anda. Tapi nubuatan Alkitab tentang Perang Armageddon yakni induk dari segala perang harus digenapi. Waktunya kapan? Ya sekarang, sebentar lagi. Tidak membutuhkan waktu lama bagi kongres AS utk memberi persetujuan bagi Obama utk memulai pertempuran di Timur TEngah. Sejarah akan mencatat: Amerika dan Inggrislah yang kali ini memulai Perang Dunia ke-3! Inilah induk dari segala perang! Segala kemampuan senjata nuklir akan dikeluarkan. Perang ini akan melibatkan: Inggris, USA, NATO (Jerman, Italia, Spanyol, Perancis, dan konco2nya) melawan Rusia, China dan sebagian negara2 Timur Tengah (Iran, Syria, entah siapa lagi). Anda harus terima bahwa anda hidup di era Perang Dunia ke-3.

yup. kita semua bebas beropini.

Tapi nubuatan Alkitab tentang Perang Armageddon yakni induk dari segala perang harus digenapi. Waktunya kapan? Ya sekarang, sebentar lagi.
ok. bukannya saya nggak menerima kebenaran Alkitab. saya sangat menerima otoritas Alkitab, akan tetapi soal perang Armageddon = perang militer dunia ini kan tafsiran manusia, aplikasi nyata di dunia (nantinya) seperti apa kita sama2 tidak tahu.
Tidak membutuhkan waktu lama bagi kongres AS utk memberi persetujuan bagi Obama utk memulai pertempuran di Timur TEngah. Sejarah akan mencatat: Amerika dan Inggrislah yang kali ini memulai Perang Dunia ke-3! Inilah induk dari segala perang!
salah satu isu yg diangkat waktu Obama naik ke kursi presiden adalah isu perang Irak - Afghan yg dikomando Bush. membuka perang baru dibawah komandonya bukan kebijakan populer bagi Obama, apalagi dia sedang mengejar pilpres 2012. realisasi kebijakan Obama ditunjukkan dengan mundur dari Irak per tahun 2011.

sementara Inggris, sudah jelas mereka terpaksa mundur duluan dari Irak karena besarnya tekanan dari luar maupun dalam negeri mereka (pernah baca berita soal “Londonistan”?). pukulan ekonomi bahkan memaksa mereka untuk potong anggaran militer besar2an yg berujung pada pensiun-dini dari personel militer dan armadanya (pernah baca berita soal HMS Ark Royal?).

Segala kemampuan senjata nuklir akan dikeluarkan. Perang ini akan melibatkan: Inggris, USA, NATO (Jerman, Italia, Spanyol, Perancis, dan konco2nya) melawan Rusia, China dan sebagian negara2 Timur Tengah (Iran, Syria, entah siapa lagi).
kubu2an, atau blok2an menurut saya sudah lama ketinggalan jaman. yg seperti itu benar untuk ukuran masa lalu, Axis vs Allies, Allies/NATO vs Comintern/Warsaw Pact.

sekarang yg terjadi adalah my friend’s enemy is my friend. Australia misalnya, walaupun secara prinsip dia adalah sekutunya US, tetapi ekonominya disokong perdagangan dengan China. US sendiri walaupun digambarkan membenci China, tetapi ekonominya sangat bergantung dengan China, vice versa.

Russia yg digambarkan sebagai musuh, tidak ada yg berani toal-toel, contoh kasus South Ossetia war. kenapa? karena Russia-lah yg merupakan pemasok terbesar migas ke Uni Eropa/negara2 NATO. kalau Russia potong supply ke negara Eropa, disana bisa terjadi krisis energi yg sangat devastating. di sisi lain Russia pun sangat bergantung dengan ekspor migas untuk menjaga kestabilan ekonominya.

Georgia terlalu kecil andilnya untuk dibela2in NATO, akhirnya dibiarkan sengsara dicakar2 Beruang.

Anda harus terima bahwa anda hidup di era Perang Dunia ke-3.
saya meyakini saya hidup di era dimana perang konvensional tidak lagi memiliki tempat utama. ini keyakinan yg sama dengan yg dianut para pemikir militer Indonesia maupun barat. kenapa? karena seperti yg saya jelaskan diatas, relasi antar negara sekarang ini rumit, sinis di luar, saling bergantung di belakang.

perang konvensional dengan agresi militer nyata mungkin hanya terjadi jika lawan adalah (1)negara kecil dengan militer lemah, (2)negara yg tidak punya andil besar dalam ekonomi global. perang yg umum digunakan antar super powers adalah perang asimetri : perang media, intelijen, cyber, ekonomi, dan budaya.

Iran sendiri memiliki jalinan ekonomi yg cukup global, dia memiliki kerjasama ekonomi yg jelas dengan India-Pakistan, juga Russia-China. saya yakin saat ini tidak ada negara yg berani gambling dengan efek blowback dari agresi militer ke Iran.

Kalau mencermati perilaku Inggris selama ini, sepertinya mereka tidak akan ‘berani’ memulai suatu perang pada saat sekarang ini. Lain halnya jika Inggris sengaja dilibatkan oleh US untuk sekedar sebagai trigger, dimana selanjutnya yang bermain adalah negara NATO.

Kemungkinan perang dalam jangka dekat ini sih sepertinya cuma gambaran ketakutan Iran saja, atau bisa juga untuk mengumpulkan bekal moril kepada para ‘tetangga’ untuk bersiap membela jika penyerangan itu betul betul terlaksana.

Oiya, satu yang perlu diperhatikan juga adalah, betul seperti ulasan Lion, bahwa justru dengan WW II lah maka ekonomi USA lagsung membumbung naik setelah terlanda depresi. Jadi USA memang sudah terbiasa untuk memperbaiki kondisi ekonomi dengan perang. Karena selama ini USA memang selalu terlibat perang tanpa pernah merasakan akibat perang, kecuali perang kemerdekaan dan perang sipil. Pearls Harbour dan WTC menjadi pukulan telak untuk mereka, karena dengan peristiwa itulah mereka jadi ikut merasakan bahwa perang itu tidak enak bagi semua pihak (rakyat sipil).

Perang ya peranglah, cuma yang terkena effect adalah pemeluk agama yang dianut yang berperang itu, lagi-lagi kristen dan islam.
Besok ada peperangan orang dan kambing, pasti menang orangnya, perang melawan hawa nafsu, terutama nafsu makan carnivoralah yang terpenting, karena dari makananlah sifat manusia paling banyak terbentuk, kalau saya herbivora, ya sabar-sabar saja!

beberapa gambaran kasar efek + (?) dan - dari perang thd ekonomi :

  • pengangguran berkurang. (?)
    pengangguran bisa diserap untuk bekerja di industri militer atau menjadi tentara konvensional. (satu2nya efek positif (?) WW2 dulu thd ekonomi US yg baru sembuh dari GD)
  • embargo produk musuh. (?)
    dengan produk negara2 musuh diembargo untuk masuk ke pasar lokal, maka produk dari industri lokal menjadi pilihan utama sehingga bisa menaikkan gairah ekonomi lokal.
  • penguasaan SDA di negara lawan / “war for oil”. (?)
    diharapkan jika berhasil memenangkan perang maka bisa menguasai SDA strategis dari negara yg dikalahkan.
  • upeti negara2 pro agresor. (?)
    seperti saat Perang Teluk pertama (Iraq vs Kuwait + US/Allies), negara2 Arab yg kontra Saddam mendukung US. ketika US berhasil memenangkan perang, konon sejumlah besar uang terima-kasih mengalir masuk kantong US.
    tapi berbeda dengan Iran yg saat ini seperti sitting duck, Irak pada waktu itu sudah sampai di pintu depan Saudi setelah annex Kuwait, dan menunjukkan intensi untuk lanjut menyerang Saudi, sentimen global kepada US pun belum sebesar saat ini.

  • berapa banyak pengangguran yg diserap? (!)
    berbeda dengan bbrp puluh tahun lalu, pekerja industri militer dan tentara konvensional saat ini tidak lagi diperlukan dalam jumlah besar karena kemajuan teknologi industri dan teknologi senjata.
    penyerapan tenaga usia kerja untuk militer pun lebih bisa dilihat sebagai human capital loss karena tidak menghasilkan output yg positif secara ekonomi dan malah harus menjadi beban negara.
  • produksi lokal (!)
    sekarang, ini sulit karena sudah terjadi globalisasi ekonomi dimana negara2 maju banyak yg melempar urusan produksi ke negara lain yg upah tenaga kerjanya murah dan pajaknya rendah.
    dan fokus alokasi resource SDA+SDM di masa perang untuk industri militer, akan menghambat industri sipil di negara tersebut.
  • biaya “overhead” (!)
    negara yg kalah tentu akan mengalami instabilitas politik dan keamanan (co : Irak, Libya, Afghan), sehingga diperlukan expense besar dari investor untuk pemulihan keamanan negara tersebut agar produksi dan distribusinya bisa berjalan lancar. dan sekarang karena globalnya suatu isu, maka efek terhadap keamanan tidak hanya bersifat lokal, biaya lebih besar jg harus dikeluarkan untuk keamanan secara global (tambang/industri sampai kedutaan di negara lain)
  • kenaikan harga minyak dunia. (!)
    seperti sebelum2nya, isu panas di TimTeng biasanya diikuti dengan kenaikan harga minyak dunia. kita tau bahwa kenaikan harga minyak berpengaruh besar terhadap ekonomi, terutama di negara dengan konsumsi-import bbm besar seperti US.
    konsumen akan menghabiskan uang lebih banyak untuk bbm dibanding membeli barang/produk lain, dan konsumen yg memiliki uang pun akan wait n see sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian, sehingga terjadi penurunan demand produk2 lain.
    sedangkan industri, mereka harus menekan margin karena naiknya ongkos produksi yg disebabkan bbm naik - demand turun, ini bisa2 berujung pada kenaikan harga, sampai pada penurunan upah - PHK besar2an.

dari analisa secara kasar diatas, saya menyimpulkan bahwa perang tidak pernah dan tidak akan pernah menjadi/membawa efek positif untuk ekonomi suatu negara.

Shalom,
Sebagian besar para penganut Theory Conspiracy dari kalangan Muslim mempercayai serangan terhadap Iran adalah TRIGGER untuk melakukan Invasi ke Israel ! jadi kita lihat saja ISRAEL akan terjadi apa ? karena kalau mau lihat Pertanda Jaman juga mesti lihat apa yang terjadi di ISRAEL !
JESUS Blessing.

Saya setuju dengan pendapat bro Gangga. Setelah rencana serangan ke Iran mendapat dukungan dari rakyat Israel dan Dewan Knesset (DPRnya Israel), benarkah pemerintah Netanyahu melaksanakan misinya?

Saya koq lebih percaya kalau yang memulai serangan adalah NATO, itupun setelah dapat mandat dari PBB, agar mereka bisa berlindung dibalik keputusan SU PBB. Tujuannya tentu untuk meredam kemarahan dunia Islam yang justru bisa mempersatukan mereka.

:coolsmiley:

@bruce: rupanya Israel sangat takut untuk memulai serangan sehingga dia pakai NATO dan PBB sebagai alatnya. Tapi kayaknya Iran sudah tahu konsipasi busuk antara Israel - USA - NATO - PBB. Masih jadi pertanyaan, negara2 yg baru bergolak dan belum menentukan pemimpinnya seperti Libya dan Mesir akan berpihak pada siapa ya?

Mereka akan berkomplot dengan siapapun yang memerangi Israel bro, itu yang menubabkan Israel tidak boleh turun tangan.

:smiley:

tetap bagaimanapun God saves the Queen… Long Live Elizabeth…^^