DIHAKIMI SEBAGAI AJARAN SESAT

Aku bingung melihat banyak teman dengan mudah menuduh suatu ajaran dengan perkataan sesat, hanya karena alasan tidak sesuai dengan pemikiran dan pemahaman kekristenan yang kita imani, bukankah seharusnya kita tidak boleh menghakimi sesuatu yang sama sekali belum diketahui kebenarannya? Apakah hanya gara2 mereka adalah kelompok minor, dan mempunyai pemahaman yang berbeda tentang iman kekristenan dengan kita, maka mereka boleh dikatakan sesat? Saat Tuhan Yesus pertama kali mengajar juga dikatakan sesat, tapi faktanya justru pengajarannya adalah kebenaran, jadi menurut kalian pengajaran sesat itu yang seperti apa sih? Jika jawabannya adalah pengajaran yang tidak sesuai kebenaran Alkitab adalah sesat, maka pertanyaan selanjutnya adalah sampai sejauh mana kita mengerti tentang kebenaran Alkitab? Sebab faktanya juga banyak aliran gereja kristen yang tidak sepaham, meskipun mereka mengerti tentang kebenaran Alkitab, jadi sampai sejauh mana kita boleh mengatakan suatu pengajaran itu adalah sesat? Bagaimana juga tanggapan kita terhadap saudara kita, para penganut Saksi Yehuwah, Mormon dan pengajaran kristen minor lainnya? Apakah kita sungguh yakin akan kehidupan kristen kita benar, sehingga kita layak mengatakan mereka adalah sesat? Meskipun aku bukan dari golongan mereka, aku tidak akan pernah mengatakan mereka adalah sesat, selama mereka tidak jelas2 mempraktekkan hal2 yang bersifat keji secara umum, misalnya menghilangkan nyawa sesama manusia, gimana menurut kamu?

Dasarnya; orang kristen yg takut akan Tuhan dan rendah hati. Maka dia akan menganggap orang lain lebih penting daripada dirinya sendiri; lembut hati, cepat mendengar lambat untuk bicara dan lambat untuk marah;
tidak berani menghakimi orang lain secara daging/dangkal; tidak berani langsung ingin mengajar orang lain/jadi guru; tidak marah2 apabila dinasihati/ditegur asalkan harus sesuai Firman/ada bukti ayat2-Nya, tidak menganggap diri paling benar (dan harus diuji terus dgn Firman dan kesaksian), harus menerima kenyataan kalau seandainya dirinya salah dan memperbaikinya, tidak menafsir ayat Alkitab secara mind set pribadi tetapi harus ditopang ayat2 Alkitab yg sejajar/saling mendukung secara lengkap/menyeluruh hingga membentuk suatu garis lurus yg menjadi standar Benar. (Uji segala sesuatu hanya dengan ayat dengan ayat yg ada di Alkitab). Jangan menilai Alkitab dengan dasar di luar Alkitab, tetapi nilailah segala sesuatu yg di luar dengan memakai Alkitab.

Sesat atau tidak itu masalah ajaran. Sedangkan perilaku menyimpang bisa terjadi di mana saja, tidak peduli ajarannya sesat atau tidak.
Kesimpulannya, perilaku orang tertentu dari golongan sesat bisa saja lebih “baik” daripada orang tertentu dari golongan yang benar. Meskipun begitu, YESUS juga mengecam kesesatan dan tidak menyetujuinya.

Matius 18:6
"Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.

Salam

Lalu bagaimana kita bisa menentukan suatu kriteria pengajaran sesat atau tidak, jika mereka juga mempunyai dasar penilaian yang Alkitabiah, meskipun dinilai oleh gereja lain tidak Alkitabiah, misalnya soal pro dan kontra fenomena minyak urapan, roti dan anggur perjamuan yang dibawa pulang untuk pengobatan, teori kemakmuran, termasuk pengajaran yang tidak meyakini Allah tritunggal, aku yakin mereka juga punya dasar alkitabiah yang cukup kuat juga untuk mempercayai hal itu, tapi mengapa mereka cenderung dihakimi sebagai ajaran sesat? Imho aja ya, peace!

Thankyou buat pencerahannya, saya juga setuju dengan pemikiran kamu, sayangnya banyak manusia yang mengatakan dirinya lebih rohani dari yang lainnya, sehingga dia punya alasan lebih berani untuk menghakimi, itulah sebabnya dikatakan didalam firman Tuhan, bahwa akan terjadi kelak, banyak orang yang berseru Tuhan2, bukankah aku orang yang banyak mengusir setan demi namaMu? Dan Tuhan mengatakan, enyahlah kamu, karena Aku tidak mengenal engkau!

ajaran di luar yg diajarkan Injil kasih karunia itu ga bener (Efesus 2:8-9)
Kalo ga bener ya sesat abisny mo gmana lagi…

Masalahnya semua praktek yang diajarkan dalam Alkitab pada umumnya direalisasikan berdasarkan pemahaman masing, jadi kemungkinan bisa saja menurut pemahaman kita tidak benar, tapi menurut pemahaman mereka benar, jadi apakah layak kita mengatakan pengajaran mereka sesat, misalnya ada yang mengimani baptis selam, ada baptis percik, ada lagi baptisan iman, artinya mereka yg dulu dibaptis tanpa didasari pengetahuan yang benar akan baptisan harus diulang, dsb, begitu juga halnya dengan doktrin2 lainnya.

Saksi Yehuwa memiliki terjemahan Alkitab sendiri, yang penerjemahnya tidak menguasai bahasa Yunani. Sedangkan Mormon memiliki referensi kitab selain Alkitab.

Salam

@mabella
utk amannya pakailah pemahaman Rasul Paulus aja :happy0025:

Efesus 3:4 Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus,

Setahu saya, Alkitab banyak diterjemahkan kedalam bahasa yang berbeda2, ada terjemahan baru, terjemahan bahasa sehari2, king james version, dan bahasa asing lainnya, jadi apa keberatannya jika ada Alkitab terjemahan Saksi Yehuwa yang katanya diterjemahkan dari Alkitab asli bahasa Ibrani, dan jika yang diterjemahkan adalah Alkitab bahasa asli Ibrani, apa juga diperlukan penerjemah yang mengerti bahasa Yunani? Imho, coz aku gak tahu beneran diterjemahkan dari bahasa Ibrani atau tidak, btw pointnya adalah layakkah kita menghakimi pemahaman orang lain sebagai pemahaman yang sesat, jadi kurasa gak perlu dibahas lebih lanjut soal Alkitabnya Saksi Yehuwa :slight_smile:

Thanks buat advicenya, tapi pointnya adalah, apakah kita berhak mengatakan pemahaman orang lain yang gak sesuai dengan pemahaman kita adalah sesat? Meskipun dasar pemahamannya adalah sama2 dari Alkitab

Kalau tidak layak, maka ayat berikut tidak perlu ada:

Matius 18:6
"Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.

Mengenai penerjemah bahasa Yunani, tentu saja perlu karena Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani. Yang ditulis dalam bahasa Ibrani adalah Perjanjian Lama. Informasi selengkapnya bisa Anda baca sendiri di

http://sarapanpagi.6.forumer.com/viewtopic.php?t=411
http://www.yabina.org/artikel/A1_23.HTM

Menurut saya, sah-sah saja mengatakan bidat-bidat itu sesat. Merekapun juga berhak mengatakan kita sesat. Hanya jangan sampai saling menghancurkan.

Salam

jika kita merasa tabu untuk mengeluarkan kata sesat …padahal kita sudah melihat dan menimbang dan mengoreksinya melalaui Akitab…ehh tenyataajaran yang judulnya sama yaitu "Kristen " tapi yang dilakukan orang laian sanagt mengusik segi keimannan kita.ya,harus diwaspadai bahwa itu sesat bukan…?? Tapi setidaknya kita punya bukti dan punya rasa bertangung jawab terhadap ajaran yang kita miliki dng melakukannya secara benar .

Salam

Anada sdh tahu pengajaran Saksi Yehuwah, dan Mormon ?
Saksi Yehuwah itu mengajarkan bahwa Yesus itu bukan Allah (Yoh.1:1 Alkitab Terjemahan Dunia Baru milik mereka) > anda sdh tahu itu? > apakah menurut anda pengajaran itu tdk sesat? msh bisa ditoleransi sbg kristen?

Mormon : Pendirinya, Joseph Smith mengklaim telah menerima kunjungan pribadi dari Allah Bapa dan Yesus Kristus dan menyatakan semua gereja dan pengakuan iman mereka adalah merupakan kekejian bagi Tuhan. Joseph memperkenalkan agama baru yang mengklaim sebagai “satu-satunya gereja yang benar di bumi ini.” Utk lengkapnya silakan ikuti disini http://www.gotquestions.org/Indonesia/Mormonisme.html
Dari fakta ini apakah anda masih mengatakan bahwa mormon bkn ajaran sesat?

Seseorg bisa menilai suatu ajaran itu sesat atau tdk kalau sdh tahu betul mana ajaran yg benar,
shg kemudian dpt menilai ajran lain dgn membandingkannya, dan menyatakan itu sesat.
Apakah anda sdh paham benar ajaran yg benar yg tertulis dlm Alkitab?
Mudah2an dpt memberikan sedikit pencerahan utk anda.
GBU

Menurut pemahaman saya yang dimaksud penyesat dalam ayat ini adalah orang / sesuatu yg mengalihkan kepercayaan seseorang dari Tuhan Yesus, termasuk kebenaran Alkitab, tapi kebenaran Alkitab ini penilaiannya tergantung pemahaman individual masing2, bahkan para pendeta sekalipun pasti mempunyai perbedaan pemahaman, perbedaan pemahaman yang berdasarkan Alkitab inilah yang saya tekankan dalam diskusi ini, apakah layak kita menyebutnya “sesat”, tentunya jika ada pemahaman Alkitab yang bersifat frontal, misalnya minum darah beneran sebagai ganti anggur saat perjamuan suci, ya otomatis saya akan berteriak sekeras2 nya bahwa itu adalah penyesatan :slight_smile:

Sekedar info, aku sudah menjadi Kristen 35 tahun yang lalu, aktif dalam pelayanan gereja, suka mengikuti seminar Alkitab, dan pernah juga menjabat sebagai majelis gereja, dan aku juga sering melihat praktek2 pemahaman Alkitab yang kurang tepat menurut pemahamanku, baik dalam gerejaku sendiri maupun gereja lain, tapi yang kulakukan hanya sebatas nasehat, kalau tidak diterima ya kubiarkan tapi terus memantau, gak langsung menuduh sesat, tapi fenomena yang saya lihat, orang lain gampang menuduh sesuatu yang tidak sesuai dengan pemahamannya adalah sesat, termasuk di forum ini, nah pertanyaan saya, layakkah kita menghakimi mereka sesat?

Siiiip pol dan thx buat infonya.

Aku setuju banget dengan statement ini, semua berhak memberikan penilaian masing2, masalahnya adalah apakah mereka yang dari kelompok mayoritas bersedia dikatakan sesat oleh mereka yang dari kelompok minoritas? Jadi menurut hikmat saya, sebaiknya jangan gampang mengatakan sesat hanya karena pemahaman yang berbeda tapi masih tetap Alkitabiah, karena faktanya mereka juga punya segudang ayat Alkitab untuk meyakinkan pemahamannya, kecuali jika memang pemahamannya bersifat frontal dan diluar Alkitab, seperti yang sudah saya jelaskan diatas, Imho…please!

Saya tidak tabu mengatakan sesuatu pengajaran yang mengaku sesama Kristen adalah sesat jika memang terbukti secara Alkitab mereka mengajarkan hal2 diluar Alkitab, tapi bukan berdasarkan pemahaman, karena pemahaman tiap manusia berbeda, dan pemahaman tidak pernah bisa dibuktikan, sebab mereka juga pasti mempunyai ayat2 Alkitab pendukungnya, misalnya mengganti anggur perjamuan dengan darah beneran, jelas itu adalah sesat, tapi jika ada gereja yang mempunyai pemahaman misalnya setiap orang lahir baru harus berbahasa roh, atau pembaptisan ulang karena caranya tidak sesuai, maka aku tidak gampang menuduh ajaran mereka adalah sesat!

Sori ya,
Banyak org2 yg bangga dgn lamanya menjadi kristen, dan banyaknya aktivitas gerejani yg diikuti,
sayangnya kebanyakan mereka sangat menikmati statusnya itu, dan berhenti disitu.
Rasanya gak pantas org sekaliber anda sampai gak tahu kesesatan Saksi Yehuwa & Mormon,
apa saja yg anda pelajari dlm aktivitas anda yg bejibun itu?
Itu yang menyebabkan lembaga yg namanya gereja itu begitu keropos, tdk berdaya
dan lembaga seolah diam ditempat, gak maju2, gak siap menjawab tantangan yg semakin buas.
GBU

Dihakimi sih ga masalah, asalkan hakimnya bener2 ditunjuk oleh Tuhan.

GBU

sabar om, tunggu beliau jawab post om yang di atas, saya juga nungguin jawabannya dari tadi. :smiley:

belajarlah dari sejarah!!!
siapa yang menyalibkan Yesus. Beliau disalib atas desakan Orang2 yang tahu dan mempelajari alkitab Alkitabiah atau tidak, itu interpretasi, sekarang yang penting tanyalah pada hati nurani dan Roh kudus yang ada dalam diri kita, sesuatu hal itu melanggar atau tidak, kita belajar mendengarakan bisikan lembut Roh kudus dalam hidup kita. HATI2 terhadap ahli2 kitab, jangan sampai Yesus datang kedua kali dan kita SALIBKAN lagi