Din Syamsuddin Kecewa Dengan Keputusan Kasus Cikuesik

vonis yang dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri Serang, Banten terhadap 12 terdakwa kasus Cikeusik yang hanya di hukum kurang dari satu tahun penjara ternyata mengusik rasa keadilan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.
“Pelaku tindak kekerasan atas nama apapun, tapi kalau hukumannya sangat ringan, cuma hitungan bulan, kemudian dipotong masa tahanan, itu mengusik rasa keadilan dalam diri saya,” demikian ungkapan kecewa Din Syamsuddin.
Din menyesalkan setiap kali terjadi kekerasan atas nama agama yang selalu disalahkan adalah lembaga dan organisasi masyarakat (ormas) agama. Hakim PN Serang, Kamis (28/7) lalu hanya menjatuhkan hukuman tiga bulan hingga enam bulan penjara bagi 12 terdakwa kasus Cikeusik dimana menewaskan tiga jemaah Ahmadiyah dan sejumlah orang lainnya terluka, itupun dipotong masa tahanan. Dengan keputusan ini maka terdakwa yang telah menjalani penahanan, beberapa akan pulang dalam tiga hari hingga lima belas hari ke depan.
Apakah ini gambaran keadilan di Indonesia? Hal ini berpulang kepada setiap pribadi untuk menyikapi apa yang terjadi. Namun jika kekerasan atas nama agama tidak ditindak dengan tegas, maka hal ini dapat menjadi celah dimana hal yang mengerikan tersebut dapat terulang kembali.

Source : Kompas.com