dipelihara Tuhan?

mungkin cerita saya ini sedikit aneh. saya dulu bekerja ikut orang 2 kali selama beberapa tahun, tetapi keluar dari kedua-duanya karena bos2nya mau saya berbohong ke orang pajak kalau diperiksa oleh orang pajak (perusahaannya mau diperiksa orang pajak), akhirnya saya keluar. setelah itu saya coba2 usaha sendiri 7-8 kali, tapi selalu gagal. setelah itu saya pengangguran selama 1 tahunan. pada saat pengangguran kok saya merasa lebih “diberkati” (saya pakai " karena saya masih ada keraguan ini benar dari Tuhan atau tidak), tiba2 ada yang beri sepatu basket (saya hobi basket), beberapa kali tiba2 ada yang beri pakaian merk oleh2 dari luar negeri, beberapa kali tiba2 diberi makanan, roti dan kue yang enak2, tiba2 diberi paman saya tour ke hongkong kemudian diberi lagi tour ke thailand. selain itu saat saya tidak punya uang, tiba2 ada yang menawarkan saya untuk bantu menjualkan barang, kemudian saya bantu jualkan barang dan cepat lakunya, dan saya dapat keuntungan lumayan. kemudian saya berpikir mungkin Tuhan mengarahkan saya untuk jadi semacam sales freelance. kemudian saya coba jualkan barang2 orang baik langsung maupun di internet, tapi tidak laku semua selama beberapa bulan. kemudian saya pengangguran lagi selama beberapa bulan. setelah itu saya ditawari pekerjaan, sebelum saya bekerja, saya terkena penyakit saraf, saya paksakan bekerja, setelah 1 bulan saya tidak bisa bekerja karena susah konsentrasi dan kesulitan berpikir, karena penyakit saya itu dan berhenti. kemudian saya ditawari pekerjaan yang tidak banyak membutuhkan otak tapi lebih banyak otot karena dibagian mengawasi gudang, jadi ya bantu2 angkat dan kirim kalau dibutuhkan. baru bekerja beberapa minggu, punggung saya sangat sakit karena salah tidur, saya coba ke pengobatan alternatif seperti pijat dan tusuk jarum tapi tidak ada hasil, malah jadi parah, saya tidak mau ke dokter karena takut nanti harus di foto dan operasi, sedangkan saya tidak punya uang karena habis untuk masalah saraf saya. kemudian saya pengangguran lagi dan saya mendapatkan "berkat"2 seperti waktu saya pengangguran lagi, diberi orang pakaian, makanan dan tour ke singapura. kemudian saya jadi heran, kok sewaktu saya mau bekerja, malah gagal terus, waktu saya pengangguran malah dapat “berkat” dan uang. saya jadi merasa seperti orang israel di padang gurun yang mendapat tiang awan, tiang api, roti mana, daging burung dan air atau seperti nabi elia di sungai kerit atau di rumah janda sarfat. saya sekarang bingung, apa harus pengangguran dulu untuk sementara atau tetap berusaha terus? penyakit saraf dan punggung saya sepertinya membuat saya harus pengangguran dulu tapi saya kuatir karena tabungan terus menipis, kuatir tentang masa depan saya, dan kuatir orang tua saya sedih melihat saya yang sering pengangguran. saya juga merasa ada tuduhan di hati saya dari ayat 2 tesalonika 3 : 10 kalau saya tidak bekerja.
gimana pendapat kalian?

Cara Tuhan membela anakNya beraneka cara. Yang penting sodara sudah lakukan bagian sodara dan tidak malas bekerja. Iya saya setuju, kita harus tetap jujur dalam pekerjaan kita. Selebihnya nikmati saja hidup sodara. Tuhan Yesus Berkati. :slight_smile:

TUHAN telah membuktikan kemuliaanNYA… lalu apa bukti penyerahan diri anda padaNYA…??? ^^ bila anda sudah mengerti tentang ini… lambat laun penyakit anda akan hilang… carilah maka anda akan mendapatkannya…

waduh senang dengarnya bro gusgus. :happy0062:

Terima kasih responnya. Yang saya bingungkan adalah apakah Tuhan mau saya tidak bekerja dulu atau tetap bekerja, sebab untuk hitung2an dasar sering salah karena sulit berpikir akibat penyakit saraf, cth : orang ambil barang 6 saya kasi harga 10 barang atau sebaliknya ambil 10 saya kasi harga hanya 6 barang, sedang kalau angkat2 barang punggung saya sangat sakit.
saya sudah doa, puasa dan saat teduh tapi tetap tidak mendapatkan jawaban, saat saya bertanya tentang masalah lain dijawab oleh Tuhan.

lakukan yang bisa dilakukan… jangan terlalu memaksakan diri… banyak2 membantu orang lain sesuai kemampuan diri sekecil apapun… bantulah mereka dengan sukacita dari TUHAN… bukan untuk kebanggan diri… sering2 bergaul dengan TUHAN… seiring waktu berlalu… jalan akan ditunjukkan…

jadi saya tetap diam dulu untuk menunggu jalan Tuhan? sebab saya selama pengangguran itu juga menunggu jawaban Tuhan apa yang harus saya lakukan selanjutnya, kadang 1 tahun kadang beberapa bulan, tapi tetap tidak ada jawaban, kemudian saya putuskan sendiri karena 1 tahun tidak melakukan apa2 kok dalam hati saya merasa ada yang keliru. apa yang bisa kulakukan? sekarang saya sulit untuk berpikir (benar2 sulit berpikir, seakan-akan otak saya ada bagian yang tidak berfungsi untuk berpikir), berdiri 15 menit punggung mulai sakit, kalau sudah 1 jam punggung sangat sakit. mengandalkan otak tidak bisa, mengandalkan otot juga tidak bisa, kalau saya tetap bekerja untuk orang saya akan merugikan orang yang menggaji saya. saat ini saya hanya bisa duduk dan tidur, karena tiap saat bingung (entah dari masalah otak atau memang bingung secara psikis, karena menurut dokter, penyakit saraf saya bisa buat bingung dan mudah lupa) mau apa dan tidak bisa berdiri lama. saya menulis dan membalas ini hanya saat2 pikiran saya agak sehat yaitu beberapa saat setelah bangun tidur (kadang hanya beberapa saat, kadang sampai beberapa jam setelah bangun tidur, kalau sedang tidak sehat saya menulis hal yang tidak berkaitan dengan topik dan penggunaan kata yang tidak sesuai dalam kalimat, biasanya baru sadar tulisan saya tidak berkaitan saat dibaca ulang sebelum dipost, mungkin ini yang dirasakan orang2 di rumah sakit jiwa atau yang otaknya bermasalah, yang keluar dari otaknya adalah pikiran2 yang tidak berkaitan dengan situasi saat itu. di dekat rumah saya ada 2 orang yang seperti saya, yang satu sudah tua terkena hidrosefalus sehingga otaknya tertekan cairan dan jadi bermasalah pikirannya, sedang yang lain otaknya tiba2 mengecil dan sering teriak-teriak atau menangis, untung saya saat sarafnya bermasalah hanya diam dan mengasingkan diri dari orang lain.

nah reply yang anda tulis cukup baik… dan hal seperti ini bisa anda lakukan pada kegiatan anda yang lain… mungkin… jika anda tidak mampu untuk bekerja lagi secara matematis dan fisik… masih ada yang lainnya… mungkin anda ingin mencoba bidang seni… itu dilakukan sendiri… bisa ke musik, lukis, membuat patung… atau yang lebih sederhana… membuat kerajinan… lakukanlah perlahan2… setahap demi setahap… lakukanlah sewaktu anda bisa melakukannya… dan jangan paksakan diri ketika anda tidak mampu…

Semoga bermanfaat…
TUHAN YESUS memberkati…