Diselamatkan hanya karena anugerah, bukan dari perbuatan baik

Ef 2:8-9 “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”

Melalui ayat tersebut diatas, rasul Paulus dengan jelas sekali mengatakan bahwa manusia sama sekali tidak memiliki andil didalam keselamatannya. Ini adalah doktrin kunci yang penting sekali karena hampir semua agama didunia menggunakan ‘perbuatan baik’ sebagai alat untuk keselamatan. Pada intinya selama manusia hidup didunia ini, berbuat baiklah, maka nanti engkau akan diselamatkan. Tetapi jika kita melihat Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa keselamatan itu adalah karena anugerah Tuhan, bukan hasil perbuatan manusia.

Keselamatan hanya diperoleh dari penebusan Yesus Kristus. Rom 3:24 “oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.” Bagi orang2 yang percaya kepada Kristus Yesus, maka dia sudah memperoleh keselamatan itu. Jadi bukan karena dia berbuat sesuatu maka dia diselamatkan, melainkan meskipun dia masih dalam keadaan berdosa Tuhan sudah memberikan anugerah keselamatan itu padanya. Roma 5:8 “oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” Dan lagi disebutkan “Dibenarkan dengan cuma-cuma.” Yang artinya kalau kita sudah bekerja/berbuat sesuatu terus mendapatkan imbalan, itu bukan disebut “cuma2”, melainkan lebih tepatnya sebagai “upah”. Rom 4:4 “Kalau ada orang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya.”

Setelah anugerah yang cuma2 itu diberikan, maka akan terjadi perubahan didalam kehidupan orang tsb. Karena dia sekarang menyadari dirinya yang berdosa dan tidak layak, tetapi Tuhan tetap mengasihinya, dan mau menyelamatkannya meskipun dia tidak punya modal apapun juga untuk bisa mendapatkan keselamatan tsb, tetapi Tuhan tetap memberikan itu padanya. Menyadari akan ini semua, maka dia mulai bisa mengasihi Tuhan.

Bagi seseorang yang mengasihi sesuatu, maka dia akan melakukan apa saja untuk sesuatu tsb. Jika dia mulai mengasihi Tuhan, maka dia akan mulai ada keinginan untuk menyenangkan Tuhan dengan cara menuruti perintah2-Nya dan menjauhi apa2 saja yang dibenci-Nya (dosa2). Maka ini mulai terjadi proses penyuciaan (sanctification). Dari semua ini, maka kehidupan orang tadi akan berubah total. Kasih akan sesama manusia itu juga mulai muncul. Yang dulu cuma memikirkan dirinya sendiri, sekarang mulai mengasihi orang2 disekitarnya. Dunia akan mulai bisa melihat dan merasakan perbedaannya. Dan dari apa saja yang dihidupinya itu yang disebut “perbuatan baik.”

Kasih adalah kegenapan dari hukum Taurat. Rom 13:8-10 “Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.”

Inilah “perbuatan baik” yang sejati, yang dihasilkan dari penebusan Kristus Yesus. Diluar ini, segala perbuatan baik manusia itu hanyalah baik menurut pemikirannya saja. Semoga bisa membantu.

Tuhan memberkati.

Singkatnya OSAS ya bro?

Manusia tidak bisa selamat apapun yang di lakukan, bagaimanapun caranya, kalau tidak dapat anugrah dari Tuhan… tidak bisa… saved by grace.

namun, ketika manusia sudah dalam kondisi BISA selamat, ibarat manusia sudah mempunyai tiket untuk selamat namun tidak digunakan (iman yang mati, baca: yakobus 2:14-24). maka manusia tentu saja tidak selamat… manusia menyia-nyiakan tiket itu. gunakan tiket itu jika mau selamat (perbuaan baik berdasar iman)

sola fide?? ok2 saja… tapi fide nya harus hidup… fide yg hidup itu bagaimana? perbuatan sesuai iman.

Kalo gini mah sama juga bohong. Ujung-ujungnya keselamatan tergantung perbuatan. Cuma dibungkus pakai istilah ‘perbuatan baik yang berdasar iman’, terus ditutup-tutupi dengan istilah, ‘iman yang hidup dan menyelamatkan’.

Padahal inti ajarannya balik-balik sama aja yaitu “kalau kamu tidak berbuat baik, maka kamu tidak akan selamat”.

Tuhan akan menyelamatkan the OBEDIENT SHEEPS, bukan semata BELIEVERS.

Dalam perumpamaan domba yang hilang, sang gembala justru menyelamatkan domba yang jalan sendiri sampai tersesat…

lha berarti sama bohongnya dengan ajaran bahwa “diselamatkan karena iman sejati BUKAN karena perbuatan”
TAPI dikasih embel-embel…
iman sejati akan otomatis menghasilkan perbuatan baik…
kalau perbuatan engga baik terus-terusan, maka imannya engga sejati…

Terus kalo ada yang sok ngotot bilang “TANPA EMBEL-EMBEL”
lantas ditanya:
kalo gitu “apakah BERBUAT BEJAT TAPI MENGAKU BERIMAN SEJATI pasti akan selamat” jawabannya mutar-muter plintat plintut… dan balik lagi ke yg di atas…

wkwkwkw…

Bukan mutar-muter, tapi ente diterangin apa itu iman, ga mau ngerti-ngerti. Orang niat ente cuma ngetroll doang…

lha sama aja mas…
niat ente cuma mau asbun nyalah-nyalahin kelompok lain yg pemahamannya beda ama situ…

udah dijelasin soal iman dan perbuatan yang saling berkorelasi…
eh…malah ngotot pura-pura bloon gak mau ngerti-ngerti…

emang niat ente cuma mau biar sok keliatan paling suci dan paling paham ajaran alkitab apa adanya sambil nyalah-nyalahin orang doang kan?
wkwkw…

Front pembela alkitab nanti seragamnya apa mas? daster ungu bagus lho… wkwkw

:idiot2:

saya izin ketawa doeloe yach
yg soal daster itu

mo ikutan ketawa
entar dibilang kompor
:cheesy: :cheesy: :cheesy:

Daster ungu


Kalo ajaran yg wa yakini…

  1. Keselamatan fasenya; ‘sudah, sedang, akan’
  2. Keselamatan itu karena kasih karunia.
  3. Kasih Karunia itu diterima dgn fide formata
  4. fide formata itu iman yg menghasilkan perbuatan iman, fide informis itu iman yg mati (cf. Yak 2)
  5. Kelak dihadapan Bema Seat Tuhan Yesus, tiap believer diberi hadiah sesuai dgn perbuatan iman mereka masing2

Pasukan troll sudah bersiap-siap…
;D ;D ;D ;D

[quote="alephtav post:4, topic:188427"] Kalo gini mah sama juga bohong. Ujung-ujungnya keselamatan tergantung perbuatan. Cuma dibungkus pakai istilah 'perbuatan baik yang berdasar iman', terus ditutup-tutupi dengan istilah, 'iman yang hidup dan menyelamatkan'.

Padahal inti ajarannya balik-balik sama aja yaitu “kalau kamu tidak berbuat baik, maka kamu tidak akan selamat”.
[/quote]

IMO: argumen dan kritikan dari kk cadang atas doktrin kamu itu make sense.

Doktrin aleph:

  1. karena kasih karunia, kita diselamatkan oleh iman… iman itu otomatis menghasilkan ‘perbuatan iman’
  2. kalau ga ada perbuatan iman, tetap selamat masuk sorga.

nomor 1 dan 2 itu salling kontradiksi scr logika kalimat…

Sebab logikanya: kalau ga ada ‘perbuatan iman’ berarti ga punya iman (yg katanya mas aleph; otomatis menghasilkan perbuatan iman)… dan ga punya iman berarti ga selamat.

Anda memformulasikan demikian karena pemikiran anda sudah terjebak dalam pola pikir “Apa yang harus dilakukan manusia supaya selamat”.

Jadi ketika mendengar “karena kasih karunia, kita diselamatkan oleh iman” langsung dicari-cari parameter “perbuatan” seperti apa yang membuat orang selamat.

Mendingan pahami dulu apa itu “iman”, biar bisa nyambung.

wkwkw…
daripada nyuruh-nyuruh orang memahami sesuatu…

mending elo jawab dulu pertanyaan yang udah dari jaman dulu engga elo jawab malah mutar muter plintatplintut…

Pertanyaan itu justru KARENA MENGIKUTI JALAN PIKIRAN ELO yang TIDAK MENCARI-CARI PARAMETER PERBUATAN apapun lho…

coba gw ulangi dikit & diperjelas:
Sesuai dengan doktrin ajaran aleph yang mengira bahwa “Tuhan menyelamatkan hanya karena IMAN DOANG”,
maka…

  1. Jika seseorang hobi makan berlebihan tetapi dia mengaku beriman sejati, apakah dia selamat?
  2. Jika seseorang suka pelihara kucing tetapi dia mengaku beriman sejati, apakah dia selamat?
  3. Jika seseorang pakai daster ungu tetapi dia mengaku beriman sejati, apakah dia selamat?
  4. Jika seseorang berkelakuan bejat tetapi dia mengaku beriman sejati, apakah dia selamat?
  5. Jika seseorang melakukan perbuatan dosa berulang-ulang tetapi dia mengaku beriman sejati apakah dia selamat?

gampang kan?
jika mengacu pada ajaran elo yang mengatakan IMAN DOANG, maka pada kelima pertanyaan diatas KONDISI “IF” nya sudah terpenuhi semua kan?
maka, THEN-nya harusnya jawabannya sama semua kan?

Coba kita uji VALIDITAS DOKTRIN ALEPH gimana…
silakan dijawab…

jawab dulu baru situ nyuruh2 orang lain… gitu urutannya…

Pola pikirnya simpel saja: “Apa ciri2 orang yg sudah, sedang, akan selamat”

Justru krn wa paham doktrin anda ttg ‘iman’ yakni ‘iman itu otomatis menghasilkan perbuatan baik krn menyadari sudah diselamatkan scr cuma2’
Dengan demikian, jika ternyata tidak menghasilkan perbuatan baik, maka logikanya itu orang ga punya iman…
Nah kalo ga punya iman itu selamat atau tidak ?

Kenapa anda nyari-nyari ciri-ciri? Apa perlunya “menghakimi” seseorang selamat atau tidak?