Diselamatkan hanya karena anugerah, bukan dari perbuatan baik

lho kok balik mbundhet kesitu lagi?

ente setuju kan dengan klausul bahwa “Perbuatan ada korelasinya dengan Iman”?

Ngerti logic-nya mas? Jangan bayangin ladyboy mlulu...Saya sarankan ubah cara pandang dulu seperti yang saya tulis untuk mas Pepeng di atas. Jadi sebenarnya gak ada indikator-indikatoran.
lho kok situ yang bilang ada atau engga ada? situ tuhan? kalo ternyata ada gimana?
Kalau saya denger injil atau baca Firman Tuhan dan percaya, itu artinya saya beriman.
tet tot... yang engga misleading yg tepatnya gini: Kalau saya denger injil atau baca Firman Tuhan dan percaya, itu artinya saya MERASA beriman Kalau saya denger injil atau baca Firman Tuhan dan percaya, itu artinya saya MELAKUKAN PERBUATAN meng-IMAN-i Tuhan.
Kalau misalnya mulai bergeser dan ragu, baca Firman lagi, atau denger Firman supaya imannya tumbuh lagi. Begitu mas.
[b]ooo... jadi supaya iman-nya tumbuh lagi, mas aleph PERLU MELAKUKAN PERBUATAN membaca Firman lagi ya....[/b]

thanks konfirmasinya lho mas…

Anda cari indikator karena pola pikirnya masih 'berusaha melakukan tuntutan Tuhan'. Maka jadinya ya menghakimi orang lain, yaitu dengan nuduh orang lain sok merasa doang.
indikator itu engga perlu dicari-cari mas.. tapi itu adalah konsekuensi logis dari suatu kondisi IF-THEN.. mana mungkin ada kondisi IF-THEN tapi engga ada INDIKATOR true/false-nya...

coba ya mas… jangan dikira yang di forum ini kayak yg mau diajakin suru ikut demo kemarin…
disini banyak orang yang mikir sehat mas…
engga laku mas… model kadal-mengadal kayak ente gini… wkwk…
udah obsolete…

sip
saya sudah ikuti saran anda kok

nah yang saya tanya tadi itu kalo dia jatuh dalam dosa yang harmful bagi kehidupan bahkan lebih dari itu dia masuk dalam dosa yang tak terampuni (saya rasa gak perlu saya jelaskan ya bro, karena kita pegang alkitab yang sama jadi sama2 tahu dosa mana yang dimaksud)
apakah ybs akan tetap masuk surga??

Hei knapa saya dipanggil

waduh… ya… ya… ok lah kalau begitu… takdir 100% yah? hehehe… besok kalau saya ga selamat, itu bukan salah saya… tp Tuhan tidak menghendaki saya selamat. krn effort apapun ga ada gunanya…

eh, tapi mungkin besok kalau saya ga selamat saya akan menggugat Tuhan… krn saya sudah PERCAYA sekali pada Tuhan, bahkan sejak kecil sampai sekarang saya mengimani Yesus sebagai Tuhan… awas ya…

asudahlah… :smiley:

Keselamatan diadakan oleh Tuhan saja, tanpa usaha manusia sama sekali, saya sepakat. krn memang begitu… tapi… selanjutnya, adalah takdir? ah… saya belum bisa percaya…

karena takdir memang kejam… :smiley:

https://scontent-sit4-1.xx.fbcdn.net/v/t1.0-9/14731260_10154675262973011_2804530502229317770_n.jpg?oh=03370ba7f00ff84b408ec302e64270fe&oe=58C955AB

This is how Lisa and I taught our boys when they were in Christian High School to recognize who truly belongs to Jesus. Verse 3 (NLT) starts out by saying, We can be SURE that we know Him IF WE OBEY His commandments." This is how we know that we are truly in the faith. Then the apostle John gives us the litmus test for knowing how to recognize others that are truly following Jesus Christ. It’s not if they confess to being a Christian, attend church or conferences, listen to Christian worship, and so forth. The true test is do they obey God’s word. Not just the portion they enjoy. Let’s all have a willing heart to search out His desires and commands and to fulfill them in our lives. Let’s live our lives like Jesus, then we will change our world! #drivenbyeternity

Keselamatan itu kasih karunia setuju karena memang maksudnya sebenarnya tanpa iman dan penebusan Tuhan kita tidak akan ada yang selamat… Kenapa karena tidak ada seorangpun yang benar satu orangpun tidak ayat yg mengatakan itu… Dan buah dari iman yg benar juga adalah perbuatan…

iman tanpan perbuatan itu sia" saja percuma… Bukan orang yg memanggil" Tuhan yg selamat tapi yg melakukan kehendak Bapa di surga yang selamat itu intinya…

Kenapa dibilang dengan iman menyelamatksn sekali untuk selama" bagi kami iman itu ada yang asli dan yang tidak
Ini misal seseorang sangat mengasihi ayahnya dan penggemarnya benar" percaya padanya 100persen tidak mau mengecewakannya pastilah sesorang itu mengikuti perbuatan ayahnya… Bila dia tidak mengikuti atau paling tidak berusaha mengikuti perbuatan dan perintah ayahnya orang ini tidak benar" beriman pada ayahnya itu.

Ini jadinya kayak pembuktian terbalik gitu

Keselamatan hanya melalui iman dan iman selalu mendahului perbuatan baik didalam hal keselamatan.

Ternyata ente belum sembuh. Semua argumen dijawab dengan “emangnya situ Tuhan”.
Kalau nurut ente ada indikatornya, silakan dibabarin disini, beserta dasar argumennya.
Jangan dikit-dikit bawa-bawa Tuhan, kayak pasukan daster aja.

tet tot... yang engga misleading yg tepatnya gini: Kalau saya denger injil atau baca Firman Tuhan dan percaya, itu artinya saya MERASA beriman Kalau saya denger injil atau baca Firman Tuhan dan percaya, itu artinya saya MELAKUKAN PERBUATAN meng-IMAN-i Tuhan.

ooo… jadi supaya iman-nya tumbuh lagi,
mas aleph PERLU MELAKUKAN PERBUATAN membaca Firman lagi ya…

thanks konfirmasinya lho mas…


Ente ini pride-nya udah terlalu tinggi. Maunya perbuatan ente diperhitungkan buat keselamatan.

Ibarat seperti ilustrasi pemberian hadiah yang saya tulis di atas, kadang-kadang setelah beberapa saat kita lupa betapa berharganya hadiah itu dan betapa sang pemberi hadiah. Maka kita perlu kembali merenung dan mengingat betapa berharganya hadiah itu dan betapa baiknya sang pemberi hadiah.

Nah orang yang pride-nya tinggi seperti ente, ngerasa sudah berusaha merenung betapa baiknya sang pemberi hadiah, ngerasa sudah berusaha mengingat kebaikan Tuhan maka langsung koar-koar bahwa ada andil dari diri ente untuk mendapatkan hadiah itu…

indikator itu engga perlu dicari-cari mas.. tapi itu adalah konsekuensi logis dari suatu kondisi IF-THEN.. mana mungkin ada kondisi IF-THEN tapi engga ada INDIKATOR true/false-nya...

coba ya mas… jangan dikira yang di forum ini kayak yg mau diajakin suru ikut demo kemarin…
disini banyak orang yang mikir sehat mas…
engga laku mas… model kadal-mengadal kayak ente gini… wkwk…
udah obsolete…


Kalau ente nanya indikator dalam kondisi IF-THEN di keselamatan, sebenernya sudah jelas.
IF percaya THEN selamat.
Jelas bukan?
Masalahnya ente cuma modal ngeyel nanya lagi, apa indikatornya bener-bener percaya?
Kalau dijawab, indikatornya adalah A misalnya, ente akan ngeyel lagi, apa indikatornya untuk membuktikan bener-bener A? dijawab B, tanya lagi, apa indikatornya bener-bener B?

Susah emang ngomong sama orang :idiot2: kayak ente.

Menurut saya, dosa yang tidak terampuni adalah menolak Kristus sampai akhir.
Dosa ini disampaikan Yesus kepada orang Farisi pada saat Yesus hidup sebagai manusia di dunia.
Orang percaya tidak mungkin melakukan dosa ini karena SUDAH menerima Kristus.
Paulus atau rasul lain tidak pernah menyebutkan dosa ini dalam surat-suratnya kepada jemaat.

Jadi menjawab pertanyaan anda,
kalau orang percaya jatuh dalam dosa yang harmful bagi kehidupan, pada akhirnya dia tetap akan selamat. Karena Allah setia walaupun kita tidak setia.

Kok nyalahin takdir?
lagi ngelindur mas?

Tuhan sudah memberikan keselamatan pada anda tapi anda menolak lalu binasa, kok nyalahin takdir?

Dalam hal ini kurang tepat kalau pembuktian terbalik.
Keselamatan itu seluruhnya sudah dikerjakan oleh Kristus secara tuntas. Manusia tinggal mau percaya atau tidak. Kenapa harus dibuat seolah-olah ‘percaya’ itu adalah suatu effort dari manusia yang perlu pembuktian (terbalik) segala?

Yang kita perlukan itu bukan cari-cari pembuktian, tapi PERCAYA, terus berpegang pada FirmanNya, termasuk Firman Tuhan yang mengatakan iman akan menghasilkan perbuatan baik. Gak perlu cari-cari bukti berupa perbuatan melainkan terus PERCAYA bahwa kalau kita terus beriman maka perbuatan baik itu akan muncul.

Dan kalau anda bawa ayat yang mengatakan yg melakukan kehendak Bapa di surga yang selamat, anda harus cari tahu apa itu kehendak Bapa.

Menurut Yoh 6:40 kehendak Bapa adalah supaya orang percaya dan diselamatkan:

Yoh. 6:40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."

ok saya sudah mengerti pemahaman anda
dari penjelasan anda saya bisa simpulkan diskusi kita akan bermuara pada ketidak sepakatan
jadi saya akhiri saja diskusinya ya mas
karena kalaupun dilanjutkan akan menjadi debat tanpa akhir

salam

abis aku kangen wejangan bapak pendeta siip
:angel:

saya jauh dari pendeta, apalagi pewejang

ok,
tapi anda belum menyampaikan pandangan anda.

jelas gimana sih mas?
Lha wong itu HAK PREROGRATIF TUHAN kok bisa-bisanya ALEPH BILANG JELAS ???

nanti kalo saya tanya: “emangnya aleph tuhan??” → elo bakal bilang gue ngomong itu melllulu…
padahal kenyataannya jelas terpampang membahana nyata, semua readers bisa baca sendiri lah…
iya apa iya… wkwk…

contoh lagi nih mas…
IF hipertensi THEN minum obat hipertensi + hipercholesterolemia + hipertriglyceridemia

ini engga perlu ditanya INDIKATOR-nya → ya OTOMATIS harus pake indikator kan?
Indikatornya adalah Hasil Laboratorium kan?

engga bisa bilang UDAH JELAS kan?
kecuali elo TUHAN kan???

hadeeeh…
heran yah… ginian kok dipelihara…

Oalah mas…mas…
kagak sadar-sadar kalau argumen ente “emangnya anda Tuhan” itu argumen tulul…masih aja dipake sambil cengengesan berasa diri pinter.

Saya bukan Tuhan.
Saya percaya alkitab merupakan Firman Tuhan yang tertulis.
Saya tuliskan apa yang jadi pengertian saya dari alkitab.

Kalau ente gak setuju, silakan tulis mana yang salah, terus yang bener nurut ente gimana, dasar ayatnya mana. Begitu. Bukan malah nanya nanya “emangnya anda Tuhan” mlulu. Kecuali kalau ente itu emang dari aliran yang menantikan lawatan Tuhan liwat internet. Jadi tiap orang ditanyain “emangnya anda Tuhan”.

ngerti gak mas?

contoh lagi nih mas... [b]IF hipertensi THEN minum obat hipertensi + hipercholesterolemia + hipertriglyceridemia[/b]

ini engga perlu ditanya INDIKATOR-nya → ya OTOMATIS harus pake indikator kan?
Indikatornya adalah Hasil Laboratorium kan?

engga bisa bilang UDAH JELAS kan?
kecuali elo TUHAN kan???

hadeeeh…
heran yah… ginian kok dipelihara…


lalu indikatornya bahwa Hasil Labolatorium itu adalah bener apa?

mikir dikit mas…

lho dari dulu saya udah ngerti mas… bahwa kemampuan berpikir ente itu CUMA MAMPUNYA meng-konstruksi PSEUDO LOGIK yang cuma kayak gitu doang…

Dan PSEUDO LOGIK itu anda koar-koar-kan sambil bilang “posrah-pasrah” padahal “memegahkan diri”, dan anda AKU-AKU sebagai KEBENARAN VERSI ALEPH yang SUDAH APA-ADA-NYA dan PALING PERSIS TUHAN…

iya kan?
gitu kan proses Mbundhet-logic ala aleph??

Mas… yang saya tulis dan tanyakan dari dulu tapi engga mampu elo jawab dan malah muter-muter nyuruh orang supaya ngertiin pikiran anda… padahal orang lain udah ngerti, cuma anda aja seolah-olah yang merasa orang lain belum ngerti pikiran anda…
itu adalah KARENA SAYA TIDAK SETUJU…

kok elo malah nyuruh-nyuruh lagi, kalau engga setuju kemukakan…
lha dari kemarin saya udah bukan cuma kemukakan… udah kesikutkan kedengkulkan kekepalakan dan seterusnya… elo malah pura-pura bloon… iya kan?
wkwkw…

Elo bilang bolak-balik… “kemukakan yang bener nurut anda gimana”…
Eh dul…
yang gue ketik dari dulu dan tanyain ke elo dari dulu itu adalah “yg bener menurut gue”…
kok malah elo tanyain terus?? wkwkw… kebanyakan onani diskusi ya gini ini akibatnya…
diskusi sama tembok tapi ngebayanginnya ladyboy ya… wkwkw…

Gw ulang sekali lagi yaa…
“Yg bener menurut gue” adalah:

  1. Klaim interpretasi aleph yg mengklaim PALING PERSIS dan SUDAH PAHAM PIKIRAN TUHAN itu adalah NGACO, karena aleph cuma manusia biasa, dan bukan Tuhan → ini yang bener menurut gue… jelas ora son?

  2. Karena buah-iman adalah perbuatan, dan iman berkorelasi dengan keselamatan → maka “Keselamatan berkorelasi dengan Perbuatan” → ini yang bener menurut gue… jelas maning ora son?

  3. Kalo elo bilang bahwa:
    “kalau orang percaya jatuh dalam dosa yang harmful bagi kehidupan, pada akhirnya dia tetap akan selamat. Karena Allah setia walaupun kita tidak setia.”
    maka jawaban elo gimana atas pertanyaan ini: “Apakah orang percaya yang melakukan perbuatan BEJAT berulang-ulang (yg tingkat dosa-nya mungkin BELUM harmful bagi kehidupan spt di atas), apakah dia tetap akan selamat?”

lalu indikatornya bahwa Hasil Labolatorium itu adalah bener apa?

mikir dikit mas…


ya kalo elo ngecek darah elo di laboratorium yang terpercaya

indikatornya terpercaya: lab itu terakreditasi

indikatornya akreditasinya bener: proses akreditasi dilakukan oleh akreditor yang resmi

indikator akreditornya resmi: badan sertifikasi akreditasinya diakui oleh komunitas laboratorium yang bersangkutan

dan seterusnya…

apa itu juga namanya mencari-cari???
engga lah… itu konsekuensi logis dari kondisi IF THEN kok…

Nah kalo elo tidak berhasil memverifikasi indikator kondisi if-then itu valid, maka Kesimpulan yang elo ambil itu PASTI MENGANDUNG TINGKAT KESALAHAN SEKIAN PERSEN…

jelas ora son??
nyampe gak otaknya mas??

contoh yg tadi ini…
Kalo ternyata periksa di lab abal-abal, dinyatakan hasilnya:

  • tensi tinggi
  • kolesterol tinggi
  • asam urat normal…

maka dokter bakal ngasih obatnya cuma 2: anti hipertensi & anti hiperlipidemia…
yg anti-asamurat engga dikasih…

Kalo dokternya ditanya: apa obatnya pasti benar??
dia bakal liat… elo ngecek di lab mana?

  • kalo di lab yang terpercaya → dia bakal bilang → ITU PASTI BENAR, dan semua dokter lain bakal bilang yg sama.
  • kalo di lab yang cuma dipercaya sama dokter itu sendiri (misal punya dirinya sendiri)–> dia bakal bilang → SAYA PERCAYA KOK kalau ITU BENAR, tapi dokter lain bisa bilang “saya engga percaya lab-nya” jadi bisa benar bisa salah.
  • kalo di lab yg dokter itu juga engga percaya → dia bakal bilang → Kalo hasil- lab nya benar, maka obat ini benar… tapi selalu ada kemungkinan yang salah…

Nah… silakan diterjemahkan sendiri dalam konteks…
aleph (MANUSIA) mengartikan omongan Tuhan (THE SUPREME BEING)…
kira-kira seberapa bisa dipercaya-nya KEMAMPUAN INTERPRETASI ELO untuk bisa mengelaborasi komprehensif maksud dari Omongan supreme being itu?..
Kok berani-berani-nya elo mengklaim bahwa itu sudah pasti benar karena berdasar nomer ayat a,b,c,d, PADAHAL yang baca & ngartiin ayat-ayat itu ELO-ELO juga…

coba mikir mas…
nyampe engga mikirnya??
wkwkwk

:idiot2: