[Diskusi] Doktrin Predestinasi

Roma 8:29-30: “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”

Efesus 1:5 dan 11: “Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, … karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan—kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya”

Pertama kali saya melihat ayat ini jujur saya kaget. Mengapa Tuhan itu tidak adil kepada manusia? ada manusia yang dipilih…dan ada juga yang dibiarkan. Memang saya sadar bahwa kita semua pada awalnya TIDAK SAMA SEKALI layak/berhak dipilih Tuhan.

Namun, bila Tuhan sanggup. Kenapa tidak?
Misalkan, Bila kita sebagai manusia (yang terbatas) memiliki cukup uang untuk menolong 2 orang sakit, apakah kita perlu mengikuti cara Tuhan dengan memilih salah satu saja dari mereka dan meninggalkan yang lain? Padahal kita sanggup untuk menolong kedua orang itu.

Ada yang berkata bahwa Tuhan ingin membuat kita agar kita dapat mensyukuri karya penebusan Tuhan lewat pengorbanan Yesus Kristus.

Setelah saya cari-cari jawaban atas hal tersebut, saya menemukan pendapat bahwa Tuhan memiliki rencana yang tentu saja manusia tidak dapat mengetahuinya atau tidak dapat dijangkau akal manusia. Dan rencana Tuhan selalu baik. Yang kita perlu hanyalah percaya dan mengimaninya.

Namun apa hanya itukah jawabannya? atau mungkin sodara-sodara ada yang mengetahui alasan yang lebih jelas?

Trims…^^

PS: Diskusi ini bertujuan untuk pertumbuhan iman, bukan untuk jadi batu sandungan

T-kuz, topik ini sudah banyak dibahas di:

Jadi, apakah harus diulang di sini?

GBU

TUHAN sanggup, tapi Ia juga berdaulat melakukan segala sesuatu seturut kehendak dan kerelaan-Nya.

GBU

@Kasih:
Oh iya bener, maap nda pake search :mad0261:
Kalo kita punya hak nda buat milih mana yang kita tolong salah satu walaupun kita sanggup nolong ke 2 orang itu?

Kalau kita? Bagi kita untuk menolong sesama itu adalah kewajiban. Berikut saya berikan lagi link yang terkait dengan topik ini:

Met jumpa di sana ya?
GBU

Yakobus 4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa. JBU

Doktrin Predetinasi hanya melihat dari sisi Allah, tidak dari sisi manusia.

Mungkinkah seseorang yang dipilih namun akhirnya berbalik dari kebenaran dan menjadi murtad?
Bila mungkin maka manusia diberikan freewill, dan manusia harus menentukan segala sesuatu dengan bijaksana.

Salam.

Hai Sobat @Hanz 188 ( 99 sea food ya…??hehheh )

Mnurut saya, predestenasi itu seperti (ibarat ) dua sisi mata uang deh…, dimana ada yang logam atau ada yang kertas… its ok…tapi dengan nilai nominal uang yang sama tentunya. dan perbedaannya dari segi bahan bakunya saja.

Disini kalau dianalogikan Pecahan" terbesar “rupiah logam adalah besaran nominal seribu ( 1.000,-)rupiah , sedangkan besaran rupiah seribu dari kertas” masih diapit" oleh pecahan 5.00,- rupiah ( dibawahnya ) dan rupiah 2.000,_ ( diatasnya …dst nya.

Nah… kedua jenis mata uang yang disebutkan diatas tersebut diciptakan oleh BI ( BanK iNDONESIA ).serta di sebarkan kep.masyarakat…Dimana tujuan hakikinya adalah supayadapat digunakan sebagai mana mestinya oleh semua orang untuk bertransaksi dalam hal jual beli, belanja…( perihal ber_ekonomilah pokoknya ).Yang terpenting disini juga, bahwa tujuan penciptaan uang tsb , berlaku / bersifat ada keuntungan yang timbal balik. secara keseluruhannya ( dalam konteks penciptaan uang ).

Berarti dalam fal ini : ada fungsi utamanya kenapa uang tsb di ciptakan, bukan…?? dan ada tujuannnya…bukan…?? semuanya demi kemudahan . dei kelancaran …dst …dst nya.

Kemudian dalam penggunaanya orang harus mengikuti kaidah / peraturan
yang sudah ditetapkan oleh pemerintah ( umumnya RI ), dan khususnya (BI). NAMUN pada hakekatnya BI/PEMERINTAH berposisi hanya SEBAGAI melakukan kontrol dan monitor…tidak secara langsung melakukan suatu tindakan ( misalnya pemaksaan) terhadap setiap orang dalam penggunaan uang yang bernominal Rp. 1000,_ tsb ( logam maupun kertas)
contoh pemaksaan :
Misalnya seperti ini : hai kamu orang…kalo mau beli teh botol…harus pake uang logam ya…?? atau uang kertas ya…?? awas kalau tidak…!! nanti tak penjara koe…!! hehhehe contoh aja ya,.

Kemudian lagi, uang RP. 1000 tsb ( logam & kertas )bisa dialih fungsikan lagi sesuai kebutuhan…tapi jika ditinjau dari aturan dan kaidah tujuan penciptaan uang tsb sudah melenceng jauh, tapi dibalik itu ada faedahnya juga…bagi orang tsb. disamping ada konsekwesi yang berakibat ganjaran hukuman (secara duniawi)…dan kerusakan fisik ( jika kurang hati hati ).
Contoh pengalihan fungsi tsb :

  • sekeping uang logam seribu perak bisa digunakan sebagai sarana
    perjudian…( tebak tebakan ) yang ada gambar …menang dan yang ada
    tulisan angka seribu kalah…dengan cara dilontar keatas dan saat jatuh
    menjadi final game.
  • uang logam 2 keping di gunakan untuk cabut jenggot…
  • uang logam 1 keping bisa untuk kerokan jika masuk angin…
  • uang kertas selembar, jika di pelintir kecil bisa untuk ngorek kuping
    yang gatal…
  • uang kertas selembar , bisa digunakan untk mencatat nomor hp, jika
    keadaan kepepet…tergesa gesa…
  • DLL dst dstnya…

Jadi menurut saya, merubah fungsi/ kegunaan suatu sarana , ( yang nota bene melenceng dari tujuan awal/ mula-mula , kenapa sarana tersebut diciptakan ), dimana demi MENGEJAR suatu kepuasan/ kenikmatan tertentu, maka disitulah berperannya yang namanya FREE WILL ( KEHENDAK BEBAS) DARI ORANG YBS. Dan di pihak BI/ PEMERINTAH tidak mungkin melarang hal hal penyalah gunaan fungsi tsb terhadap sarana yang dimaksud…kan…?? paling juga memberi himbauan / persuasif . supaya tidak terjadi hal hal yang merugikan/negatif/menjerumuskan.

Dengan ilustrasi di atas ( secara duniawi) , maka mohon izinkan saya menjadikannya suatu analogi secara rohaniah ( pandangan spiritualitas ).

Yaitu seperti ini ya…( sekali lagi mohon maaf dengan kelancangan ini…tapi tujuannya baik kok.( mnurut saya )…
Supaya menurut saya bisa mendekati pemahaman masalah " predestinasi "

**Secara duniawi :
PEMERINTAH (BI)—>MENCIPTAKAN—>UANG : ADA LOGAM & ADA KERTAS.
*Uang logam pecahan Rp.1.000,- di sisi satunya gmb. angklung dan sisi
satunya tulisan angka 1000.
*Uang kertas pecahan Rp. 1.000,- di sisi satunya gmb. gunung danau dan
sisi satunya tulisan 1000 plus gmb. Pahlawan Patimura.

**Secara spiritual :

ALLAH ( TYK )—>PREDESTINASI—> MANUSIA : ADA YANG NORMAL
FISIK & ADA YANG CACAT FISIK.

Maka formulasi logika analogis nya sbb :

1). Pemerintah (BI) dianalogikan sbg ALLAH (TYK )
2) Menciptakan dianalogikan sbg Predestinasi
3). Uang dianalogikan sbg Manusia ( ditinjau secara utuh satu kesatuan )
3a. Uang jenis logam Rp. 1000,- dianalogikan sbg orang normal (fisik)
3b. Uang jenis kertas Rp. 1000,- dianalogikan sbg orang cacat (fisik)
4). Uang punya dua sisi maka dianalogikan manusia juga punya 2 sisi.
4a. Sisi uang logam gmb. angklung dianalogikan sbg perasaan ( budi )
pada manusia yang normal ( tidak cacat )
4b. Sisi uang logam gmb. angka 1000 dianalogikan sbg pikiran (akal )
pada manusia yang normal ( tidak cacat )
4c.Sisi uang kertas gmb. gunung danau dianalogikan sbg perasaan (
budi) pada manusia yng cacat fisik.
4d. Sisi uang kertas gb. angka 1000 plus gb.Pahlawan Patimura dianalo
gikan pada pikiran ( akal ) manusia yang cacat ( fisik )

Jadi sebagai benang merahnya ( hal yang mencirikan ) bahwa suatu predestenasi tsb dapat berlangsung sebagaimana mestinya atau secara hakikinya sesuai dengan tujuan awalnya, Maka posisi Allah / analogi Pemerintah , tidak dapat di persalahkan jika terjadi kesalahan di tingkat
uang /dianalogikan manusia…dalam memfungsikan sarana yang sudah diciptakan/dipredistinasikan tsb
Sembiyannya uang,kan ada di dua sisinya dan analog dengan sembiyannya
manusia yang punya du sisi juga yaitu akal ( pikiran ) dan budi (perasaan).

Jadi Sang Pencipta ( secara duniawi Pemerintah/BI ) dan secara spiritual rohani /ALLAH /TYK ),sudah memberi keleluasaan DAN TIDAK MEMAKSA
DALAM HAL MENGGUNAAN FASILITAS YANG SUDAH DIBERIKAN OLEH MEREKA. TINGGAL BAGAIMANA FASILITAS TSB DI DAYAGUNAKAN SECARA SINERGI DAN MAKSIMAL…HINGGA MENGHASILKAN YANG TERBAIK SESUAI TUJUAN YANG BENAR BAGI MANUSIA ITU SENDIRI.
fASILITAS PADA MANUSIA ADALAH PIKIRAN (AKAL) DAN PERASAAN ( BUDI ). Dari sinilah timbul, apa yang dinamakan Keputusan yaitu kolaburasi antara pikiran dan perasaan, jika pikiran lebih dominan maka pasti hasilnya baik, karena firman diolah karena manusia punya otak, dan di sinergikan dengan perasaan unt hal yang sifatnya abstrak ( sorgawi ).
Maka akhirnya menghasilkan tindakan utuk menjalankan keputusan, yang mana kita sebut FREE WILL.

Wah…sepertinya penjelasan saya panjang dan muter muterya…hhehe

KESIMPULAN AKHIR :
!). MUTLAK PREDESTENASI HARUS DILIHAT DARI SISI MANUSIA, KARENA
MANUSIA YANG MELAKUKAN HAJAT HIDUPNYA DEMI KEMULYAAN NAMA
SANG PENCIPTA / ALLAH… HINGA AKHIR UNTUK MENDAPATKAN UPAH
DISORGA.
2) Orang bisa jadi murtad , karena biji sesawi yang kecil sebagai modal
iman, tidak pernah di pupuk,di siram dengan firman Tuhan, jadi
akhirnya tidak ada pertumbuhan ( pertumbuhan dari Tuhan ALLAH
lho…bukan dari manisia,broo ). Orang murtad berarti salah mengambil
keputusan sehinggan Free will nya berdasarkan alasan secara duniawi
buran alasan rohani /sorgawi.

Kiranya demikan.Thx

SALAM GBU

Pejabat BI dah ngomong nih… ha ha…

Shipiroz Purba tapi tidak kuno…

Aku katakan predestinasi harus dilhat dari sisi Tuhan bukan dari sisi manusia karena beberapa alasan:

  1. Manusia tidak mengetahui keputusan pilihan Tuhan. Entah dia dipilih ataupun dia tidak dipilih pada akhirnya. Dengan demikian manusia harus berjalan sesuai dengan yang benar menurut petunjuk Tuhan.
  2. Bila seseorang merasa dirinya tidak dipilih Tuhan, maka apapun ang baik yang dilakukannya untuk menuruti Tuhan akan sia-sia, sebab pada akhirnya ia tidak dipilih untuk diselamatkan.
  3. Sebaliknya bila ia merasa dipilih Tuhan, maka melakukan kesalahan apapun akhirnya akan diampuni dan dianugerahkan keselamatan. Dengan demikian apakah ada keadilan di sini, padahal Tuhan maha Adil.

Predestinasi biarlah menjadi rahasia Tuhan.
Tugas manusia melakukan apa yang Tuhan mau kita lakukan dengan demikian kita memilih untuk menjadi umatNya yang berhak atas janji keselamatan.

Salam.

setuju sekali bro :slight_smile:

apa yang dari Tuhan biarlah mengalir seperti air… dalam hidup kita

http://imageshack.us/a/img600/7774/keselamatanallahvsprede.jpg

GBU all

Di pilih dan di tentukan dari semula bukan mengacu pada pemilihan sekelompok manusia, tapi ayat itu mengatakan “keputusan Tuhan” untuk memilih menciptakan manusia serupa dengan kristus.

Artinya kristus adalah “template” atau cetakan yg di pilih Tuhan dlm mencipta manusia, dan keputusan Tuhan dalam menciptakan manusia adlah dalam “cetakan” kristus

Jadi itu bukan pemilihan sekelompok manusia, tapi lebih ke pemilihan “spec” manusia.

Atau kl dengan pertanyaan : "Apa pilihan Tuhan dalam menciptakan manusia? jawab: Segambar dgn Kristus.

Efesus 1:4
“Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.”

Paulus adalah seorang kabbalist, dlm kabbalah ada istilah “Adam Kadmon”/Heavenly Adam, itulah kristus, silahkan di google.

Hati2 jika menemui kata “memilih” atau “di tentukan” dlm alkitab, jgn langsung mengambil kesimpulan dini.
Pikirkan dalam2, keluarkan sebanyak mungkin kemungkinan tafsir, dan ambil yg paling cocok dgn sifat Tuhan (jika sdr mengenalNya).

Salam

[email protected]

Jika itu menjadi rahasia Tuhan saja…?? lha kok orang masih banyak meributkannya ya,?? hahahahaha…

Jadi jika masih diributkan orang…?? berarti masih banyak orang yang merasa galau tentang dirinya sendiri bukan…??

Padahal PREDESTINASI ITU benar ada dan tetep ada sampai dunia ini tidak ada loh…!!

Jadi mending untuk menghilangkan kegalauan itu, bagi orang yang meributkan predestinasi tsb…hendaknya lah mulai dari sekarang saatnya bukan…?? bahwauntuk lebih menyadari mana saja yang menjadi pikulsalib diri pribadi dan mana saja yang harus saya sangkal diri demi memulyakan nama Tuhan Yesus Kriistus …??? dAN DISITU ARTINYA KITA MENGIKUTI FIRMAN TUHAN YESUS bukan…?.maka jadilah kita murid Tuhan yesus…dan masuk menjadi pewaris kerajaan sorga,dan berhasil sampa ike finish…( sederhana sebetulnya apa yang diajarkan dalam Alkitab tsb )

Salam GBU