[Diskusi] Persahabatan dengan mamon yang tidak jujur

Diskusi yuk…

Luk 16:1-13
Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya.
Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara.
Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.
Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.
Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku?
Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.
Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.
Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.
Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.”
“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?
Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?
Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Guys and Gals… ini bukan untuk berdebat tetapi untuk diskusi.
Apa sih yang sebenarnya Tuhan Yesus mau sampaikan dalam perikop ini? Terutama pada ayat 9
Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."

Saya sertakan juga bahasa Inggrisnya (KJV), perhatikan juga kode warna yang saya berikan:
And I say unto you, Make to yourselves friends of the mammon of unrighteousness; that, when ye fail, they may receive you into everlasting habitations.

Mari kita mulai?

JBU :happy0025:

Yuuuk kita berdiskusi.

Saya coba ceritakan kronologi kisah perumpamaannya yah…

Ada seorang bendahara yang kerja ama seorang tuan.
Bendahara itu ga jujur alias suka korupsi.
Si tuan kemudian memecatnya karena ia tidak jujur.

Bendahara itu tau bahwa dia dipecat,
Tapi dia mikir bahwa dia ga bisa kerja di ladang, juga gengsi untuk mengemis.

Akhirnya dia dapet ide brilyan,
Dia tau kalo banyak orang yang ngutang ke tuannya.
Jadi dia manfaatkan situasi itu selagi mereka masih mengenal dia sebagai bendahara.

Dia bilang ama terutang 1,
Nih, utang kamu dikurangi 50 tempayan minyak.
Dia bilang ama terutang 2,
Nih, utang kamu dikurangi 20 pikul gandum.

Tentu saja si terutang 1 dan terutang 2 merasa sangat heran tapi juga berterima kasih.

Wah, makasih ya bendahara.
Karena jasamu, utang kami berkurang.
Makasih banget ya akan jasamu dan titip makasih juga ama tuan yang udah murah hati.

Si bendahara manggut-manggut sambil senyum2 dingin.

Nah, si tuan dapet laporan bahwa terutang 1 ama terutang 2 berkurang utangnya dan ini semua gara2 si bendahara.
Tapi si tuan ga mungkin membatalkan surat utang itu.
Dengan kata lain, ia udah di-bypass ama bendaharanya.

Si tuan berkata :
‘Hebat juga si bendahara, udah tau dia gue pecat, maka sengaja dia lakukan kecurangan ini untuk mendapatkan simpati dari terutang 1 ama terutang 2.’

Setelah dipecat, apa yang terjadi?

Si terutang 1 dan terutang 2 tentu merasa sangat berhutang budi karena gara-gara pengurangan hutang mereka si bendahara dipecat.

Mereka lalu bilang ama si bendahara :
‘Tinggallah bersama kami. Kami akan jamin hidup kamu, kami akan berikan apa yang kamu butuhkan karena atas jasamulah kami dikurangi hutangnya dan gara-gara kebaikanmu pada kami, maka kamu dipecat.’

Jadilah si bendahara hidup tetap tenteram dan terjamin karena ia berhasil membuat orang lain berhutang budi padanya.


Ikatlah persahabatan dengan menggunakan mamon yang tidak jujur.

Kata lain :
Gunakanlah uang untuk mengikat persahabatan.

Anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang.

Kata lain :
Orang dunia ngerti banget caranya menginvestasikan uang untuk bersahabat dengan pihak yang lebih kuat darinya agar mendapat pertolongan saat mengalami masalah.

Masa anak-anak terang ga ngerti caranya mengikat persahabatan dengan uang?
Makanya, bantulah orang lain dengan menggunakan harta,
Buatlah orang lain merasa berhutang.
Itulah namanya tulus seperti merpati tapi cerdik seperti uler.

supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi

Kata lain :
Tapi ingat bahwa mengikat persahabatan dengan uang kepada hal-hal duniawi terbatas kegunaannya.
Yang paling penting adalah mengikat persahabatan dengan uang kepada hal-hal sorgawi karena itulah investasi yang paling tinggi dan aman nilainya.
Pada saat ketika orang-orang dunia tidak bisa menolongmu, ada kekuatan sorga yang akan menjaminmu karena engkau telah berinvestasi ke sana menggunakan hartamu.

Lagipula dengan memberikan uangmu kepada perkara2 sorgawi, maka hatimu juga akan tertuju kepada perkara2 sorgawi. Semakin banyak uangmu kau berikan, semakin kuat hatimu tertuju kemana uangmu kau berikan.

Orang-orang dunia kenal siapa orang-orang kuat yang kepadanya ia perlu berinvestasi.
Masakan anak-anak terang tidak tau bahwa sumber investasi terbesar bisa mereka miliki, yakni Kerajaan Sorga dan kebenarannya.


Inilah bahan diskusi dari saya.

Lanjut dengan rekan-rekan yang lain.

Thanks untuk diskusinya, mari kita lanjutkan.

Sesuai dengan cerita dari perikop tersebut (yang sudah digambarkan oleh MBS dengan kata-kata yang lebih sederhana) maka ada beberapa hal yang perlu dibahas lebih lanjut:

Yesus membuat kesimpulan pada ayat 9
Luk 16:9 “Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.”

Jika kita kaitkan dengan cerita sebelumnya maka pertanyannya:
Siapakah yang dimaksud dengan tuan yang kaya?
Siapakah yang dimaksud dengan bendahara?
Siapakah yang dimaksud dengan terhutang?

Lalu bandingkan dengan kesimpulan Tuhan Yesus:
Siapakah yang dimaksud dengan Mamon yang tidak jujur?
Apa yang dimaksud dengan kemah abadi? Apakah itu sorga? Bahasa Inggrisnya everlasting habitation… neraka juga bisa disebut everlasting habitation:smiley:

Jika Tuan yang kaya adalah Allah Bapa, bendahara adalah orang percaya (steward) maka si bendahara tadinya mendapat tempat dalam rumah tuannya (makanya dia bingung waktu mau dipecat… “gw tinggal di mana?”), nah pada akhirnya dia malah numpang ditempat orang lain kan?

Coba lihat terjemahan KJV berikut ini:
And I say unto you, Make to yourselves friends of the mammon of unrighteousness; that, when ye fail, they may receive you into everlasting habitations.

Jadi menurut terjemahan KJV:
Mamon of unrighteousness (mamon yang tidak jujur) = they
When ye fail = ketika kamu gagal (bukan “ketika mamon itu tidak dapat menolong lagi”)

Kalau mau diterjemahkan secara bebas dari KJV
Aku berkata kepadamu, ikatlah persahabatan dengan menggunakan mamon yang tidak jujur, supaya, ketika kamu gagal, mereka akan menerima kamu dalam tempat yang kekal.

Apalagi dibagian bawahnya Tuhan Yesus bilang
“Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Dan juga:
“Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.”
Perhatikan bahwa tuan itu memuji bendahara “yang tidak jujur” bukan karena perbuatannya yang curang tetapi karena “kecerdikannya”

Tapi dalam hal ini saya baru mengulas dari KJV saja. Mungkin ada yang punya terjemahan lain atau bahkan membahas dalam bahasa aslinya?

JBU :happy0025:

Menurut saya sih,
Yesus sedang membahas kecerdikan dari orang-orang dunia.
Tapi sebenarnya Yesus tidak sedang menganjurkan kita untuk mengikuti persis jejaknya orang-orang dunia dunia tersebut.

Mengenai kata Yesus di ayat 9,
Mari kita lihat terjemahan lain :

Luk 16 : 9-11 (Amplified)
And I tell you, make friends for yourselves by means of unrighteous mammon (deceitful riches, money, possessions), so that when it fails, they [those you have favored] may receive and welcome you into the everlasting habitations (dwellings).
He who is faithful in a very little [thing] is faithful also in much, and he who is dishonest and unjust in a very little [thing] is dishonest and unjust also in much.
Therefore if you have not been faithful in the [case of] unrighteous mammon (deceitful riches, money, possessions), who will entrust to you the true riches?

Kalo dilihat dari ayat2 di atas,
Yesus sedang melakukan sindiran keras.

Ia katakan (bahasa saya sendiri) :

Coba ajalah kamu melakukan persahabatan dengan menggunakan cara-cara yang curang.
Supaya ketika kecurangan itu ga bisa menolong kamu lagi (kamu ketauan), maka orang-orang yang bersahabat dengan kamu itu akan menolong kamu dan siapa tau mereka bisa menolong kamu sampai selama-lamanya!

Di bawahnya Ia katakan bahwa siapapun yang curang tidak akan dipercayakan harta yang sesungguhnya.

Yesus memang mencela perbuatan ketidakjujuran dengan menggunakan Mamon. Tapi Ia tidak menyangkali kecerdikan dari orang yang membangun persahabatan dengan pihak lain melalui harta.

Di situ ada istilah ‘everlasting habitation’,
Itu tentu mengarah kepada Sorga.
Yesus juga mengatakan bahwa mengikat persahabatan dengan cara yang salah pada pihak yang salah tidak akan membuat seseorang mendapat ‘everlasting habitation’.

Jadi, gimana caranya mendapat cover dari ‘everlasting habitation’?
Dengan mengikat persahabatan dengan cara yang benar pada pihak yang benar.

Menurut saya,
Kita harus bijaksana memilih mengikat persahabatan,
Apakah dengan pihak yang mendatangkan ‘everlasting habitation’ atau pihak yang tidak mendatangkan ‘everlasting habitation’ dan apakah dengan cara yang benar atau dengan cara yang tidak benar (tidak jujur).

Lanjoooet!!!

Itulah sebabnya saya pribadi percaya ayat 9 merupakan warning keras dari Tuhan Yesus, bukan anjuran.

Mana nih yang lain?

Sepi…
Kalo cuman kita berdua mah namanya bukan diskusi tapi curhat…
:cheesy: :cheesy: :cheesy:

Disini Om :char11: sebenernya nyimak tp bingung mau komment apa heheheh, lagi pula aku jadi tau arti dr ayat ini, Thx bro MBS ma Methuselah.
Btw, kalau Tuhan Yesus hanya memberikan perumpamaan ini sebagai warning, berarti Tuhan Yesus tidak menganjurkan kita melakukannya, trus ayat ini maksudnya?
Luk 16:9 “Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.”

menurut pendapat pribadi aku ttg maksud ayat ini, Tuhan ingin kita bisa cerdik namun bukan licik, dalam mempergunakan uang (mammon itu apakah hanya artinya uang? atau ada arti yang lain? :rolleye0014: )

Lalu bandingkan dengan kesimpulan Tuhan Yesus: Siapakah yang dimaksud dengan Mamon yang tidak jujur? Apa yang dimaksud dengan kemah abadi? Apakah itu sorga? Bahasa Inggrisnya everlasting habitation.... neraka juga bisa disebut everlasting habitation... char13 Kalau mau diterjemahkan secara bebas dari KJV Aku berkata kepadamu, ikatlah persahabatan dengan menggunakan mamon yang tidak jujur, supaya, ketika kamu gagal, [b]mereka[/b] akan menerima kamu dalam tempat yang kekal.

Mereka disini adalah mammon (sepertinya) berarti kehidupan kekal yang dimaksud disini adalah neraka?

:ashamed0002: mohon pencerahannya

Btw, kalau Tuhan Yesus hanya memberikan perumpamaan ini sebagai warning, berarti Tuhan Yesus tidak menganjurkan kita melakukannya, trus ayat ini maksudnya? Luk 16:9 "Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."

menurut pendapat pribadi aku ttg maksud ayat ini, Tuhan ingin kita bisa cerdik namun bukan licik, dalam mempergunakan uang (mammon itu apakah hanya artinya uang? atau ada arti yang lain?

Dari ayat ini saya melihat ada 2 hal yang ingin disampaikan :

  1. Prinsip mengikat persahabatan menggunakan harta
    Semua orang tau bahwa cara termudah mengikat persahabatan adalah menggunakan harta.
    Misal, lagi marahan ama orang lain, coba bayarin dia makan. Alhasil jika ia terima undangannya, maka kemarahannya akan surut bahkan dia jadi malu sendiri.
    Menurut saya, di sini Yesus mau anak-anak terang mengerti prinsip ini. Dengan harta yang Tuhan percayakan pada kita, ikatlah persahabatan seluas-luasnya dengan segala kalangan terlebih kepada Kerajaan Allah. Karena persahabatan yang kita bangun akan berguna bagi kita kelak (meski secara terbatas). Ini adalah kecerdikan.

  2. Tidak mengikat persahabatan dengan menggunakan cara yang tidak jujur.
    Sindiran keras Yesus mengindikasikan bahwa cara kita mengikat persahabatan menentukan kemana ‘evelasting habitation’ kita.

1 Tim 6:9-10
Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Itu kali yah…

:slight_smile: ngerti deh sekarang, ada tambahan gak? yang lain?

Thx atas diskusi yang bermanfaat ini, tadinya saya juga bingung masalah ayat ini.

Shalom,
Saya Matthews baru sekali ini ikutan diskusi. Mungkin saya bisa memberikan apa yang Tuhan taruh dalam hati saya pada kita semua. Begini saudara-saudaraku:

  1. Kalau kita perhatikan, selain berbicara pada murid-murid-Nya, perumpamaan ini terutama ditujukan pada orang-orang farisi yang juga mendengarkan Tuhan Yesus saat itu (Ayat 14-15) yang nota bene adalah hamba-hamba uang. Sangat jelas bahwa cuma ada dua pilihan mengenai uang ini, a.kita jadikan dia dewa (karena banyak orang berpikir bahwa dengan uang dia bisa bikin apa saja, padahal dia lupa bahwa dia tidak bisa beli sukacita, dan keselamatan/kehidupan yang kekal), b. kita sadari sepenuhnya bahwa semua berkat, termasuk uang yang kita peroleh lewat jerih payah kita adalah berkat dari Tuhan dan harus digunakan kembali untuk kemuliaan Tuhan.

  2. Mamon itu kan dewa uang dan harta kekayaan (yang identik dengan sesuatu yang jahat), nah ada dua pilihan yang diberikan Tuhan, mau pilih jadi hambanya Tuhan atau mau jadi hambanya uang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Kalau kita perhatikan, Tuhan tidak mengajak kita untuk mengikuti si bendahara itu, karena ketika si bendahara itu memberikan potongan pada debitor tuannya, itu sama sekali bukan haknya, karena dia hanyalah pegawai. Itu sudah korupsi namanya atau kata lainnya mencuri. Walaupun dia cerdik tapi itu bukanlah hal yang baik untuk dilakukan. Saya yakin banget bahwa Tuhan tidak mungkin memuji orang yang melakukan tindakan seperti itu. Coba aja baca ayat 10), di situ jelas Tuhan Yesus katakan bahwa kesetiaan kita pada kebenaran firman Tuhan harus dimulai dari hal-hal yang kecil, yang mungkin dianggap sepeleh, karena kita tidak mungkin benar dalam perkara besar kalau kita sendiri tidak benar dalam perkara kecil. Contohnya, ada seorang kristen yang sudah melayani di gerejanya, tapi dia suka berbohong yang “kecil-kecil” misalnya, bangun kesiangan, trus masih di rumah, eh bosnya telepon dari kantor, lagi di mana lu? Lagi di jalan bos mau ke customer dulu nanti baru ke kantor,…"Sepertinya sepeleh, tapi tidak jujur. Banyaklah contoh lainnya yang kita anggap sepeleh tapi sebenarnya kita tidak jujur.

  3. Nah ayat 11, jelas katakan kita harus jujur, jadi tidak ada Tuhan Yesus mengatakan bahwa si bendahara itu melakukan hal yang baik (coba baca lebih teliti). Perumpamaan yang dikatakan Tuhan Yesus itu adalah suatu perumpamaan yang berada dalam konteks “dunia” sehari-hari, kita bukanlah anak-anak dunia/anak-anak gelap tapi anak-anak terang, Ef 5:8 “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,”
    1Tes 5:5, “karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.”

  4. Ayat 12, sangat jelas mengatakan bahwa kita mau pilih mana, jadi hambanya Tuhan dengan menjadi orang-orang yang setia dan jujur atau menjadi hamba uang yang akan menghalalkan segala cara agar bebas dari masalah seperti yang dilakukan oleh si bendahara tersebut. Saya percaya banget bahwa si orang kaya ini bukanlah mewakili Tuhan, tapi berbicara apa adanya keadaan yang mungkin terjadi saat itu (perumpamaan ini dituturkan Tuhan Yesus dua millenium yang lalu) jadi konteksnya 2 millenium yang lalu.

  5. Mengenai ayat 9, coba kita lihat terjemahan dari NIV:
    Luke 16:9 “I tell you, use worldly wealth to gain friends for yourselves, so that when it is gone, you will be welcomed into eternal dwellings”.

Nah coba kita liat terjemahan KJV:
Luke 16:9 “And I say unto you, Make to yourselves friends of the mammon of unrighteousness; that, when ye fail, they may receive you into everlasting habitations”

Kedua terjemahan ini menggunakan kata jamak untuk kata “tempat tinggal” yaitu “dwellings” dan “habitations”,

Dengan terjemahan bebas, kurang lebih seperti ini: " Aku berkata kepadamu, gunakanlah kekayaan duniawi untuk memperoleh teman bagi dirimu, supaya kalau harta duniawi itu habis, kamu diterima di dalam tempat perhentian-tempat perhentian abadi”

Jelas “eternal dwellings” maupun “everlasting habitations” bukanlah surge kekal.

Kalau kita ingat firman Tuhan juga berkata begini:
Ams 3:9 “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,”

Jadi harta kita itu untuk memuliakan Tuhan bukan dijadikan alat untuk membangun persekutuan dengan dunia,

dan ada lagi firman Tuhan yang berkata jangan menjadi sahabat dari dunia ini:
Yak 4:4 “Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.”

Jadi seorang anak Tuhan itu, kalau berkawan atau bersahabat dengan dengan siapapun, itu bukanlah karena hartanya tapi karena Tuhan berkata kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Mat 22:39, “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Semoga bermanfaat, Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Poin yg perlu dperhatikan dlm prumpamaan tsb adalah :

  1. Yesus tidak pernah memuji ketidakjujuran si bendahara.
    Yesus jelas mnyebut bendahara tsb ‘tidak jujur’ shg tidak mungkin Yesus mnyetujui perbuatannya.

  2. Di dalam konteks prumpamaan tsb, sang Tuan memecat si bendahara yg tidak jujur krn perbuatannya yg keliru.
    Dsini dtegaskan skali lagi bhw Tuhan Yesus mnentang ketidakjujuran dan konsekuensi negatif akan timbul mngikuti ketidakjujuran.

  3. Sang Tuan memuji si bendahara yg tidak jujur bukan karena ketidakjujurannya (krn ia dipecat dari kedudukannya) mlainkan krn kecerdikannya dalam menggunakan uang.
    Walaupun si Tuan memuji kcerdikan si bendahara, tetap tidak mpengaruhi keputusan si Tuan utk memecat si bendahara yg tidak jujur itu.
    Disini kita lihat bhw si Tuan tetap memegang prinsip kebenaran, yaitu hukuman akan diberikan thd ketidakjujuran (walau si Tuan memuji kcerdikan bpikir si bendahara).

Dari 3 poin itu, kita harusnya sudah bisa yakin bhw Tuhan Yesus mnentang ketidakjujuran dan akan mbrikan hukuman thd ketidakjujuran (cepat atau lambat).


Lalu poin positif apa yg bisa kita petik dr kisah tsb?
Pembelajaran akan kita peroleh dari pkataan Tuhan Yesus ini :

Luk 16:8b
Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.

Yesus tidak ingin anak-anak terang belajar dari ketidakjujuran si bendahara (anak-anak dunia), mlainkan ingin agar anak-anak terang belajar dari kecerdikan si bendahara (anak-anak dunia).

Mat 10:16
Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

Si bendahara cerdik spt ular tp tidak tulus spt merpati.
Yg Tuhan inginkan adl menjadi cerdik spt ular dan juga tulus spt merpati.

Tkadang anak terang tulus spt merpati namun tidak cerdik spt ular.


Kcerdikan apakah yg Tuhan ingin kita pelajari dari kisah tsb?

Luk 16:9
“Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.”

3 poin ada di dlm ayat tsb :

  1. Ikatlah persahabatan
  2. Gunakan Mamon yg tidak jujur
  3. Kemah abadi

Poin 1. Ikatlah persahabatan

Pd jaman dahulu, negara-negara yg lemah akan mengikat persahabatan dg negara-negara yg kuat dengan cara memberikan upeti/persembahan shg mreka akan mdapatkan perlindungan dan bantuan ketika dibutuhkan.

Dengan kata lain, prinsip yg kita pelajari adalah :
Ikatlah persahabatan dengan cara memberi utk menjamin datangnya pertolongan ketika dibutuhkan.

Si bendahara yg tidak jujur jelas mbutuhkan pertolongan.
Ia diambang pemecatan. Mengemis ia malu, mencangkul ia tidak mampu.
Jika sudah tiba saatnya si bendahara kehilangan pekerjaan dan kehilangan pemasukan, dimanakah ia akan berlindung?

Maka si bendahara mnggunakan prinsip ‘memberi’ utk mjaminkan adanya perlindungan ketika ia dipecat.

Ia mdatangkan smua orang yg berhutang pd si tuan, kmudian mrubah surat hutang mreka, yaitu mbuat hutang mreka mjd lebih ringan drpd yg sharusnya.
Krn si bendahara yg (pd awalnya) mbuat surat hutang, maka prubahan yg dlakukan si bendahara akan dianggap sah.

Si bendahara berpikir :
Aku toh sudah pasti dipecat. Jd apa ruginya aku rekayasa surat hutang mreka dan mringankan hutang mreka?

Dg mringankan hutang mreka, si bendahara mbuat 2 keuntungan :

  1. Nama baik si Tuan jadi semakin tinggi.
    Para terhutang tentu scr tidak langsung akan menyangka (berasumsi) bhw si Tuanlah yg telah mringankan hutang mreka. Mreka tentu akan bterimakasih pd si Tuan krn (sangkaan) kbaikan yg dlakukan si Tuan (walau ssungguhnya si Tuan mderita kerugian materi).

  2. Si bendahara mngikat persahabatan dg para terhutang.
    Krn si bendaharalah yg mmanggil dan mrubah surat hutang, maka para terhutang akan merasa berterimakasih dan berhutang budi pd si bendahara. Jikalau suatu hari si bendahara kehilangan pekerjaan, maka para terhutang tentu akan ingat jasa baik si bendahara dan akan brusaha mbantu dia mperoleh pkerjaan baru atau tempat naungan baru.

Inilah kcerdikan ganda dari si bendahara walau dilatarbelakangi ketidaktulusan.

Kcerdikan utk mngikat persahabatan dg cara memberi adalah seni yg Tuhan ingin anak-anak terang kuasai.

Gereja tidak boleh eksklusif bagi dirinya sendiri, tp perlu keluar mjangkau lingkungan dg cara memberi.
Pemberian adalah investasi yg dlakukan Gereja agar nama Tuhan Yesus dpermuliakan sekaligus sbg investasi bantuan ketika diperlukan.

Phatikan hikmat dari Salomo :

Ams 18:16
Hadiah memberi keluasan kepada orang, membawa dia menghadap orang-orang besar.

Ams 21:14
Pemberian dengan sembunyi-sembunyi memadamkan marah, dan hadiah yang dirahasiakan meredakan kegeraman yang hebat.

Memberi adalah bagian dari hikmat Allah.
Itulah kecerdikan yg Tuhan ingin kita pelajari.
Tetapi hanya berkenan kpd Tuhan jika kita lakukan dalam ketulusan, yakni demi Tuhan dan demi KerajaanNya.


Poin 2. Gunakan Mamon yg tidak jujur.

Kita tau dlm konteks prumpamaan tsb, Mamon yg tidak jujur berbicara ttg ‘uang’ atau ‘harta’.

Tuhan Yesus seolah mau berkata :
Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan hartamu

Disinilah Tuhan Yesus meletakkan posisi harta/uang di tempat yg seharusnya, yaitu digunakan untuk mengikat persahabatan.

Tuhan Yesus pernah mengkritik keras tindakan seorang kaya raya yg menyimpan hartanya di lumbung.
Tuhan Yesus pernah juga mengkritik keras perilaku seorang kaya raya yg mnikmati kekayaannya dg foya-foya utk diri sendiri.

Mngapa?
Krn harta bukanlah utk disimpan dan dnikmati sendiri, mlainkan utk dgunakan mengikat persahabatan.

Maka itulah kita ingat prumpamaan talenta.
Tuhan Yesus mbrikan kita talenta utk digunakan shg berlipat ganda hasilnya, bukan utk dikubur dalam-dalam dan dnikmati sendiri.


Poin 3. Kemah Abadi

Di dunia ini, orang-orang dunia tau bagaimana seninya mengikat persahabatan dg sesama orang dunia (kemah duniawi) utk mperoleh bantuan dari orang-orang dunia.

Misalnya nih,
Seorang pengusaha kelas menengah akan habis-habisan melayani pengusaha konglomerat hanya agar si konglomerat mengingat dia dan mbrikan project/bantuan ketika dbutuhkan.
Bank akan jor-joran mbrikan pnawaran mnarik kpd pngusaha konglomerat agar si konglomerat mau berinvestasi ke Bank tsb.
Seorang murid akan brusaha keras mnyenangkan si guru agar suatu ketika si guru mau mnolongnya di saat ujian.

Orang-orang dunia paham kepada siapa mreka perlu mngikat persahabatan, yaitu kpd pihak yg dinilai mampu mbrikan bantuan/pertolongan ketika dbutuhkan (kemah duniawi).

Bagaimana dengan anak-anak terang?

Rupanya mnrt Tuhan (dlm prumpamaan tsb), anak-anak terang masih kalah cerdik drpd anak-anak dunia.

Ada 1 sumber daya luar biasa yg mungkin gagal dilihat oleh mostly anak-anak terang.

Apakah itu?
Kemah Abadi.

Kemah Abadi itu hanya ada 2.

  1. Surga
  2. Neraka

Yg dmaksud Tuhan Yesus dlm perkataanNya adl Kemah Abadi Surgawi.

Sbg anak-anak terang, kita mengenal sekutu aliansi yg terkuat diantara smua sekutu yg lain, yaitu surga.
Tp sayangnya, mgkn kesadaran kita utk ‘mengikat persahabatan’ dg surga justru tidak terlalu besar.
Brapakah sumber daya, harta dan waktu yg secara rutin kita luangkan utk mengikat persahabatan dg surga?

Mgkn kita berkata :
Tp kan surga memang sudah jadi sahabat kita?
Bukankah surga pasti menolong kita jika kita mbutuhkan tanpa perlu kita mbrikan apa-apa?

Perlu kita ingat bhw surga bukanlah hamba kita dan bukanlah pelayan kita!
Allah yg Empunya surga adalah Tuan kita yg jauh lebih tinggi kedudukannya.

Tuhan Yesus dlm prumpamaan ini mngajar kita utk ‘mengikat psahabatan dg surga’ mnggunakan harta yg kita miliki.
Tuhan Yesus mngajarkan kita prinsip menabur dan menuai.
Siapa yg mnabur di Kerajaan Sorga akan menuai dari Kerajaan Sorga.

Siapa yg memberi dg hartanya utk perkara surgawi yaitu utk apa yg mjadi isi hati Tuhan akan mdapatkan pertolongan dari Empunya sorga itu sendiri manakala dibutuhkan.

Mat 6:33,21
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Beberapa orang mungkin saja tidak ragu-ragu utk mberikan hadiah mahal-mahal kepada orang kaya yg sdang berulang tahun, tetapi akan berhemat-hemat ketika mnyiapkan psembahan ke Gereja.

Beberapa orang mungkin saja tidak hitung-hitungan ketika ada orang kaya yg mminta bantuan, tetapi akan sangat ragu ketika dmintakan waktu melayani di Gereja.

Saya pun tidak sempurna dlm hal ini. Saya juga rindu dan berdoa agar investasi saya pd Kerajaan Sorga mlebihi sgala investasi saya di kemah duniawi.

Hari ini Tuhan Yesus ingatkan kita dg kisah ini :

Mat 25:40
Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Mampukanlah kami Tuhan…

Terimakasih untuk diskusi yang ada, sehingga dengan bantuan saudara-saudaraku seiman aku memahami apa maksud hati Tuhan. Terpujilah DIA.

Ya, kekayaan duniawi dapat digunakan untuk mengikat persahabatan. Kita hanyalah bendahara / pengelola kekayaan duniawi, dan sebagai pengelola kekayaan tersebut bisa digunakan untuk pekabaran Injil. Melepaskan orang-orang lain dari hutang dosa.

Seperti juga ada tertulis :

Pro 3:9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,

GBU