Ditolak jadi guru, penderita AIDS menggugat

Pihak di berwenang akhirnya bersedia memproses gugatan atas diskriminasi kepada pengidap HIV, Selasa 31 Agustus 2010. Gugatan itu adalah kasus diskriminasi Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) yang pertama kalinya dalam sejarah pengadilan Negeri Tirai Bambu tersebut.

Menurut koran The China Daily, pengadilan di kota Anqing provinsi Anhui pertama kali menerima permohonan gugatan tersebut. Penggugat adalah seorang pria yang tidak ingin disebutkan namanya. Dia menggugat biro pendidikan kota tersebut yang menolaknya mengajar karena dia terbukti HIV positif pada sebuah tes kesehatan.

Menurut koran tersebut, pria ini telah lulus ujian tertulis dan wawancara, namun terjegal pada tes kesehatan tersebut. Pengacaranya, Zheng Jineng, mengatakan bahwa kliennya hanya ingin melamar pekerjaan yang ada dan tidak ada maksud lain.

“Saya harap kasus ini dapat menarik perhatian publik dan melindungi para pencari kerja dari diskriminasi apapun,” ujarnya.

Pengadilan kasus diskriminasi ini akan dimulai dua minggu lagi.

AIDS adalah penyakit pembunuh nomor satu di China pada tahun 2008. Pada laporan statistik pemerintah menunjukkan terdapat 319.877 warga China yang mengidap HIV-AIDS. Menteri Kesehatan China Chen Zhu mengatakan angka sebenarnya jauh lebih tinggi, mungkin mencapai 740.000 orang.

Pemerintah China mengabaikan dan mengutuk ODHA antara tahun 80-90an. Saat ini pemerintah China lebih memperhatikan mereka dan beberapa tahun terakhir melakukan upaya melawan penyebaran penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini.
Namun, para ODHA mengaku masih mendapatkan perlakuan diskriminatif saat mencari pekerjaan dan menempuh pendidikan. (Associated Press)

http://dunia.vivanews.com/news/read/174545-ditolak-jadi-guru--penderita-aids-menggugat