Dituding berzina oleh jemaat, pendeta lapor polisi

Dituding berzina oleh jemaat, pendeta lapor polisi | merdeka.com

Merdeka.com - Kepolisian Resor Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung menyelidiki kasus pencemaran nama baik terhadap Derbi Wolter Lolowang yang merupakan seorang pendeta di salah satu gereja di kota itu.

“Pencemaran nama baik tersebut dilakukan oleh salah seorang jemaat gereja atas nama Vivin (41) warga Pangkalpinang yang dilakukan melalui sebuah surat,” ujar Kapolres Pangkalpinang AKBP Nur Romdhoni melalu Kabag Ops Kompol Wagianto, Kamis (14/3). Demikian dikutip antara.

Kompol Wagianto mengatakan, perbuatan pencemaran nama baik tersebut terjadi pada saat diadakan pertemuan di Kantor Majelis Daerah GPDI di Jalan Sukarno Hatta Kota Pangkalpinang.

“Seorang jemaat bernama Vivin menghina korban dengan tulisan di surat tertanggal 15 Januari 2014 yang isinya menuduh korban telah melakukan perbuatan zina dengan seorang perempuan sejak September hingga Desember 2013,” ujarnya.

Menurut Derbi, isi surat tersebut sangat menghina dirinya karena sebagai seorang pendeta dilarang menikah apalagi sampai melakukan perbuatan zina.

“Karena perbuatan pelaku, korban merasa nama baiknya dicemarkan di depan jemaat lainnya tanpa bukti yang kuat kalau dirinya telah melakukan perbuatan zina tersebut,” jelasnya.

Dikatakannya, karena tidak menerima perlakukan jemaatnya itu, akhirnya Derbi melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pangkalpinang atas tuduhan pencemaran nama baik.

Sebelumnya Derbi sudah melakukan upaya damai dengan meminta Vivin membuat surat permohonan maaf dan mengklarifikasi isi surat tersebut di depan jemaat lainnya.

“Saat ini laporan tersebut sudah diterima Polres Pangkalpinang dan akan segera melakukan pemanggilan kepada pelaku untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Kalau memang pelaku terbukti melakukan pencemaran nama baik akan dikenakan Pasal 310 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman paling lama sembilan bulan penjara,” kata Wagianto.

Mencari keadilan pada orang-orang yang tidak beriman (I Korintus 6:1-11)

1 Apakah ada seorang di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar, dan bukan pada orang-orang kudus?
2 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti?
3 Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.
4 Sekalipun demikian, jika kamu harus mengurus perkara-perkara biasa, kamu menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat?
5 Hal ini kukatakan untuk memalukan kamu. Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara-perkara dari saudara-saudaranya?
6 Adakah saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya?
7 Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?
8 Tetapi kamu sendiri melakukan ketidakadilan dan kamu sendiri mendatangkan kerugian, dan hal itu kamu buat terhadap saudara-saudaramu.
9 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit,
10 pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
11 Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.

Mengapa perkara ini langsung dilaporkan ke polisi? Bukankah menurut Alkitab, seharusnya diselesaikan dalam jemaat? Perselisihan di dalam jemaat hendaknya diselesaikan di dalam jemaat, jangan dibawa keluar.

smoga bisa ditemukan kebenarannya dan diselesaikan secara damai

=====================================================================
Jual Kaos Bola & Jaket Bola => Jersey MU

Jalan Tuhan bisa lewat apa saja dalam menolong kita.
Rm 13 : 1"Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah."

Tidak ada salahnya meminta keadilan ke penegak hukum demi kepastian hukum. Apalagi dalam kasus perdata bisa2 kasusnya akan diwariskan ke anak2nya kalau ditinggal mati.

Kalau disimak cerita yang disajikan ini, maka diinfokan dalam suatu surat tuduhan tsb bahwa ada seorang pendeta, Dan enurut penulis surat tsb sipendeta menurut dia tidak boleh kawin. Tetapi pendeta itu di tuduh sudah berbuat zinah.

Nahh…dari situ dapat di tarik benang merahnya bukan…?? bahwa jika diidikasikan ada seorang pendeta tidak boleh kawin…?? berarti dapat dicirikan dari mana sebetulnya Gereja si pendeta itu bukan…?? itu poin pertamanya…

Kemudian jika ada pengaduan perzinahan, yang berkaitan dng seorang pendeta,maka si jemaatnya bingung juga disitu…kepada siapa jemaat itu harus melapor…?? sedangkan secaara organisatoris gereja baha kedudukan tertinggi sebagai gembala adalah pendeta,sedangkan dalam hal ini si pendetalah sebagai tertuduhnya…Makanya mungkin dianggap tidak dapat diselwesaikan secara atura yang tertulis dalam Alkitab ( sebagaimana yang di wacanakan opleh [email protected] diatas melalui surat KORENTUS tsb ).

Makanya persoallan ini di buat pengaduan ke Hukum dunia. melalui pelaporan ke KEPOLISIAN…supaya ada kejelasan titik terang persoallan yng sebenarnya terjadi…dst…dstnya…

Salam…