Divonis 15 Tahun Penjara, Baasyir Sebut UUD Jahilliyah

Usai Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada terdakwa kasus dugaan terorisme Abu Bakar Ba’asyir. Tim Kuasa Hukum Baasyir segera mengajukan banding, bahkan Baasyir sendiri menolak segala keputusan pengadilan tersebut dan menganggapnya sebagai penzoliman terhadap dirinya.

“Saya menolak karena putusan ini zolim, menyalahi syariat Islam dan menggunakan undang-undang dasar jahilliyah. Haram hukumnya bagi saya menerima vonis ini," kata Baasyir kepada hakim yang dipimpin oleh Herry Swantoro yang disambut oleh teriakan dari para pendukungnya yang hadir diruang sidang itu.

Baasyir sendiri didakwa sebagai aktor intelektual kasus pelatihan bersenjata api di Pegunungan Jalin Jantho di Aceh Besar pada Februari 2010. Pelatihan tersebut diikuti sekitar 30 peserta. Sebelumnya, Ba’asyir dituntut hukuman penjara seumur hidup oleh jaksa penuntut umum. Jaksa menilai Ba’asyir terbukti melakukan tindak pidana terorisme terkait pelatihan militer di Pegunungan Jalin Jantho di Aceh Februari 2010.

Menarik menyimak perkataan Baasyir yang menyebut Undang-Undang Dasar yang berlaku di Indonesia sebagai jahilliyah. Jahilliyah sendiri menurut wikipedia berarti “ketidaktahuan akan petunjuk ilahi” atau “kondisi ketidaktahuan akan petunjuk dari Tuhan”. Keadaan tersebut merujuk pada situasi bangsa Arab sendiri, yaitu pada masa masyarakat Arab-Pra Islam sebelum diturunkannya al-Quran. Pengertian khusus kata jahiliyah ialah keadaan seseorang yang tidak memperoleh bimbingan dari Islam dan al-Quran.

Ketidakkontekstualan ini seharusnya dapat menjadi alat balik sendiri untuk pengadilan menjerat balik Baasyir, karena pernyataan tersebut dapat berarti makar atau melakukan penentangan terhadap dasar dan ideologi negara. Keberanian dan kekritisan dari pengadilan tentu diharapkan masyarakat luas agar aksi terorisme tidak terjadi lagi.

Buruk muka cermin dibelah

Salam.

benar ^^
buah tidak jatuh jauh dari pohonnya^^

itu kan menurut beliau, karena orang melakukan sesuatu yg diyakini benar. uud/bertentangan dan telah menzolimi keyakinannya.keyakinannya adalah kebenaran (menurutnya) jadi kebalikan kebenaran adalah kejahatan (jahiliyah)

statment baasyir adalah hak dia, setiap orang boleh berpendapat. tinggal yg merasa waras mendukung statement itu atau tidak. itu juga hak masing2.

^^
kalo yang mendukung boleh membunuh orang lain demi membela keyakinan ya gila
kalo tuhan perlu dibela sia sialah tuhan menjadi tuhan

kan ada KUHAP mas… kalau cuma statment kan belum kriminal to? jadi ya biar saja…

kalau sudah membunuh ya ditindak dengan kuhap donk… sejauh mereka warga indonesia konsekwensinya terikat hukum indonesia, kalau ga mau ya keluar dari indonesia.

keyakinan itu silahkan saja, tapi kalau sudah bertindak merugikan orang lain, mengganggu hak2 orang lain… ya ada Undang2nya donk mas… :slight_smile:

Coba Undang undang Subversif masih berlaku, nggak ada yang berani berkoar-koar lagi UUD Indonesia adalah jahiliyah.

Kayak gak tahu aja,
Sejak kapan sih dia merasa sebagai orang Indonesia?

kalo kita tetap tenang aja ya gawat, karena orang2 semacam ini semakin banyak dan siap menjadikan indo negara kalifah yang gila dan penuh kekerasan

Benar kata Bambang Noorsena, “Orang Indonesia lebih Arab ketimbang orang Arab”

Salam.

h,… coba ada doraemon… saya pingin jinjam mesin waktu ke abad 6… dan melakukan sesuatu wkwkwkkwkw