Doa Dengan Sikap yang Sederhana

…Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Matius 6:8b

Kata “sederhana” adalah sebuah kata sifat yang juga bisa menggambarkan sebuah hubungan antara seorang anak dan orang tuanya. Pada waktu kita masih kanak-kanak, orang tua kita sering mengajarkan bagaimana cara yang baik meminta sesuatu dari mereka. Orang tua kita mengajarkan kita bagaimana seharusnya posisi tangan kita, sambil meminta kita untuk mengikuti mereka mengucapkan kalimat yang berupa permohonan kepada mereka untuk memberikan sesuatu kepada kita, sesuatu yang kita benar-benar inginkan, sesuatu yang sudah berada di dalam genggaman mereka, dan akan segera mereka berikan kepada kita setelah kita mengucapkan kalimat yang mereka ajarkan.
Apakah anda masih mengingat kalimat-kalimat itu?
Yang pasti kalimat yang diajarkan oleh orang tua kita pada waktu itu bukanlah kalimat yang susah dimengerti, dengan menggunakan bahasa yang berkelas dan juga panjang, yang membuat kita harus menulisnya di atas kertas bak pidato. Yang saya ingat adalah, orang tua saya hanya mengajarkan kalimat yang sederhana sambil meminta saya untuk membuka tangan saya agar orang tua saya bisa menaruh apa yang mereka ingin saya terima.

Orang tua kita tahu apa yang menjadi keinginan kita, namun ada kalanya mereka ingin mendengar kita meminta, namun bukan sembarang meminta, tapi meminta dengan cara yang sesuai, atau lebih tepatnya sederhana. Begitu juga dengan Bapa di surga, Dia tahu apa yang menjadi kebutuhan kita, dan saya sangat percaya segala sesuatu yang kita butuhkan sudah ada dalam genggamanNya, dan Dia ingin sekali kita datang dan meminta kepada-Nya dengan cara yang sederhana juga, layaknya kita ini adalah anakNya.

Dalam hal Bapa memberi dan kita menerima, Dia menginginkan kita memandang Dia sebagai pribadi yang sangat dekat dengan kita, sehingga pada waktu kita datang kepada Dia, kita datang dengan sikap yang sangat sederhana, menggunakan kalimat yang sederhana, bukan kalimat-kalimat yang panjang lebar yang didasari oleh kepura-puraan. Selama ini Dia telah dan sedang memperlakukan kita sebagai anak, dan Dia pun ingin kita memperlakukan Dia sebagai seorang Bapa.

Mulai saat ini belajarlah untuk memiliki sikap yang sederhana dihadapan Bapa. Ingat! Dia tidak menilai dari apa yang nampak, melainkan dari apa yang tidak nampak, yakni hati kita dan segala motifasi yang ada didalamnya. 1 Samuel 16:7b

sumber: http://www.actinx.co.cc/2010/11/doa-yang-sederhana.html


Tuhan melihat hati kita :smiley:

SETUJU!!

Bapa disurga mengetahui niat tulus setiap umatnya yang bersungguh-sungguh percaya padanya.

Kadang2 saya segan berdoa kalau hari itu melakukan dosa yang itu2 terus,apa Tuhan ngak marah ya…???