Doa ditujukan kepada Maria

Secara umum ajaran Khatolik mengajarkan/membolehkan doa ditujukan kepada Maria, dan banyak umat khatolik melakukannya.

Jika kita teliti dalam Alkitab baik Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, tidak ada satu ayat pun yang menuliskan, mengajarkan agar umat Tuhan berdoa kepada Maria atau menyampaikan doa mereka kepada Maria agar Maria menyampaikan doa mereka kepada Tuhan Yesus.

Alkitab menegaskan dan mengajarkan bahwa doa hanyalah ditujukan kepada Tuhan Allah dan Tuhan Yesus sebab mereka adalah satu.

Tuhan Yesus berkata bahwa tidak ada seorangpun datang kepada Bapa Kalau tidak melalui Aku.
Alkitab menuliskan bahwa keselamatan hanya ada didalam Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus adalah penyelamat manusia yang dijanjikan itu.
Inti injil adalah Tuhan Yesus.

Hanya Tuhan Allah/Tuhan Yesus yang layak untuk menerima sembah, pujian dan syukur dari manusia.
Tuhan Yesus juga mengajarkan Doa Bapa Kami, Tuhan Yesus tidak pernah mengajarkan doa kepada Maria.
Pengarang injil juga tidak pernah mengajarkan doa kepada Maria.

Jika pengajaran Khatolik membolehkan umat untuk berdoa kepada Maria, bukankah ini sungguh bertentangan dengan inti injil itu sendiri?
Bukankah doa seharusnya ditujukan kepada Tuhan Yesus/Tuhan Allah.

Kita perhatikan sejak dahulu Tuhan Allah murka kepada bangsa israel yang menciptakan bagi mereka ilah-ilah lain sebagai yang dipuja dan diagungkan oleh mereka menurut kehendak dan keinginan mereka.

Akhirnya TUhan Allah mengeluarkan 10 Hukum Taurat.
Pada hukum pertama jelas sekali Tuhan Berkata bahwa Dia adalah Allah yang cemburu dan Dia tidak menginginkan ada allah lain pada manusia dihadapannya.

Jika ajaran khatolik membolehkan doa ditujukan kepada Maria bukankah ini adalah penyimpangan dari Hukum Taurat 1.!
Walaupun umat khatolik tidak mengangap Maria sebagai TUhan tetapi perbuatan mereka berdoa kepada Maria bukankah ini juga sama saja mereka menempatkan Maria sejajar dengan Tuhan.

Kepada siapakah sebenarnya doa harus ditujukan?
Kepada Tuhan kan, sebab Tuhanlah yang akan mendengar doa manusia. Sebab Tuhan adalah Tuhan.

Bukankah Maria adalah jelas seorang manusia.
Jika jemaat Khatolik berdoa kepada Maria, bukankah itu berarti mereka berdoa kepada manusia yang sudah mati.
Jika manusia berdoa kepada orang mati bukankah itu melanggar perintah Tuhan Allah.
Jika manusia berdoa kepada Maria berarti manusia itu mengandalkan Maria dalam hidup mereka.
Bukankah ini berarti suatu perbuatan mengandalkan manusia.
Ingat Firman Tuhan Allah
Yeremia
17:5 Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan
kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

Nah bagi saudara-saudara yang memiliki pengetahuan dan merasa bertanggung jawab untuk meluruskan dan menjelaskan tentang Doa Kepada Maria, silahkan di terangkan disini.

Tidak bisa dipungkiri kalau Maria ibu Yesus adalah sosok utama dalam peribadatan umat Katolik. Tapi jika dilihat berdasar ajaran bapa gereja Katolik dan ritual2 ibadah untuk Maria, maka jelas sosok Maria ini bukanlah Maria ibu Yesus hamba Allah.

Saya hanya memberi sedikit masukan buat bro Franco agar tidak keliru mengidentifikasi sosok yang salah, apalagi salah bertanya pada umat awam Katolik yg kebanyakan kurang tahu asal usul doktrin. Beruntunglah di FK banyak member katolik yang paham doktrin ajaran Roma Katolik dan juga Alkitab. Tentu bertanya pada orang yang tepat lebih baik dari pada bertanya pada umat awam yang diindoktrinasi dan dibiasakan melakukan ritual2 keagamaan tanpa memahami benar ajarannya.

Kapan hari ada thread yang membahas latar belakang dan sejarah penyebaran kepercayaan pada Dewi Ibu, coba baca2 dulu thread yang lain untuk mengerti kenapa umat Katolik sampai diajarkan berdoa pada Maria.

Dear All,

Yang saya pernah baca di Matius 6 : 9 - 13 ada contoh Doa yang diajarkan oleh Yesus Kristus.

9 ”Dengan demikian, beginilah kamu harus berdoa:
”’Bapak kami yang di surga, biarlah namamu disucikan. 10 Biarlah kerajaanmu datang. Biarlah kehendakmu terjadi, seperti di surga, demikian pula di atas bumi. 11 Berikanlah kepada kami hari ini roti kami untuk hari ini; 12 dan ampunilah dosa-dosa kami yang disamakan dengan utang, seperti kami juga telah mengampuni orang yang berdosa, yang disamakan dengan orang yang berutang kepada kami. 13 Dan janganlah membawa kami ke dalam godaan, tetapi lepaskanlah kami dari si fasik.

Ya ikuti saja contohnya, Berdoa hanya kepada Pencipta, Allah Bapa.

Ingatlah bahwa Berdoa adalah bagian dari Ibadat (Penyembahan).

Jadi apakah kita akan memberikan penyembahan kita kepada ciptaan Allah juga?

Ini pilihan pribadi.

salam,
BP

Itu ayat versi terjemahan mana, gak pernah saya lihat.
Saya cek dengan versi terjemahan baru kok gak sama.

Dear All,

Haruskah Saudara Berdoa kepada Yesus?

BEBERAPA orang menganggap patut untuk berdoa kepada Yesus. Di Jerman banyak orang telah diajarkan sejak kanak-kanak bahwa sebelum makan mereka harus melipat tangan mereka dan berterima kasih kepada Yesus Kristus.

Menurut Alkitab, Yesus memang menempati kedudukan yang sangat tinggi di surga. Akan tetapi, apakah itu berarti kita harus berdoa kepadanya? Saudara mungkin termasuk di antara mereka yang, karena kasih kepada Yesus, menujukan doa kepadanya, tetapi apa yang Yesus sendiri pikirkan sehubungan doa-doa demikian?

Pertama, mengapa pertanyaan-pertanyaan ini bahkan muncul? Karena Alkitab mengatakan bahwa Allah Yehuwa adalah ’Pendengar doa’. Maka, tidaklah mengherankan bahwa hamba-hamba Allah pada zaman purba, seperti bangsa Israel, berdoa hanya kepada Allah Yehuwa, Yang Mahakuasa.—Mazmur 5:2, 3; 65:3.
Apakah ada perubahan sewaktu Yesus, Putra Allah, datang ke bumi untuk membebaskan umat manusia dari dosa dan kematian? Tidak, doa-doa tetap ditujukan kepada Yehuwa. Sewaktu berada di bumi Yesus sendiri sering berdoa kepada Bapa surgawinya, dan ia mengajar orang-orang lain untuk melakukan hal yang sama. Pikirkanlah contoh doa, kadang-kadang disebut Doa Tuhan atau Doa Bapa Kami, yang merupakan salah satu doa yang paling terkenal di dunia. Yesus tidak mengajarkan kita untuk berdoa kepadanya; ia memberikan kita contoh ini: ”Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu.”—Matius 6:6, 9; 26:39, 42.

Sekarang mari kita perhatikan pokok ini lebih saksama dengan memeriksa apa sebenarnya yang dimaksud dengan doa.
Apa yang Dimaksud dengan Doa?
Setiap doa adalah suatu bentuk ibadat. The World Book Encyclopedia menegaskan hal ini, dengan menyatakan, ”Doa adalah suatu bentuk ibadat yang melaluinya seseorang dapat menyatakan pembaktian, syukur, pengakuan, atau permohonan kepada Allah.”
Pada suatu kesempatan Yesus mengatakan, ”Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Yesus berpaut kepada pokok kebenaran bahwa ibadat—karena itu doa juga—harus ditujukan hanya kepada Bapanya, Allah Yehuwa.—Lukas 4:8; 6:12.
Mengakui Yesus dalam Doa-Doa Kita

Yesus mati sebagai korban tebusan bagi umat manusia, dibangkitkan oleh Allah, dan ditinggikan kepada kedudukan yang dimuliakan. Seperti yang saudara mungkin bayangkan, semua hal ini pasti menghasilkan perubahan sehubungan dengan doa-doa yang diperkenan. Dengan cara bagaimana?
Rasul Paulus melukiskan pengaruh besar yang dimiliki oleh kedudukan Yesus atas doa sebagai berikut, ”Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: ’Yesus Kristus adalah Tuhan,’ bagi kemuliaan Allah, Bapa!”—Filipi 2:9-11.

Apakah kata-kata ”dalam nama Yesus bertekuk lutut” mengartikan bahwa kita harus berdoa kepadanya? Tidak. Ungkapan bahasa Yunani di sini mencakup ”menunjukkan nama yang atasnya semua orang yang bertekuk lutut bersatu, yang atasnya semua (πᾶν γόνυ) ibadat dipersatukan. Nama yang Yesus telah terima mendorong semua orang untuk bersatu dalam menyembah.” (A Grammar of the Idiom of the New Testament, oleh G. B. Winer). Memang, agar suatu doa dapat diterima, doa harus disampaikan ”dalam nama Yesus”, namun, meskipun demikian, ditujukan kepada Allah Yehuwa dan berperan untuk memuliakan-Nya. Karena alasan ini, Paulus mengatakan, ”Nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”—Filipi 4:6.

Sama seperti sebuah jalan menuju ke satu tujuan, demikian pula Yesus adalah ”jalan” yang membimbing kepada Allah Yang Mahakuasa. ”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku,” demikian yang diajarkan Yesus kepada murid-muridnya. (Yohanes 14:6) Maka, kita hendaknya menyampaikan doa-doa kita kepada Allah melalui Yesus dan tidak langsung kepada Yesus sendiri.

’Tetapi,’ beberapa orang mungkin bertanya, ’apakah Alkitab tidak mencatat bahwa sang murid Stefanus dan rasul Yohanes berbicara kepada Yesus yang ada di surga?’ Memang benar. Akan tetapi, peristiwa-peristiwa ini tidak menyangkut doa, karena Stefanus dan Yohanes masing-masing melihat Yesus dalam penglihatan dan berbicara kepadanya secara langsung. (Kisah 7:56, 59; Wahyu 1:17-19; 22:20) Ingatlah bahwa semata-mata berbicara bahkan kepada Allah tidak dengan sendirinya merupakan doa. Adam dan Hawa berbicara kepada Allah, mengajukan dalih atas dosa mereka yang besar, sewaktu Ia menghakimi mereka setelah dosa mereka di Eden. Percakapan mereka kepada-Nya dengan cara itu bukanlah suatu doa. (Kejadian 3:8-19) Oleh karena itu, tidaklah benar untuk menyebutkan percakapan Stefanus atau Yohanes dengan Yesus sebagai bukti bahwa kita sebenarnya harus berdoa kepadanya.

Bagaimana Nama Yesus ’Diserukan’?
Apakah saudara memiliki keraguan yang masih melekat, tetap menganggap patut untuk berdoa kepada Yesus? Seorang wanita menulis ke kantor cabang Lembaga Menara Pengawal, ”Sayang sekali, saya masih tidak yakin bahwa orang-orang Kristen yang mula-mula tidak berdoa kepada Yesus.” Ia mengingat kata-kata Paulus di 1 Korintus 1:2 (NW), ketika Paulus mengatakan ”semua yang di mana saja menyerukan nama Tuan kita, Yesus Kristus”. Namun, seseorang hendaknya memperhatikan bahwa dalam bahasa aslinya, pernyataan ”menyerukan” dapat mengartikan hal-hal lain selain doa.

Bagaimana nama Kristus ’diserukan’ di mana-mana? Satu cara adalah bahwa para pengikut Yesus dari Nazaret secara terang-terangan mengakui dia sebagai Mesias dan ”Juruselamat dunia”, melakukan banyak perbuatan menakjubkan dalam namanya. (1 Yohanes 4:14; Kisah 3:6; 19:5) Karena itu, The Interpreter’s Bible menyatakan bahwa ungkapan ”menyerukan nama Tuhan kita . . . berarti mengakui wewenangnya sebagai Tuan sebaliknya daripada berdoa kepadanya”.

Menerima Kristus dan mempraktekkan iman dalam darahnya yang dicurahkan, yang memungkinkan pengampunan dosa, juga berarti ”menyerukan nama Tuan kita, Yesus Kristus”. (Bandingkan Kisah 10:43 dengan 22:16.) Dan kita secara harfiah menyebut nama Yesus kapan saja kita berdoa kepada Allah melalui dia. Maka, meskipun memperlihatkan bahwa kita dapat menyerukan nama Yesus, Alkitab tidak menyatakan bahwa kita harus berdoa kepadanya.—Efesus 5:20; Kolose 3:17.
Apa yang Yesus Dapat Lakukan bagi Kita

Yesus dengan jelas menjanjikan murid-muridnya, ”Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.” Apakah ini menuntut agar kita berdoa kepadanya? Tidak. Permintaan ditujukan kepada Allah Yehuwa—tetapi dalam nama Yesus. (Yohanes 14:13, 14; 15:16) Kita berdoa kepada Allah agar Putra-Nya, Yesus, mengerahkan kuasa dan wewenangnya yang besar demi kepentingan kita.
Bagaimana Yesus berkomunikasi dengan para pengikutnya yang sejati dewasa ini? Gambaran Paulus mengenai sidang orang-orang Kristen terurap dapat berguna sebagai suatu ilustrasi. Ia membandingkannya dengan suatu tubuh dan Yesus Kristus sebagai kepalanya. Sang ”kepala” memenuhi anggota-anggota dari tubuh rohani dengan kebutuhan-kebutuhan mereka melalui ”urat-urat dan sendi-sendi”, atau sarana dan pengaturan untuk memperlengkapi sidangnya dengan makanan yang bergizi dan bimbingan rohani. (Kolose 2:19) Dengan cara serupa, Yesus dewasa ini menggunakan ”pemberian [berupa] pria-pria”, atau pria-pria yang memenuhi syarat secara rohani, untuk mengambil pimpinan dalam sidang, bahkan memberikan koreksi jika itu diperlukan. Tidak ada sarana bagi para anggota sidang untuk berkomunikasi secara langsung dengan Yesus atau berdoa kepadanya, tetapi mereka memang harus—ya, harus—berdoa kepada Bapa dari Yesus, Allah Yehuwa.—Efesus 4:8-12.

Bagaimana Saudara Menghormati Yesus?
Sehubungan dengan penyelamatan umat manusia, betapa luar biasa peranan kunci yang Yesus miliki! Rasul Petrus menyatakan, ”Keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kisah 4:12) Apakah saudara menyadari pentingnya nama Yesus?
Dengan tidak menujukan doa-doa kita kepada Yesus secara pribadi, kita tidak merendahkan kedudukannya. Sebaliknya, Yesus dihormati apabila kita berdoa dalam namanya. Dan sama seperti anak-anak menghormati orang-tua mereka dengan berlaku taat, kita menghormati Yesus Kristus dengan menaati perintah-perintahnya, teristimewa perintahnya yang baru untuk saling mengasihi.—Yohanes 5:23; 13:34.

Doa-Doa yang Diperkenan
Apakah saudara ingin menyampaikan doa-doa yang diperkenan? Maka tujukan doa saudara kepada Allah Yehuwa, dan lakukan hal itu dalam nama Putra-Nya, Yesus. Pelajarilah kehendak Allah, dan biarkan doa-doa saudara mencerminkan pengertian itu. (1 Yohanes 3:21, 22; 5:14) Ambillah kekuatan dari kata-kata Mazmur 66:20, ”Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya dari padaku.”
Sebagaimana telah kita lihat, doa-doa adalah suatu bentuk dari ibadat yang secara eksklusif ditujukan kepada Allah Yang Mahakuasa. Dengan menujukan semua doa kita kepada Allah Yehuwa, kita memperlihatkan bahwa kita telah mencamkan petunjuk Yesus untuk berdoa, ”Bapa kami yang di sorga.”—Matius 6:9.

[Catatan Kaki]
Beberapa orang mungkin berdoa kepada Yesus karena mereka percaya bahwa ia adalah Allah. Namun Yesus adalah Putra Allah, dan ia sendiri beribadat kepada Yehuwa, Bapanya. (Yohanes 20:17)

Sumber diambil dari Menara Pengawal 15 Desember 1994 - halaman 23 - 25.

Semoga Bermanfaat.

Salam,
BP

Sekian banyak saudara menuliskan penjelasan tapi yang paling akhir yang mencengangkan seolah-olah tidak tahu bahwa Tuhan Yesus dan Bapa-Nya adalah satu.
Tuhan Yesus=Tuhan Allah=Roh Kudus.
Saudara tidak tahu bahwa Tuhan Allah memiliki 3 kepribadian: sebagai Allah Bapa, sebagai Allah Anak dan Sebagai Allah Roh Kudus.
Bapa Tuhan Yesus adalah Diri-Nya sendiri.
Kalau saudara tidak tahu nih saya kasi ayatnya

Yohanes
10:30 Aku dan Bapa adalah Satu.

Jadi jika kita berdoa kepada Tuhan Yesus itu sama saja kita berdoa kepada Bapa-Nya yaitu diri-Nya sendiri.
Segala sesuatu yang kita minta didalam nama TUhan Yesus maka Tuhan Yesus akan melakukannya bagi kita.

@ franco

jangan kaget, mas. Pak budi ini kan SSY, jelas saja dia tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan

budi halasan : anda SAKSI YEHOVA??

Sebaiknya jika tidak mengetahui akan sesuatu hal, cari tahu terlebih dulu akan hal tersebut. Ibadah Katolik adalah Misa Kudus atau Ekaristi atau Divine Liturgy, jadi untuk mencari tahu siapa yang menjadi sosok utama dalam ibadah Katolik sempatkan diri untuk hadir dalam suatu perayaan Ekaristi di Gereja Katolik.
Untuk diketahui, puncak dan inti perayaan Ekaristi adalah Doa Syukur Agung dimana Imam mengucapkan kata-kata konsekrasi dan menghadirkan kembali kurban Kristus di altar.

versi saksi yehova

he he he

dari tulisannya

saja

gak perlu pengakuan tertulis.

he he he

budi :

[Catatan Kaki] Beberapa orang mungkin berdoa kepada YESUS karena mereka percaya bahwa ia adalah Allah. [b]Namun YESUS adalah Putra Allah,[/b] dan ia sendiri beribadat kepada Yehuwa, Bapanya. (Yohanes 20:17)

ini adalah salah satu ajaran ssy

ssy itu apasih?

Lah? Anda itu kalo jelek2 in katolik jago, tapi SSY gak tau?
;D

budi . . .

tolong jelasin deh

Bukan hanya Katolik saja yang berdoa pada Maria, namun juga Orthodox dibawah otoritas PATRIAKH. Namun apakah Patriakh ini juga mengaku sebagai wakil allah satu-satunya di muka bumi, saya kurang begitu tahu.

Mungkin benar kalau dalam misa tertentu masih melibatkan Yesus, seperti membuat kurban Kristus di altar.

Tapi hal itu tidak bisa menjadi indikasi ibadah Katolik mengenai Kristus saja. Justru Katolik dikenal dgn ibadah pada Maria. Hampir semua ritualnya juga ditujukan pada Maria Ratu Sorga.

Nah dari sini kan nampak bahwa manusia menggunakan asusmsinya untuk menciptakan ajaran baru yang tidak berasa dari Allah/Tuhan Yesus.

Tuhan Allah sendiri tidak pernah mengatakan adanya “wakil”.
Inikah asumsi manusia yang menjadikan maria sebagai wakil ras manusia.

Apakah injil atau keselamatan berbicara tentang wakil?

Tidak. Keselamatan itu adalah cuma-cuma dari Tuhan Yesus.

Nampaknyanya ajaran yang mengatakan maria sebagai wakil dari ras manusia adalah baik tapi sebenarnya itu adalah penyimpangan injil.

Tuhan Allah tidak pernah mangharuskan ada wakil dari manusia.
Keselamatan hanya ada didalam Tuhan Yesus bukan didalam manusia dan bukan oleh karena maria manusia diselamatkan.

Ajaran-ajaran yang mengatakan bahwa maria adalah wakil dari manusia adalah bukan suatu kebenaran dari surga atau dari Tuhan Allah.
Jika itu bukan kebenaran maka itu adalah kebalikannya.

Makanya bro kalau ga tau bener-bener jangan asbun…
Membuat kurban Kristus di altar? istilah apa ini ? bikinin bro sendiri ya

Ibadah yang bagaimana? Misa? Agak rancu…
Ibadah mengenai Kristus? Istilah baru darimana lagi ya?

Memangnya ibadah itu mengenai siapa dan apa?

Ibadah pada Maria seperti apa? Ritual yang bagaimana?
Maksud dari kata “ritual”? Emangnya dukun… kesannya Katolik sesat, ibadah kamu aja yang paling benar

Bentuk penyembahan tertinggi yang diberikan gereja Katolik kepada TUHAN adalah EKARISTI. Sakramen Ekaristi atau Misa Kudus adalah cara umat Katolik menyembah KRISTUS, karena itulah yang dikehendaki oleh KRISTUS. Dan bagi yang pernah mengikuti Ekaristi, maka akan mengerti bahwa fokus dari Ekaristi adalah benar-benar KRISTUS sendiri. Semua devosi, seperti doa rosario, novena, dll tidak dapat menggantikan Sakramen Ekaristi, karena Sakramen Ekaristi adalah sumber dan puncak kehidupan Kristiani.

Lebih lengkap anda baca ulasannya disini:

dan disini: