Doa Kepada Maria

he.hehe… adakah dereajat manuasia itu bisa lebih tinggi dr manusia lainnya??? shgg layak dijadikan sbg perantara??

Sila baca pikiran lawan bicara kamu secara baik.

'derajat" disini harus diartikan secara rohani. Memang secara fisik semua manusia sama termasuk para nabi, para rasul dll tetapi dari segi rohani memang beda. Saya dan Abraham beda lho…Alice dan Naomi beda lho…apalagi Maria, siapa dari antara perempuan didunia ini yang setanding dengannya? Kalu sama ngapain dijadikan teladan??? Kalu diartikan sama2 bisa melahirkan lawong mBah tetangga saya juga bisa…tetapi emang sama ya…??? PIKIR

semua hanya kasih karunia… bro
krn klo mendasar sama perbuatan ngga ada yang layak di hadapan Tuhan

Shalom,

Mudah-mudahan Kej 3:4 itu telah dibaca lengkap, jika belum sebaiknya dibaca, agar tidak salah mengerti.

Good job Bro, ini AKAN MEMBUKA TABIR bagi banyak orang BAGAIMANA SEBETULNYA keadaan orang mati itu MENURUT ALKITAB. Ayat-ayat berikut (sebetulnya sudah saya sebutkan sebagian pada post sebelumnya) sebaiknya dibaca lengkap, saya tidak mengutip lengkap agar lebih mudah terlihat pokok-pokoknya.

Nah sekarang bacalah Kej 3:19. Sebelumnya bacalah Kej 2:17. Dan sebelumya lagi bacalah Kej 2:7. Namun yang terbaik adalah, membaca Kej 1 sampai Kej 3 itu secara lengkap. Selanjutnya, Pkh 9:5, Pkh 12:7, Ayub 27:3, Maz 115:17 akan memperjelas keadaan orang mati.

Setelah itu 1 Kor 15:50-58 dan 1 Tes 4:1-18 (yang ditulis Paulus puluhan tahun sebelum Yohanes menulis kitab Injil Yohanes yang Bro kutip) dan juga why 20:5,6 akan memperjelas bagaimana keadaan orang mati termasuk yang mati dalam Kristus.

Yoh 11:25 juga akan menyatakan keadaan orang percaya atau yang mati dalam Kristus, yakni AKAN hidup walaupun sudah mati (BUKAN tetap hidup walaupun sudah mati).

Nah berbarengan dengan berbagai nas itulah Bro baca Bil 18:32 (yang tidak mendatangkan dosa; tidak melanggar kekudusan) dan Yoh 6:50 (yang makan dari pada roti yang turun dari sorga).

Ya, yang melanggar perintah Allah akan mati dan yang mati itu tidak tahu apa-apa dan tidak kemana-mana hingga dibangkitkan. Yang pertama kali mengatakan yang melanggar perintah Allah tidak akan mati adalah setan. Rom 6:23 yang ditulis oleh Paulus yang juga menulis Rom 8:35-39 itu mengatakan “upah dosa adalah matu”. Tetapi, karunia Allah ialah hidup yang kekal yang diberikan saat dibangkitan (1 Kor 15:50-58, 1 Tes 4:1-18).

Yoh 8:21 dan 24 Yesus mengatakan “kamu akan mati dalam dosamu”. Sebelum ayat 35-39 dalam Pasal 8 kita Roma itu, pada ayat 13 Paulus berkata “jika kamu hidup menurut daging kamu akan mati”. Apakah orang yang beriman kepada Yesus (yang menghidupkan dalam perbuatan apa yang dipercayainya) tidak mati (nafas hidup yang dihembuskan Allah berpisah dari tubuh)? Paulus sudah mati, Yohanes sudah mati, Petrus sudah mati, Stefanus sudah mati dan orang Kristen mula-mula sudah mati, nanti pada kedatangan Yesus kedua kali akan dibangkitkan dan diubahkan mengenakan hidup kekal. Pada zaman kita, kita menyaksikan banyak orang Kristen yang sudah mati (nafas hidup yang dihembuskan Allah berpisah dari tubuh/debu tanah) menunggu dibangkitkan dan diubahkan hidup kekal. Yesus sendiri mati, bangkit dan naik ke sorga. Yesus akan datang sebagaimana ia terangkat ke sorga (Kis 1:11) untuk menjemput yang percaya kepadanya dibangkitkan dan diubahkan dan dibawa ke sorga (1 Kor 15:50-58, 1 Tes 4:1-18), semua mata akan melihat hal itu (Mat 24:30) dan semua tahu karena Yesus datang dengan seruan penghulu malaikat dan bunyi sangkakala Allah (jadi tidak diam-diam).

Jadi yang pertama mengajarkan yang melanggar hukum Allah tidak akan mati adalah setan. Itu yang dikatakan Kej 3:4, bila Kej 3:4 itu dibaca penuh. Selebihnya pemahaman Bro, termasuk titik-titik yang Bro tidak isikan itu.

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam, JBU, Jericho, J.

Derajat manusia di mata Tuhan memang sama.

GK menganggap Bunda Maria bukanlah perantara yg setara dengan YESUS.

Persepsi anda sama seperti mereka yg ngga punya internet dan buku jika mengatakan Bunda Maria adalah perantara.

Yohanes 11:25
Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati

Kata “AKAN” digunakan sebab YESUS saat sedang berkata (mengajar) pada orang yg masih hidup.

Coba jika YESUS berkata-kata menggunakan “TETAP” :

Yohanes 11:25 Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia TETAP hidup walaupun ia sudah mati

Kerumunan orang yg mendengar mungkin akan takut… disangkanya YESUS merubah yg mati menjadi zombie.

(zombie = orang mati yg tetap hidup)

Maaf saya nyamber

Saya jadi tergelitik dengan anda

Yang berbicara kan Yesus , kok yang ngatur jadi anda ? Suka-suka Yesus donk

Yesus mengatakan "ia akan hidup walaupun sudah mati "

Lho kok kamu seenak perutmu mengubahnya menjadi " ia tetap hidup walaupun sudah mati ?"

haha

shalom

Ya kamu mestinya pahami dulu point dari bro Jericho.

Baik saya jelaskan sedikit.

Menurut bro Jericho, kata “AKAN” dalam ayat dimaksud, bermakna bahwa orang yg mati dalam Kristus tidaklah hidup, melainkan tetap mati dan menunggu saat dibangkitkan.

Menurut saya kata “AKAN” digunakan dalam ayat tsb. digunakan sebab YESUS saat itu sedang berbicara pada kerumunan orang (tentu orang yg masih hidup dong)

Pendeknya YESUS mencoba katakan begini : “kalau you percaya I,… NANTI kalau you mati … dst”

Anda pahami lagi pertanyaan saya

Yang berbicara kan Yesus

Kok anda seenaknya saja mengubah isinya ?

Tidak peduli alasannya apa

Siapapun tidak dapat dibenarkan mengubah isi Firman Tuhan

Shalom,

Atas pernyataan Bro yang hinein interpretation itu, Bro sendiri yang harus bertanggung jawab. Paulus yang rasul adalah pengikut KRISTUS, entah Paulus yang lain. Kesaksian Paulus yang rasul dalam kitab para rasul dan ilham dari Allah dalam surat-surat rasul Paulus memperkokoh iman saya kepada Tuhan YESUS KRISTUS.

Membuat denominasi baru? Menurut saya, yang lebih penting dari “membuat denominasi baru” adalah oleh tuntunan ROH KUDUS, membuat perubahan pengajaran sehingga seluruh ajaran sesuai dengan Alkitab karena dituntun oleh ROH KUDUS kepada seluruh kebenaran Allah (Yoh 16:13).

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam, JBU, Jericho, J.

Jelas-jelas paulus berkata :

8:38
Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,

8:39
atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam KRISTUS YESUS, Tuhan kita.

Ayat2 tsb menunjukkan persekutuan antara yg mati dalam kristus dan yg masih hidup…

Mereka Yang mati dalam kristus dalam ayat tsb dikatakan : TIDAK AKAN MATI…

Tetapi anda secara halus membantah arti dari ayat2 tsb dengan berkata: “yang pertama mengajarkan kematian adalah setan”

Shalom,

Bro Paul, boleh lebih cermat? Saya tidak berkata “yang pertama mengajarkan kematian adalah setan”.

Yang saya katakan adalah “yang pertama mengajarakan tidak akan mati adalah setan (Kej 3:4)”, yakni setanlah yang pertama menentang perkataan Allah “…pastilah engkau mati” (Kej 2:17; 3:3).

Ya, jelas-jelas Paulus berkata apa yang dikatakan dalam Rom 8:38, 39 itu. Saya tidak membantah ayat itu. Tetapi jangankan jelas, tidak jelas pun, ayat itu tidak menunjukkan persekutuan antara yg mati dalam KRISTUS dan yg masih hidup. Cobalah uraikan bagaimana Bro sampai kepada anggapan Bro itu.

Ayat itu juga tidak ada mengatakan atau menunjukkan yang mati dalam Kristus tidak akan mati. Cobalah pula uraikan bagaimana Bro sampai pada anggapan yang sudah mati tidak akan mati.

Dan, kalau Bro mengatakan ayat itu mengatakan yang sudah mati tidak akan mati, apakah menurut Bro ayat itu akan menubruk berbagai nas tentang keadaan orang mati yang baru akan dibangkitkan saat kedatangan Yesus kedua kali?

Saya maju selangkah untuk berikutnya, ajaran “tidak akan mati” mempunyai buntut ajaran “tidak ada kebangkitan”. Ingat orang Saduki. Kebangkitan orang yang percaya kepada Kristus adalah ajaran Kristus. Kapan dibangkitkan? Saat kedatangan Yesus kedua kali.

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam, JBU, Jericho, J.

koq sekarang banyak orang2 yang SOK TAU yah…!

sedangkan St. James [60 AD] penulis Surat St. James dan Penulis Liturgy of St. James Mengajarkan Devosi kepada orang Kudus…

kenapa banyak theololgila2 sekarang pada SOK TAU…? [jangan tersinggung dulu, karena bukan kamu yang saya maksud yah bro :D] ;D ;D

Devosi Kepada Orang Kudus,

Dasar Alkitabiah :
James 5:16 “Confess your faults one to another, and pray one for another, that ye may be healed. The effectual fervent prayer of a righteous man availeth much.”

Dasar Tradisi : Ante-Nicene Fathers/Volume VII/Early Liturgies/The Divine Liturgy of James the Holy Apostle and Brother of the Lord - Wikisource, the free online library
“Let us commemorate our all-holy, pure, most glorious, blessed Lady, Mother of God, and Ever-Virgin Mary, and all the holy and just, that we may all find mercy through their prayers and intercessions.”

Shalom,

Oh, ternyata bukan saya yang dimaksud oleh Bro Limited.

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam, JBU, Jericho, J.

Betul, tetapi Jika kamu tidak merasa lebih benar dari Rasul St. James yang mengajarkan “devosi”…! :slight_smile:

Shalom,

Tentu, saya tidak merasa lebih benar dari Rasul Yakobus, yang tidak pernah mengajarkan devosi kepada orang mati atau mengajarkan persekutuan orang mati dan orang hidup seperti yang dianggap Bro Paul dikatakan oleh Rom 8:35-39. Tidak tahu kalau Yakobus yang lain.

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam, JBU, Jericho, J.

Itu kita harus maklumi karena ada sebagian denominasi Protestan dan juga kebanyakan bidat mengajar bahwa orang yg sudah mati adalah dalam keadaan tidak sadar sehingga hari kebangkitan makanya tidak mungkin ada persekutuan orang2 kudus.

Jadi ternyata pengaruh SSY dalam pola pikir para fundamentalis cukup besar juga ya?

Saya pikir ini masalah penafsiran secara salah.

Saya maklum cara penafsiran sebagian gereja Protestan dan para bidat yang lebih cenderung kepada ajaran tokoh doang ketimbang konteks alkitab. Lagian, kebanyakan gereja2 fundamentalis dan bidat2 dirintis oleh orang awam yang notabene tidak mempunyai latar theologia apalagi mata rantai rasuliah.

Shalom,

Selamat siang Bro Cosmic. Mengapa tidak langsung menanggapi postingan saya Bro? Bagaimana dengan pertanyaan saya yang hingga kini belum Bro jawab?

Saya tidak mengatakan karena orang mati adalah mati maka tidak mungkin ada persekutuan orang2 kudus. Yang saya katakan adalah tidak ada persekutuan orang mati dan orang hidup. Orang mati tidak tahu apa-apa. Satu dari sekian banyak ayat yang saya tunjukkan mengenai hal itu adalah Maz 115:17.

Yang Bro maksud dengan “kita” apa ya Bro? Boleh saya mendapat referensi Alkitab atau referensi bukan Alkitab yang mengatakan yang mati dalam keadaan sadar?

Bro TERLALU banyak membuat pernilaian terhadap teman diskusi Bro termasuk “menuduh” bidat TANPA dasar Alkitab. Kalau Bro bisa berdasarkan Alkitab membuktikan saya bidat dari postingan saya dalam thread ini, saya akan bertobat. Silahkan Bro teliti SELURUH postingan saya di FORUM ini (dalam berbagai thread) dan buktikan berdasarkan Alkitab saya bidat, maka saya akan bertobat.

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam, JBU, Jericho, J.