doa seperti apa yang harusnya saya panjatkan??

doa seperti apa sih yang harus dipanjatkan ketika kita sekarat dan secara manusia ga ada jalan keluar??

awalny tak pikir doa ku tepat tapi blakangan ini banyak orang yang ngomel, menasehati dan bahkan marah - marah dan menytalahkan cara berdoa ku, itu semua karena kondisi kesehatan ku ga membaik malah makin memburuk…
mereka bilang aku ga punya iman,ga bener - bener kenal YESUS, dan bahkan sebenernya aku uda ga mau berjuang dan niat bunuh diri…semua itu karena sx pun saya ga pernah berdoa minta mujizat atau…

kenapa sih aku ga mau minta mujizat karena buat ku TUHAN itu lebih tau apa yg paling baik buat ku, dan aku g mau matok yang baik buat ku ya cuman mujizat…
ak hanya mau membiarkan TUHAN berkarya sebebas- bebasnya…
mau sembuh, mati atau penyakitan seumur hidup ya biar TUHAN yang tentukan…

pertanyaannya
apakah pola pikirku salah??jika iya yang benar bagaimana?
lalu seperti apa harusnya doa yangbenar yang harus tak panjatkan??
terimakasih… ;D ;D ;D

sudah betul
yang sempurna adalah yang sesuai kehendak Bapa
berdoalah untuk hal itu

Berdoalah dan minta hati seorang murid, biar ada hati yang mau taat, tidak bersungut-sungut dan tetap setia ketika ada masalah.

Tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa kendali Allah. Semoga tangan BilurNya menyentuh bagian tubuhmu yang sakit dan ada mujizat dalam masa-masa pra paskah ini.

Tuhan Yesus Memberkati mu Sis :slight_smile:

buka alkitab

mazmur 6 ayat 1-11.

lalu
bacakan mazmur 13 ayat 1-6. dan mazmur 15 ayat 1-5
kepada mereka yg menghakimi mu bacakan yg keras… :afro:

mazmur 11 ayat 1-7 dan mazmur 38 ayat 1-23
untuk menguatkan iman mu

bacalah firmannya setiap hari dan berdoalah " Doa Bapa kami" :afro:

Kalau saya berdoa bahkan untuk tempat parkir kosong di mall, berdoa jika dompet tidak ketemu, hape hilang :smiley:

Yesus sendiri mengatakan untuk selalu berdoa, didalam Luk 18:1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu

Yesus juga berdoa meminta agar cawan penderitaan tidak perlu Ia minum. Ia memang berserah pada kehendak Bapa, tetapi Ia tetap menyampaikan kehendakNya pribadi untuk diperdengarkan kepada Allah Bapa.

Apakah dengan tidak berdoa artinya membiarkan TUHAN berkarya sebebas- bebasnya? Bukannya itu pola pikir yang ngga mau repot-repot

apakah tidak memohon mujizat artinya tidak berdoa…
apa definisi dari berdoa menurut kk???

Jika dari hati kamu memang tidak mau sembuh, tidak ada perlunya berdoa meminta mujizat.

Dalam Yoh 5:6 Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?”

Tuhan sendiri merasa perlu bertanya sama yang sakit, sebenarnya apakah ia mau sembuh atau tidak. Kalau ia tidak mau sembuh, maka Yesus tidak akan menyembuhkan orang sakit itu.

Kamu ingin sembuh atau tidak sebenarnya?

nah persis seperti inilah saya dimarahin… :slight_smile: sungguh memberikan gambaran yang amat tepat… ;D ;D dan baneran deh sangat banyak orang berpendapat seperti kk…
makannya saya jadi berpikir jangan - jangan pola pikir saya yang salah…

pola pikir saya sesederhana ini :bukankah TUHAN tau yg terbaik bagi masing - masing anaknya… jadi untuk apa mematok satu cara khusus?apa TUHAN hanya berkarya lewat mujizat???bukankah masih ada ratusan ribu cara TUHAN yang lain, yang bahkan bikin deg - degan hanya dengan membayangkannya?
kaya sekarang, begitu banyak cara TUHAN membiarkan ni nyawa masih ada di badan…
kadang DIA mengijinkan saya beraktivitas normal, tapi kadang dia menggunakan pengetahuan manusia tentang kedokteran hanya untuk memasukkan oksigen ke paru - paru saya, dll
jadi bisa dibayangkan betapa menyenangkannya hidup saya saat ini? selalu menunggu dg deg - deg.an matahari terbit keesokan hari, selalu menemukan banyak hal untuk disyukuri, menemukan banyak hal untuk dikagumi…
jadi ketika saya berdoa untuk diri sendiri saya cuman bilang Jadilah kehendak MU…

saya sudah merasakan sangat banyak kasih TUHAN, sangat cukup untuk tahu kalau TUHAN selalu punya rancangan yang lebih baik, ntah sembuh atau mati entah mujizat atau kesembuhan normal dimata manusia…

ketika kk bertanya apa ingin sembuh jawabannya iya…apakah mau menerima mujizat iya, tapi ketika kk ty sudah meminta mujizat jawaban saya belum… ;D…

nah sekarang gantian saya yang nanya ketika kk mengatakan pola pikir saya adalah pola pikir yang mau enaknya lalu bagai manakah yang benar dan TUHAN suka??
saya tu makhlk try n eror…jadi akan sangat berterimakasih kalau kk menghindarkan saya dari keeroran yang ga perlu :slight_smile:

Saya dl juga punya pola pikir yg sama :“bukankah Tuhan tahu…”, pikiran tsb tidak salah. Kembali saya katakan kalau kamu tidak mau sembuh ya tidak perlu berdoa minta kesembuhan.

Saya merasa ada kontradiksi di postingan kamu menulis :“jadi bisa dibayangkan betapa menyenangkannya hidup saya saat ini? selalu menunggu dg deg - deg.an matahari terbit keesokan hari” kemudian kamu tulis mau sembuh : “ketika kk bertanya apa ingin sembuh jawabannya iya…apakah mau menerima mujizat iya”

Kamu itu mau sembuh atau masih menikmati sakit kamu? Tuhan bertanya: maukah engkau sembuh? Tapi kehendak kamu saling bertolak belakang. Saya tanya dalam hati kamu sebenarnya kamu mau sembuh tidak? Bukankah lebih indah lebih deg-deg an menikmati hidup tanpa sakit.

Menurut saya Tuhan ingin semua umatnya sehat sesuai dengan Firman Tuhan di Alkitab, bahkan Yesus sampai mati untuk menanggung sakit penyakit kita (1 Pet 2:24 :"…Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.") dan saya bisa kutip banyak sekali ayat Yesus menyembuhkan orang-orang sakit. Baca Alkitabmu dan cari dengan jelas kehendak Tuhan, ingin umatnya sakit atau sehat… di ayat mana tertulis Tuhan ingin umat kesayangannya sakit?

Jadi bila Tuhan menginginkan umat-Nya sehat, kenapa kamu menikmati sakit penyakit kamu?

kontradiksi ya???yah mungkin begitu tapi untuk saya itu adalah bentuh ucap[an syukur, sisi positif yang selalu coba saya ambil dari setiap peristiwa, dan bukannya ga mau sembuh…hahahaha
kalau saya gamau sembuh untuk apa saya berobat, menghabiskan banyak waktu untuk memperpanjang hidup???
dan pernyataannya kk salah karena yang saya tanyakan bukan kesembuhan tapi mujizat…
kenapa ya selalu sama, :smiley: mengapa tidak berdoa tentang mujizat disama ratakan dengan tidak mau sembuh???
padahal saya sudah bilang kalau pertanyaannya mau ga sembuh jawabannya mau…
tapi saya pernah baca juga selain dari kata - kata kakak kalau dialkitab bertanya, mengapa hanya mau terima hal yang baik dari TUHAN tapi hal buruk tidak??? dan bukannya dibilang juga kalau rancangan MU bukan rancanmganku?

kakak mengatakan seolah-olah semua orang Kristen akan mendapatkan kesembuhan jka mereka meminta, lalu mengapa ada tokoh alkitab yang bahkan TUHAN ijinkan sakit???apa tokoh tersebut tidak mau sembuh?

apa rencana TUHAN hanya dinyatakan dalam Tubuh yang sehat dan apakah setiap orang Kristen yang sakit dan tidak sembuh adalah orang - orang yang tidak memohon kesembuhan???
maafsebelumnya kalau kesannya ngotot dengan argumen saya, hanya saja saya benar - benar penasaran, mengapa ketika berdoa tidak meminta mujizat = tidak ingin sembuh = memiliki pla pikir yang ga mau repot - repot…makasih

Bersyukur dalam segala hal itu tepat, tetapi bukan bersyukur karena sakit (bukan karena sy bilang kamu bersyukur untuk sakit kamu ya, tp hanya sebagai penegasan tulisan saya aja). Kita bersyukur karena kita beriman walau saat ini kita dalam kesukaran tetapi dg iman kita percaya Tuhan sedang bekerja untuk mendatangkan kebaikan dalam hidup anak-anak Nya. Dengan iman kita percaya masa depan kita indah dan penuh pengharapan.

Jika memang ingin sembuh coba baca Mazmur 91 ttg Tuhan sebagai tempat perlindungan, sangat bagus utk diperkatakan dengan iman.

padahal saya sudah bilang kalau pertanyaannya mau ga sembuh jawabannya mau... tapi saya pernah baca juga selain dari kata - kata kakak kalau dialkitab bertanya, mengapa hanya mau terima hal yang baik dari TUHAN tapi hal buruk tidak??? dan bukannya dibilang juga kalau rancangan MU bukan rancanmganku?

kakak mengatakan seolah-olah semua orang Kristen akan mendapatkan kesembuhan jka mereka meminta, lalu mengapa ada tokoh alkitab yang bahkan TUHAN ijinkan sakit???apa tokoh tersebut tidak mau sembuh?

apa rencana TUHAN hanya dinyatakan dalam Tubuh yang sehat dan apakah setiap orang Kristen yang sakit dan tidak sembuh adalah orang - orang yang tidak memohon kesembuhan???
maafsebelumnya kalau kesannya ngotot dengan argumen saya, hanya saja saya benar - benar penasaran, mengapa ketika berdoa tidak meminta mujizat = tidak ingin sembuh = memiliki pla pikir yang ga mau repot - repot…makasih

Jika kamu tahu bahwa Tuhan ingin kamu sehat, maka segala sakit penyakit akan kamu tolak dan bukan menikmatinya. Sebelum menjawab pertanyaan kamu, saya ingin tanya dl menurut kamu Tuhan ingin anak-Nya sehat atau sakit? Apakah kehendak Tuhan itu baik atau jahat? Tahukah kamu kehendak Tuhan dalam hidup kamu?

bersyukur krn skt??? ga juga sih…lebih ke bersyukur krn msh dpt ksempatan hidupnya…bersyukur karena masih melihat banyak hal juga…
pertanyaan saya masih sm krn saya belum punya jawabannya…
knapa kk bilang…
tidak meminta mujizat = tidak ingin sembuh = punya pikiran mau enaknya sendiri…
ya thx smp skg juga sy masih bc mazmur itu… :slight_smile:

terkadang kita terlalu menggeneralisir kehendak Tuhan atas semua manusia
dan parahnya kita sok yakin bahwa kehendak Tuhan memang demikian, pasti demikian, ngga boleh yang lain2
sehingga ujung2nya kita berdoa memaksakan kehendak kita dan bukan kehendak Tuhan

terkadang sakit itu Tuhan ijinkan apabila memang itu adalah bagian rancanganNya yang penuh damai sejahtera
maka daripada nyomot2 Firman Tuhan lalu memaksakan mendoakannya terjadi dalam hidup kita
lebih baik kita cari kehendak Tuhan lalu berdoa untuk kehendak Tuhan itu agar terjadi atas hidup kita

Saya lagi belajar memahami pola pikir sis, jd kalo ada postingan yg dirasa sulit diterima mohon dimaklumi.
Dari apa yg saya baca di postingan sis, saya mendapat pemahaman klo sis berusaha untuk bersikap positif didalam kondisi sakit dan menurut saya itu bagus sekali utk menjaga hati tetap damai dan sukacita.

pertanyaan saya masih sm krn saya belum punya jawabannya... knapa kk bilang... tidak meminta mujizat = tidak ingin sembuh = punya pikiran mau enaknya sendiri.... ya thx smp skg juga sy masih bc mazmur itu.... :)

Ini yg sebenarnya jg saya tanyakan, kenapa jika sis ingin sembuh tidak berdoa meminta mujizat? Kamu tulis di postingan pertama: “ak hanya mau membiarkan TUHAN berkarya sebebas- bebasnya…
mau sembuh, mati atau penyakitan seumur hidup ya biar TUHAN yang tentukan…”

Makanya saya tanya dl menurut kamu kehendak Tuhan atas hidup kamu apa? menurut kamu Tuhan ingin anak-Nya sehat atau penyakitan seumur hidup? Apakah kehendak Tuhan itu baik atau jahat?

Saya ragu klo kehendak Tuhan agar anak-Nya terbaring sakit seumur hidup. Jika memang kamu sering baca Mazmur 91 tentunya kamu tahu bahwa Tuhan ingin melindungi kamu dr sakit penyakit, apa perlu saya kutip ayatnya?

nah maka dari itu kak saya nanya…apa kesembuhan datangnya harus melalui mukjizat yang spektakuler???tak kira gak… karena bukannya TUHAN membiarkan ilmu kedokteran berkembang juga agar itu menjadi calah satu cara TUHAN menolong umatnya???
dan bukankah saya sudah bilang diawal kenapa saya ga ingin meminta mujizat??
saya hanya ga mau mengatur bagaimana cara TUHAN bekerja…karena DIA punya banyak cara…

kehendak TUHAN adalah memuliakan TUHAN di segala kondisi…
rancangan TUHAN adalah kebaikan,dan indah pada waktunya…
dan waktu NYA tidak hanya terbatas dalam dunia ini…waktu TUHAN belum tentu dapat dihitung dari usia manusia…
yang saya yakini adalah semua pasti akan berakhir, ntah dengan cara apapun…
bukan semua akan berakhir dengan mujizat…

ga perlu dikutip.in…lagian yang ada di doa bapa kami itu juga jadilah kehendakMU, bukan jadilah mujizat mu hanya tertulis lepaskan kami dari yang jahat bukan lepaskan kami dari yang jahat dengan mujizat…
apa kesembuhan adalah masalah mujizat besar?
mengapa mengatakan tidak berdoa tentang mujizat = tidak mau sembuh= berpikir enaknya sendiri??
apa berserah sama cara TUHAN = mau enaknya sendiri???

dan btw gmn kl sxn coba tanggapi pernyataannya kak hen - hen…

@brigetta712 :

Kembali lagi pada definisi Anda mengenai mujizat.

Bukankah Tuhan turut bekerja DALAM SEGALA SESUATU untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka YANG MENGASIHI DIA, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya.

Buat saya, segala kebaikan yang terjadi dalam hidup, sesepele apa pun, adalah sebuah mujizat.

Menyampaikan kehendak tidaklah sama dengan memaksakan kehendak.

Dalam Mat 26:39, Tuhan Yesus berdoa “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”, bukankah Yesus menyampaikan kehendak-Nya kepada Bapa sampai 3x?

Jika anak saya menyampaikan keinginan untuk hadiah ulang tahunnya, saya akan senang sekali karena artinya dia tahu saya menyayangi dia. Bila kemudian saya memberikan hadiah sesuai keinginan dia, maka itu juga sdh menjadi keinginan saya karena saya ingin menyenangkan hatinya.

jadi mnurut kk salahkah pemahaman sy untuk hy brdoa jadilah kehendakMU?bukan sesuatu yg spesifik???

IMO, Yoh 17, adalah contoh terbaik berdoa untuk sesuatu yang spesifik.

Jika “mengikuti” pemahaman Anda, tentu bukan hal yang mengherankan jika YK cukup menghadap ke langit dan berkata, “Jadilah kehendak-Mu”. Selesai. Yoh 17 “cuma” 1 ayat.

IMO, pemahaman tentang doa dan dimensinya akan selalu terupgrade seiring dengan kuantitas dan kualitas doa itu sendiri. Di posting sebelumnya, saya hanya menyoroti definisi tentang “mujizat”.

Ketika Anda hendak berdoa, katakan saja apa yang hati kecil Anda katakan. Menangislah di hadapan Tuhan ketika harus menangis. Berserulah ketika memanggil nama-Nya. Keluarkan segala uneg-uneg, keluh kesah, kejengkelan dan beban yang ada di hati Anda. Sebab Dia adalah Bapa-mu dan Anda adalah anak-Nya.

menyampaikan kehendak it’s ok, dan tentunya ketika kehendak tidak terpenuhi itu bukan berarti Bapa tidak menyayangi, ketika itulah seharusnya kita berpikir apakah ini kehendak Bapa atau tidak, bukannya malah mengulang lagi doa yang sama

mengeneralisir kehendak dan bahkan berpikir “orang Kristen seharusnya begini begitu” itu terkadang secara tak sadar sedang memaksakan kehendak, ini sudut pandang saja, yang tahu tentunya diri kita masing2

jika anda tidak memberikan hadiah sesuai keinginan anak anda, maka apakah itu disebut tidak menyenangkan hatinya? tentunya kita mengerti Bapa tau yang terbaik
dan menyayangi anak ngga berarti selalu memenuhi kehendaknya

percaya saja rancangan Tuhan itu yang terbaik untuk kita, walaupun didalamnya ada sakit penyakit sekalipun, sama seperti Paulus yang nggak kunjung sembuh dari penyakitnya