Doa Yabes = Doa Instant, Alkitabiahkah???

Kita sering dengar pendeta mengajarkan doa Yabes supaya doa kita didengar dan cepat dikabulkan.
Inilah ajaran yang menyesatkan dari pendeta2 yg lebih memikirkan “cara instant” dalam hal pengabulan doa. Saya tidak tahu apa sekarang masih ada doktrin/ajaran ini di gereja2 (ma’af saya tidak mau menyebut denomnya). Saya bukan tidak percaya dengan doa Yabes yang dikabulkan, tapi yang saya cela adalah cara pendeta2 itu mengajarkan berdoa kepada jemaatnya.
Doa siapa sih sebenarnya yang harus kita tiru? Doa Bapa Kami yang diajarkan oleh Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamat kita! Apakah Tuhan “sudah bosan” mendengar doa Bapa kami sehingga Dia tidak mendegar doa2mu? Atau apakah anda pikir Doa Bapa Kami itu sudah tidak bisa melakukan mujizat? Cara berpikir macam apa ini? Ingat: hal pengabulan doa adalah 100% otoritasnya Tuhan! Dan terserah Tuhan mau pake doa singkat atau doa panjang2, buat Tuhan sama saja! Doanya niru Yabes, tapi dosanya jalan terus, mana bisa dikabulkan? Atau doanya niru Yabes, tapi sehari2nya nggak peduli sama Tuhan, Tuhan didatangi waktu ada perlunya saja, mana bisa dikabulkan?
Silahkan anda baca sendiri doa Yabes itu di 1 Tawarikh 4:9-10.

caranya berdoa kan sama , tujuan sama, apakah doa yabes tidak bisa di selipkan terhadap doa doa kita ?

Doa Yabes Alkitabiah namun sudah tidak berlaku, karena masa berlakunya kitab para nabi (dari kejadian sampai malaikhi ) sudah habis

Lukas 16
16:16a Hukum Taurat dan KITAB PARA NABI berlaku sampai kepada zaman Yohanes;

Tuhan Yesus memberkati
han

Sepanjang saya mempelajari Alkitab, Yabes hanya disebut sekali di PL. Apa istimewanya si Yabes ini? Mengapa kisahnya sampai diangkat di PL? Inilah pertanyaan2 yg mestinya dijawab dulu oleh pendeta sebelum mengajarkan ajaran2 yg nggak jelas juntrungannya. Yabes adalah orang biasa yg kebetulan namanya artinya jelek. Itu disana. Kalo disini nama Yabes ya oke2 saja. Alkitab hanya bilang dia berdoa dengan sungguh2.
Titik point penekanan terhadap doa Yabes ya cuma itu: Berdoa dengan sungguh2. Dengan kata lain: Tuhan melihat kesungguhan hatimu.
Jadi bukan berarti doa anda harus meniru Yabes baru dikabulkan Tuhan! Sesat itu!

Kalau menurut saya bukan sesat. Itu namanya terlalu bernafsu sehingga berusaha mencapai sesuatu dengan instan, siapa yang gak mau cepat, tapi kan kehendak Tuhan masalah waktu. Ini sebuah kesalahan tapi belum mencapai kesesatan aku kira. Kalau bisa menjadi bumerang dan batu sandungan, iya.

Doa tidak dibatasi doa Bapa kami juga. Tuhan gak membatasi doa. Mau doa cara yabes atau daniel atau yesaya atau musa, gak jadi masalah menurut saya. Asalkan motivasi nya benar dan arahnya benar. Nah permasalahan diatas bukan pada dosa yabesnya, tapi pada kata “cepat dikabulkan”. Nah ini membentuk “mental mie instan”. Sehingga tidak membentuk iman jemaat tetapi justru membentuk jemaat manja yang apapun maunya harus dituruti. Ini bukan penyesatan, ini "“pembentukan karakter jemaat yang salah”. Jangka panjang implikasinya adalah jemaat yang tidak tahan ujii, ini benar menurut saya. Dan pada akhirnya akan membawa pada kekecewaan pada Tuhan dan meninggalkan Tuhan. Saya kira itu berbeda dengan kesesatan aliran.

sy kira tdk masalah. TYK jg mengajarkan berdoa sampai membuat Allah kesal & dikabulkan. tdk peduli yg berdoa dlm keadaan dosa atau tdk. pertanggung jawaban ada di akhir. spt contoh perikop hakim yg lalim itu. amen??

@jonathan: saya setuju dengan pendapat anda. Saya bener2 gak suka dengan pendeta yg mengagung2kan Yabes. Seakan2 dari seluruh Alkitab cuma Yabes saja yg doanya didengar! Pengajaran ngawur itu namanya!

Doa yabes bukan doa yang sungguh sungguh akan tetapi "Doa yang memaksakan kehendak "

Tuhanyesus memberkati
Han

Doa dan puasa Ezra juga dikabulkan. :slight_smile:

Ezr 8:23 Jadi berpuasalah kami dan memohonkan hal itu kepada Allah dan Allah mengabulkan permohonan kami.

Hal pengabulan doa itu adalah Hak Prerogatif YHWH. Jadi mau doa Yabes, doa Ezra, doa Manasye, doa Stefanus, doa Bapa kami, dsb adalah kembali bergantung kepada Yang Berhak Mengabulkannya.

Shalom.