Doktrin Tritunggal Yusuf Rony dan B.Noorsena yg aneh

klo anda tanya ke semua penganut trinitas, pasti semua menjawab ya kami setuju “tres personae, una substantia” :slight_smile:

lain lagi ceritanya ketika se7 itu masing2 memberikan penjelasannya (dipanjang-panjangin) :smiley:

Masalahnya kalau Firman dan Roh bukan dianggap sbg pribadi tetapi hanya sbg sifat apakah anda imani juga sbg seorang Protestan ?

Kalau saya sih tidak !

saya hanya tidak setuju dgn paham yg bertentangan dengan doktrin “tres personae, una substantia”
pada kenyataanya anda, saya, YR, BN dll jga setuju & mengimani 3 pribadi Tuhan yang Esa
ini cuman persoalan masing2 kita punya cara masing2 menjelaskan doktrin trinitas, terlepas anda & saya se7/tidak dgn yg dipanjang-panjangin itu.

oleh sebab dipanjang-panjangin itu, sekelompok kita2 merasa paling benar & menyalahkan kelompok orang yg lain, yg menurut saya seharusnya sama2 kita hindari

syalom

Silahkan buktikan secara kongkrit komentar anda bahwa YR dan BN percaya bahwa Logos dan RK adalah pribadi Allah !

Sesuatu yang menarik adalah bahwa ajaran ini diajarkan oleh seorang yang bernama Artemon, seorang yang lahir di Syria, dan seorang pengajar yang paling terkenal dari ajaran ini bernama Paul dari Samosata, seorang bishop dari Antiokhia, Syria (Louis Berkhof, ‘The History of Christian Doctrines’, hal 78). Adapun ajaran Paul dari Samosata adalah sebagai berikut.

Louis Berkhof: “According to him the Logos was indeed homoousios or consubstantial with the Father, but was not a distinct Person in the Godhead. He could be identified with God, because He existed in Him just as human reason exists in man. He was merely an impersonal power, present in all men, but particularly operative in the man Jesus. … By this construction of the doctrine of the Logos Paul of Samosata maintained the unity of God as implying oneness of person as well as oneness of nature, the Logos and the Holy Spirit being merely impersonal attributes of the Godhead; and thus became the forerunner of the later Socinians and Unitarians” (= Menurutnya Logos memang sehakekat atau dari zat / substansi yang sama dengan Bapa, tetapi bukan merupakan seorang Pribadi yang berbeda dalam diri Allah. Ia bisa disamakan dengan Allah, karena Ia ada dalam Dia sama seperti pikiran / akal manusia ada dalam manusia. Ia hanya semata-mata merupakan kuasa yang bukan merupakan pribadi, hadir dalam semua manusia, tetapi khususnya bekerja dalam manusia Yesus. … Dengan konstruksi doktrin tentang Logos ini, Paul dari Samosata mempertahankan kesatuan / keesaan Allah sebagai kesatuan pribadi maupun kesatuan hakekat, karena Logos dan ROH KUDUS semata-mata merupakan sifat-sifat, yang bukan merupakan pribadi, dari Allah; dan dengan demikian menjadi pelopor dari ajaran Socinians dan Unitarians yang muncul belakangan) - ‘The History of Christian Doctrines’, hal 78.

http://www.golgothaministry.org/orthodoxsyria/orthodoxsyria_02.htm

Ajaran ini menekankan keesaan Allah, dan ini menyebabkan mereka mengorbankan keilahian Firman yg berpribadi berbeda dengan Allah Bapa.

NB
BN dan YR adalah penganut Gereja Orthodox Syria

Paul of Samosata was one of the most famous heretics of the early Church. He was bishop of Antioch and at the same time viceroy of Zenobia, Queen of Palmyra… Paul reproduced the heresy of Artemon (see above, Bk. V. chap. 28), teaching that Christ was a mere man, though he was filled with divine power, and that from his birth, not merely from his baptism, as the Ebionites had held. He admitted, too, the generation by the Holy Spirit. “He denied the personality of the Logos and of the Holy Spirit, and considered them merely powers of God, like reason and mind in man; but granted that the Logos dwelt in Christ in a larger measure than in any former messenger of God, and taught, like the Socinians in later times, a gradual elevation of Christ, determined by his own moral development, to divine dignity.

http://biblehub.com/library/pamphilius/church_history/chapter_xxvii_paul_of_samosata_and.htm

Ajaran Tritunggalnya Jusuf Roni.

Kehadiran Pdt. Jusuf Roni kali ini di Kupang menarik perhatian saya secara khusus karena memang sudah lama saya mendengar isu tentang miringnya ajarannya tentang doktrin Tritunggal. Saya pun menyempatkan diri untuk hadir dalam acara KKR yang dipimpinnya di hotel Kupang Beach pada tanggal 2 November yang lalu di mana Pdt. Jusuf Roni memberikan khotbahnya yang di Mazmur 120 dengan pembahasannya yang menarik. Memang bagian ini tidak ada hubungan sama sekali dengan doktrin Tritunggal tetapi entah bagaimana hubungannya, tiba-tiba di bagian akhirnya ia pun menyinggung doktrin Tritunggal. Ia lalu menjelaskan doktrin Tritunggal versinya dengan mengatakan bahwa berbicara tentang ketritunggalan Allah itu tidak berbicara tentang keberapaan Allah melainkan kebagaimanaan Allah. Ia lalu menjelaskan bahwa Allahnya orang Kristen itu esa dengan mengutip sejumlah ayat Alkitab lengkap dengan bahasa aslinya seperti Ulangan 6:4 :“SHEMA’ YIS’RA’EL ADONAI ELOHEINÛ ADONAI EKHAD” (Dengarkanlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu Esa!). Pdt. Jusuf Roni memberikan penjelasan selanjutnya. “Di dalam Allah yang esa itu ada Roh dan Firman. Roh dan Firman tidak diciptakan oleh Allah, sudah ada dalam kekekalan dan keesaan Allah, dua sifat yang mutlak di dalam diri Allah, harus ada – wajib ada – mustahil tidak ada. Kalau Roh dan Firman diciptakan oleh Allah, berarti Allah sempat tidak punya roh dan Firman, bagaimana Allah yang tidak punya roh bisa menciptakan roh yang menghidupkan, atau kalau tidak punya firman, dengan firman apa Allah menciptakan firman (Segala sesuatu dijadikan oleh firman)”. Pdt. Jusuf Roni dengan begitu bersemangat menjelaskan ini sambil sekali-kali bertanya kepada pendengarnya “Amin?!” dan semua yang hadir juga menyambutnya dengan “Amin!” termasuk pendeta-pendeta yang hadir di sana.

Terus terang saya penasaran dengan penjelasan Jusuf Roni di atas dan takut saya salah memahami apa yang dia maksudkan, saya lalu membeli salah 1 CD khotbahnya yang yang dijual di hotel Kupang Beach berjudul “10 PRINSIP TENTANG TUHAN” yang membahas Injil Yoh 1:1-18. Dengan seksama saya mendengar seluruh khotbah itu yang adalah penjelasan lebih lengkap dari sedikit cuplikan di dalam khotbahnya di hotel Kupang Beach itu, sehingga akhirnya saya benar-benar memahami maksud dari Jusuf Roni yang adalah pandangan teologianya tentang doktrin Tritunggal. Kalau boleh saya rumuskan dalam bahasa yang lebih sederhana, kira-kira ajaran Tritunggalnya Jusuf Roni sebagai berikut : Sejak dari kekekalan ada 1 PRIBADI (bukan 3) yakni pribadi Allah. Karena Allah itu hidup maka pasti di dalam pribadi Allah yang esa itu ada roh. Keberadaan roh di dalam diri pribadi Allah yang esa itu harus ada – wajib ada – mustahil tidak ada. Mengapa? Karena Allah itu menciptakan kita manusia sebagai makhluk yang mempunyai roh. Bagaimana mungkin Allah menciptakan manusia yang mempunyai roh kalau ternyata di dalam diri Allah sendiri tidak ada roh? Bagaimana mungkin yang tidak mempunyai roh menghasilkan sesuatu yang mempunyai roh? Karena itu keberadaan roh di dalam diri Allah itu harus ada – wajib ada – mustahil tidak ada. Selanjutnya, di dalam diri Allah yang esa itu juga ada firman (kata-kata Allah). Sama seperti roh, firman di dalam diri Allah juga harus ada – wajib ada – mustahil tidak ada. Mengapa? Karena Allah menciptakan segala sesuatu dengan firman (kata-kata). Jika Allah tidak mempunyai firman (kata-kata), bagaimana Ia bisa menciptakan segala sesuatu dengan firman (kata-kata)? Jika Ia lalu menciptakan firman (kata-kata) untuk dipakai menciptakan segala sesuatu, lalu dengan firman (kata-kata), apa Ia menciptakan firman (kata-kata), yang menciptakan segala sesuatu itu? Karena itu keberadaan firman (kata-kata), di dalam diri Allah itu harus ada – wajib ada – mustahil tidak ada.

Selanjutnya (dalam CD khotbahnya), dengan mengutip Injil Yoh 1:1 : “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (Yun. En archeé eén ho Lógos kaí ho Lógos eén prós tón Theón kaí theós eén ho Lógos), Jusuf Roni lalu membahas frase “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah” dan dari kata “Pada mulanya” (Yun. En archeé) ia lalu mengatakan bahwa firman (kata-kata), di dalam diri Allah itu (juga roh) bersifat kekal. Roh dan firman (kata-kata), di dalam diri Allah itu sama kekalnya dengan Allah. Mereka tidak diciptakan karena kalau roh dan firman itu diciptakan Allah maka ada saat di mana roh dan firman tidak ada atau ada saat di mana Allah tidak mempunyai roh dan firman dan ini mustahil. Karena itu sekali lagi roh dan firman di dalam diri Allah itu harus ada – wajib ada – mustahil tidak ada. Bandingkan dengan kata-kata Jusuf Roni dalam Majalah ‘NARWASTU’, bulan Juni 2000 : Jadi Allah itu memiliki Firman juga memiliki Roh. Roh dan Firman adalah dua sifat yang mutlak ada, harus ada, wajib ada, dan mustahil tidak ada. Itu adalah Allah yang kami yakini. … Yang namanya Allah itu harus ada Roh dan Firman. Kalau Roh dan Firman datang belakangan, dalam arti diciptakan kemudian oleh Allah, berarti Allah sempat tidak punya Roh dan Firman. Jadi sekali lagi Allah yang kami yakini sudah ada Roh dan Firman. Dia Allah yang mutlak dalam keesaan-Nya”. Dan nanti, berdasarkan Yoh 1:14 : “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Yun. Kaí ho Lógos sárx egéneto kaí eskeénoosen en heemín kaí etheasámetha teén dóxan autoú dóxan hoos monogenoús pará Patrós pleérees cháritos kaí aleetheías) secara khusus frase “Firman itu telah menjadi manusia” Jusuf Roni lalu berkata bahwa firman yang ada di dalam diri Allah itu lalu menjelma menjadi manusia yang lalu kita kenal sebagai Yesus Kristus. Demikianlah kira-kira ajaran Pdt. Jusuf Roni baik yang saya dengar langsung dari khotbahnya di hotel Kupang Beach maupun dari CD khotbahnya “10 PRINSIP TENTANG TUHAN” dan juga dari beberapa artikelnya baik di internet maupun di majalah.

Menganalisa lebih dalam ajaran Jusuf Roni.

Jikalau kita menelaah dan menganalisa lebih dalam apa yang diajarkan Jusuf Roni ini maka kita melihat bahwa yang diajarkan oleh Jusuf Roni ini adalah bahwa Allah itu pada dasarnya “HANYA MEMPUNYAI 1 PRIBADI/OKNUM SAJA” yang dalam bahasanya Jusuf Roni adalah “DZAT” sehingga Allah itu bukan 3 pribadi/dzat. Di dalam pribadi (dzat) Allah yang satu ini ada roh dan firman (kata-kata). Roh dan firman ini bukan PRIBADI (DZAT) melainkan hanya sifat (HYPOSTASIS) saja. Ini nyata dari kata-katanya yang sudah saya kutipkan di atas yakni : “Di dalam Allah yang esa itu ada Roh dan Firman. Roh dan Firman tidak diciptakan oleh Allah, sudah ada dalam kekekalan dan keesaan Allah, dua sifat yang mutlak di dalam diri Allah, harus ada – wajib ada – mustahil tidak ada!” dan juga dari khotbah Jusuf Roni tertanggal 7 Januari 2005 dengan tema “ALLAH YANG ESA” yang dimuat di dalam situs www.besorahonline.com yang ketika membahas Yoh 1:1 berkata : “Kedua; και ο λογος ην προς τον θεον ”KAI HO LOGOS ÊN PROS TON THEON” kata “bersama-sama” diambil dari kata “PROS” (προς) menunjukkan perbedaan antara Firman sebagai Sifat dengan Allah sebagai Dzat – lebih menunjukkan kebagaimanaan Allah itu– atau cara keberadaan-Nya”. Jadi jelaslah bahwa PRIBADI/OKNUM/DZAT Allah itu hanya satu tetapi Allah yang satu mempunyai SIFAT-SIFAT yakni ROH dan FIRMAN. Dengan demikian ROH dan FIRMAN bukan pribadi/dzat melainkan hanya sifat dari Dzat itu. Berikut ini kata-kata Jusuf Roni dalam Majalah NARWASTU, Juni 2000 : “Karenanya, monoteisme agama Yahudi adalah akar dari monoteisme agama Kristen, itu seharusnya. … Anak di sini adalah sifat dari Dzat. Bahasa Yunaninya hipostasis dari Ausia. …”. Dengan demikian juga maka Roh dan FIRMAN itu BUKAN ALLAH melainkan hanya SIFAT ALLAH. Jadi Jusuf Roni percaya bahwa Yesus dalam ke-pra-adaan-Nya sebagai Firman itu bukan Allah, hanya sifat Allah saja dan karena itu sewaktu inkarnasi/penjelmaan, BUKAN ALLAH YANG MENJADI MANUSIA Yesus Kristus melainkan FIRMAN ALLAH YANG MENJADI MANUSIA. Ini jelas dari khotbanya “ALLAH YANG ESA” (7 Januari 2005) yang dimuat di www.besorahonline.com : “Bukan Allah yang menjadi manusia tetapi Firman Allah yang menjadi manusia,…” Juga dari kata-katanya yang dimuat di Majalah ‘NARWASTU’ bulan Juni 2000 : “Jadi firman itu adalah sifat, bukan Allah yang menjadi manusia, tapi firman yang menjadi manusia.

http://pelangikasihministry2.blogspot.co.id/2011/01/telaah-teologis-terhadap-ajaran-doktrin.htm

Dear Saksang,
Sabarlah dahulu…
Izinkan saya utk coba menengahi ya…

Jd bgini Saksang,
SEMUA Gereja di seluruh dunia (gereja yg benar) pastinya menerima formulasi una-substantia-tres-personae alias satu hakikat tiga pribadi.
Yg tidak sepakat dg formulasi satu hakikat tiga pribadi bukanlah Gereja Kristen.

Una-substantia-tres-personae ini dibuat untuk menjelaskan hubungan antara Bapa, Anak dan ROH KUDUS.
Dg kata lain, formulasi tsb disepakati semua Gereja untuk menyatakan keilahian Bapa, keilahian Anak dan keilahian ROH KUDUS.

Una-substantia-tres-personae dirumuskan dan disepakati oleh Bapa Gereja terutama untuk menjelaskan siapa Yesus Kristus (Sang Anak) itu, apakah Dia ilahi dan bagaimana keilahian Dia dibandingkan Bapa dan ROH KUDUS.
Kita semua tentu sepakat bhw Yesus Kristus itu ILAHI dan tidak diciptakan. Ia sudah kekal dari sananya.


Nahhhhhh, bagaimana dg keadaan Allah itu sendiri?

Di sini penafsiran Gereja terbagi 2,
Yaitu paham Gereja Barat (diwakili oleh Katolik Roma) dan paham Gereja Timur (diwakili oleh Orthodox).
Intinya, ada paham tritunggal versi barat dan ada paham tritunggal versi timur.

Bro yg dibesarkan (mungkin) di Gereja Protestan akan mewarisi pola pikir Gereja Barat.

Bedanya apa?
Simpelnya gini,

Gereja Barat myakini bhw Allah itu Esa, yaitu persekutuan antara Bapa, Firman dan Roh.
Jd yg disebut Allah itu adalah ‘persekutuan’ dari ketiga yang esa.
Ketiga yang esa ini setara dan sehakikat.

Ini diwakili oleh gambar segitiga sama sisi dimana ketiga titiknya adalah Bapa, Anak, Roh Kudus yang saling berhubungan, lalu segitiga sama sisi ini dinamakan Allah.

Gereja Timur myakini bhw Allah itu Bapa (dg dasar ucapan Kristus bhw Ia berasal dan datang dari Allah, bhw Bapa lebih besar dari segala sesuatu, bhw Bapa lebih besar dari Dia dan bhw ROH KUDUS datang dari Allah).
Nah, Firman dan Roh adalah bagian dari Bapa.
Bapa lebih besar, namun sehakikat dg Firman dan Roh (maka Firman dan Roh juga ilahi).
Firman dan Roh ada bersama-sama Bapa, adalah bagian dari Bapa namun juga memiliki Pribadinya tersendiri.
Jadi Firman dan Roh juga memiliki Pribadi tersendiri, namun mreka adalah bagian dari Bapa.

Mungkin krn mreka ingin menekankan bhw Firman dan Roh adalah bagian dari Bapa, maka soal ‘Persona Firman dan Roh’ tidak terlalu dibahas mendalam.

Gambaran ini ibarat sebuah lingkaran besar yang namanya Bapa, kemudian di dalam lingkaran itu adalah Firman dan Roh yang sudah ada dari sananya sejak semula.
Lingkaran besar itu, yaitu Sang Bapa, adalah Allah.

Jd kedua pandangan ini memang beda dari sisi titik tolak namun ujung-ujungnya menjadi sama ketika bicara mengenai inkarnasi dan Yesus Kristus.


Apa kata Alkitab mengenai beda kedua pandangan ini?

Kedua pandangan ini bisa hidup hingga saat ini krn Alkitab tidak menolak kedua pandangan ini.
Ayat-ayat yg mdukung tritunggal barat ada, ayat-ayat yg mdukung tritunggal timur juga ada,
Plus, kita hingga saat ini memang belum ada yg sanggup sepenuhnya menjelaskan tentang Allah.

Namun jika seorang hidup di Gereja Barat (termasuk kita), maka kita akan disuguhi pnafsiran Gereja Barat;
Dan jika seorang hidup di Gereja Timur, maka mreka akan disuguhi pnafsiran Gereja Timur,
Masing-masing akan merasa bhw pnafsirannya yg paling tepat meskipun Alkitab membuka ruang bagi kedua pandangan tsb.

Gereja Barat dan Timur tidak memiliki pemahaman dan pengimanan yang berbeda sedikitpun mengenai Tritunggal.
Pribadi Bapa memang adalah PRINCIPLE, Anak dan Roh Kudus proceed dari BAPA.

===

Salam,

Ada sdikit pbedaan, Kawan.

Kl di eastern churches, sesuai dg yg Bro tulis itu.

Kl di western churches, Roh Kudus proceed dari Bapa dan Anak.

Maka gambarannya scr sederhana spt ini:

http://maverickphilosopher.typepad.com/.a/6a010535ce1cf6970c0134850fa2ed970c-pi

The tripersonal God is one God, not three Gods. So the question arises as to the unity of the Godhead. What is the ground of God's unity?

(Versi eastern)
There is one God because there is one Father, the Father being the ‘cause’ or ‘source’ of Godhead, the principle (arche) of unity among the three. The Orthodox speak of the “monarchy of the Father.” The other two persons originate from the Father. Because the principle of unity is the Father, and the Father is one of the divine persons, the principle of unity is personal in nature. So although there are three persons in one God, the unity of these three persons is itself a person, namely, the Father.

The Western view, however, issues in the result that the principle of unity is impersonal. The reasoning is along the following lines. If the Holy Spirit proceeds eternally from the Father and the Son, then “the Father ceases to be the unique source of Godhead, since the Son is also a source.” (219) Consequently, “…Rome finds its principle of unity in the substance or essence which all three persons share.” (219) This implies that, on the Roman Catholic view, the principle of unity is impersonal.

Tp ya sudahlah, itu perbedaan yg muncul dalam ranah penafsiran.

Kl dalam ranah praktis, siapapun yg mengaku bhw Yesus Kristus adalah Allah, maka dia sudah dikatakan menerima tritunggal.

emangnya apa yg harus diimani, sehingga seseorang itu layak disebut sbg pengikut Yesus?

Western juga menerima rumusan yang tanpa Filioque. Karena Filioque hanya persoalan semantik, bukan persoalan doktrinal antara Barat dan Timur.

Kl dalam ranah praktis, siapapun yg mengaku bhw Yesus Kristus adalah Allah, maka dia sudah dikatakan menerima tritunggal.

Not really. Karena ada aliran yang mengakui Bapa dan Putera, tetapi tidak mengakui Roh Kudus. Afaik, United Church of God, sebagai contohnya.

===

Salam,

hehehe, bro saksang.

mungkin bisa coba cari arti hypostasis/shifat dalam kaitan dengan ajaran trinitas. nanti akan ketemu tiga hypostasis satu ousia. nah, hypostasis ini diterjemahkan persona (latin), person (english), pribadi (indonesia). sedangkan ousia = hakikat, dzat, substansi.

salam damai sejahtera.

Baiklah jika bgitu.

Jika Bro tidak melihatnya maka saya pun tidak akan mbahasnya.

Thanks atas responnya bro,sayang jawaban anda tidak relevan / menyentuh dgn persoalan yg saya kemukakan melainkan isinya menurut saya hanya mengenai teori pemahaman anda tentang Tritunggal.

Yg saya persoalkan berikut semua buktinya adalah dilema dari pandangan YR dan BN mengenai Tritunggal seperti :

  1. Mengapa Firman dan Roh disebut Sifat bukan pribadi dan Allah adalah Dzat sedangkan menurut Alkitab ketiganya adalah pribadi/personal yg berbeda secara kekal,apa dasar Alkitabnya ?

  2. Mengapa yg berinkarnasi hanya sifat dari Firman saja sedangkan Firman itu tetap tinggal didalam Allah/Dzat,jadi bisakah dikatakan Yesus adalah Allah ?

  3. Mengapa Firman dan Roh dianggap merupakan unsur dari sifat Allah /Dzat sedangkan Alkitab mengajarkan bahwa Firman adalah pribadi Anak Allah dan Roh adalah bersifat pribadi/personal ?

  4. Kesatuan yg dipahami oleh mereka adalah kesatuan pribadi dimana Satu Allah/Dzat bersatu dengan dua sifatnya tsb, menurut ajaran mereka antara Dzat dan sifat adalah dua esensi yg berbeda namun satu.sedangkan gereja Kristen memandang Tritunggal adalah kesatuan hakekat Allah dengan 3 pribadi yg berbeda.

  5. Mengatakan Firman keluar (proceed) dari Allah adalah suatu kekeliruan karena Firman diperanakkan sebagai Anak Allah didalam kekekalan. Hanya Roh yg keluar (proceed) dari Allah Bapa dan Allah Anak.

  6. mereka mengatakan bahwa Firman Allah itu adalah Allah sendiri (sifat-Nya), tetapi terbedakan dari sudut HUPOSTASIS-nya, yang ia artikan sebagai ‘keberadaan’ [padahal HUPOSTASIS seharusnya artinya adalah person / pribadi (Latin: persona)

  7. Mereka mengatakan masalah ketritunggalan adalah masalah “kebagaimanaan” Allah bukan “keberapaan”Allah,padahal istilah Tritunggal terdiri dari dua angka yaitu 1 dan tiga yang bersifat keberapaan / numeric.

  8. Bukankah menyangkal kepribadian RK identik dgn ajaran SSY ?

  9. Bagaimanakah bisa terjadi interrelasi didalam saling mengasih,saling memuliakan dan saling mengutus antara Dzat dan sifat ?

Sampai sekarang nampaknya saya belum menerima jawaban yg jelas apakah kesimpulan saya keliru atau tidak.

Syalom

Tentunya beriman kepada Kristus yang diajarkan di Alkitab bukan misalnya :

1.Kristus yg tidak memiliki pribadi ilahi melainkan hanya sifat ilahi-Nya belaka.

2.Kristus yang diciptakan

3.Kristus yang kawin mawin

4.Kristus yg bukan merupakan satu satunya penebus dan pengantara manusia dgn Allah,dll.

Kita menyembah pribadi Kristusnya bukan hanya sekedar sifat ilahi-Nya doang.

Syalom

Mengatakan Firman keluar (proceed) dari Allah adalah tidak tepat karena Firman diperanakkan sebagai Anak Allah didalam kekekalan. Hanya Roh yg keluar (proceed) dari Allah Bapa dan Allah Anak.

Mazmur 2:7 Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.

Syalom

Setuju, maka-nya hanya ada satu kesatuan ousia / hakekat /substansi Allah tetapi ada kejamakan 3 hupostatis / personal yang berbeda didalam Allah Tritunggal.

UNITY IN PLURALITY

Syalom

KJV: John 8:42
Jesus said unto them, If God were your Father, ye would love me: for I proceeded forth and came from God; neither came I of myself, but he sent me.

LAI TB: Yoh 8:42
Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.

Begotten, proceeded, originated, ===> hanya pilihan kata mengenai prosesi/procession.

Semua kata kerja yang ada di semua bahasa di dunia ini tidak ada yang benar-benar tepat untuk menggambarkan itu.

===

Salam,