Dokumentasi Bukti Pemusnahan Kristen Asiria Selama 1400 Tahun Terakhir

Sebuah film pendek yang mendokumentasikan pemusnahan secara teratur terhadap peradaban Kristen Asiria di dekat peradaban kuno Irak dipertontonkan di Capitol Hill. Anggota kongres, awak media dan orang-orang Asiria bersama-sama menyaksikan perjuangan mereka dalam pertunjukan film “Defying Deletion: The Fight Over Iraq’s Nineveh Plains”, pada hari Kamis lalu.

Film dokumenter ini menyorot secara jelas bagaimana orang Irak lainnya secara sistematis menargetkan orang-orang Kristen Asiria yang juga menyebut Irak sebagai tanah air mereka selama ribuan tahun. Lebih dari 600.000 orang telah meninggalkan negara tersebut, lebih dari setengah jumlah seluruh penduduk Kristen Asiria di Irak.

“Ada banyak penembakan dan pengeboman. Banyak gereja yang dibom. Saya dapat mengatakan lebih dari 60 gereja telah dibom,” ujar Andre Anton (26) selaku sutradara film kepada CBN News. Anton mengatakan kaum ekstrimis seringkali menyerang imam Asiria. “Mereka ingin menanamkan rasa takut kepada sisa populasi yang ada. Jadi, cara apa yang lebih baik untuk melakukannya selain benar-benar menculik dan membunuh seseorang yang memiliki posisi penting dan berpengaruh?” ujarnya.

Film ini menunjukkan sementara warga Irak merampas rumah, tanah dan sumber daya orang Kristen Asiria di antara mereka, alasan utama untuk penganiayaan itu adalah karena orang-orang Asiria beragama Kristen.

“Itulah sebabnya mereka diserang oleh kaum ekstrimis ini yang berkata, ‘Ok, ini adalah orang Kristen, sama seperti Amerika. Mari kita tunjukkan kepada mereka apa yang kita pikirkan mengenai mereka,’” jelas Anton.

Pemusnahan ini menjadi sesuatu yang pribadi bagi Anton karena keluarganya saat ini berada di Amerika akibat 33 pembantaian yang dilakukan terhadap umat Tuhan selama 1.400 tahun terakhir. “Saya merupakan salah satu dari ratusan orang Asiria yang lahir di sini (Amerika) karena penganiayaan yang terjadi terus-menerus,” ujarnya.

Melalui film ini Anton berharap orang Asiria dapat mempertahankan tanah air mereka yang sebenarnya atau paling tidak mendapatkan perlindungan bagi orang-orang Kristen yang terkepung ini.

Penganiayaan sejatinya bukan hal baru bagi orang Kristen. Namun janji Tuhan tidak pernah berubah bagi mereka yang menaruh pengharapan hanya kepada-Nya. Keselamatan dan perlindungan akan senantiasa tersedia bagi mereka. Sebagai saudara seiman, mari terus dukung saudara-saudari kita yang mengalami penganiayaan agar senantiasa kuat dan tetap teguh berdiri di atas iman.

Source : christiantoday