DOMB DAN KAMBING JANTAN DALAM KITAB DANIEL, APA ARTINYA?

Dear All,

Saya memiliki referensi dari buku :
PERHATIKAN NUBUAT DANIEL; PENERBIT INTERNATIONAL BIBLE STUDENT ASSOCIATION; CETAKAN 2006

Siapa Dapat Berdiri Melawan Pangeran atas Segala Pangeran?

LIMA puluh tujuh tahun telah berlalu sejak bait Yehuwa di Yerusalem dibinasakan. Belsyazar dan bapaknya, Nabonidus, bersama-sama memerintah Imperium Babilonia, kuasa dunia ketiga dalam nubuat Alkitab. Nabi Allah, Daniel, diasingkan di Babilon. Dan pada ”tahun ketiga pemerintahan Raja Belsyazar”, Yehuwa memberi Daniel penglihatan yang menyingkapkan beberapa perincian tentang pemulihan ibadat sejati.—Daniel 8:1.
2 Penglihatan bersifat nubuat yang Daniel lihat sangat mempengaruhi dia dan sangat menarik bagi kita yang hidup di ”zaman akhir”. Malaikat Gabriel memberi tahu Daniel, ”Kuberitahukan kepadamu apa yang akan terjadi pada bagian terakhir kecaman itu, sebab penglihatan itu adalah untuk zaman akhir yang telah ditetapkan.” (Daniel 8:16, 17, 19, 27) Maka, dengan minat yang sungguh-sungguh, mari kita perhatikan apa yang dilihat Daniel dan apa artinya bagi kita dewasa ini.

DOMBA JANTAN BERTANDUK DUA
3 ”Aku pun mulai melihat dalam penglihatan itu; dan sementara aku melihat, aku berada di Puri Syusyan, yang ada di distrik yurisdiksi Elam; kemudian aku melihat dalam penglihatan itu, dan aku berada di tepi batang air Ulai.” (Daniel 8:2) Tidak dijelaskan apakah Daniel benar-benar berada di Syusyan (Susa)—ibu kota Elam, yang terletak kira-kira 350 kilometer di sebelah timur Babilon—atau hanya berada di sana dalam penglihatan.

4 Daniel melanjutkan, ”Pada waktu aku melayangkan pandanganku, aku melihat, dan, lihat! ada seekor domba jantan berdiri di depan batang air itu, dan ia mempunyai dua tanduk.” (Daniel 8:3a) Identitas domba jantan itu tidak selamanya menjadi misteri bagi Daniel. Belakangan, malaikat Gabriel menyatakan, ”Domba jantan yang kaulihat mempunyai dua tanduk itu menggambarkan raja-raja Media dan Persia.” (Daniel 8:20) Orang Media berasal dari dataran tinggi yang bergunung-gunung di timur Asiria, dan orang Persia pada mulanya sering hidup mengembara di kawasan sebelah utara Teluk Persia. Akan tetapi, seraya Imperium Media-Persia berkembang, penduduknya mengembangkan selera kemewahan yang sangat tinggi.

5 ”Kedua tanduk itu tinggi,” lapor Daniel, ”tetapi yang satu lebih tinggi daripada yang lain, dan yang lebih tinggi itu adalah tanduk yang muncul kemudian.” (Daniel 8:3b) Tanduk yang lebih tinggi yang muncul belakangan melukiskan orang Persia, sedangkan tanduk lainnya menggambarkan orang Media. Pada mulanya, orang Media lebih dominan. Tetapi pada tahun 550 SM, Kores, penguasa Persia, memperoleh kemenangan mudah atas raja Media, Astiages. Kores menggabungkan kebiasaan dan hukum kedua bangsa itu, mempersatukan kerajaan mereka, dan menambah wilayah taklukan mereka. Sejak saat itu, imperium tersebut menjadi kuasa dunia kembar.

DOMBA JANTAN ITU BERLAGAK BESAR
6 Daniel melanjutkan uraiannya tentang domba jantan itu, dengan menyatakan, ”Aku melihat domba jantan itu menyeruduk ke barat dan ke utara dan ke selatan, dan tidak ada binatang buas yang tahan berdiri di hadapannya, dan tidak ada yang dapat melepaskan siapa pun dari tangannya. Ia berbuat sekehendak hatinya, dan ia berlagak besar.”—Daniel 8:4.

7 Dalam penglihatan yang sebelumnya didapatkan Daniel, Babilon dilukiskan sebagai binatang buas yang muncul dari dalam laut dan rupanya seperti singa yang mempunyai sayap burung elang. (Daniel 7:4, 17) Binatang simbolis itu terbukti tidak sanggup berdiri di hadapan ”domba jantan” dalam penglihatan yang baru ini. Babilon jatuh ke tangan Kores Agung pada tahun 539 SM. Selama hampir 50 tahun setelahnya, ”tidak ada binatang buas”, atau pemerintahan politik, yang sanggup bangkit berdiri melawan Imperium Media-Persia—kuasa dunia keempat dalam nubuat Alkitab.

8 Datang dari ”arah terbitnya matahari”—dari sebelah timur—Kuasa Dunia Media-Persia bertindak sesuka hatinya, ”menyeruduk ke barat dan ke utara dan ke selatan”. (Yesaya 46:11) Raja Kambises II, yang menggantikan Kores Agung, menaklukkan Mesir. Penerusnya ialah Raja Darius I, orang Persia, yang bergerak ke arah barat melintasi Selat Bosporus pada tahun 513 SM dan menyerbu wilayah Trake di Eropa, yang beribu kota Bizantium (kini Istambul). Pada tahun 508 SM, ia menundukkan Trake, dan ia menaklukkan Makedonia pada tahun 496 SM. Jadi, pada masa pemerintahan Darius, si ”domba jantan” Media-Persia telah merebut wilayah di tiga penjuru utama: di utara, sampai ke Babilonia dan Asiria, di barat, sampai ke seluruh Asia Kecil, dan di selatan, sampai ke Mesir.

9 Untuk menunjukkan kebesaran Imperium Media-Persia, Alkitab menyebut penerus Darius, Xerxes I, sebagai ”Ahasweros yang memerintah sebagai raja dari India sampai Etiopia, atas seratus dua puluh tujuh distrik yurisdiksi”. (Ester 1:1) Tetapi, imperium yang besar ini akan menyerah pada imperium lainnya, dan mengenai ini, penglihatan Daniel menyingkapkan beberapa perincian menarik yang hendaknya memperkuat iman kita akan perkataan nubuat Allah.

KAMBING JANTAN MENGHANTAM DOMBA JANTAN
10 Bayangkan betapa tercengangnya Daniel melihat apa yang kini ia saksikan. Kisah tersebut menyatakan, ”Aku, aku terus memperhatikan, dan, lihat! ada seekor kambing jantan yang datang dari arah matahari terbenam ke permukaan seluruh bumi, dan ia tidak menyentuh tanah. Dan mengenai kambing jantan itu, ada sebuah tanduk yang mencolok di antara kedua matanya. Dan ia mendatangi domba jantan bertanduk dua, yang aku lihat berdiri di depan batang air itu; dan ia berlari ke arahnya dengan sangat marah. Dan aku melihatnya datang sampai ke dekat domba jantan itu, dan ia mulai menunjukkan kegarangan kepadanya, kemudian ia menghantam domba jantan itu dan mematahkan kedua tanduknya, dan domba jantan itu tidak berdaya untuk berdiri di hadapannya. Maka ia menghempaskan domba jantan itu ke bumi dan menginjak-injaknya, dan tidak ada yang dapat melepaskan domba jantan itu dari tangannya.” (Daniel 8:5-7) Apa artinya semua ini?

11 Kita maupun Daniel tidak dibiarkan menebak-nebak arti penglihatan ini. ”Kambing jantan yang berbulu itu menggambarkan raja Yunani; dan tanduk besar yang ada di antara kedua matanya menggambarkan raja yang pertama,” demikian malaikat Gabriel memberi tahu Daniel. (Daniel 8:21) Pada tahun 336 SM, raja terakhir Imperium Persia, Darius III (Kodomanus), dinobatkan. Pada tahun yang sama, Aleksander menjadi raja di Makedonia. Sejarah memperlihatkan bahwa Aleksander Agung adalah ”raja Yunani” pertama yang dinubuatkan itu. Dimulai ”dari arah matahari terbenam”, atau dari barat, pada tahun 334 SM, Aleksander bergerak dengan cepat. Seolah-olah ”tidak menyentuh tanah”, ia menaklukkan banyak wilayah dan menghantam ”domba jantan”. Dengan mengakhiri pemerintahan Media-Persia yang berkuasa selama hampir dua abad, Yunani pun menjadi kuasa dunia kelima yang penting dalam Alkitab. Alangkah menakjubkan penggenapan nubuat ilahi ini!

12 Tetapi, kekuasaan Aleksander tidak berlangsung lama. Penglihatan itu selanjutnya menyingkapkan, ”Dan kambing jantan itu, ia sangat berlagak besar; tetapi segera setelah ia menjadi perkasa, tanduknya yang besar itu patah, lalu secara mencolok, muncullah empat tanduk menggantikannya, ke arah empat penjuru angin di langit.” (Daniel 8:8) Sebagai penjelasan nubuat ini, Gabriel berkata, ”Tanduk itu patah, sehingga akhirnya ada empat yang bangkit berdiri menggantikannya, dan dari bangsanya akan bangkit berdiri empat kerajaan, tetapi tidak memiliki kekuatannya.” (Daniel 8:22) Sesuai dengan ramalan, di puncak kariernya yang berkemenangan, Aleksander ”patah”, atau mati, ketika ia baru berusia 32 tahun. Dan, imperiumnya yang besar akhirnya terbagi-bagi di antara empat jenderalnya.

TANDUK KECIL YANG MISTERIUS
13 Bagian penglihatan yang berikutnya meliputi kurun waktu lebih dari 2.200 tahun, dan penggenapannya sampai ke zaman modern. Daniel menulis, ”Dari salah satu [di antara empat] tanduk itu muncullah sebuah tanduk lain yang kecil, dan ia menjadi sangat besar ke arah selatan dan ke arah terbitnya matahari dan ke arah Negeri Hiasan. Dan ia menjadi semakin besar hingga mencapai bala tentara langit, sehingga beberapa dari antara bala tentara itu dan beberapa dari antara bintang-bintang dijatuhkannya ke bumi, dan semuanya itu diinjak-injaknya. Dan ia berlagak besar bahkan kepada Pangeran bala tentara itu, dan ia mengambil darinya korban persembahan yang tetap, dan merobohkan tempat sucinya yang tetap. Dan bala tentara itu akhirnya diserahkan, beserta korban persembahan yang tetap, oleh karena pelanggaran; dan ia terus mencampakkan kebenaran ke bumi, ia bertindak dan berhasil.”—Daniel 8:9-12.

14 Sebelum kita dapat memahami arti kata-kata yang dikutip di atas, kita harus memperhatikan malaikat Allah. Setelah menunjuk pada munculnya kekuasaan empat kerajaan yang berasal dari imperium Aleksander, malaikat Gabriel berkata, ”Pada akhir kerajaan mereka, seraya tindakan para pelanggar mencapai puncaknya, akan bangkit berdiri seorang raja yang berwajah garang dan memahami kata-kata yang bermakna ganda. Kekuasaannya akan menjadi hebat, tetapi bukan karena kuasanya sendiri. Dan dengan cara yang menakjubkan ia akan mendatangkan kebinasaan, dan ia akan berhasil dan bertindak efektif. Ia akan membinasakan orang-orang perkasa, juga umat yang terdiri atas orang-orang kudus. Dan sesuai dengan pemahamannya, ia juga pasti akan menyebabkan tipu daya berhasil di tangannya. Dan ia akan berlagak besar dalam hatinya, dan selama masa bebas dari kekhawatiran, ia akan mendatangkan banyak kebinasaan. Ia akan bangkit berdiri melawan Pangeran atas segala pangeran, tetapi ia akan dipatahkan bukan oleh tangan.”—Daniel 8:23-25.

15 ”Engkau, rahasiakanlah penglihatan ini,” demikian malaikat memberi tahu Daniel, ”sebab hal ini masih untuk waktu yang lama.” (Daniel 8:26) Bagian penglihatan ini baru akan digenapi setelah ”waktu yang lama”, dan Daniel diminta ’merahasiakan penglihatan ini’. Tampaknya, arti penglihatan ini tetap merupakan misteri bagi Daniel. Akan tetapi, kini ”waktu yang lama” itu pasti sudah berlalu. Maka, pertanyaannya sekarang adalah, ’Apa yang disingkapkan sejarah dunia sehubungan dengan penggenapan penglihatan yang bersifat nubuat ini?’

TANDUK KECIL MENJADI SANGAT BERKUASA
16 Menurut sejarah, tanduk kecil ini adalah cabang dari salah satu di antara empat tanduk simbolis—tanduk yang berada paling barat. Tanduk ini adalah kerajaan Helenistik yang dikuasai oleh Jenderal Kasander, yaitu Makedonia dan Yunani. Belakangan, kerajaan ini dicaplok oleh kerajaan Jenderal Lisimakhus, raja Trake dan Asia Kecil. Pada abad kedua sebelum Tarikh Masehi, sektor barat dari wilayah kekuasaan Helenistik ini ditaklukkan oleh Roma. Dan, pada tahun 30 SM, Roma mengambil alih semua kerajaan Helenistik itu, sehingga ia menjadi kuasa dunia keenam dalam nubuat Alkitab. Tetapi, Imperium Romawi bukanlah tanduk kecil dalam penglihatan Daniel, karena imperium tersebut tidak bertahan sampai ”zaman akhir yang telah ditetapkan”.—Daniel 8:19.

17 Kalau begitu, menurut sejarah siapakah ’raja berwajah garang’ yang agresif itu? Inggris sesungguhnya adalah cabang barat laut Imperium Romawi. Sampai awal abad kelima M, masih ada provinsi-provinsi Romawi di wilayah yang kini adalah Inggris. Seraya waktu berlalu, Imperium Romawi melemah, tetapi pengaruh peradaban Yunani-Romawi tetap bertahan di Inggris dan di bagian-bagian Eropa lain yang pernah berada di bawah kekuasaan Romawi. ”Pada waktu Imperium Romawi jatuh,” tulis penyair dan pengarang Meksiko yang memenangkan hadiah Nobel, Octavio Paz, ”Gereja pun mengambil alih posisinya.” Ia menambahkan, ”Bapak-bapak Gereja, maupun para sarjana yang belakangan muncul, mencangkokkan filsafat Yunani ke dalam doktrin Kristen.” Filsuf dan pakar matematika abad ke-20, Bertrand Russel, menyatakan, ”Peradaban Barat, yang berasal dari sumber-sumber Yunani, didasarkan atas tradisi ilmiah dan filsafat yang berawal di Miletus [sebuah kota Yunani di Asia Kecil] dua ribu lima ratus tahun yang lalu.” Jadi, dapat dikatakan bahwa akar kebudayaan Imperium Inggris berasal dari kerajaan Helenistik Makedonia dan Yunani.

18 Menjelang tahun 1763, Imperium Inggris telah mengalahkan saingan-saingannya yang hebat, Spanyol dan Prancis. Sejak saat itu, ia mempertunjukkan dirinya sebagai penguasa lautan dan kuasa dunia ketujuh dalam nubuat Alkitab. Bahkan setelah ke-13 koloninya di Amerika melepaskan diri dari Inggris pada tahun 1776 untuk mendirikan Amerika Serikat, kekuasaan Imperium Inggris berkembang meliputi seperempat permukaan bumi dan seperempat jumlah penduduk bumi. Kuasa dunia ketujuh itu bahkan memperoleh kekuatan yang lebih besar lagi sewaktu Amerika Serikat bekerja sama dengan Inggris untuk membentuk kuasa dunia kembar Anglo-Amerika. Secara ekonomi maupun politik, kuasa dunia ini memang telah menjadi ”raja yang berwajah garang”. Kalau begitu, tanduk kecil yang menjadi kekuatan politik yang garang pada ”zaman akhir” ini adalah Kuasa Dunia Anglo-Amerika.

19 Daniel melihat bahwa tanduk kecil itu ”menjadi sangat besar” ke arah ”Negeri Hiasan”. (Daniel 8:9) Tanah Perjanjian, yang Yehuwa berikan kepada umat pilihan-Nya, begitu indah sehingga dijuluki ”hiasan di antara semua negeri”, yaitu di seluruh bumi ini. (Yehezkiel 20:6, 15) Inggris memang merebut Yerusalem pada tanggal 9 Desember 1917, dan pada tahun 1920, Liga Bangsa-Bangsa memberikan mandat kepada Inggris Raya untuk mengurus Palestina, sampai tanggal 14 Mei 1948. Tetapi, penglihatan tersebut bersifat nubuat, memuat banyak lambang. Dan, ”Negeri Hiasan” yang disebutkan dalam penglihatan tersebut bukan melambangkan Yerusalem, melainkan keadaan orang-orang yang dipandang kudus oleh Allah di bumi selama kuasa dunia ketujuh berkuasa. Mari kita lihat bagaimana Kuasa Dunia Anglo-Amerika berupaya mengancam orang-orang kudus itu.

”TEMPAT SUCINYA” DIROBOHKAN
20 Tanduk kecil ”menjadi semakin besar hingga mencapai bala tentara langit, sehingga beberapa dari antara bala tentara itu dan beberapa dari antara bintang-bintang dijatuhkannya ke bumi”. Menurut penjelasan malaikat, ”bala tentara langit” dan ”bintang-bintang” yang berupaya dijatuhkan oleh tanduk kecil itu adalah ”umat yang terdiri atas orang-orang kudus”. (Daniel 8:10, 24) ”Orang-orang kudus” ini adalah orang-orang Kristen yang diurapi dengan roh. Karena telah dibawa ke dalam suatu hubungan dengan Allah melalui perjanjian baru, yang disahkan oleh darah Yesus Kristus yang dicurahkan, mereka disucikan, dibersihkan, dan dikhususkan untuk melakukan dinas yang eksklusif kepada Allah. (Ibrani 10:10; 13:20) Karena telah menetapkan mereka sebagai ahli waris bersama Putra-Nya untuk menerima warisan surgawi, Yehuwa memandang mereka kudus. (Efesus 1:3, 11, 18-20) Kalau begitu, dalam penglihatan Daniel, ”bala tentara langit” merujuk kepada sisa dari ke-144.000 ”orang kudus” yang masih ada di bumi, yang akan memerintah di surga bersama Anak Domba.—Penyingkapan 14:1-5.

21 Dewasa ini, sisa dari ke-144.000 orang itu adalah wakil-wakil di bumi dari ”Yerusalem surgawi”—Kerajaan Allah yang bagaikan kota—dan penyelenggaraan baitnya. (Ibrani 12:22, 28; 13:14) Dalam pengertian ini, mereka menempati ”tempat kudus” yang berupaya diinjak-injak dan dihancurkan oleh kuasa dunia ketujuh itu. (Daniel 8:13) Daniel juga menyebut tempat kudus itu sebagai ”tempat suci [Yehuwa] yang tetap” dengan berkata, ”Ia mengambil darinya [Yehuwa] korban persembahan yang tetap, dan merobohkan tempat sucinya yang tetap. Dan bala tentara itu akhirnya diserahkan, beserta korban persembahan yang tetap, oleh karena pelanggaran; dan ia terus mencampakkan kebenaran ke bumi, ia bertindak dan berhasil.” (Daniel 8:11, 12) Bagaimana hal ini digenapi?

22 Apa yang dialami Saksi-Saksi Yehuwa selama Perang Dunia II? Mereka menderita penganiayaan yang hebat! Penganiayaan ini berawal di negeri-negeri yang menganut paham Nazi dan Fasis. Tetapi tidak lama kemudian, ’kebenaran dicampakkan ke bumi’ ke seluruh wilayah yang sangat luas milik ’tanduk kecil yang kekuasaannya telah menjadi hebat’. ”Bala tentara” pemberita Kerajaan dan pekerjaan pemberitaan ”kabar baik” yang mereka lakukan, dilarang di hampir semua negara Persemakmuran Inggris. (Markus 13:10) Sewaktu negara-negara ini merekrut tenaga wajib militer, mereka tidak mau memberi Saksi-Saksi Yehuwa pengecualian yang biasa diberikan kepada para rohaniwan; dengan demikian, mereka tidak menghormati kedudukan Saksi-Saksi yang secara teokratis ditetapkan sebagai rohaniwan Allah. Hamba-hamba Yehuwa yang setia di Amerika Serikat menderita kekejaman di tangan gerombolan massa dan mengalami berbagai penghinaan. Sesungguhnya, kuasa dunia ketujuh berupaya menyingkirkan korban pujian—”buah-buah bibir”—yang secara teratur dipersembahkan kepada Yehuwa oleh umat-Nya sebagai ”korban persembahan yang tetap” dalam ibadat mereka. (Ibrani 13:15) Jadi, kuasa dunia tersebut melakukan ”pelanggaran” dengan menyerbu wilayah kekuasaan yang sah dari Allah Yang Mahatinggi—”tempat sucinya yang tetap”.

23 Dengan menganiaya ”orang-orang kudus” selama Perang Dunia II, tanduk kecil tersebut berlagak besar ”bahkan kepada Pangeran bala tentara itu”. Atau, sebagaimana dinyatakan malaikat Gabriel, tanduk kecil itu bangkit berdiri ”melawan Pangeran atas segala pangeran”. (Daniel 8:11, 25) Gelar ”Pangeran atas segala pangeran” digunakan secara eksklusif untuk Allah Yehuwa. Kata Ibrani sar, yang diterjemahkan ”pangeran”, ada hubungannya dengan kata kerja yang berarti ”menjalankan kekuasaan”. Selain merujuk kepada putra raja atau orang dari golongan bangsawan, kata itu digunakan untuk kepala, atau seorang pemimpin. Buku Daniel menyebutkan malaikat-pangeran lain—contohnya Mikhael. Allah adalah Pangeran Utama dari antara semua pangeran itu. (Daniel 10:13, 21; bandingkan Mazmur 83:18.) Bisakah kita membayangkan bahwa ada yang dapat dengan berhasil bangkit berdiri melawan Yehuwa—Pangeran atas segala pangeran?

”TEMPAT KUDUS” DIKEMBALIKAN KE KEADAANNYA YANG BENAR
24 Tidak seorang pun dapat dengan berhasil bangkit berdiri melawan Pangeran atas segala pangeran—sekalipun ia adalah raja ”yang berwajah garang” seperti Kuasa Dunia Anglo-Amerika! Upaya-upaya raja ini untuk menghancurkan tempat suci Allah tidak berhasil. Setelah periode ”dua ribu tiga ratus petang dan pagi”, kata malaikat-utusan itu, ”tempat kudus pasti akan dikembalikan ke keadaannya yang benar”, atau ”akan tampil berkemenangan”.—Daniel 8:13, 14; The New English Bible.

25 Ke-2.300 hari itu merupakan periode yang bersifat nubuat. Karena itu, ini ada kaitannya dengan tahun nubuat yang terdiri dari 360 hari. (Penyingkapan 11:2, 3; 12:6, 14) Maka, 2.300 hari ini sama dengan 6 tahun, 4 bulan, dan 20 hari. Kapan periode ini berlangsung? Nah, pada tahun 1930-an, umat Allah mulai mengalami semakin banyak penganiayaan di berbagai negeri. Dan selama Perang Dunia II, Saksi-Saksi Yehuwa dianiaya dengan bengis di negeri-negeri kuasa dunia kembar Anglo-Amerika. Mengapa? Karena kegigihan mereka untuk ”menaati Allah sebagai penguasa sebaliknya daripada manusia”. (Kisah 5:29) Oleh karena itu, ke-2.300 hari pasti berkaitan dengan perang tersebut. Tetapi, bagaimana dengan awal dan akhir dari periode yang bersifat nubuat ini?

26 Agar ”tempat kudus” dapat ”dikembalikan”, atau dipulihkan, ke keadaannya yang sepatutnya, ke-2.300 hari pasti dimulai sewaktu tempat kudus itu masih berada dalam ’keadaan yang benar’ dari sudut pandangan Allah. Secepat-cepatnya, periode ini dimulai pada tanggal 1 Juni 1938, sewaktu The Watchtower menerbitkan artikel berjudul ”Organization” (”Organisasi”) bagian 1. Bagian 2 muncul dalam terbitan tanggal 15 Juni 1938. Dengan menghitung 2.300 hari (6 tahun, 4 bulan, dan 20 hari pada penanggalan Ibrani) dari tanggal 1 atau 15 Juni 1938, kita sampai pada tanggal 8 atau 22 Oktober 1944. Pada hari pertama kebaktian istimewa yang diadakan di Pittsburgh, Pennsylvania, AS, pada tanggal 30 September dan 1 Oktober 1944, presiden Lembaga Menara Pengawal berbicara tentang subjek ”The Theocratic Alignment Today” (”Penyesuaian Teokratis Dewasa Ini”). Pada rapat tahunan badan hukum tanggal 2 Oktober, anggaran dasar Lembaga diperbaiki dalam upaya untuk menyelaraskannya sedekat mungkin dengan pengaturan teokratis, sejauh yang dimungkinkan undang-undang. Dengan adanya publikasi yang memperjelas tuntutan-tuntutan Alkitab, organisasi teokratis pun dapat segera berfungsi dengan lebih sepenuhnya dalam sidang-sidang Saksi-Saksi Yehuwa.

27 Sementara ke-2.300 hari berlangsung selama Perang Dunia II, yang dimulai pada tahun 1939, pemberian ”korban persembahan yang tetap” di tempat suci Allah menjadi sangat terbatas karena adanya penganiayaan. Pada tahun 1938, Lembaga Menara Pengawal memiliki 39 kantor cabang yang mengawasi pekerjaan Saksi-Saksi di seluas dunia, tetapi pada tahun 1943 hanya ada 21 kantor cabang. Selama periode tersebut, pertambahan jumlah pemberita Kerajaan pun hanya sedikit.

28 Seperti yang telah kita amati, selama bulan-bulan penutup Perang Dunia II, Saksi-Saksi Yehuwa meneguhkan kembali tekad mereka untuk mengagungkan pemerintahan Allah dengan melayani-Nya dalam suatu organisasi teokratis. Dengan tujuan inilah mereka mulai mengatur kembali pekerjaan serta struktur kepemimpinan mereka pada tahun 1944. Malahan, The Watchtower terbitan 15 Oktober 1944 memuat artikel yang berjudul ”Organized for Final Work” (”Diorganisasi untuk Pekerjaan Terakhir”). Artikel tersebut dan artikel-artikel lain mengenai dinas pada periode yang sama itu menunjukkan bahwa ke-2.300 hari telah berakhir dan bahwa ”tempat kudus” sekali lagi berada dalam ”keadaannya yang benar”.

29 Upaya-upaya musuh yang keji untuk menghancurkan dan memusnahkan ”tempat kudus” gagal total. Ya, ”orang-orang kudus” yang masih tersisa di bumi, beserta rekan-rekan mereka dari ”kumpulan besar” telah keluar sebagai pemenang. (Penyingkapan 7:9) Dan tempat suci, dalam keadaannya yang benar secara teokratis, kini terus memberikan dinas suci kepada Yehuwa.

30 Kuasa Dunia Anglo-Amerika masih menduduki posisinya. ”Tetapi ia akan dipatahkan bukan oleh tangan,” kata malaikat Gabriel. (Daniel 8:25) Tak lama lagi, kuasa dunia ketujuh dalam nubuat Alkitab—”raja yang berwajah garang” ini—akan dipatahkan, bukan oleh tangan manusia, melainkan oleh kuasa adimanusiawi di Armagedon. (Daniel 2:44; Penyingkapan 16:14, 16) Alangkah tergetarnya kita karena mengetahui bahwa kedaulatan Allah Yehuwa, Pangeran atas segala pangeran, pada waktu itu akan dibenarkan!

[Catatan Kaki]
Tujuh kuasa dunia yang khususnya penting dalam Alkitab adalah Mesir, Asiria, Babilonia, Media-Persia, Yunani, Roma, dan kuasa dunia kembar Anglo-Amerika. Semuanya ini patut diperhatikan karena berhubungan dengan umat Yehuwa.
Daniel 7:25 juga menyebutkan periode waktu manakala ’orang-orang kudus milik Pribadi Yang Mahatinggi akan terus diganggu’. Sebagaimana dijelaskan di pasal sebelumnya, periode ini berkaitan dengan perang dunia pertama.

APA YANG SAUDARA PAHAMI?
• Apa yang dilukiskan oleh
”domba jantan” yang mempunyai ”dua tanduk”?
”kambing jantan yang berbulu” yang mempunyai ”tanduk besar”?
keempat tanduk yang muncul menggantikan ”tanduk besar”?
tanduk kecil yang muncul dari salah satu di antara empat tanduk itu?
• Selama Perang Dunia II, bagaimana Kuasa Dunia Anglo-Amerika berupaya menghancurkan ”tempat kudus”, dan apakah ia berhasil?

sALAM,
BUDI HALASAN - PETOJO