Domba-Ku mengenal suara-Ku

Pada umumnya orang Kristen harus memiliki kemampuan untuk mendengar suara Tuhan.
Dia adalah Pemimpin Agung kita. Apalagi bagi para pelayan Tuhan atau hamba Tuhan.
Domba-Ku mendengar suara-Ku… (Yoh. 10:3-5; 27-29), begitu pula seperti Paulus apa yang dipelajari alumni GAMALIEL semuanya dirombak…Itulah sebabnya walaupun Tuhan sudah mati , namun Dia bangkit dan tetap hidup dan Dia tetap berbicara kepada domba-domba-Nya, itulah yang sering Paulus menyampaikan katanya:

“ Apa yang telah kuterima dari Tuhan, itulah yang kusampaikan kepadamu"…(1Kor.11:23-32). Inilah gunanya kita mendengarkan suara Tuhan, sebagai suara Gembala yang akan menuntun kita untuk berjalan dalam jalan-Nya, yang menuju pada kebahagiaan dan kekekalan hidup.

Bagaimana dengan Anda? Apakah hubungan kita manis dengan Tuhan?

Begitu juga hubungan kita dengan sesama apa mempunyai hubungan yang manis?

@scout

“ Apa yang telah kuterima dari Tuhan, itulah yang kusampaikan kepadamu"...(1Kor.11:23-32). Inilah gunanya kita mendengarkan suara Tuhan, sebagai suara Gembala yang akan menuntun kita untuk berjalan dalam jalan-Nya, yang menuju pada kebahagiaan dan kekekalan hidup.

Bagaimana kita mendengar suara Tuhan dalam hidup keseharian kitab bro?
Membaca Alkitab saja bisa membuahkan pengertian yang berbeda dari setiap denom dan aliran.

GBU

@bruce
Motivasi adalah jawaban dari pertanyaan anda bro. Apakah yang membedakan orang mendengar dan orang mendikte?? Itu jawaban berikutnya. Dan kesalahan terjadi karena manusia tidak dapat atau dengan sengaja memposisikan diri di kedua hal tersebut. Tidak peduli siapapun dia kecuali Yesus.

Yoh. 21:15 Sesudah sarapan YESUS berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata YESUS kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
Yoh. 21:16 Kata YESUS pula kepadanya untuk kedua kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?”* Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata YESUS kepadanya: /“Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
Yoh. 21:17 Kata YESUS kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?”* Maka sedih hati Petrus karena YESUS berkata untuk ketiga kalinya: /“Apakah engkau mengasihi Aku?”* Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata YESUS kepadanya: /"Gembalakanlah domba-domba-Ku.

Bro Bruce,
Untuk bisa mendengarkan suara Tuhan perlu kita merombak sikap kita yang lama seperti Rasul Paulus dapat merombak dan memperbaiki manusia lamanya.
Yang pertama adalah siapakah kita di luar Kristus? Rasul Paulus mengajarkan betapa buruknya keberadaan kita diluar Kristus. Makanya setiap orang yang tidak mengenal Kristus yang benar walaupun dia mengaku kristen,namun sebenarnya dia sudah mati, apa maksudnya? Artinya hubungan mereka dengan Kristus tidak benar, mereka mengaku hanya dimulut saja, namun sebenarnya hati mereka jauh dari Tuhan dan menurut Paulus mereka itu sudah mati secara rohani, mungkin mereka ingin menyenangkan Allah dengan berdoa, mempelajari kitab-kitab suci dan mengumpul amal kasih, namun sebenarnya meraka sudah mati secara rohani, diluar Kristus pun mereka sudah terikat, oleh karena kuasa dunia, kuasa hawa nafsu daging dan kuasa iblis. Mereka tidak sadar ketiga kuasa ini bekerja sama secara bersamaan sehingga serangan ketiga kuasa akan terasa sangat kuat.
Untuk itu perlu pelepasan kuasa-kuasa yang terikat ini agar kita mempunyai hubungan yang manis dengan Allah melalui Anak-Nya, semua keterlibatan dengan kuasa-kuasa diluar kuasa Kristus dan semua pengalaman rohani diluar Kristus harus dilepaskan karena apa? Semua itu kekejian bagi Allah dan bisa membuka jalan kepada iblis sehingga ia dapat menggangu, menyerang, mengikat dan mempengaruhi hubungan harmonis kita dengan Tuhan. Sebab keterlibatan kita dengan kuasa-kuasa diluar Kristus merupakan dosa.
Itulah yang membuat kita tidak dapat mendengar suara Tuhan.
Namun setelah kita sudah komitmen untuk melepaskan semua keterikatan kita dengan kuasa-kuasa ini Tuhan akan menganugerahkan kita kepekaan untuk mendengar suara Tuhan. Orang yang berbahagia adalah orang yang telinga yang dapat mendengar dan mata yang dapat melihat, itu adalah anugerah Allah (Mat.13:16; Amsal 20:12), oleh karena kitamemiliki kerinduan untuk mendengarkan suara Tuhan maka kita rela melepasakan kesenangan kesenangan dunia maka, Tuhan juga akan memberikan kasih karunia-Nya sesuai kehendak-Nya.

  1. Maka Tuhan akan berbicara melalui mimpi. (Ayub 33:13-15,19).
    2.Tuhan dapat berbicara melalui sakit penyakit (Ayub 33:19)
  2. Tuhan dapat berbicara melalui Roh Kudus (Kis. 8:29;10:19), Kalau Roh Kudus berbicara, maka kita dapat mendengar dengar jelasa apa yang Tuhan mau katakan, atau apa yang Tuhan kehendaki. Filipus taat dengan suara Roh Kudus begitu juga Petrus taat, keluarga Kornelius di selamatkan..
    Tuhan dapat berbicara melalui nabi-nabi, kita dapat membaca dalam kitab Kejadian samapai Maleakhi, Tuhan berbicara banyak melalui para nabi…(Ibrani 1:1). …

tuhan berfirman

Aku juga Phfozinkk akuuu… Phfoziiiinkkk…

(nanti kan ada yang menyebutku pencemooh, skeptis, dll. Padahal ya phfozink beneran… )
;D :2funny:

@scout

Untuk itu perlu pelepasan kuasa-kuasa yang terikat ini agar kita mempunyai hubungan yang manis dengan Allah melalui Anak-Nya, semua keterlibatan dengan kuasa-kuasa diluar kuasa KRISTUS dan semua pengalaman rohani diluar KRISTUS harus dilepaskan karena apa? Semua itu kekejian bagi Allah dan bisa membuka jalan kepada iblis sehingga ia dapat menggangu, menyerang, mengikat dan mempengaruhi hubungan harmonis kita dengan Tuhan.

Apa yang dilepas?
Pengalaman rohani di luar Kristus dilepas?
Bagaimana dengan PI, PA, KKS, Buku rohani, Buku-buku theologi, kotbah dan renungan?

Kalo itu gak dilepas bro, tapi DIJUAL :tongue:

Oooooh

;D

Memang baik jika kita punya hubungan manis dengan Tuhan…saya juga setuju :slight_smile:

Imho baiknya memang kita punya waktu untuk berdoa, introspeksi diri selama 1 hari atau 1 minggu apa saja yang kita telah perbuat dalam keseharian kita.

biasanya ada renungan2 harian yah bagus juga buat dibaca2 sebagai renungan.

Kalau di katolik ada bacaan kitab suci harian nah ini juga bagus sebagai bahan renungan hari lepas hari.

Dan bagi saya tentu saja mempunyai hubungan yang harmonis dengan Tuhan berarti juga punya hubungan manis dengan Gereja sebagai Tiang dasar dan Pedoman kebenaran 1 Tim 3:15 :slight_smile:

shalom :slight_smile:

shalom :slight_smile:

@bro bruce
Sejak kapan khotbah yang benar, buku rohani yang membangun, pelajaran alkitab adalah kegiatan diluar Kristus??? Sejak adayang mengatakan dijual?? Jauh lebih laku patung daripada semua itu… Hahahaha…

Sama sama bisa diperjual belikan bro, hanya saja kalau patung dibeli dan wujudnya kelihatan.

Ha ha ha ha.

;D

yang Phfozinkk, silahkan minum decolgen.

mantep tuh. hahaha