Dosa Asal dan Orang Non Kristen yang Baik

Shalom semuanya, kenalkan Saya Lucy. Mohon ijin gabung dan diskusi disini ya! :slight_smile:

Begini teman-teman, Saya dahulunya adalah pemeluk Buddha, dan Saya baru menjadi pengikut Yesus (Protestan) kemudian dibaptis bulan lalu. Kebetulan Ayah Saya pun pindah ke Katolik, Ibu Saya pun mengikuti Ayah Saya untuk menjadi Katolik, hanya saja Saya merasa lebih nyaman menjadi seorang Protestan karena alasan tertentu.

Ada beberapa hal yang mengganjal di benak Saya,

  1. Saya memiliki sahabat yang baru saja kehilangan Anak pertamanya, Ia dan suaminya adalah pemeluk Kristen yang taat. Sayangnya, bayi yang baru dilahirkan ke dunia itu hanya bertahan beberapa jam, dan kemudian meninggal.

Pertanyaan Saya, Apakah anak tersebut akan masuk kedalam neraka? Karena setau Saya dalam agama kita ada yg disebut sebagai Dosa Asal.

Apakah Anak tersebut akan masuk ke neraka karena belum sempat dibaptis?

  1. Dalam keluarga Saya tidak semuanya beragama Kristen, masih ada beberapa yang beragama Buddha. Saya memilki seorang Paman yang gemar berderma dan memiliki hati yg sangat baik, dia meninggal sebagai seorang pemeluk Buddha.

Menurut keyakinan kita sebagai Kristen, bisakah Paman Saya yg baik hati tersebut tetap masuk surga walaupun dia beragama Buddha (non kristen)?

Terima Kasih semuanya… Mohon bimbingaanya… :slight_smile:

GBU!! :angel:

Sis Luci yang baik,

Untuk urusan neraka dan sorga, biarlah itu menjadi hak Tuhan saja.
Tugas kita adalah melaksanakan ajaranKasih Nya sebanyak mungkin.
Jika kita sudah berbuat sebaik baiknya, jika kita tetap memelihara iman hingga akhir, maka semuanya kita serahkan pada Jesus saja.

Untuk bayi yang baru lahir dan meninggal, doakan saja, jika di denom anda tidak ada mendoakan arwah, maka biarlah yang Katolik yang mendoakan arwah bayi itu. Tuhan kita penuh kasih koq. Percayakan saja kepada Dia.

Syalom

Menurut ajaran Gereja Katolik, mereka diserahkan kepada Kerahiman Ilahi, dan diyakini berada dipangkuan Abraham.

2. Dalam keluarga Saya tidak semuanya beragama Kristen, masih ada beberapa yang beragama Buddha. Saya memilki seorang Paman yang gemar berderma dan memiliki hati yg sangat baik, dia meninggal sebagai seorang pemeluk Buddha. Menurut keyakinan kita sebagai Kristen, bisakah Paman Saya yg baik hati tersebut tetap masuk surga walaupun dia beragama Buddha (non Kristen)?
Tidak ada keselamatan diluar Yesus, yang mana berarti tidak ada keselamatan diluar Gereja Katolik.

Mengenai dia Sorga atau tidak, hanya Tuhan yang tahu.

Salam

yah…
ini mah kesaksian dan curhat…
cici udah melakukan kesalahan besar dengan menulis di board ini…
harusnya cici nulisnya di board Curhat / Sharing / Kesaksian…
kalo cici nulis di board Diskusi Umum Kristen, liat aja apa yang akan terjadi nantinya, nanti cici tau sendiri deh hahahhaa

Itu semua tergantung kemurahan Tuhan, manusia tak bisa menjawabnya

Saya akan berikan pernyataan saya yang kontroversial :

Orang yang beragama apapun didunia ini bisa masuk surga asalkan melakukan semua yang diajarkan oleh ajaran agama tersebut 100% tanpa cacat cela

Contoh simple : ajaran Buddha mengganggap semua makhluk hidup itu tak boleh disakiti, karenanya harus jadi vegetarian, dan tak boleh membunuh nyamuk sekalipun, hal2 seperti ini yang kira2 harus dituruti oleh yang memeluknya, kalau kamu pikir paman kamu sudah melakukan semuanya itu, kamulah yang kira2 tahu apakah paman kamu masuk surga atau tidak

TS kan minta tanggapan, bro.
Kalau di board curhat urusannya ya cuma dicuekin oleh member FK.

Dear Lucinda,
Welcome to keluarga besar Allah.
Di sini member memang variatif tp semuanya mengasihi Anda.

Utk bayi, kyakinan saya bayi itu akan ada di surga bersama Tuhan.
Utk paman yg belum pcaya Kristus, ia akan dhakimi.

1 Korintus 7:14
Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus.

Seorang yang beriman, telah mengkuduskan anaknya didalam imannya, sehingga oleh kemurahan Tuhan. Anak yang meninggal tersebut akan diterima Bapa karena iman orang tuanya.

Dalam Alkitab terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) atau Bahasa Indonesia Masa Kini (BIMK) dituliskan demikian:

Sebab suami yang tidak percaya dilayakkan untuk menjadi anggota umat Allah karena perkawinannya dengan istri yang sudah menjadi milik Allah. Begitu juga istri yang tidak percaya dilayakkan untuk menjadi anggota umat Allah, karena perkawinannya dengan suami yang sudah menjadi milik Allah. Kalau tidak begitu, anak-anak mereka tentunya seperti anak-anak kafir, padahal anak-anak itu dianggap sebagai anggota umat Allah.

Babtisan tidak menghapus dosa, tetapi sebagai tanda permohonan hati nurani yang bersih kepada Allah (baca 1 Petrus 3:21). Sedangkan iman kita kepada Kristus itulah yang menyebabkan dosa itu diampuni. Jadi dosa asal atau apapun namanya sudah tidak ada lagi bagi orang beriman, dan bagi anak-anak orang beriman yang meninggal telah dikuduskan oleh iman orang tuanya.

Hiburkanlah teman kamu dengan berita baik ini.

Roma 2:14
Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri.

Setiap orang yang hidup menurut tuntutan hukum Allah, walaupun ia tidak menyadari karena disangkanya ia menjadi umat yang saleh dari agama tertentu, dihadapana Allah ia akan dihakimi dengan adil sesuai dengan ketaatannya.

Surga bukan milik orang Kristen apalagi hanya katolik. Itu adalah ungkapan agamawi, tetapi Surga adalah milik Allah dan siapa yang berhak masuk kedalamnya adalah ditentukan oleh Allah sendiri, bukan oleh manusia yang mengatasnamakan agama. Benar bahwa siapa yang percaya kepada Yesus, sesuai janji Allah maka ia telah menerima Surga itu tanpa memperhitungkan lagi dosa dan perbuatannya. Sehingga Surga diberikan bagaikan sebuah hadiah bengitu saja karena imannya (bukan karena mentaati sebuah perintah dan larangan). Hukum Allah tentang hal ini sudah dituliskan ribuan tahun dan banyak orang telah diselamatkan Allah lewat iman.

Tetapi hukum Taurat diturunkan bukan tanpa alasan. Pada masa lampau orang dibenarkan dihadapan Allah karena menuruti perintah dalam hukum Taurat. Namun sayangnya ternyata kemudian Taurat diselewengkan dan orang bukannya menuruti Taurat tetapi menuruti perintah-perintah manusia dan adat istiadat yang mereka kembangkan (Markus 7:7-8). Sehingga Yesus datang menyingkapkan Taurat itu, dimana kita sekarang hidup dalam jaman dimana hukum Allah telah disingkapkan dan kita tidak lagi hidup dalam perintah dan aturan manusia tetapi perintah dan hukum-hukum Allah. Galatia 5:1 berkata, "Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan." Jaman sekarang masih juga ada orang-orang yang akan mengikat kebebasan kamu dengan berbagai peraturan yang dibuat manusia dan menetapkan sebagai dosa apa bila melanggarnya. Ketahuilah didalam Kristus tidak ada dosa lagi. Jadi tetaplah anda tinggal didalam kasih karuniaNya, tinggalah didalam Kristus.

Tentang om kamu, adalah anugrah Tuhan jika Allah melihat hatinya dan memberikan kemurahan yang sepantasnya bagi dirinya dihadapan TUHAN semesta alam, penguasa dan pencipta jagat raya ini. Jangan kawatir TUHAN melihat sampai dalam hati manusia dan menghakimi dengan adil, bahkan jika ada yang mengaku Kristen, bahkan seorang misionaris kalau hatinya busuk walau bibirnya rohani, ia bukan milik Kristus dan tempatnya ada dineraka kekal.

Rangkumannya, om kamu akan dihakimi berdasarkan perbuatan-perbuatan ketaatannya akan Kebenaran yang ditaruh Allah dalam hatinya, sebagai Taurat. Sedangkan bagi kita, orang yang percaya kepada Anak Tunggal Allah, Yesus Kristus, kita tidak lagi disalahkan atau dibenarkan karena mentaati atau melanggar peraturan ini dan itu, tetapi kita dihakimi dengan iman kita. Tuhan hanya akan melihat apakah ia seorang yang benar-benar beriman (melahirkan perbuatan iman, sehingga imannya menjadi nyata) atau ia sekedar munafik rohani yang hidupnya jauh dari perbuatan iman, hanya kata-kata saja dan pandai hidup dalam peraturan buatannya sendiri.

Dear Lucinda…
semoga saya bisa menjawab kegalauan yang ada pada dirimu

  1. pertanyaan ttg anak/bayi yang meninggal akan masuk kemana?
    jawaban :
    Mat 18:3
    lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga
    1Yoh 2:12
    Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak,sebab dosamu telah diampuni oleh karena nama-Nya
    Yeh 18:20
    Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.

jadi pada intinya kalo masih Bayi anak tersebut masih belum punya dosa,sedangkan Dosa asal sudah dihapus oleh karena Tuhan Yesus Mati dikayu salib.

  1. pertanyaan ttg orang yang berbuat baik akan gimana n kemana nantinya?
    yakobus 2 :13-24
    2:13
    Sebab penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Tetapi belas kasihan akan menang atas penghakiman.

2:14
Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?

2:15
Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari,

2:16
dan seorang dari antara kamu berkata: “Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!”, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?

2:17
Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

2:18
Tetapi mungkin ada orang berkata: “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.”

2:19
Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.

2:20
Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?

2:21
Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?

2:22
Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

2:23
Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: “Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Karena itu Abraham disebut: “Sahabat Allah.”

2:24
Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.

karena harus iman dan perbuatan maka nantinya orang tersebut setelah meninggal harus menerima injil yang benar/iman yg benar ttg Tuhan Yesus…
5:27
Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.

5:28
Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,

5:29
dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.

5:30
Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku

semoga yang saya bagi berguna dan bermanfaat bagi lucinda terutama yang saya kasih penekanan
GBU