Dosa atau enggak?

Semangat pagii :slight_smile:
sebenarnya saya malu bertanya, tapi krna penasaran jadi aku tanyakan ajah yah
hmm katanya kalau makan daging dari acara orang meninggal itu namanya dosa
bener gak?
Pendeta kakak saya yang ada di batam bilang
katanya adat tradisi orang toraja yang klo meninggal harus diacarakan besar2an (klo ditoraja kan bgtu) itu namanya penyembahan berhala
emang iya yah?

Mohon dijawab
makasih sebelumnya
Jesus bless

Mat 15:11 “Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.”

Dari ayat tersebut saya dapat menyimpulkan bahwa tidak ada salahnya makan makanan penyembahan berhala, asalkan hati agan tidak menyembah berhala tersebut

Ikut menambahkan. Jangan lupa berdoa sebelum makan. Bapak saya pernah kena semacam santet akibat memakan makanan dari acara orang meninggal. Itu karena dia tidak berdoa sebelum makan.

Apakah dlm acara spt itu daging2 yg disajikan dipersembahkan dulu kpd berhala/org2 yg sdh meninggal?

mbak…

jangan mau disuruh MENCABUT AKAR BUDAYA KITA yang adiluhung…
dengan alasan yang dicari-cari pas-pas-an cukilannya di alkitab…

nanti kita jadi TIDAK BERBUDAYA alias manusia TIDAK BERADAB lho…
alias PRIMITIF… hehe…
masa mau balik ke jaman flinstones lagi??

hehe…
makanannya enak engga? kalo enak ya sikat aja…hehe…

menurutku ya kalau sesuatu yang kita makan tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain, makan saja!!! yang penting kita memahami itu sebagai berkat

Selama yang disajikan itu memang makanan manusia, dalam pengertian layak disantap, higienis, apalagi enak, santap saja. Omong kosong soal berhala dan roh rohan, memangnya mereka bisa makan makanan manusia?
Asal… jangan sampai kebanyakan ya, karena yang lain masih mau juga.

:smiley:

gw setuju bro…heheeee termasuk gue mau juga

Nah, itu saya dukung deh, he he he.

Sebagai orang Kristen, kita jangan lagi terlalu terpaku pada ini itu haram dsb, nanti kita balik lagi ke jaman para imam Yahudi, kan?

yup, sebab akhirnya kita menjadi penganut agama yang otoriter bukan agama yang membebaskan

Setuju lagi, sis

:afro:

Berdosa kalau kamu menjadi batu sandungan bagi orang beriman yang lemah imannya. Atau anda sendiri makan dan menjadi ragu apakah ini dosa atau tidak maka anda sudah berdosa pula… Jadi singkatnya, benar pendeta anda bilang itu dosa.

Sejatinya tidaklah dosa karena memakan sesuatu tetapi menjadi berdosa saat ada sesuatu dihati.

Mungkin jadi lebih bingung dengan kalimat terakhir, kalau bingung sederhananya, benar kata pendeta anda.

Lhoh, daripada bingung dosa dan ngga dosa, makan atau gak makan, mendingan makan dan tidak berdosa, bro.

:smiley:

Nyari aman ;D

Aman untuk perasaan diri sendiri, tetapi justru membuat batu sandungan bagi orang lain?
Mending makan, enak, kenyang, tidak melukai perasaan keluarga yang lain, sama sama happy dan damai.

:smiley:

Pendeta jaman sekarang suka bikin aturan yg aneh2. Bikin jemaatnya bingung aja.

Itu karena ego manusia, merasa dirinya lebih benar dari orang lain (gereja/pendeta lain), sehingga bikin aturan yang aneh aneh. Biasanya, itu karena tidak ada otoritas yang mengawasi apa yang diajarkan oleh sang pendeta.

Syalom

dan kalau pake gayanya mas cadang:

aturan yg aneh2 yang dibuat pendeta itu juga bisa sebagai sensasi, faktor waow dan juga sebagai diferensiasi… supaya jemaatnya makin bertumbuh dan berkembang… dan pendetanya pun bertumbuh… haleluya!

Naaaah, biasanya sih emang gitu

:afro:

maaf sebelumnya saya ingin bertanya, saya baca Pope Benedict Disputes Jesus’ Date of Birth | TIME.com klo ini memang bener berarti natal yg di rayakan salah donks… mohon pencerahaannya