Dosa itu ibarat, bayang-bayang sepanjang badan.

Bayang-bayang sepanjang badan,

Kemana kita pergi, disitu dia mengikuti.

Tahukah anda, bagaimana kita menghindar ??

Terhindar dari kutuk dosa adalah dengan jalan mati bersama Kristus.

GBU

Hanya ada dua cara yang bisa kita lakukan.

Syalom.

numpang nyimak brooo :happy0025:

Baru tahu kalo bayang-bayang itu berat…

emang udah pernah diukur berapa kilo bayang-bayang kita beratnya, mbah?

Trus, kalo dosa ibarat bayang-bayang, berarti manusia yang sudah diampuni dosa-dosanya ibarat ngga punya bayang-bayang lagi. Jadi vampir dunk?

[email protected] Sam…

Waduhh…jika yang anda maksudkan itu adalah seonggok bayang bayang anda sendiri…??..maka sudah tentu anda sendirilah yang menjadi sangat ahli untuk mengelolanya bukan…?? mengetahuinya dng pasti diman abayang bayang tsb sampai tidak muncul dan kelihatan…!! Aritinya anda selalu menyembunyikan diri anda dialam gelab…?? Anda selalu menghindari terang atau cahaya…??? HEHEHEHE…

Wahhh…menjadi sangat ironis dan tragis sekali bukan …?? jika bayang bayang itu anda identikkan dng dosa…??
Bearati anda senang di tempat kegelapan…ditempat dimana dosa selalu ada dan menghidupi anda…hehehehe
Sehingga TERANGNYA DUNIA yaitu TUHAN YESUS KRISTUS anda hindari…brooo…?? Woow…!!!

Salam GBU.

trus kalau kita terjebak dalam dosa dengan melanggar 10 hukum Allah tersebut, apa yang harus kita lakukan? maukah Tuhan mengampuni orang yang berkali2 jatuh ke dalam dosa?

Masa sih… ada manusia yang benar-benar bisa lepas dari dosa?

yang ada adalah: Manusia yang MERASA DIRINYA sudah SEOLAH-OLAH dilepaskan dari Dosa-nya…

sehingga: dia MERASA bahwa dirinya SEOLAH-OLAH yakin nanti bakal DIKASIH JATAH tempat di SORGA.

salam,
-saya yang tidak akan pernah tidak berdosa-

coba anda berdiri di bawah sinar matahari tepat jam 12.00 siang
bukankah bayang2 itu hilang?
bisakah dianalogikan dengan arti bahwa ketika kita berada tepat di bawah kemuliaan Tuhan yang betul2 maka dosa kita itu hilang.

just my logic, maybe correct maybe wrong.
who knows?

Ntu cuman teori, sis. Secara kondisi begitu berarti mataharinya musti tegak lurus ama kita. Sayangnya matahari belum pernah 100% tegak lurus di atas kepala kita kerna kita tinggal di kathulistiwa. Sesedikit apa pun, tetep aja ada bayang-bayang biar pada tengah hari bolong juga. Kalo ngga percaya coba aja deh suruh sodara ato temen berjemur pas tengah hari bolong terus ambil fotonya dengan sudut 45 derajat atawa lebih. Ntar kelihatan kalo di seputaran kakinya ada bayang-bayang-nya. Tanyain ama yg mainannya kamera kalo mo lebih gampang.

Lagian, sis, secara teori begitu, berarti jam 12:01 kita udah punya bayangan lagi. Pas jam 17:00 bayangan kita juga udah panjang lagi. Jadinya, kita numpuk dosa ampe dihapuskan (dari pagi ampe tengah hari bolong), tapina giliran mau koit dosa kita udah numpuk lagi? Mana bisa masuk sorga kalo gitu, sis?

Keterangan:
quote dari BJ Tan atas posting saya, saya tanggapi by PM
member lain harap maklum

Sampaikan aja Mbah … dua cara itu disini … biar bisa dikomentari !

cuma bayang2… yang bisanya mengikuti aja… masa takut sih…
coba aja berdiri di depan sinar … maka bayang2 tersebut akan bersembunyi di belakang kita… untuk itu dekat2lah dengan sinar tersebut… ^^

Manusia dengan emosi, pikiran dan kehendak yang kita warisi dari nenek moyang kita, sulit kita hindari untuk tidak berbuat dosa.
Dimana kita berada, kapan saja, selama kita masih berada didunia, berbuat dosa itu selalu bisa terjadi.

Disini, berbuat dosa, di Ilustrasikan sebagai bayang-bayang sepanjang badan, sebab bayang-bayang diri kita itu selalu mengikuti tubuh kita.
Bayang-bayang ini kadang-kadang lemah, kadang-kadang kuat dan jelas sekali.
Demikian juga dengan berbuat dosa, kadang-kadang dengan tidak kita sadari kita bersalah terhadap Tuhan, kadang-kadang dengan jelas kelihatan bahwa kita telah berbuat dosa.

Untuk menghilangkan bayang-bayang sepanjang badan, yang selalu mengikuti kita ini, ada dua cara .

Pertama: Kita masuk keruang yang gelap; tidak ada terang berarti tidak ada bayangan.
Artinya: Kita hidup tanpa Tuhan, dan kemana kita pergi setelah kita mati tidak perlu dipikirkan.
Hidup asal hidup seperti ayam dan babi, hidup satu kali harus dipuas-puaskan .
Hal ini banyak terjadi di masyarakat modern saat sekarang, maka pembunuhan, perceraian, homo, abortion, euthanasia dan segala bentuk kejahatan banyak terjadi.

Kedua : Kita menempatkan terang, yang mengalahkan semua terang didalam hati kita.
Dan terang itu adalah YESUS, yang anda sembah dan saya sembah sebagai Tuhan.
Dengan adanya terang yang berada dipusat badan kita, maka tidak ada bayang-bayang yang terjadi, dan bayang-bayang yang datangnya dari luar akan dihapuskan, karena terang Yesus mengalahkan segalanya.

Maka Yesus mengatakan, kalau hatimu disakiti, doakan mereka, jangan membalas menyakiti.
Didalam Yesus tidak ada dendam, kebencian maupun sakit hati, hidup kita betul-betul berani berserah kepadaNya, sekalipun kita harus menderita, kita percayakan hidup kita seutuhnya kepadaNya, karena Yesus sangat mencintai kita semua.

Syalom.

Amen mbah, ilustrasi dan kesimpulannya bagus sekali. Memang hanya Yesus yang bisa melepaskan kita dari perbuatan dosa.

kayak di pelem pelem horror kali yak?? bayangannya bisa ngebunuh =)
lha orang punya Tuhan yagn mahakuasa kq takut, makanya si mbah ntu kudu teuteup nempel ke Tuhan biar dilepasin dari roh ketakutan :coolsmiley:

Untuk menghilangkan bayang-bayang sepanjang badan, yang selalu mengikuti kita, dimana dan kapan saja kita berada, kita bisa mengikuti contoh, jejak hidup Francis dari Asisi.

Francis didalam doanya, dimana doa ini sekarang menjadi lagu yang terkenal diseluruh dunia.
Judul lagi ini ialah: " MAKE ME A CHANNEL OF YOUR PEACE ".

Prayer of St, Francis.

Lord, make me an instrument of your peace;
where there is hatred, let me sow love;
where there is injury, pardon;
where there is doubt, faith;
where there is despair; hope;
where there is darkness, light;
and where there is sadness, joy.

O Divine Master,
grant that I may not so much seek to be consoled as to console;
to be understood, as to understand;
to be loved, as to love;
for it is in giving that we receive,
it is in pardoning that we are pardoned,
and it is in dying that we are born to Eternal Life.
Amen.