Dosa = melanggar hukum Allah

1 Yoh 3:4 Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.

Bagi orang percaya, adakah hukum Allah ini ?

Ya bagi yang sudah dibaptis dalam kematianNya , Allah akan menaruh hukumNya ke dalam hatinya

Ibrani 10 :16

(16) sebab setelah Ia berfirman: “Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu,” Ia berfirman pula: "Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka,

Sehingga orang-orang ini bisa membedakan mana Kehendak Allah atau bukan

Roma 12 : 2

(2) Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Shalom :afro:

Ibrani 10:16 menjelaskan bahwa hukum Allah ditempatkan pada hati dan menuliskan dalam akal budi adalah kepekaan seseorang didalam melihat kebenaran dan kejahatan. Sedangkan Roma 12:2 adalah bentuk implementasi dari kepekaan tersebut.

Alkitab menyatakan bahwa hatilah pusat itu; “dari situlah (hati) terpancar kehidupan” (Ams 4:23; bd. Luk 6:45). Secara alkitabiah, hati dapat dilihat sebagai berisi seluruh pikiran, perasaan, dan kehendak seseorang

(lihat cat. → Mr 7:20-23).

[atau → Mr 7:20-23]

1) Hati adalah pusat intelek. Orang sadar (insaf) akan sesuatu di dalam hati mereka (Ul 8:5), berdoa dalam hati (1Sam 1:12-13), merenungkan dalam hati (Mazm 19:14), menyimpan firman Allah di dalam hati (Mazm 119:11), merencanakan sesuatu di dalam hati (Mazm 140:3), menyimpan kata-kata dalam hati (Ams 4:21), berpikir dalam hati (Mr 2:8), ragu dalam hati (Mr 11:23), merenungkan dalam hati (Luk 2:19), percaya dalam hati (Rom 10:9), Semua kegiatan hati ini terutama adalah hal-hal yang menyangkut pikiran.
2) Hati adalah pusat perasaan. Alkitab berbicara tentang hati yang gembira (Kel 4:14), hati yang mengasihi (Ul 6:5), hati yang takut (Yos 5:1), hati yang berani (Mazm 27:14), hati yang bertobat (Mazm 51:19), hati yang khawatir (Ams 12:25), hati yang marah (Ams 19:3), hati yang hidup kembali (Yes 57:15), hati yang menderita (Yer 4:19; Rom 9:2), hati yang senang (Yer 15:16), hati yang berduka (Rat 2:18), hati yang rendah (Mat 11:29), hati yang berkobar-kobar atau bersemangat (Luk 24:32), dan hati yang susah (Yoh 14:1). Semua kegiatan hati ini terutama bersifat emosional.
3) Akhirnya, hati adalah pusat kehendak manusia. Kita membaca dalam Alkitab mengenai hati yang keras yang menolak untuk melakukan perintah Allah (Kel 4:21), hati yang tunduk kepada Allah (Yos 24:23), hati yang berniat melakukan sesuatu (2Taw 6:7), hati yang dengan setia mencari Tuhan (1Taw 22:19), hati yang mengambil keputusan (2Taw 6:7), hati yang rindu menerima dari Tuhan (Mazm 21:2-3), hati yang terarah kepada [u][b]hukum-hukum Allah[/b][/u] (Mazm 119:36), dan hati yang ingin melakukan sesuatu (Rom 10:1). Semua kegiatan ini terjadi di dalam kehendak manusia.

Itu semua berbicara tentang self defense (pertahan diri) seseorang yang oleh Tuhan telah diberikan kepekaan dalam mengetahui kebenaran akan hukum Allah . Sedangkan hukum atauran Allah adalah berada diluar diri seseorang itu. Contoh, seseorang yang peka (hati-hati) didalam berlalu lintas, dia akan selalu waspada terhadap kondisi lalulintas dan terutama terhadap rambu-rambu lalu lintas yang ada, maka dia kemungkinan besar selamat didalam berkendaraan. Demikian yang dimaksud "menaruh hukum-Ku didalam hati" itu…

Jadi hukum (aturan) Allah itu apakah ada bagi orang2 yang percaya (Kristen)??

Roma 3 :9-10

(9) Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!

(10) Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

Kalo ayat di atas ga ngerti juga , saya malas melanjutkannya

Saya curiga sodara bukan Kristen , jadi silahkan sodara post di board seharusnya (non Kristen )

Yang dikatakan Paulus di Roma 3:9-10 itu kan dasarnya dari pengajaran Yesus sbb. :

Matius
22:36 “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”
22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

versi BIS “Seluruh hukum agama yang diberikan oleh Musa dan ajaran para nabi berdasar pada kedua perintah itu.” artinya kedua hukum kasih itu menjiwai seluruh hukum taurat dan kita para nabi, bukan hukum taurat dihapus lantas menjadi hukum kasih, pemahaman itu salah…

Kasih atau cinta disertai dengan segenap jiwa dan akal budi. itu telah hilang dari jiwa orang2 farisi dan ahli taurat, mereka munafiq (matius 6:5) maka dari itu Yesus memerintahkan : “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya”. (Mat.23:2-3)
Yesus memerintahkan kepada para murid untuk menuruti dan melakukan segala sesuatu yang diajarkan mereka tentang hukum taurat, tapi Yesus melarang mengikuti perbuatan (kelakuan) orang2 farisi dan ahli taurat yang munafik itu.

Jadi hukum Allah(hukum taurat) itu mestinya masih diamalkan dan diajarkan oleh umat yang percaya kepada Yesus. sebagaimana Yesus memerintahkan : “Siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga”.(Mat.5:19) Begitu bro…

Kok saudara lucu banget sih ? Kapan saya bilang hukum taurat dihapus seperti persepsimu ?

Hukum taurat termasuk kedalam hukum kasih

roma 3 :9

(9) Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!

LU PAHAMIN AYAT DIATAS BAIK-BAIK , JANGAN MUTER-MUTER GA JELAS

Maaf bro saya tidak muter-muter, justru menjelaskan ke bro tentang pendapat Paulus di Roma 3:9-10 itu.

Perhatikan yang dikatakan Paulus di Roima 3:9 itu, dikatakan “sudah tersimpul” artinya sudah diringkas atau diperas menjadi kedua hukum kasih tsb. artinya hukum taurat sudah dibatalkan (dihapus) menjadi hukum kasih. Sebagaimana Paulus menegaskan di efesus 2:15 bahwa sejak meninggalnya Yesus maka hukum taurat telah dibatalkan. Jadi sudah nggak ada hukum Allah semenjak kematian Yesus, negitu bro…!

Memang sudha batal kok

Manusia menerima Roh bukan karena melakukan hukum taurat , tetapi karena kasih karunia Allah

Galatia 3 :2

3:2 Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?

Gini ya bro intinya

"Kalo elu sudah berada di bawha hukum kasih(menerima Roh ) , sudah pasti elu melakukan hukum taurat . Sebab hukum taurat merupakan bagian dari hukum kasih "

Kalo yang diatas ga paham juga , bye2

Pengakuan bro “memang sudah batal kok”, itulah sebagai bukti kalau bro Heretics sudah tidak punya hukum Allah atau aturan Allah, baik yg tertulis atau vebal. Ibarat orang berkendaraan dijalan raya, dijalan raya sudah tidak ada rambu-rambu lalu lintas, tidak ada petunjuk arah dsb. bisa mbayangkan bagaimana semrawutnya jalan raya tsb. walau anda punya rasa disiplin dan hati-hati (analogi hukum Allah dalam hati).

Kesimpulnnya :

  • hukum Allah ditaruh dalam hati = jiwa peka, disiplin, hati-hati —>dalam diri manusia
  • hukum Allah = sebagai aturan Allah (yg tertulis atau verbal) -----> diluar diri manusia.

Kalau dikatakan bahwa dosa adalah melanggar hukum Allah (1 Yoh 3:4) artinya mausia melanggar aturan Alah yang ada diluar dirinya. Nah, adakah hukum Allah (yg diluar dari diri manusia dalam bentuk aturan2) bagi orang yang percaya (kekristenan) ? Kalau itu tidal ada, maka bagaimana bisa disebut melakukan dosa ?

Matius 22
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Matius 22
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

GBU