Dosa yang tak Terampuni

Salam damai sejahtera di dalam Tuhan kita Yesus Kristus.

Saya tidak tahu apakah Topik ini sudah berada di Thread yang benar, namun mohon kepada Mod sekiranya dapat meletakkan / memindahkan topik ini di tempat yang seharusnya.

Saya seorang kristen yang bisa dikatakan, Dapat anugrah sejak lahir alias kristen sejak lahir. Ke Kristenan saya tidak memihak ke pada salah satu bidang Theologia yang banyak kita jumpai. Bisa dikatakan pemahaman saya atas Ilmu ke Kristenan masih sangat rendah, dan mungkin bagi segolongan Kristen scholar mengatakan saya Kristen salah arah atau linglung. Para netter FK mengatakan saya kristen kopas.

Baiklah…

Awalnya, semua yang menjadi bahan share saya kepada teman2 di forum ini adalah, berlatar belakangkan kejadian yang saya alami beberapa waktu lalu.

Saya mempunyai teman kecil yang kita tumbuh bersama sejak SMP. Setelah beberapa puluh tahun, kami ber dua akhirnya berkeluarga/menikah dan mempunyai anak. Kita berdua tinggal di daerah yang sama dan bisa dikatakan bertetangga. Yang saya kagumi dari Beliau adalah dia selalu berusaha untuk hidup dalam iman yang bertumbuh. Hal ini dibuktikan dari kata kata yang dia sering ucapkan selalu mengarah kepada penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah. Dalam pesan2 singkat/sms juga demikian, kata2 “Tuhan yesus memberkati” dan sejenisnya selalu saja di tampilkan. Begitu juga dengan Sosial networknya, update status yang ditulis hampir semua kata2 bijak rohani.

Beliau bekerja di suatu pedalaman di salah satu pulau terbesar di indonesia. Secara materi penghasilannya sangatlah besar. Saya sering diskusi dengan beliau, kenapa bekerja begitu jauh dari keluarga dan tempatnya pun terpencil. Dia mengatakan tuntutan akan anak sangatlah besar (beliau mempunyai seorang anak). Dia mengatakan bahwa dia harus mempersiapkan tabungan setidaknya Rp 600jt untuk bekal anaknya kuliah kelak.

Lalu saya pun menanggapi, “kan kita dipelihara oleh Bapa di Sorga, kenapa kita harus ragu…”. beliau pun menanggapi bahwa kita tidak bisa mengharapkan hanya dengan iman saja, namun dengan bekerja. Itulah hal yang saya ingat pernah kami diskusikan yang saya pikir benar juga, dan kenapa saya sampai saat ini tenang2 saja tidak memikirkan ke dua anak saya. Jika mengikuti polanya nya teman saya itu, maka saya harus mengumpulkan tabungan setidaknya 1.2 M rupiah. Saya jadi kelimpungan sendiri.

Singkat cerita teman saya tersebut meninggal dalam kerja. Informasi yang didapat sangat tidak akurat dan berjenis – jenis, ada yang bilang beliau terkena penyakit jantung karna meninggalnya pun mendadak, paru2 karna beberapa hari sebelum meninggal dia mengeluh pada pernafasan dll.
Tibalah saya pada pembacaan Alkitab, Kis 5:1-11 tentang Ananias.

Kisah 5:1-11
5:1 Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.
5:2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
5:3 Tetapi Petrus berkata: “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.”
5:5 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.
5:6 Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya.
5:7 Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.
5:8 Kata Petrus kepadanya: “Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?” Jawab perempuan itu: “Betul sekian.”
5:9 Kata Petrus: “Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar.”
5:10 Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya.
5:11 Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.

Jika saya mencoba memahami kisah Ananias ini, saya menyimpulkan bahwa pemberontakan kita terhadap Roh Kudus atau mencobai Roh Kudus itu sendiri, Adalah suatu Kesalahan yang sangat Fatal. Jika saya coba dengan mencocokkan kisah teman saya diatas, dengan penghasilan yang begitu besar pasti ada saat saat tertentu dimana dia mencobai Roh Kudus.

Jika ada kiranya teman2 yang mau memberikan masukan/pengertian atas kisah tersebut, saya dengan senang hati untuk pembelajaran kita bersama.

Blessing

Saya mau tanya bro, teman anda itu mencobai Tuhan di bagian yang mana? Dia cum bekerja untuk cari uang? Sedang ananias itu menipu Tuhan, padahal dia tu itu salah, menjual tanah dengan harga yang berbeda dengan yang diberikannya, padahal waktu itu dia mengtakan bahwa tanahnya telah laku dengan harga demikian.

Artinya ananias dan istrinya jual tanah 20 juta tapi cuma mngakui jual 10 juta dan mereka mengakui yang 10 juta itu adalah semuanya. Begitu brooo…

Bisa berikan contohnya?

Tidak ada kesamaan sama sekali antara kisah di atas dgn kisah Ananias & Safira,
kecuali kalau di cocok2an utk menghakimi karena anda memang tdk senang dgn teman tsb
GBU

Salam,

Kisah yang saya utarakan sebenarnya usaha saya dalam mencocok – cocokkan saja dengan Kisah Ananias dalam Alkitab tersebut. Saya pribadi tidak mengharapkan hal yang menimpa teman saya itu sama dengan hal yang tertera di kisah Ananias.

Karna saya menulis bahwa saya coba dengan mencocokkan kisah teman saya diatas, dengan penghasilan yang begitu besar pasti ada saat saat tertentu dimana dia mencobai ROH KUDUS.
Saya harap dapat menjawab saudara Rennati dan pa_ul sekaligus.

Main Log :

Banyak pandangan dari Theolog Kristen mengenai Dosa, ada yang menyatakan Dosa bukan bagian dari Allah, namun ada juga sebahagian yang menyatakan bahwa Dosa merupakan ketetapan Allah sendiri, artinya Dosa telah masuk dalam program Nya.

Namun jika melihat Ke maha Kudusan Allah, maka hal ini bertentangan dengan opini yang menyatakan bahwa dosa adalah bahagian dari rencana Allah.

Ada 2 Opsi disini yang saya ingin bawakan yang berhubungan dengan dosa :

  • Apakah Allah telah menentukan (berperan dalam pembentukan ) terjadinya dosa itu
  • Atau Allah berada diluar (ada kuasa lain yang lebih dominan) dari pembentukan terjadinya dosa.

Opini atau pendapat yang saya inginkan adalah pendapat yang bersifat opini saja dahulu, atas pembelajaran iman kita selama ini. Saya saat ini belum berkeinginan untuk masuk lebih dalam (melampirkan bukti2 alkitab) dalam ber diskusi. Karna sedari awal saya menyatakan bahwa saya termasuk Kristen linglung.

Hubungannya dengan history teman saya dan Ananias akan ketemu jika kita masuk ke pembelajaran terhadap Opsi – opsi yang saya bawakan.

Blessing

Tampaknya memang ada spt yg anda katakan sendiri (yg merah) :slight_smile:

jangan menghakimi, setiap orang mempunyai kesulitan dan perjuangannya sendiri… :wink:

Idem…

Kematian itu bukan celaka atau mengerikan bagi umat Allah sebab mereka dipanggil untuk meneria bagiannya dari Kristus dan untuk hidup bersama Kristus didalam kekekalan.

Waktu manusia tidak ada yang tahu, hanya Tuhan yang tahu dan jika waktu kita habis, maka saat itu adalah waktu yang terbaik bagi dia untuk tetap hidup didunia yang kotor dan gelap ini.

Ingat didunia ini kita hanya sementara dan tidak ada yang baik didalam dunia ini. Jika anda melihat kematian orang beriman sebagai kemalangan maka anda harus menyelidiki hati anda sendiri adakah iman dalam diri anda.

Semua orang beriman yang mencintai Yesus berbahagia menanti saatnya dipanggil oleh Kristus masuk dalam kebahagiaan kekal. Kita semua menantikan saat yang sama atau anda berusaha mengihindari saat itu dan memeluk erat dunia ini untuk tetap tinggal didalam dunia yang jahat ini?

Salam,

Mungkin ada salah pengertian dari teman teman disini, dimana fokus yang di bahas teman – teman kebanyakan menjurus ke story yang saya bawakan di awal topik. Jujur bahwa story tersebut bukanlah main log yang sebenarnya. Namun hanya sebagai cerita pendukung dari topik. Begitu juga dengan rujukan contoh yang saya ambil tentang Ananias.

Yang saya coba tekankan dan sesuai Judul topik ialah, Apakah ada Dosa yang bersifat tidak terampuni itu sendiri. Jikalau pun ada, maka bagaimana cara kita membedakan dosa yang tidak terampuni dengan dosa yang terampuni.

Jika jawabnya tidak ada, maka hal itu tidaklah mungkin, karna akan bertentangan dengan cerita Ananias dan mungkin juga Cerita Adam dan Hawa (jika saya masukkan sebagai salah satu contoh).

Saya berharap pendapatnya berdasarkan pengetahuan kita saja dulu, yang tidak Alkitabiah juga tidak masalah, yang Alkitabiah dengan menggunakan ayat2 Alkitab sebagai pendukung juga go ahead. Karna awal diskusi ini hanya untuk menentukan “ada” atau “tidak ada” nya dosa yang tidak terampuni itu sendiri.

Jika ada para senior FK yang ingin bergabung dalam diskusi, juga akan lebih memeriahkan pembelajaran. Dan juga tidak menutup kesempatan bagi para pembaca Kristiani yang kebetulan lewat namun mempunyai pengetahuan lebih akan hal ini, monggo silahken :D. Ini thread tidak terbatas, Dan kita percaya bahwa kita semua berkeinginan untuk belajar dan mengetuk pintu.

Bagi yang kebetulan netter yang tidak seiman (di luar Kristen), saya mohon maaf karna tidak mengundang di thread ini, jika ada yang ingin di diskusikan dengan saya pribadi, bisa PM saya direct dan with thanks to Mod karna telah menyediakan tempat yang cukup special untuk itu :).

Saudara Krispus berkata :

Ingat didunia ini kita hanya sementara dan tidak ada yang baik didalam dunia ini.

Tidak ada yang baik berarti semua manusia berbuat dosa bukan…? Nah apakah ada dosa yang diperbuat manusia itu yang termasuk dalam dosa yang tidak ter ampuni…? atau kah tidak ada.

jangan menghakimi, setiap orang mempunyai kesulitan dan perjuangannya sendiri.... :wink:

Dikarnakan saya adalah seorang yang linglung maka terlihat seolah olah menghakimi. Namun pada dasarnya saya tidak bertujuan untuk menghakimi disini, pure Murni untuk belajar. Agar teman - teman bisa lebih percaya diri dalam berdiskusi, maka saya memfatwakan bahwa setulus hati saya tidak mengharapkan kematian teman saya tersebut dari hal - hal yang bersifat negative, dengan harapan diskusi bisa terlepas dari rasa curiga terhadap sesama, dan tentu diskusi tidak cenderung ke cerita teman saya tersebut.

Blessing

saya rasa, maaf bro… tidak ada kesamaan cerita teman anda dengan isi ayat Alkitab Kis 5 tersebut…

kalau sama mungkin andalah orang kudusnya… sehingga teman anda berlalu begitu??

kanker adalah pembunuh… dan juga penyakit yang lainnya… saya rasa itu lumrah…

salam…

ada dosa yang tidak terampuni… sperti yang tertulis di Alkitab… di dunia tidak diampuni, di dunia yang datang kelak juga tidak…

juga merujuk kepada berlalu nya ananias dan istrinya…

sperti ayat berikut…

Mat 12:32
Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak.

Salam Saudara dude

Awalnya saya hanya minta seputar pendapat pribadi saja, namun jika saudara dude ingin berpendapat yang sesuai dengan Alkitab Go ahead.

baiklah, saya akan komentari pada kalimat yang saya garis bawahi di atas.

Nyatanya premis awal kita sama, bahwa dosa yang tidak terampuni itu ada. Dalam tanggapan saudara dude juga terlihat bahwa saudara dude juga menekankan Dosa yang tidak terampuni bukan saja di dunia saat ini, bahkan didunia yang akan datang juga. Namun saya tidak berkeinginan untuk menganggapi hai ini, agar diskusi bisa berjalan searah dengan perlahan namun pasti.

Sambil menunggu respon dari teman2 yang mungkin tidak sependapat, saya akan menambahkan draft diskusi kita setahap kedepan.

Atas dasar premis kita bersama bahwa ternyata ada dosa yang tidak terampuni ini, apakah dengan sendirinya akan menggugurkan pendapat kita bahwa Allah itu maha Kasih. Ingat, Maha kasihnya Allah ini tidak terbatas, dimensinya mutlak dalam segala hal termasuk untuk pemberian Ampun sekalipun.

Begitu kita dihadapkan dengan premis “Ada dosa yang tidak terampuni” diwaktu yang sama juga kita akan dihadapkan dengan Logika Allah sebagai “Maha kasih”.

Saya percaya kita akan berjalan maju ketahap argumen yang Alkitabiah, terutama tentang Ayat yang saudara Dedu ajukan maupun ayat - ayat pendukung lainnya. Namun saya tidak ingin jalannya diskusi jadi bercabang. Artinya pendapat awal kita tentang “Adanya dosa yang tidak terampuni itu.?” bisa di logika kan secara awam atau sederhana.

Blessing

kita tidak dibenarkan berpendapat scara pribadi…
pendapat pribadi… cenderung malah ke ego an…

Allah tau… dalam hati manusia… untuk itu Allah memberikan Standard yang harus manusia jalankan yang berkenan bagi Allah…

sma halnya dengan Bangsa Israel… bangsa yang di pilih…
namun Allah berkata:

Im 22:32
Janganlah melanggar kekudusan nama-Ku yang kudus, supaya Aku dikuduskan di tengah-tengah orang Israel, sebab Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu,

Im 20:26
Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku.

kamu telah dipisahkan dari bangsa bangsa lain, supaya kamu menjadi Milik Allah…

betul sekali Allah maha Kasih…

namun Allah tidak kompromi dengan namanya dosa…

perihal adam yang melanggar perintah Allah dan memakan buah di tengah taman itu…

pada hari itu hukumannya harus mati…

Note: mati dari kondisi manusia yang satu ke kondisi yang lain… sehinnga mereka tau mereka telanjang…

Allah maha kasih perlu di tekankan : melalui ayat sperti berikut…

Mat 5 :39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

5:40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. 5:41 Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.

5:42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.

5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

Allah itu adalah Allah yang pencemburu… yang lekas menghukum siapa yang pantas mendapat upah hukuman…

namun melalui Yesus…

manusia yang didunia ini masih punya kesempatan untuk kembali menjadi milik Allah yang kudus…

disanalah letak ke MAHA KASIH_an ALlah…

Something has gone wrong. This error has been logged and we’re looking into it. :smiley:

mksdnya?

Tidak ada yang termasuk dalam dosa yang tidak terampuni, semua dosa dapat diampuni Allah.

Matius 12:32 bukan menuliskan tentang “adanya” dosa yang yang tak dapat di ampuni, tetapi tentang menentang atau menolak karya Roh Kudus dalam hidupnya. Setiap orang yang menolak pekerjaan Roh Allah dalam hidupnya harus menanggung dosanya sendiri. Melawan Roh Kudus artinya menolak AnugrahNya yang menjadikan kita kudus dan berlayak di hadapan Allah, bukan karena perbuatan kita tetapi karena kita mau menerima Anugrah.

1 Korintus 12:3
Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus.

Bagaimana dosanya bisa diampuni jika ia tidak menerima Yesus sebagai Tuhan dalam hidupnya. Bagaimana pula ia dapat mengaku Yesus adalah Tuhan jika ia menentang karya Roh Kudus dalam hidupnya?

Demikian yang dimaksud Yesus, karena darahNya terlalu berharga untuk dikatakan “ada yang tidak dapat ditebusNya”

Salam saudara dude

Di forum ini, kita hanya berdiskusi dan bertukar pendapat. dan saya yakin disisi saya sendiri tidak ada niatan atau bertolak belakang dengan ke Kudusan Allah. Karna bagi saya bertanya adalah nilai penting dalam iman kristen, jika dengan bertanya kita dianggap melanggar ke Kudusan itu lantas mengapa Yesus membiarkan para murid2 Nya untuk bertanya kepada Nya.

Anggap saja kita dalam topik ini ibarat anak balita yang sedang ngobrol tentang “makanan”. Dalam obrolan itu Saya katakan bahwa “makan coklat enak gak ya”, saudara dude katakan “makan kejulah yang enak” ada teman2 lain juga ikut bicara “makan kue buatan mamaku dong yang enak”. Semua ada ego masing – masing, namun saya yakin ego tersebut adalah sesuatu hal yang biasa dan membangun, tentu saja tidak bertujuan untuk mencemari ke kudusan kita. Kita tidak dalam rangka menyangkal Roh Allah.

Saudara dude menulis

betul sekali Allah maha Kasih.. namun Allah tidak kompromi dengan namanya dosa.. perihal adam yang melanggar perintah Allah dan memakan buah di tengah taman itu..

pada hari itu hukumannya harus mati…


Pendapat awal kita berdua sepakat bahwa Dosa yang tidak terampuni itu ada, bahkan saudara dude juga menekankan bahwa Dosa yang tidak terampuni itu bukan saja di dunia saat ini, bahkan didunia yang akan datang juga. Artinya tidak ada ampunan bagi dosa tersebut kapanpun dan dimanapun.

Namun hal ini menjadi lebih tidak kita mengerti lagi saat saudara dude memberikan ayat Mat 5:45.

Mat 5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

Bukankah di ayat tersebut justru membuktikan bahwa kasih Allah lah yang mengampuni orang jahat (dosa) secara umum, yang tanpa melihat bentuk dosa itu sekalipun.

Di pandangan lain.

Allah tidak ber kompromi dalam dosa (apapun status dosa itu), namun mengapa Allah menerbitkan matahari bagi orang yang berdosa (apapun status dosanya), tentu hal ini membuat kita balik bertanya, Apakah dosa yang tidak terampuni itu ada atau tidak ada…?

ada hal lain yang kita berdua lewatkan disini sehingga menjadi polemiknya sendiri.

Saudara dude, diskusi awal ini hanya merupakan topik pembuka ke tahapan pokok diskusi selanjutnya. Namun sebelum kita beranjak untuk a step ahead. Kiranya pengertian akan ada tidaknya dosa yang terampuni itu harus jelas.

Blessing

Salam

kabar baik untuk kita saudara dude :D, yang di nyatakan oleh saudara Krispus diatas merupakan pandangan lain yang berlawanan dan tentu bisa kita gunakan bersama dalam pembelajaran.

Saya akan mengomentari pada kalimat2 yang saya garis bawahi saja.

Blessing

perlu ditekankan : Yesus datang bagi siapa saja yang menerima Dia sebagai Juruselamat yang kudus dari Allah…dan tanpa terkecuali siapa pun akan diselamatkan bagi yang berkenan dalam Kristus…

amanah Yesus: hujat yang engkau sebutkan untuk menghujat Kristus… akan dimaafkan… namun HUJAT TERHADAP ROH KUDUS TIDAK AKAN DIMAAFKAN…
konsekuensinya: di dunia ini tidak dan didunia yang akan datang juga tidak…

Yesus datang untuk mengampuni dosa semua manusia bagi yang berkenan bagi Dia…

dan itu telah terjadi…

bahkan hujat terhadap Kristuspun telah terjadi…

Karena jika ada roh roh jahat yang hendak ingin menghujatnya lagi… tentu harus dalam kondisi Yesus (Tuhan kita) berada dalam kondisi dalam tubuh manusia…

yang tertinggal adalah ROH ALLAH , Roh yang maha kudus yaitu ROh kudus, yang datang dari Bapa…

itu tidak akan diampuni bila menghujatnya…

kenal kah tiap2 pribadi Roh Allah itu??

adakah yang telah bertemu ORANG KUDUS??

atau : malah sabda Yesus: “jika Ia datang untuk kedua kalinya kedunia ini, apakah ada yang mempunyai iman??”

jika ada yang telah bertemu orang kudus, hujatlah ROH KUDUS melalui dia (orang kudus tersebut) karena tentu anda belum mengenal sebenarnya ROH KUDUS itu…

saya rasa cerita dan alur cerita yang terjadi pada Ananias dibawah ini akan benar2 terbukti…

Kisah 5:1-11
5:1 Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.
5:2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
5:3 Tetapi Petrus berkata: “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai ROH KUDUS dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.”
5:5 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.
5:6 Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya.
5:7 Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.
5:8 Kata Petrus kepadanya: “Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?” Jawab perempuan itu: “Betul sekian.”
5:9 Kata Petrus: “Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar.”
5:10 Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya.
5:11 Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.

atau ayat ini diatas hanya sebagai pelengkap saja?? maklum manusia khan suka dengan pelengkap2 agar kelihatan indah…

walau sebenarnya itu punya arti YANG SEBENARNYA…

begitukah yang terjadi??

atau Yesus itu hanya dongeng isapan jempol belaka??

bahwa Rasul Paulus hanya mengimani dongeng YEsus belaka??

atau malah sebenarnya itu telah terjadi dan BENAR BENAR TERJADI…???

Tidak ada dosa yang tak dihapuskan DARAH YESUS… itu padanan yang tepat…

perlu naik lagi pengenalan nya yang lengkap dan apa adanya…

HINGGA MENJADI BENAR2 ORANG YANG KUDUS…

setelah benar2 sperti menjadi ORANG KUDUS…

JANGAN COBA2 UNTUK MENIPU HAL YANG KUDUS PADA ORANG KUDUS TERSEBUT…

setan pun takut terhadap Yesus saat Yesus mengusir orang yang kerasukan??

kerusakan apa sih yang bisa dilakukan setan?? (roh jahat)

yang telah terjadi… yaitu: “telah membunuh ADAM DAN HAWA DAN KETURUNANNYA” hingga harus ditebus KRistus… agar layak menjadi MILIK ALLAH YANG KUDUS…

ALLAH ADALAH ROH… DAN DIA HARUS DISEMBAH DALAM ROH DAN KEBENARAN…

salam…

salam juga brother…

ternyata anda tidak punya bahan yah?? hingga memang menunggu stuck dulu…

betul yang dikatakan saudara Krispus…

tidak ada dosa yang tidak dapat diampuni oleh darah Kristus… tak satupun tidak…

jika mau diampuni Kristus… tentu kita telah Hormat, dan kasih terhadap KRistus…

tidak ada kuasa kita untuk menghujatNya dalam roh… sebab hormat dan kasih itu telah menutupi pemberontakan yang hendak dilakukan oleh ROh2 jahat yang hendak ingin lagi dan lagi menggoda manusia…

saya tidak ingin sperti anda…

berani mengklasifikasikan… dan mengkotak2an seperti kebiasaaan di dunia… sehingga bisa dikenali scara dunia juga…

bahwa menghujat ROH KUDUS TIDAK AKAN DIAMPUNI…

salam…

Kalau ROH KUDUS sampai bisa dilawan manusia, jelasnya ia bukan seorang yang berseru Yesus adalah Tuhan dan tidak perlu dijabarkan lagi, tanpa menerima Yesus sebagai Tuhan, dosanya tidak akan diampuni, di dunia ini maupun dunia akan datang.

Tetapi jika ia menerima ROH KUDUS, ia tidak akan menentang baik Yesus maupun Roh Allah.

Pertanyaannya adalah seperti apa menentang Roh Allah? Menentang Anak Manusia itu jelas, sebab Yesus itu manusia yang wujutnya dilihat dan diraba. Tetapi ROH KUDUS? Ia tidak dapat dilihat dan diraba, tidak berdarah daging.

Menentang Roh Allah adalah menolak karya Roh Allah didalam hidup kita, menentang ROH KUDUS bekerja melembutkan hati kita untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Itu perbuatan yang disebut κατά [KATA/] {katá} \kat-ah’\ yang diterjemahkan against atau menentang, berbeda dengan memaki atau mengumpat.