dosakah kalau iman kita seperti thomas?

permisi sy ingin brtnya dosakah kalau saya trmksd orng yg gk bgitu prcaya akn sesuatu(anggap dsni konteks ny kesembuhan) jika tdk melihat lsng…
mis: sy prcaya Tuhan sanggup melakukan apapun… tp kalau sy sakit dn d doakan gt, dn sy tdk sembuh orng ny mengatakan bhwa iman sy belum sampai k tahap menerima(hny sekedar prcaya)… dn d blng sy orng yg skeptic…
mhon maaf krn keterbatasan kosakata dn jeleknya penyampaian sy…

Walau saya pun memiliki sifat seperti itu, saya bisa katakan, bahwa dalam beriman sepertinya kurang baik. Karena iman itu harus total.

Saya kisahkan suatu cerita ringan, yang entah terjadi betul entah tidak.

Ada seorang pendaki gunung yang tersesat. Sehingga ketika langit mulai gelap, dia mulai ketakutan, karena seorang diri di tengah pegunungan yang belum dikenalnya. Celakanya, ia terperosok ke jurang, walau bisa berpegangan pada ranting pohon dan tidak jatuh, ia tidak bisa naik ke atas tebing lagi. Satu satunya cara adalah turun ke dasar jurang.

Untunglah ia masih punya tali sebagai perlengkapannya. Diikatnya kuat kuat tali itu pada pokok pohon, dan ia mulai merambat turun. Tidak tampak apapun, akrena gelap total. Perlahan lahan ia turun, sambil terus berdoa, mohon tangan Tuhan bekerja, menyelamatkannya dari maut.

Parahnya, ketika sudah sampai di ujung tali, ternyata kakinya belum menjejak tanah, ia panik, tenaganya sudah tidak mampu lagi untuk merambat ke atas, untuk turun terus talinya sudah habis. Ia menangis, dan semakin keras berdoa.

Tiba tiba, terdengar suara, entah halusinasi entah nyata, ‘Lepaskan, lepaskan tali itu’, Bulu tengkuknya meremang, karena ketakutan, pegangan kepada talinya semakin erat. Berjam jam ia berpegang erat erat pada talinya, satu satunya penyambung nyawanya. Kesadarannya mulai hilang timbul, antara tidur dan sadar, jari jari tangannya sudah terasa kaku karena mencengkeram tali penyambung nyawanya.

Akhirnya, cahaya pagi mulai muncul, semakin lama semakin terang, dan si pendaki gunung itu melongok ke dasar jurang, yang jaraknya tersisa 30 centimeter lagi dari kakinya.

Mudah mudahan menangkap apa makna kisah itu ya bro,

Syalom

Apa yang orang katakan oleh anda, belajarlah untuk mengucap syukur bagaimana seharusnya sikap kita ketika kita di rendahkan oleh orang…Belajar untuk mengucap syukur lebih baik, karena hal itu akan membuat kita menjadi semakin kuat dalam menghadapi ujian (1Tes. 5:18)…kritikan adalah ujian guru praktik bagi iman kita. Iman tanpa unjian, sama halnya dengan belajar memasak tanpa praktik memasak. Sepintar apapun seseorang dalam teori memasak, dia tidak akan menjadi juru masak sebelum mempraktik semua ilmu yang dimiliki…Oleh karena mempraktik semua karunia Tuhan yang telah berikan hal yang baik walaupun doa-doa belum dijawab oleh Tuhan, lakukanlah tanpa ragu-ragu tanpa kekhawatiran baca dalam (Matius 8:26).

sesungguhnya
Kalau anda di doakan orang dan tidak sembuh, maka ORANG Tersebutlah (yang mendoakan anda ) yang tidak beriman dan tidak punya KUASA dan juga Tidak PERCAYA dan BUKAN ANDA (si-pasiaen)

Anda perlu punya iman kalau mau menyembuhkan diri-sendiri (self healing)

Dari situ jelaslah bahwa Yang perlu PERCAYA dan PUNYA iman ADALAH Si -Penyembuh dan bukan SiPASIEN walaupun kesembuhan itu sendiri ber asal dari Tuhan.

Tapi kalau kita baca Alkitab, saat Jesus menyembuhkan seseorang, Dia berkata ’ imanmu telah menyelamatkan engkau’. Berarti iman orang yang disembuhkan itu sangat berpengaruh terhadap kesembuhannya kan oom?

Syalom

ada sebuah ulasan yang singkat dan bagus mengenai iman:

Iman bukan percaya sepihak dari manusia.
percaya sepihak dari manusia dapat disebut anggapan, bukan iman.

tetapi Iman berdasarkan janji ALLAH.
karena jika tanpa janji Allah, maka itu hanya anggapan.

Anda percaya Allah maha sanggup? ya
Jika anda terbang dengan pesawat. lalu ada orang menantang anda “APakah Allah maha sanggup menolong anda?” jawabnya “ya” , “coba sekarang terjun dari pesawat ini (tanpa parasut tentu)” dan anda terjun.

dan anda mati.

apanya yang salah? apakah iman anda mengenai “Allah maha sanggup adalah iman yang salah?”

tidak, yang salah adalah meskipun kepercayaan atas hal tersebut pada dirinya sendiri benar (Allah memang maha sanggup menolong), tetapi dalam hal terjun dari pesawat itu, Allah tidak memberi janji kepada anda untuk terjun seenak sesuka hati anda.

Iman adalah percaya kepada Janji Allah.


dalam hal kesembuhan, orang Kristen memiliki janji Allah bahwa Tuhan peduli akan pergumulan manusia oleh karena itu kepercayaan untuk sembuh dengan mujizat bukan suatu anggapan atau angan angan. Allah brjanji memberi kebaikan kepada mereka yang meminta.

Thomas menginginkan bukti kebangkitan Tuhan YESUS, dan Tuhan YESUS memberi hal itu, tetapi pada akhirnya hal itu menjadi kesadaran bagi Thomas bahwa ia kurang berserah, dan ia takluk sepenuhnya pada akhirnya.

keraguan Thomas bukan sebuah dosa yang dimarahi Tuhan. jika skeptis Thomas itu tulus, dan Tuhan berkenan maka yang terjadi justru TUhan mengarahkan dia kepada pengetahuan akan Dia.

banyak kisah orang intelektual yang mencari kebenaran dengan tulus meski skeptis dan Tuhan membuka pintu pengetahuan kepadanya.

Jenis yang seperti itu termasuk yang SELF HEALING, artinya Dia merangkap sebagai si Penyembuh dan Si pasien
walaupun kesebuhannya itu (pasti) dari Tuhan Yesus

Tuhan Yesus memberkati
Han

Bukankah semua orang yang memohon kesembuhan kepada Jesus saat itu memperoleh kesembuhan? Mulai dari yang buta, tuli, lumpun, kusta, pendarahan, kerasukan, semua mendapatkan kesembuhan karena memiliki iman. Bahkan hamba seorang pembesar romawi sembuh karena iman sang pembesar romawi kepada Jesus, saat berkata ‘Tuhan tidak perlu datang kepada saya, tetapi bersabdalah saja, maka hambaku akan sembuh’, dalam hal ini jelas si hamba tidak berhubungan sedikitpun dengan Jesus.

Syalom

Bro mostwanted2,
Iman yg dikehendaki oleh Tuhan adalah iman yg walaupun, spt yg dituliskan dlm:
Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Jadi Kalau melihat dulu baru percaya, itu namanya bukan iman.
Kita lebih gampang percaya kpd org daripada percaya kpd Tuhan, contoh misal seorg teman mau memberi sesuatu maka percaya, tapi kalau minta sesuatu kpd Tuhan tidak percaya kalau belum ada buktinya, gitu kan?
Kalau kpd Tuhan anda baru percaya kalau sdh ada buktinya maka itu sama saja menganggap Tuhan sbg suruhan anda, memposisikan Tuhan spt itu tentu saja dosa.

Tuhan Yesus katakan kpd Tomas : Yohanes 20:29 Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
Tuhan Yesus katakan di ayat itu “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya”, itu artinya berbahagialah org yg memiliki iman, dan kalau gak percaya kalau blm melihat berarti meragukan Tuhan > itu dosa.
GBU

Tidak selalu didoakan dengan iman sembuh, itu tergantung kehendak Tuhan.

Kesembuhan yang ini bukanlah yang SELF HEALING , karena si PASIEN tidak merangkap sebagai SI PENYEMBUH (si penyembuh adalah perwira yang punya iman ) dan si pasien adalah hamba si perwira

Contoh yang SELF HEALING adalah PEREMPUAN YANG PENDARAHAN yang menyentuh jubah yesus
dia adalah Si-Pasien dan Merangkap Juga Sebagai Si _Penyembuhl

Jadi pada prinsipnya yang harus punya Iman adalah si penyembuh,kalau Si- Penyembuh merangkap sebagai si pasian maka terjadilah self healing (penyembuhan diri sendiri)

Tuhan yesus memberkati
Han

Tetapi iman dapat memaksakan sesuatu terjadi diluar kehendak tuhan ( maksud saya diluar permisi tuhan)

tuhan Yesus memberkati
han

contohnya ?

Contohnya iman wanita yang pendarahan telah memaksa suatu kuasa/tenaga takterlihat mengalir keluar dari Yesus (manusia kala itu ) ,sehingga yesus sempat terkejut (terheran heran )

Tuhan Yesus Memberkati
Han

Semua pandangan baik. Hanya saja dalam pemilihan penggunaan kata-kata, tolong gunakan tata bahasa yang lembut. IMAN adl bukti segala sesuatu yang kita terima (Ibrani 11). Tuhan Yesus jua mengajarkan: “jikalau kamu memiliki IMAN sebiji sesawi, gunungpun dapat kamu pindahkan”. Itu IMAN. IMAN tidak memaksa. OK.

Sisi lain. Saya mempercayai, bahwa setiap apa yang TUHAN YESUS wahyukan dalam Alkitab ada maksudnya. IMAN THOMAS tidak salamanya buruk. Hanya penerapannya saja yg harus diatur. IMAN THOMAS bisa diterapkan dalam dunia kerja. Dalam dunia kerja segala sesuatu by data. Butuh bukti-bukti.

Tapi dalam ke-iman-an, maka IMAN THOMAS tidak bisa diterapkan. Karena iman mempercayai dan berserah serta sumeleh pada kuasa TUHAN.

hmm kk smwa, sbnr ny yg tomas ragukan itu ap y? ap tomas meragukan kuasa kebangkitan Yesus/tomas prcaya kuasa kebangkitan Tuhan tp dia ingin memastikan bnrkh itu Tuhan, mana tau ada yg menyamar dn memanfaatkn kesempatan?

Pertanyaan bagus bro, karena banyak pembaca ALkitab sekarang yang merasa sudah lebih baik imannya dari Thomas, lebih baik dari Petrus, sehingga bisa-bisanya mengatakan jagan beriman seperti Thomas.

Thomas bukan meragukan Jesus adalah Tuhan dan Allah. Thomas bukan meragukan kebangkitan Tuhan. Tetapi Thomas ingin yakin dengan melihat, seperti teman temannya melihat, bukan hanya dengan mendengar kisah dari teman temannya.

Syalom