Dua Kristen Pakistan Dianiaya dan Dipaksa Masuk Agama Lain

Kekerasan agama di Pakistan terus bergejolak tanpa adanya tindakan dari pemerintah. Sejak tahun lalu tidak lepasnya kasus tindakan penganiayaan yang mengatasnamakan agama. Di Karachi, dua orang Kristen mengalami luka serius pasca penganiayaan oleh sekumpulan pemuda yang memaksa mereka masuk agama lain.

Dilansir Christian Today dari ANS, sekelompok pemuda di Karachi telah melecehkan dan memaksa dua orang Kristen, Ishfaq Munawar, dan Naeem Masih agar meninggalkan Kristen dan berpindah keagamanya. Kejadian berawal dari pencegatan sekelompok pemuda terhadap kedua orang itu yang baru pulang dari kebaktian doa pagi di gereja mereka di Sohrab Goth pada tanggal 14 Agustus lalu.

Ketika itu pemuda etnis Pakhtoon dekat Sea View mendekati mereka, melecehkan dan kemudian menyerang Ishfaq dan Naeem. Menurut saudara Ishfaq, Liaqat Munawar menuturkan bahwa mereka dicegat dan diinterogasi. Setelah mengaku bahwa pulang dari ibadah sebuag gereja, seketika itu pula kelompok itu mengintimidasi mereka agar berpindah keyakinan.

Tak berhasil membujuk Ishfaq dan Naeem, kelompok Pakhtoon itu kemudian menabrak keduanya dengan mobil. Tak puas menabrak, para pemuda tak bertanggungjawab itu kemudian menyerang keduanya. “Pemuda Pathan keluar dari mobil bersenjata dengan batang besi dan menyerang Ishfaq dan Naeem, berteriak bahwa mereka harus baik melafalkan kalimat tertentu atau mereka akan dibunuh,” kata Liaqat Munawar.

Akibat insiden itu Ishfaq Munawar mengalami luka serius dengan rahang patah dan lima gigi tanggal. Liaqat Munawar mengatakan kini saudaranya sedang menjalani operasi rahang di Abbasi Shaheed Hospital.

Harga sebuah keyakinan dan memikul salib Kristus memang harus dihadapi oleh tiap umat percaya. Namun haruskah kita mendiamkan hal ini terus berlalu tanpa adanya keadilan hukum dari pemerintah terkait? Tentu jika pemerintah mendiamkan akan terus berlangsung kembali kasus serupa.

Source : ChristianToday - dpt