dunia yang cepat

cuma ingin sharing.
setelah saya gagal dalam mencoba bermacam usaha, saya sekarang agak takut dalam melangkah untuk coba usaha yang lain lagi, karena takut gagal lagi dan uang sudah menipis. dalam keadaan “melambat” beberapa bulan ini, saya mulai melihat bahwa dunia ini sangat cepat, saya lihat teknologi baru yang begitu cepat, tren yang berubah cepat, produk sangat2 bervariasi. saya lihat orang2 ingin memiliki semuanya itu, sehingga mereka berusaha mati2an mencari uang atau dengan kata lain berusaha menyamakan kecepatan dengan dunia ini. orang2 berhutang agar bisa beli BB terbaru atau iphone/ipad terbaru, menggunakan kartu kredit untuk ke restoran/cafe agar tidak kehilangan muka didepan orang lain meskipun penghasilannya kecil. ada yang hari ini kaya raya karena inves saham/forex dan besoknya uangnya dipakai semua untuk coba lagi, dan malah habis semua, akhirnya bunuh diri.
sepertinya saya dulu juga adalah orang yang berusaha menyamakan kecepatan dengan dunia ini, tapi saya terjatuh terus saat saya berlari. entah kenapa Tuhan membuat saya melihat hal2 ini, apakah mungkin Tuhan mau saya melambat untuk dapat merasakan kasih Tuhan dan bukannya fokus mengejar dunia ini? setelah masa2 kemarahan saya pada Tuhan (karena saya merasa Tuhan membuat saya gagal terus) mereda, saya jadi merasakan berkat Tuhan. uang saya memang menipis, tapi ada saja yang memberi saya sesuatu, tiba2 ada yang membelikan kue, ada yang membelikan makanan, orang tua dapat dapat pembayaran dari seseorang yang hutang puluhan juta 20 tahun lalu sehingga saya dibelikan beberapa pakaian. dulu sepertinya itu adalah hal biasa / sepele atau bahkan sering saya tolak, karena memalukan diberi orang kue atau makanan, karena saya selalu merasa saya ini lebih dari pemenang, saya ini diberkati Tuhan, jadi harusnya saya yang memberi ke orang, bukannya diberi. kalau dulu pemikiran saya : diberkati Tuhan itu = Tuhan membuat usaha saya berhasil dan saya kaya secara finansial, dan juga memberkati orang lain. sekarang saya merasa bagaimana ya, sulit dijelaskan, hati saya sekarang jadi penuh ucapan syukur, jadi lebih ada damai sejahtera.
sekarang saya masih bingung, apakah yang Tuhan mau dalam hidup saya, apakah saya melambat terus seperti ini atau ini cuma sementara untuk menyadarkan saya

kejadiannya hampir mirip dengan yang saya alami…^^ namun di waktu yang melambat tersebut saya benar2 mencari TUHAN… dan akhirnya TUHAN memenuhkan apa yang saya cari… mengenai memberi dan meneriima… TUHAN akan memberikan berkat pada yang memberi maupun yang menerima… maka bila anda menolaknya berarti anda menolak pemberian TUHAN… bila suatu pemberian itu baik terimalah dan langsung mengucap syukur pada TUHAN… menurutku itulah yang terbaik… mengenai yang TUHAN mau… pergunakanlah waktu itu untuk mendekatkan diri sama TUHAN… yang terbaik adalah kerjakan semampu anda … yang saya alami sih… dalam pencarian yang selalu gagal itu (bisnis ataupun mencari kerja) sampai akhirnya saya bertemu seseorang yang dipilih TUHAN mengatakan usahakan sebaik mungkin dan sisanya wait & see… serahkanlah semua sama TUHAN… dan memang sekarang TUHAN menjawabnya…

semoga bermanfaat…
TUHAN YESUS memberkati…

yah itu naluri manusia yg jauh dari TUHAN bro, gak pernah merasa bersyukur
masih untung bisa hidup… :char17: yg masih hidup aja byk masalah :ashamed0004:

eh…tapi thx utk share nya ya bro :afro:

sama2, bro

ya dulu saya menunggu Tuhan kurang lebih 3 bulan dengan doa dan juga puasa selama 1 bulan, kemudian saya tanya seorang tim doa, katanya saya juga harus melangkah, kemudian saya doa dan puasa sambil cari2 info soal bisnis2, tapi tetap gagal. kemudian saya tanya hamba Tuhan, katanya saya harus menunggu jawaban Tuhan dulu baru melangkah meskipun itu lama, karena dari pengalamannya dia selalu gagal waktu waktu berdoa dan juga berusaha, tapi berhasil setelah menunggu jawaban Tuhan selama 6 bulan dan melakukannya. jadi bingung apakah harus menunggu petunjuk dari Tuhan ataukah saya berusaha mencari usaha yang lain lagi

Petunjuk TUHAN ya… bukan ditunggu tapi dicari jawabannya di dalam hati anda… pengalaman saya sih dalam mencari jawaban dari TUHAN… saya mencoba melamar pekerjaan terus menerus selama 9 bulan ini dan tak ada 1 pun yang berhasil diterima… ^^ selain itu saya mencoba bisnis yang dimana selama 2 tahun ini merugi… saya evaluasi dan memang bisnis ini sebenarnya tidak bisa berkembang karena selain kemampuan saya kurang disitu dan ternyata tenaga kerjanya juga tidak mendukung untuk kemajuan… dan selama pencarian itu saya selama 9 bulan pengangguran dan mendekatkan diri pada TUHAN dengan membaca alkitab seluruhnya sampai habis, membaca berbagai kesaksian, buku2 rohani, menyanyikan pujian… dan memang TUHAN mencukupkan kebutuhan saya… ada saja pemberian orang dari uang sampai makanan… ^^ TUHAN memang hebat… puji syukur TUHAN… :angel:

BTT… akhirnya ada salah satu sales saya menawarkan kerjasama untuk bisnis… dan saya sertakan selalu dalam doa… bila memang ini kehendak TUHAN lancarkanlah dan hasil dari bisnis ini dari hasil perusahaan dan penghasilan saya akan saya sisihkan untuk menolong orang2 yang terpinggirkan… sedikit demi sedikit usaha ini mulai terbentuk dan mungkin minggu depan akan mulai proses penawaran…

Dari dorongan yang saya rasakan akhirnya saya mengetahui bahwa inilah jawaban dari TUHAN… semoga anda dapat mengerti intinya dan mengambil manfaatnya…

TUHAN YESUS memberkati…

NB : Tentunya dalam proses itu ada perubahan besar dari cara saya berkomunikasi dengan TUHAN… ^^

kesaksian yg membangun,

tetap semangat ya bro… JC loves u :slight_smile:

Pendidikan dari Tuhan itu memang kadang2 membiarkan keinginan kita tidak terpenuhi. Saya tinggal di kampung dan anak saya sekolah di kota lain. Saya ingin supaya bisa berkumpul dengan keluarga, dan terus berdoa tapi sudah enam tahunan doa saya belum dikabulkan juga.

Memang sulit bersukur kalau doa kita tidak dikabulkan, namun pastilah Tuhan punya maksud yang bagus bagi diri kita
masing2.

Yang jelas Tuhan memprioritaskan rohani kita lebih dari kebutuhan jasmani.

Alkitab mengatakan kalau tanganmu mendatangkan dosa potonglah karena lebih baik kamu masuk surga tanpa tangan daripada masuk neraka dengan kedua belah tanganmu.

Tentu ini kiasan saja yang bisa diartikan juga kalau keberhasilanmu dalam bisnis menyebabkan kamu jatuh dalam dosa maka lebih baik Tuhan membiarkan kamu tidak berhasil dalam bisnis dan masuk surga.

Saya punya teman yang dulunya melarat. Waktu itu dia tidak nyeleweng dan setia pada istrinya. Sekarang dia diberkati jadi kaya, lalu karena kaya rupanya banyak gadis2 mendekati dia dan dia tidak tahan dengan godaan ini sehingga punya beberapa pacar simpanan.

Dengan demikian rupanya berkat kekayaan itu juga ada bahayanya. Kemiskinan sering mendekatkan diri pada Tuhan, karena kita merasa butuh dan tidak mampu sehingga butuh Tuhan, yang pada gilirannya membawa kita kesurga.