ehm...

Dalam Alkitab, Tuhan mengajarkan yang jorok-jorok?

Marilah kita baca Yehezkiel 4 : 12 – 15 di bawah ini:

“Makanlah roti itu seperti roti jelai yang bundar dan engkau harus membakarnya diatas kotoran manusia yang sudah kering di hadapan mereka.” Selanjutnya Tuhan berfirman : “Aku akan membuang orang Israel k etengah-tengah bangsa-bangsa dan demikianlah mereka akan memakan rotinya najis disana.” Maka kujawab : “Aduh, Tuhan Allah, sungguh, aku tak pernah dinajiskan dan dari masa mudaku sampai sekarang tak pernah kumakan bangkai atau sisa mangsa binatang buas; lagipula tak pernah masuk ke mulutku ini daging yang sudah basi.” Lalu firman-Nya kepadaku : “Lihat, kalau begitu Aku mengijinkan engkau memakai kotoran lembu ganti kotoran manusia dan bakarlah rotimu di atasnya.”

Menyimak bunyi ayat-ayat tersebut, dapat kita pahami bahwa Tuhan di dala Alkitab koq menajarkan manusia cara-cara yang jorok. Terhadap orang tawanan atau tahanan walaupun di dalam penjara, tidak ada seorang petugas penjara yang begitu tega menyuruh membakar roti di atas kotoran manusia atapun kotoran binatang bagi tawanannya. Tapi anehnya Tuhan di dalam Alkitab justru begitu tega menyuruh membakar roti di atas kotoran manusia dan kotoran hewan. Entahlah apa hikmah dan pelajaran yang bisa diambil pada ayat-ayat tersebut. Mestinya Tuhan harus mengajarkan dan mendidik serta menunjuki manusia ke jalan yang benar dan lurus, bukan mengajarkan yang jorok seperti itu

Dan anehnya, ada orang yang menyatakan dirinya sendiri yang benar (bahkan mampu menasehati Tuhan untuk tidak mengajarkan sesuatu), tapi berperilaku posting saja tidak benar, bukan demikian bro ramang? kalau Anda non-Kristen harap posting di sini: https://forumkristen.com/index.php?board=76.0

NB: Sesuai dengan peraturan forum ini, jika Anda (selaku non-Kristen) tetap berposting diluar Forum Terbuka maka Anda akan dikenakan “Banned”

Best Regard,
Daniel FS

Untuk mengerti ayat diatas kita harus baca keseluruhannya :
Judul Perikop pada Yehezkiel 4 adalah LAMBANG PENGEPUNGAN KOTA YERUSALEM
Dalam bahasa Inggris ditulis dengan THE SIEGE OF JERUSALEM PORTRAYED

  • Yehezkiel 4:1-17 Lambang pengepungan kota Yerusalem
    4:1 “Engkau, anak manusia, ambillah sebuah batu bata, letakkan di hadapanmu dan ukirlah di atasnya sebuah kota, yaitu Yerusalem.
    4:2 Ukirlah kota itu dalam keadaan terkepung: dirikan sebuah benteng pengepungan, timbun pula tanah menjadi tembok pengepungan, tempatkan perkemahan tentara dan susun alat-alat pendobrak sekeliling kota itu.
    4:3 Lalu ambillah sebidang besi dan dirikanlah itu di antaramu dengan kota itu menjadi dinding besi, kemudian tujukanlah wajahmu ke arah kota itu, sehingga kota itu dalam keadaan terkepung, dan engkaulah yang mengepung dia. Inilah menjadi lambang bagi kaum Israel.
    4:4 Berbaringlah engkau pada sisi kirimu dan Aku akan menanggungkan hukuman kaum Israel atasmu. Berapa hari engkau berbaring demikian, selama itulah engkau menanggung hukuman mereka.
    4:5 Beginilah Aku tentukan bagimu: Berapa tahun hukuman kaum Israel, sekian harilah engkau menanggung hukuman mereka, yaitu tiga ratus sembilan puluh hari.
    4:6 Kalau engkau sudah mengakhiri waktu ini, berbaringlah engkau untuk kedua kalinya, tetapi pada sisi kananmu dan tanggunglah hukuman kaum Yehuda empat puluh hari lamanya; Aku menentukan bagimu satu hari untuk satu tahun.
    4:7 Tujukanlah wajahmu kepada pengepungan Yerusalem dan kepalkanlah tinjumu kepadanya dan bernubuatlah melawan kota itu.
    4:8 Lihat, Aku akan mengikat engkau dengan tali, sehingga engkau tidak dapat berbalik dari sisi yang satu ke sisi yang lain sampai engkau mengakhiri waktu pengepunganmu itu.
    4:9 Selanjutnya ambillah gandum, jelai, kacang merah besar, kacang merah kecil, jawan dan sekoi dan taruhlah dalam satu periuk dan masaklah itu menjadi roti bagimu. Itulah makananmu selama engkau berbaring pada sisimu, yaitu tiga ratus sembilan puluh hari.
    4:10 Dan makananmu yang harus kaumakan akan ditentukan timbangannya, yakni dua puluh syikal satu hari; makanlah itu pada waktu-waktu tertentu.
    4:11 Air minum pun bagimu akan ditentukan, seperenam hin banyaknya; minumlah itu pada waktu-waktu tertentu.
    4:12 Makanlah roti itu seperti roti jelai yang bundar dan engkau harus membakarnya di atas kotoran manusia yang sudah kering di hadapan mereka.”
    4:13 Selanjutnya TUHAN berfirman: “Aku akan membuang orang Israel ke tengah-tengah bangsa-bangsa dan demikianlah mereka akan memakan rotinya najis di sana.”
    4:14 Maka kujawab: “Aduh, Tuhan ALLAH, sesungguhnya, aku tak pernah dinajiskan dan dari masa mudaku sampai sekarang tak pernah kumakan bangkai atau sisa mangsa binatang buas; lagipula tak pernah masuk ke mulutku ini daging yang sudah basi.”
    4:15 Lalu firman-Nya kepadaku: “Lihat, kalau begitu Aku mengizinkan engkau memakai kotoran lembu ganti kotoran manusia dan bakarlah rotimu di atasnya.”
    4:16 Sesudah itu Ia berfirman kepadaku: "Hai, anak manusia, sesungguhnya, Aku akan memusnahkan persediaan makanan di Yerusalem – dan mereka akan memakan roti yang tertentu timbangannya dengan hati yang cemas; juga mereka akan meminum air dalam ukuran terbatas dengan hati yang gundah gulana –
    4:17 dengan maksud, supaya mereka kekurangan makanan dan minuman dan mereka semuanya menjadi gundah gulana, sehingga mereka hancur di dalam hukumannya.

Telah kita ketahui dari penjelasan-penjelasan sebelumnya tentang penyembahan ilah-ilah lain sebagai “Perjinahan Rohani” dan bahasa-bahasa Alegoris banyak sekali diungkap pada kitab Yehezkiel ini, juga dalam kitab-kitab lain Yesaya, Yeremia dan sebagainya.

Yehezkiel Pasal 4 dan Pasal 5 maksud dan topiknya adalah Tindakan simbolis pengepungan dan pembuangan.
Ada 4 tindakan simbolis dalam Yehezkiel 4:1-5:17 menggambarkan nasip orang-orang Yehuda yang tidak masuk ke pembuangan. Yehezkiel bertindak dalam berbagai cara. Ia melaksanakan peran Allah terhadap umat Yehuda dan sekelilingnya, yang akan dihukum.
Dalam tindakan simbolis pertama (4:1-3), Nabi menggambarkan Yerusaem yang dikepung di atas sejenis batu bata yang digunakan di Babel untuk pembangunan. Dengan “menunjukkan pandangannya” (4:3) kepada yang digambar, Yehezkiel mendramatisasi kekuasaan Allah yang aktif atas Yerusalem dengan bahasa Alegoris.

Dalam tindakan simbolis yang kedua (4:4-8 ), Yehezkiel berbaring beberapa hari lamanya pada sisi kirinya menghadap ke utara. Selanjutnya dalam waktu singkat berbaring di sisi kanan dengan menghadap ke selatan, untuk menunjukkan jumlah tahun bahwa Israel Utara dan Yehuda harus mengalami pembuangan.
Pembuangan Yehuda disini ditentukan empat puluh tahun (4:6). Penyebutan Allah mengikat Yehezkiel (4:8 ) adalah kiasan dari penindasan yang dialami oleh nabi demi bangsanya.

Tindakan simbolis ketiga (4:9-17) menggambarkan kekurangan makanan di Yerusalem selama pengepungan. Nabi hanya mendapat sedikit sekali jatah makanan dan air. Ia dengan hati-hati makan campuran gandum yang sesuai dengan perintah harus ia masak dengan menggunakan kotoran manusia sebagai api (4:12). Tindakan demikian membuat Yehezkiel jijik, sehingga Allah memberikan ijin untuk mempergunakan kotoran lembu yang memang biasa dipakai untuk memasak (4:15).

Tindakan simbolis keempat (5:1-17) menggambarkan kematian dan kekerasan yang akan dialami umat di tangan musuh. Yehezkiel memotong rambut di kepala dan janggutnya, dan membagikannya menjadi tiga bagian dengan berat yang sama. Sebagian dibakar dalam api, sebagian lagi dibuang ke udara dan dicerai-beraikan dengan sabetan pedang, sementara bagian ketiga dibiarkan dihembus angin. kekacauan besar akan menimpa penduduk kota yang dikepung. Tafsiran terperinsi dari tindakan simbolis ini barangkali diperluas oleh komunitas di kemudian hari. Kanibalismeyang diisyaratkan dalam ayat 10, seperti terdapat di bagian lain Perjanjian Lama, merupakan ungkapan hukuman berat Allah (lihat Imamat 26:29, 2 Raja-raja 6:29; Yeremia 19:9).

Beberapa penafsir mengisyaratkan bahwa Yehezkiel melakukan tindakan simbolis dari Firman Tuhan karena ia tidak dapat berbicara sehabis menerima pengelihatan. Tafsiran ini bisa jadi benar. Tindakan nabyang tidak dapat berbicara merupakan cara yang sangat mengesankan untuk menyampaikan pesan Allah. Pemunculan keempat tindakan simbolis bersama-sama dalam bab 4-5, dan fakta bahwa nabi-nabi lain juga melakukan tindakan simbolis, mengisyaratkan bahwa tafsiran di atas tidak sepenuhnya benar. Kumpulan ini mungkin sekali dibuat oleh beberapa pengikut Yehezkiel yang menggolong-golongkan tradisi untuk menggambarkan pengepungan Yerusalem. Tindakan dramatis ini mengingatkan kepada tindakan Yesaya, yang berjalan mengelilingi Yerusalem dengan telanjang dan tidak berkasut tiga tahun lamanya sebagai tanda, bahwa penduduk Yerusalem hendaknya jangan percaya kepada Mesir ataupun Etiopia (Yesaya 20:2-6). Tindakan itu mengingatkan juga kepada tindakan Yeremia, yang diperintahkan untuk membeli ikat pinggang dari kain dan memakainya beberapa waktu, lalu menguburnya, kemudian menggalinya kembali tetapi sudah hancur dan tidak berharga sama sekali. Ini dimaksudkan untuk melambangkan kehancuran “kebanggan Yerusalem” (Yeremia 13:1-11). Para nabi biasanya menggunakan baik tindakan maupun kata-kata dan pengelihatan ataupun mimpi untuk melukiskan kehendak Allah secara simbolis. Dalam Kitab Yehezkiel, penggolongan tindakan simbolis ini mendahului ucapan-ucapan Firman Allah oleh nabi.

Tidak ada kata-kata atau nubuat langsung dari yehezkiel yang menunjukkan dosa mana dari umat yang mendatangkan penghakiman Allah. Penggarapan tindakan simbolis terakhir (bab 5) menunjukkan kepada pengingkaran Israel atas ketetapan dan perintah-perintah Allah 95:6) kepada penodaan tempat kudus (5:11). tetapi, mungkin sekali bahwa penunjukkan-penunjukkan ini berasal dari tradisi kemudia. Rupanya Yehezkiel pada mulanya melakukan beberapa tindakan simbolis, yang menggambarkan nasip Yerusalem dan Yehuda, tanpa menunjukkan mengapa Allah mendatangkan kehancuran. Namun, bab 6-11 memaparkan dengan terperinci kejelekan hidup orang Israel dan ibadahnya. menurut pandangan Yehezkiel, inilah yang mnyebabkan Allah terus menghancurkan kota suci dan sekelilingnya.

Sumber :
Dianne Bergant & Robert J Karris, TAFSIR ALKITAB PERJANJIAN LAMA, p. 594-595.

Sumber: http://www.sarapanpagi.org/bibel-yang-meragukan-vt843-20.html