Eksegesis dan eisegesis

Dear all,

Saya mau nanya mengenai metode penafsiran Kitab Suci yaitu eksegesis dan eisegesis. Ada yang mendalami mengenai hal ini? Apa itu eksegesis dan apa itu eisegesis? Apa yang harus dilakukan seseorang dalam menafsirkan Kitab Suci berdasarkan metode eksegesis?

Thx anyway

Dear Velmar,

Setahu saya pembelajaran Bible Study dengan eksegesis ini umumnya diterima oleh mahasiswa teologia atau mereka yang diajarkan oleh lulusan teologia. Saya pernah diajarkan tentang metode PA (Pembelajaran Alkitab) ini secara singkat yang bisa juga disebut metode induksi yang berarti mengeluarkan makna dan isi yang terkandung dari ayat Alkitab.

Yang pertama harus diyakini adalah Alkitab adalah sumber kebenaran dan tidak mungkin bertentangan diantara bagian-bagiannya, kemudian doa agar Tuhan yang menerangi hati pikiran kita serta Roh Kudus aktif bekerja melalui kita.

Secara praktis, langkah-langkah dibagi menjadi 3 (atau bisa lebih tergantung pengajarnya);

  1. Observasi; melakukan pembacaan secara seksama setiap bagian yang di-PA-kan, mencatat hal-hal yang penting, yang menjadi penekanan, kata-kata yang diulang. Tahapan ini tidak perlu dilakukan penggalian maksud dan inti bacaan tersebut, cukup dibaca, dipahami kata-katanya
  2. Interpretasi; bagian yang lebih sulit, bagian-bagian yang diobservasi lalu digali apa maksud pencantuman ayat-ayat tersebut, latar belakangnya, ayat-ayat korelasinya, konteks historisnya, genre kitab juga berpengaruh (surat, sejarah, mazmur), kondisi penulis saat menuliskan bagian tersebut (dipenjara/sukacita/gelisah dstnya). Tahapan ini mungkin memerlukan bahan-bahan pendukung seperti penjelasan mengenai latar belakang, sejarah penulisan, arti kata dalam bahasa asli. Hindari membaca buku-buku tafsiran terlebih dahulu di tahapan ini.
    Tahapan ini tidak melulu berarti harus memiliki informasi-informasi pendukung yang lengkap, data-data dan informasi pendukung merupakan pelengkap agar kita tidak terlampau menafsirkan jauh dari maksud penulis awal.
  3. Aplikasi; tahapan terpenting, hasil interpretasi harus dapat dijadikan bahan pembelajaran dan dilakukan secara praktis dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga bermanfaat

Salam

singkatnya : exegesis : mendengarkan apa yg kluar dr Alkitab, tanpa pre asumsi doktrinal dulu, br ambil kesimpulan.
eisegesis : ada pre asumsi doktrin dan dicari buktinya di Alkitab, kdg agak maksa gt, kesimpulannya ada lbh dulu.

amen??

Dear Vermal

Eisegesis atau model deduktif setahu saya sangat tidak disarankan untuk metode PA, karena metode ini berkebalikan dengan eksegesis, dimana metode ini memikirkan apa yang ingin dicapai baru dicari ayat atau bagian yang mendukung pemikirannya tersebut. Selain besar kemungkinan hasil penafsiran salah juga cenderung menghasilkan aplikasi yang salah yang akhirnya dapat menyebabkan ajaran yang salah.

Salam

Dear all,

Thx untuk masukannya. Saya tertarik membuka trit ini berkaitan dengan trit lain di “ajaran kristen” mengenai “back to bible”. Saya melihat di antara banyaknya denominasi, yang kerap kali ajaran satu dengan lainnya berbeda, saling klaim mengenai siapa yang paling benar atau diterangi Roh Kudus. Sederhananya, ukuran obyektifitas suatu doktrin atau ajaran (yang diukur dari signifikansi dengan pesan Kitab Suci) lantas menjadi rancu. Karena sebelumnya masing-masing pihak dari denominasi yang berbeda-beda telah memiliki landasan berpikir sesuai ajaran denominasinya.

Itulah sebabnya kemudian saya tertarik pada penafsiran eksegesis kontra eisegesis ini.

Dari artikel sederhana yang saya dapatkan maka :

Eksegesis merupakan penafsiran teks Kitab Suci yang dilakukan atas dasar pengamatan yang seksama, di mana si penafsir dituntut untuk mengikuti konteks dari teks yang dibacanya.

Sedangkan eisegesis adalah penafsiran yang dilakukan atas dasar agenda si penafsir.

Dengan demikian, jika eksegesis teks Kitab Sucilah yang mempengaruhi kesimpulan si penfasir; sebaliknya, dalam eisegesis si penafsir (dengan agendanya) yang mempengaruhi kesimpulan dari sebuah teks Kitab Suci.

Proses dalam eksegesis adalah :

  1. Observasi : apa yang dikatakan oleh teks KS yang dibaca.
  2. Interpretasi : apa yang dimaksudkan oleh teks KS yang dibaca.
  3. Korelasi : bagaimana hubungan teks yang dibaca dengan keseluruhan isi KS.
  4. Aplikasi : bagaimana seharusnya teks ini mempengaruhi hidup pembaca.

Sedangkan proses eisegesis adalah :

  1. Imajinasi : ide apa yang ingin ditampilkan?
  2. Eksplorasi : ayat mana dari teks KS yang kelihatannya sesuai dengan ide yang ingin ditampilkan?
  3. Aplikasi : apa arti (implikasi) dari ide tersebut?

Contoh penafsiran eksegesis kontra eisegesis dengan nas 2Tawarikh 27 : 1-2a :

“Yotam berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan enam belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Yerusa, anak Zadok. Ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan, tepat seperti yang dilakukan Uzia, ayahnya, hanya ia tidak memasuki Bait Tuhan.”

Dalam tafsiran eisegesis, penafsir lebih dulu menetapkan suatu ide yang ingin dipresentasikannya, yaitu “perihal kehadiran di Gereja”. Penafsir kemudian menggunakan nas ini untuk menekankan bahwa dengan tidak memasuki Bait Tuhan, Yotam telah kehilangan berkat-berkat yang lebih melimpah lagi.

Sedangkan dalam tafsiran eksegesis, penafsir lebih dulu membaca nas ini. Setelah itu ia mencari tahu hal apa kira-kira yang menyebabkan Yotam tidak memasuki Bait Tuhan. Ia mengecek 2 Tawarikh 26 : 16-21, di mana raja Uzia menjadi tinggi hati dan berani memasuki Bait Tuhan untuk membakar ukupan padahal seremoni ini hanya boleh dilakukan oleh imam-imam keturunan Harun. Atas pelanggaran ini maka Uzia terkena penyakit kusta hingga akhir hidupnya (2 Taw. 26 : 19-21). Jadi, alih-alih menyimpulkan adanya berkat yang terlewatkan jika tidak hadir di Gereja, penafsir justru mendapati pelajaran illahiah untuk tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan oleh generasi sebelumnya, seperti yang dicontohkan Yotam atas kesalahan Uzia.

Diterjemahkan dari : http://www.gotquestions.org/exegesis-eisegesis.html

Mungkin ada lagi yang mau menambahi perihal penafsiran eksegesis kontra eisegesis ini :slight_smile:

Amin :slight_smile:
Eisegesis banyak digunakan oleh bidat dan keyakinan lain yang ingin mengaburkan makna Alkitab.
Khusus untuk keyakinan lain, biasanya ayat yang mendukung ajaran mereka diterima, sedangkan ayat yang tidak sesuai dibuang.

Salam

“Doktrin Double Predestinasi” eksegesis ato eisegesis?

:slight_smile:

Wah, bro SarPag mancing-mancing nih. Btw, kemaren saya baru register ke situs Anda loh (tapi masih nyaman dengan FK ini).

Daripada menimbang-nimbang doktrin, saya justru ingin menanyakan bisakah eksegesis digunakan untuk menafsirkan nubuat? Mungkinkah penafsiran eksegesis terhadap nubuatan keliru?

Thx all :slight_smile: