Emang kamu bayar perpuluhan?

Masih seorang teman, dari Singapura, menceritakan tentang bagaimana dia meninggalkan Gereja.

“Dulu waktu muda saya senang ke Gereja”. Gereja karismatik yang ia ikuti.
Dia menggambarkan, ada banyak wanita yang menarik yang dapat ia lihat, menarik perhatiannya. Dan kebaktian begitu bersemangat, sesuai dengan gejolak mudanya.

“Waktu itu saya sangat senang”, itu dia katakan.

Waktu berjalan, kesibukan datang, dan mungkin perubahan-perubahan jaga dalam memandang sesuatu.
Suatu saat dia ditagih dan diajarkan dan ditantang tentang perpuluhan.

Sepertinya dia keberatan tentang membayar jerih lelah kepada gereja, sementara gereja seolah menghamburkan uang untuk melakukan suatu acara kebaktian di hotel mewah tertentu.

Saya menjawab: “Gereja tempat saya kebaktian sudah berjuang 20 tahun, sampai sekarang belum juga dapat membangun gereja”, " dan memang ada banyak orang tulus di dalam gereja yang rela memberikan uangnya ke Gereja". Saya ceritakan hal ini supaya mengkontraskan kepada beliau bahwa tidak semua gereja menghamburkan uang, masih ada gereja miskin, gereja yang gedungnya mau roboh, gedungnya melarat, bau WC.

“Saya keberatan membayar perpuluhan ke gereja”, “emang kamu membayar perpuluhan?, nanti akan dipakai Gereja saja untuk bersenang-senang”, gambarannya tentang perpuluhan seperti itu dan sepertinya itu yang membuat dia tidak tertarik ke Gereja lagi.

“Kita memberi perpuluhan kepada TUHAN, dan memang Gereja yang mengelolanya”.
“Bisa jadi ada orang gereja yang salah mengelola, misalnya dikorupsi, atau digunakan untuk kesenangan lain, tetapi itu menjadi bagian dia untuk dipertanggungjawabkan kepada TUHAN, tugas kita sudah selesai dibagian memberi perpuluhan”, saya jawab begitu.

Kita memang sering menjadi terhambat dalam berkembang dikala kita terlalu melampaui apa yang sebenarnya kewajiban kita, atau katakanlah kita tidak melihat dalam iman.

Renungan yang baik dan memberkati saya, terimakasih :slight_smile:

Salam

Orang sering mengatas namakan UNTUK TUHAN , padahal TUHAN TIDAK BUTUH DUIT
Sebab IALAH YANG Empunya Segalanya.

Kesalahan pemimpin dapat berakibat kepada Rakyatnya, demikian pula kesalahan gembala dapat berakibat kepada umatnya ,
Contohnya
dalam sejarah perjanjian lama kesalahan (Yonatan ?) anak saul minum madu mengakibatkan hukuman kekalahan perang bagi umat israel yang dipimpinnya.

Kita Tahu : aturan perpuluhan merupakan Aturan hukum taurat padahal hukum taurat sudah dibatalkan oleh kematian kristus , Apakah kita mau meng"Anulir " karya penebusan kristus melalui kematiannya dikayu salib dengan memberlakukan lagi hukum taurat ???

efesus2:15a
sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan HUKUM TAURAT dengan SEGALA PERINTAH dan KETENTUANNYA

Tuhan Yesus memberkati
Han

Dengan alasan tertentu perpuluan masih dapat kita terima, karena kelangsungan pelayanan harus terjaga, dan umat juga wajib “memelihara” gembalanya yang memberikan hidupnya 100 persen untuk pelayanan.
Dan gereja juga butuh “uang” untuk pelayanan.

Teoritis memang TUHAN tidak butuh uang,
Praktis memang perpuluhan bagian dari Taurat,
tetapi ada hal lahiriah dari pekerja2 gereja yang diberikan kepada kita untuk bekerja, ada orang2 miskin rohani di luar sana yang perlu dijangkau, dan untuk itu perlu uluran tangan…dan sebagainya yang sedemikian harus diletakkan tangung jawab kepada orang yang sudah rela memberikan yang terbaik sesuai kerelaannya masing2, meski terkadang orang/gereja/jemaat menamakannya perpuluhan…

dan renungan di atas sbenarnya tidak menjurus perlu tidaknya perpuluhan, tetapi berbicara tentang kerelaan seseorang dalam berkorban dalam beberapa kewajiban kita oleh karena kita tidak melihat secara iman.

Orang yang melihat secara peraturanpun bisa saja tidak rela membantu jika maksud yang baik tetapi diembelembeli dengan kata perpuluhan, menolak dengan dasar bahwa perpuluan tidak PERJANJIANBARU-IAH…
salam

catatan penting dari topik ini di board ini:

jadi sekiranya nanti ada posting&/poster yang mengarah ke OOT atau provokasi akan ditindak

Memang banyak oknum yang mengatas namakan Tuhan untuk mencari keuntungan pribadi, tetapi tidak sedikit pula hamba Tuhan yang memang berkerja untuk kemuliaan nama Tuhan. Tuhan tidak butuh duit karena Dia empunya segalanya…Benar adanya. Tetapi pekerjaan Tuhan mulai dari; hamba-hamba Tuhan, para penginjil, misionaris yang berkerja full untuk pemberitaan injil dll mereka butuh uang untuk memenuhi keperluan sehari-hari betul tidak bro?

Kita Tahu : aturan perpuluhan merupakan Aturan hukum taurat padahal hukum taurat sudah dibatalkan oleh kematian KRISTUS , Apakah kita mau meng"Anulir " karya penebusan KRISTUS melalui kematiannya dikayu salib dengan memberlakukan lagi hukum taurat ???

Betul, hukum Taurat sudah batal dan digantikan hukum kasih karunia, kalau memberi persepuluhan wajib ala hukum Taurat kita bersalah, tetapi jika kita memberi dengan sukarela apakah itu 10%, 11% atau 20% berdasarkan hukum kasih karunia apakah salah juga? Fakta seperti renungan diatas 20 tahun membangun gereja belum kelar-kelar membuktikan kurang sadarnya jemaat dalam hal memberi untuk pekerjaan Tuhan, barangkali pemikiran mereka sama seperti bro “Tuhan tidak butuh duit, kalau Ia mau mendirikan gedung gereja ya biar Dia usaha sendiri, bukankah Ia yang punya segalanya dan Maha Kuasa?”. Hal ini tentunya tidak benar. Mari kita lihat aya-ayat alkitab berikut…Matius 25:34-39…

(25:34) Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.

(25:35) Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;

(25:36) ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.

(25:37) Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?

(25:38) Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?

(25:39) Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?

b Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.[/b]

Ada tafsiran bahwa " saudara-Ku yang paling hina ini " seperti yang tertulis di ayat 40 itu merujuk kepada murid-murid YESUS dan saya amini, maka jika jaman sekarang murid-murid Tuhan YESUS dibaca sebagai hamba-hamba Tuhan, pemberita-pemberita Injil dan para pekerja di ladang Tuhan lainnya sudah sepatutnyalah kita jemaat memperhatikan pendeta kita, para pengabar Injil itu sebagai bentuk kasih kepada mereka yang sudah mengenalkan YESUS pada kita dan membimbing kita supaya lebih dekat Tuhan dan bertumbuh iman percaya kita pada Tuhan secara layak.

Jangan karena ada tertulis “berikan dengan kerelaan hati…” ya udah kasih persembahan rp 500 aja seminggu sesuai hukum kasih padahal gajinya sebulan 5 jutamisalnya… Sebodo amat gedung gereja gak jadi-jadi bukan urusan gue , pendeta ndak punya baju, anaknya ndak bisa sekolah, istri pendeta sakit keras bukan urusan gue…Urusan gue kasih persembahan gopek seminggu itu kerelaan gue dst. Tentu orang seperti ini kita pertanyakan apakah benar-benar ia sudah menerima Tuhan dalam hidupnya?

Salam

Memang Gereja/ gereja butuh uang buat pembangunan dan perlayanan dan saya juga mendukung akan hal itu.
akan tetapi hendaknya GEREJA/gereja JUJUR dalam hal inij, bila Butuh uang buat pembangunan Gereja (dan untuk ongkos harian dan perlayanan) hendaknya di umumkan bahwa kolekte adalah buat Pembangunan Gereja (dan untuk ongkos harian dan perlayanan), JANGAN MENGATAS NAMAKAN UNTUK TUHAN.
Dan Hendaknya istilah PERPULUHAN , untuk pengumpulan Uang (KOLECTE) tidak dipakai lagi , karena sudah tidak ada sngkut pautnya lagi dengan sepersepuluh melainkan Sukarela,
karena jika dipakai akan tersingung/ tersangkut jika bila di bacakan Malaikhi tentang KUTUK BELALANG PELAHAP
Padahal Taurat sudah dibatalkan dan kitab para nabi sudah habis masa berlakunya Sekarang ini.

Ingat uang RP 500 sekalipun jangan dilihat dari nilainya melainkan dari kerelaan hatinya, (ingat janda miskin yang di puji Yesus) danjuga ingat perkataan yang tertulis dalam PB kepada perwira : CUKUPKANLAH DENGAN GAJIMU

maka biarpun cuma Rp 500, kalau di kumpulkan dan kalau diberkati Tuham Akan CUKUP BUAT BELI GEDUNG dengan landasan HELIKOPTERPUN,
maka HAI PERWIRA PERWIRA YESUS : CUKUPKANLAH DENGAN GAJIMU

Lukas 3
3:14 Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: “Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?” Jawab Yohanes kepada mereka: “Jangan merampas dan jangan memeras dan CUKUPKANLAH DIRIMU DENGAN GAJIMU”
Tuhan yesus memberkati
Han

waduh sorry banget dengan tidak mengurangi hormat dan bermaksud menghakimi tp gw kurang setuju soal taurat n kitab nabi dibatalkan…

YESUS DAN HUKUM TAURAT (MATIUS 5)
5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

dan 10 perintah Allah itu bukannya ditiadakan tapi, jika kita dgn benar melakukan “2 hukum yang utama dan terutama”, maka kitapun secara otomatis uda melakukan 10 perintah Allah itu,…

perkataan nabi2 bukannya uda ngga relevan tp justru byk dr perkataan nabi2 perjanjian lama yg merupakan nubuatan (ramalan) akan zaman kita (akhir jaman) seperti kita nabi yesaya & Yehezkiel…
Bahkan sampai saat ini orang2 zaman inipun tetep banyak belajar dari Daud… orang perjanjian lama yg memiliki hati yg berkenan bagi Tuhan… bahkan sampe Raja segala Raja “mau” disebut anak Daud… singa dari Yehuda…

gw cuman berpendapat gada 1 kitabpun yg ga berguna di alkitab… klo ngga guna pasti uda dilenyapin ma Tuhan dan gakan diterjemahin dan diedarin ke segala bangsa :smiley:

klo soal persepuluhan, ya ada beberapa gereja yg melakukan politik dan kolekte buat pribadi mereka (gw perna benci bgt ma greja Kristen krena hal ini dulu)…
tapi hal itu akan mereka tuai sendiri kok, kejahatan gak akan didiemin ma Tuhan, biar urusan Tuhan yg menghakimi hambaNya, krena kitapun cuman seorang hamba…

tapi soal persepuluhan itu memang dari awal kepunyaan Tuhan,… betapa baiknya Tuhan Dia yg ngasi semuanya… 100% tapi Dia ngasi ke kita 90% ke kita… 10% yg dibalikin pun akan Dia lipet gandain lagi dalam kerjaan kita dan berkat atas seluruh keluarga lho… gw uda alamin… dan persembahan yg disertai rasa syukur… itu yg akan diterima Tuhan :smiley:

Kemurahan dan mujizat Tuhan yg model sering nongol d warta jemaat sering bngt gw alamin :smiley:
persepuluhan itu milik Tuhan, jangan sampe kita jd pencuri… tapi Dia menyediakan berkat melimpah gak karuan bagi mereka yg mencintai Dia :smiley: gw saksi hidup itu hehehehe ;D

tapi gw sepenuh2nya minta maaf klo kata2 gw nyinggung… gwpun masi belajar dan beberapa hal ini cuman kebetulan gw sudah diberi pengertian… gw pun mau belajar lebih lg dr bro,…
karena besi dengan besi saling menajamkan…
dan apapun agamanya, rasnya… kita satu tubuh…, anak dari 1 Tuhan yg kita sayang… u are my brother… sorry if i said something offence ;D

himbauan untuk hanhalim, budiman777, konoharyu
kalau mau berdiskusi masalah batal/tidak batal Hukum Taurat, Perpuluhan, dkk-nya sudah ada threadnya sendiri di board Diskusi Umum Kristen

Mohon maaf, kalau saya tidak keliru judul daripada thread ini ada menyangkut “perpuluhan” walaupun kemudian TS menyatakan lebih menekankan “kerelaan hati” namun beliau tidak mengganti judul dari thread sehingga persepsi pembaca renungan ini mestinya masih ke arah apa yang tertulis sebagai judul. Saya menghargai himbauan moderator kepada saya, sekiranya tulisan saya diatas melanggar aturan forum atau tidak sesuai tempatnya silahkan moderator menghapusnya. Terimakasih.

Salam

ya kita masih harus banyak belajar