Empat meterai, Empat Kuda dan Penunggangnya

Empat meterai, Empat Kuda dan Penunggangnya

Di dalam kitab Wahyu kita membaca tentang adanya 4 kuda yang digambarkan maju satupersatu. Banyak spekulasi tentang apa dan bagaimana 4 kuda dalam kitab wahyu tersebut diterangkan. Ada yang menerka itu hanya hal yang bersifat rohaniah saja, ada juga yang berpendapat bahwa penggambaran Alkitab itu akan termanifestasi secara lahiriah. Disini Nidus akan memberikan pandangan yang mungkin akan berbeda dari kebanyakan pandangan yang sudah ada.

1. Kuda putih (meterai pertama)
Disebutkan kuda putih ditunggangi oleh seseorang yang memegang sebuah busur dan kepadanya diberikan sebuah mahkota. Busur adalah senjata yang dapat melontarkan anak panah dan memiliki jangkauan serang yang jauh. Mahkota berarti legalitas kekuasaan, dimana ia memegang kendali dalam suatu kerajaan. Disini jelas bahwa kekuasaan si penunggang kuda mengincar tempat-tempat yang jauh dengan senjata busurnya dan ia mampu menjadikan siapapun yang ditaklukanya untuk dikuasai. Dikatakan dalam Alkitab bahasa Indonesia bahwa ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan. Namun dalam bahasa Inggris dibahasakan sebagai “conquering and to Conquer” yang artinya secara kasar adalah untuk menaklukan dan untuk menguasai.

Dari penerangan diatas bisa diperhatikan bahwa si penunggang kuda putih memiliki kuasa otoritas dan berambisi untuk menaklukan dan untuk menguasai. Ini cocok sekali dengan penggambaran bangsa Eropa / barat yang berkulit putih dan jelas diantara mereka telah terbukti menjadi penakluk dan penguasa dengan model-model penjajahan atas sebagian besar wilayah Timur. Contohnya Belanda, Inggris, Portugis adalah bangsa-bangsa eropa yang berambisi menaklukan dunia dengan metode penjajahan mereka, jangkauan mereka jauh seperti busur. Belanda berhasil menaklukan kerajaan-kerajaan Nusantara yang jauh dari tanah Eropa. Portugis di Pilipina, Papua Nu Gini, demikian juga Inggris yang berhasil menguasai tanah suku Aborigin di Australia yang sangat jauh, Inggris juga berhasil menaklukan suku Indian dan me-migrasi-kan orang Eropa ke dataran Amerika yang juga jauh, ini karena senjata mereka adalah busur yang memiliki jangkauan jauh. Jelas merupakan sejarah penaklukan yang benar terjadi bahwa bangsa barat yang berkulit putih telah menguasai bangsa-bangsa lain, terutama daerah Timur. Bangsa barat yang terkuat saat ini dan pada dirinya masih ada kuasa otoritas berupa mahkota kerajaan, yaitu dikepala Ratu Inggris. Kenapa Nidus berkata Inggrislah negara terkuat?
Kalau dikatakan Amerika negara terkuat, kenyataanya Amerika cuma polisi dunia, polisi bekerja untuk siapa? Kalau disebut Israel negara terkuat di dunia, sebaliknya malah yang memerdekakan, menyatukan, menempatkan Israel ditengah-tengah negara Arab saat ini adalah Inggris lewat “British Mandate for Palestine”. Ingat bahwa bahasa internasional yang kita akui bersama sekarang ini adalah bahasa Inggris, negara mana lagi yang berhasil membuat bahasanya dipakai dinegara lain dengan begitu hebat? jelas hanya Inggris. Kalau Nidus berkata Inggris memegang busur sedangkan Amerika, Australia, India, Singapura, Israel dan negara-negara Eropa lain adalah anak-anak panahnya, teman-teman mungkin tidak percaya. Teman-teman mungkin juga sukar percaya kalau nanti Nidus terangkan siapa yang menguasai Inggris sebetulnya, singkatnya untuk bocoran bahwa keluarga kerajaan Inggris masih tidak lebih kuat dari keluarga Rostchild.

Sekarang ini kuda putih masih tidak berhenti dari pekerjaanya untuk menaklukan dan menguasai. Setelah kemunculan kuda merah dan juga kemudian kemerdakaan diperoleh oleh bangsa-bangsa yang tadinya terjajah, sekarang kuda putih tersebut menjelma menjadi bentuk lain. Penaklukan dan penjajahan gaya baru yang pernah disebut Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno sebagai istilah NEKOLIM / Neokolonialisme atau penjajahan gaya baru. Idenya sama yaitu menaklukan dan menguasai, namun caranya berbeda. Sekarang kuda putih masih bekerja lewat lembaga paling berkuasa di dunia yaitu PBB / perserikatan bangsa-bangsa, lewat anak panahnya yaitu Amerika, Inggris menggagas setidaknya yang kedua kali untuk membentuk perserikatan bangsa-bangsa. Dulu pernah sekali membentuk lembaga serupa setelah Perang Dunia I dengan nama League of Nation namun gagal. Setelah Perang Dunia ke II dibentuk lagi dengan nama PBB atau United Nations dan sampai sekarang kuda putih ini masih aktif dalam pekerjaanya. Tidak usah diragukan lagi, bahwa PBB adalah otoritas pemegang senjata busur dimana negara-negara lain yaitu anggotanya adalah anak panahnya. Secara tidak kebetulan juga semua kendaraan tempur PBB untuk menjaga perdamaian berwarna putih, ini sesuai dengan tanda kuda putih.

2. Kuda Merah (Meterai kedua)
Sebelum membahas hal-hal lain yang dilakukan kuda putih, kita harus membahas dulu kuda merah. Tanda dari kuda merah ini adalah penunggangnya diberikan kuasa untuk mengambil damai sejahtera, imbasnya bahwa manusia saling membunuh. Senjata yang diberikan kepada penunggangnya adalah pedang besar. Pedang adalah senjata jarak pendek, artinya tidak terlalu jauh jangkauanya, mungkin ini akan memberikan gambaran tentang kekuasaan kuda ini yaitu tandanya daerah kekuasaanya berdekatan karena senjatanya pedang, hanya daerah-daerah yang berdekatanlah yang dikuasai. Tetap saja pedangnya disebut pedang besar karena memang wilayahnya cukup besar. Singkatnya kuda merah yang dimaksud adalah Komunisme, sejak munculnya komunisme maka saling membunuh itu terjadi. Sejarah munculnya komunisme di UniSoviet adalah Revolusi dan penumbangan kekuasaan kerajaan Tsar Rusia, jelas terjadi perang saudara disana antara kaum buruh / pekerja terhadap kaum bangsawan di Rusia. Negara korea terbelah menjadi dua dan saling membunuh karena komunisme. Tidak usah jauh-jauh di Indonesia-pun Komunisme juga telah terbukti menimbulkan kejadian saling membunuh pada peristiwa 30 September dimana dikatakan pembunuhan dimana-mana sehingga PKI sekarang ini menjadi terlarang di Indonesia. Kenapa Indonesia tidak dikuasai komunisme, karena Indonesia cukup jauh dari jangkauan pusat komunisme, ingat senjatanya adalah pedang, pedang menyerang daerah yang berdekatan saja.

Pusat komunisme adalah Rusia, perhatikan kekuasaan komunisme itu berdekatan, yaitu Russia, China, Korea Utara, Vietnam, karena jangkauan serangan kuasa penunggangnya adalah hanya pedang yang jangkauanya tidak sejauh busur kuda putih.

Bersambung…

Diatas kita sudah membahas tentang kuda merah, kita lanjutkan bahasan kuda putih sedikit. Dengan kita tau bahwa kuda putih sekarang bekerja melalui PBB, sekarang kita mengerti bahwa kuda putih telah berhasil menjalankan nubuatan yang berkata dia “conquering and to conquer”, dia telah menaklukan banyak bangsa dan telah berhasil menguasai, buktinya, hampir semua negara saat ini bernaung di bawah PBB dan menerima semua keputusan PBB. Bukti nyatanya adalah PBB menguasai Ekonomi bangsa-bangsa melalui IMF (berhubungan dengan kuda hitam yang akan kita bahas), PBB menguasai kesehatan bangsa-bangsa melalui WHO. Keamanan semua negara sekarang dikontrol oleh PBB, semua yang terkena sangsi PBB hukumnya halal untuk diruntuhkan (lihat Korea Utara, Iran, polisi PBB selalu mengintimidasi negara-negara yang terkena sangsi). Cukup jelas bahwa hampir semua aspek kehidupan dikelola oleh PBB, artinya ia telah berhasil “conquer” / menguasai.

3. Kuda Hitam (Meterai ketiga)
Setelah meterai ketiga dibuka, kuda hitamlah yang muncul, ditangan penunggangnya ada sebuah timbangan. Tidak seperti kuda sebelumnya, bukan senjata yang ada pada kuda hitam, namun sebuah alat, ini bukan kekuatan dengan senjata. Timbangan berbicara tentang alat ukur dan keadilan. Kemunculan pertama kuda hitam ini adalah permintaan keadilan bagi para kulit hitam / negro. Setelah kuda putih dan kuda merah muncul dimana para kulit putih yang menang dan berkuasa, kuda hitam ini tiba-tiba saja muncul, bahwa tidak disangka orang-orang berkulit hitam meminta kesetaraan sebagai wujud keadilan (lihat Black Power). Kuda hitam juga biasanya dipakai untuk memberi label kepada mereka, perseorangan atau tim yang tidak disangka-sangka mengambil porsi dalam sebuah panggung (Contoh penggemar sepak bola pasti mengerti apa itu istilah kuda hitam dalam sebuah kompetisi). Kompetisi yang tadinya dimainkan hanya oleh dua pihak liberalis Eropa, Amerika, berkulit putih dan lawanya yaitu Komunisme yang mentarget kawasan Timur seperti Asia, tiba-tiba issue keadilan dan kesetaraan itu menyeruak setelah PBB berdiri oleh para orang berkulit hitam, menjadi sebuah kuda hitam yang mengambil panggung dunia (lihat kejadian Nelson Mandela). Nelson Mandela adalah pejuang kesetaraan antara kulit hitam terhadap kulit putih yang berhasil mengambil perhatian baik kuda putih dan kuda merah. Jika kita melihat di Wikipedia Nelson mandela berhasil menerima Nobel oleh dua sisi, yaitu kuda putih yang diwakili Amerika memberikan hadiah nobel perdamaian bernama “Presidential Medal of Freedom”, juga dari sisi kuda merah UniSoviet juga memberi hadiah nobel bernama “Order of Lenin” kepada pejuang kesetaraan ini. Bisa diperhatikan dari kedua nobel tadi, bahwa kedua kuda baik putih maupun hitam sama-sama ingin berebut pengaruh terhadap kuda hitam yang baru muncul. Nanti kita akan bahas siapa yang berhasil merebut pengaruh kuda hitam ini.

Tuntutan orang-orang kulit hitam itu bukan saja soal kesetaraan Sosial Ras namun juga kesetaraan ekonomi yang jelas seperti diterangkan dalam kitab Wahyu “Secupak gandum sedinar, tiga cupak jelai sedinar”. Kuda putih menawarkan kesetaraan mereka lewat paham Liberalisme / kebebasan sosial dan kebebasan ekonomi dalam sistem libaral. Kuda merah menawarkan kesetaraan lewat paham sosialis / kesetaraan sosial dan jaminan ekonomi dalam sistem komunisme.

Soal gandum dan jelai keduanya adalah sama-sama berbicara kebutuhan bahan dasar / bahan pokok berkehidupan. Gandum yang lebih tinggi nilainya dibandingkan dengan jelai yang nilainya lebih rendah, namun keduanya adalah bahan pokok untuk strata ekonomi yang berbeda. Untuk informasi ukuran secupak diukur kira-kira setara dengan ukuran 4 gelas, jadi gandum 4 gelas setara dengan jelai (4 gelas kali 3 cupak) 12 gelas. Bisa diakatakan disini gandum sebagai konsumsi kaum ekonomi menengah / sedang, sedangkan jelai adalah untuk kaum ekonomi rendah atau miskin. Namun keduanya diatur dalam sebuah sistem ekonomi yang sama yaitu ukuran uang (satu dinar). Disini juga bisa berbicara bahwa orang miskin itu jumlahnya lebih banyak yaitu setara 12 gelas sedangkan kaum menengah hanya sepertiganya yaitu 4 gelas.

Sementara dikatakan dalam kitab Wahyu “Tetapi jangan rusakan minyak dan anggur itu”. Berbeda dengan gandum dan jelai, minyak dan anggur bukanlah bahan dasar berkehidupan, namun barang mewah. Minyak dan anggur dalam kehidupan ekonomi berbicara tentang kaum ekonomi kelas atas dan kaum bangsawan, keduanya dikatakan jangan dirusakan artinya hanya merekalah kaum ekonomi kelas atas dan para bangsawan yang tidak terpengaruh dari kerusakan oleh munculnya kuda hitam yang menuntut kesetaraan. Yang terjadi sebetulnya adalah pertentangan antara kaum kelas menengah dan kaum kelas bawah saja, sementara kaum kelas atas dan para bangsawan menonton kekacauan yang terjadi. Kita tahu dalam Liberalisme, semua yang diatas memegang kendali ekonomi dan kekuasaan, sedangkan rakyat kelas menengah dan rakyat kelas bawahlah yang terimbas dari sistem ekonomi kuda hitam ini. Begitu pula dalam paham sosialisme komunisme, ternyata mereka yang memiliki jabatan tinggi juga menguasai, sementara kaum menengah ke bawah dan kaum buruh jugalah yang bekerja keras untuk ekonomi komunisme.

Kuda hitam ini juga terus bekerja sampai sekarang menjelma dalam sistem ekonomi yang katanya menjunjung tinggi kesetaraan. Kuda ini memakai unsur-unsur bumi berwarna hitam seperti “balck gold” atau minyak bumi, batubara, keduanya adalah urat nadi sistem perekonomian dunia. Ingat harga minyak naik, dan semua negara terkena dampaknya. Namun sebetulnya hanya terjadi persaingan dan kerusakan pada kaum ekonomi menengah dan kaum ekonomi rendah saja, mereka yang posisinya diatas tidak tersentuh dalam sistem ekonomi (Contoh lihat bagaimana Robert Kyosaki dan Presiden Trump berhasil lolos dari sistem pajak). Percayalah bahwa siapapun yang kita bisa lihat dan kita bisa tonton muncul di layar televisi adalah masih disebut kaum kelas menengah. Entah kasus korupsi seberapapun saat mereka terkena imbasnya dalam sistem ekonomi ini, artinya mereka bukan kaum minyak dan anggur.
Ada salah satu contoh kaum minyak atau ekonomi kelas atas yang bisa kita lihat di televisi, hanya baru satu di Indonesia, itu saja karena ia berhubungan dengan tokoh yang terlalu kontroversial di jagat hiburan tanah air.
Siapa sekarang yang tidak tau nama Reno barrack, suami Syahrini yang ternyata adalah pemilik saham MNC dan juga ternyata orang Jepang. Normalnya orang-orang dengan ekonomi kelas atas seperti Reno Barrack tidak akan muncul di televisi. Sebagai sedikit gambaran orang seperti Reno ini memiliki sebuah apartemen berlantai tujuh untuk rumah pribadinya sendiri, namun di dunia ini orang yang ekonominya lebih tinggi dari Reno masih sangat banyak. Sebut saja para penguasa bisnis teknologi, seperti Bill Gates dengan Microsoftnya, Jeff Bezoz dengan Amazon-nya.

Kaum Bangsawan juga tidak terpengaruh apapun dari gonjang-ganjing ekonomi yang katanya sedang memperjuangkan kesetaraan ini. Contoh para kaum bangsawan ini adalah keluarga kerajaan Inggirs, keluarga kerajaan Arab, mereka sama sekali tidak terpengaruh dengan kuda hitam yang telah muncul ini. Sebagai penutup bahwa sistem ekonomi kuda hitam sekarang ini masih diperebutkan oleh kuda putih maupun kuda merah, walaupun sebetulnya kuda putihlah yang sedang mendominasi. Kita semua tau sekarang semua negara tunduk kepada IMF, anak panah si kuda putih untuk mengatur kuda hitam ekonomi dunia yang katanya memperjuangkan kesetaraan ekonomi. Negara-negara yang tidak tunduk pada sistem ekonomi global akan diembargo, contoh : Iran, Korea Utara. Tetapi kita bisa lihat saat ini Ekonomi China di sisi kuda merah perlahan-lahan akan mengambil alih sistem ekonomi yang ada, terutama di daerah Asia. Pengaruh Kuda Hitam / sistem ekonomi di Asia ini (terutama Asia tenggara) sebentar lagi akan diambil alih dan dikendalikan oleh kuda merah. Sebagai bocoran, laut Natuna dipersengketakan oleh Indonesia dan China, artinya Indonesia dalam jangkauan pedang penunggang kuda merah sekarang, Vietnam juga salah satu bagian dari kuda merah, jika kita perhatikan akhir-akhir ini Vietnam makin berani masuk perairan Indonesia, karena kakaknya yaitu China mem-backup-nya dari belakang.

Sungguh disesalkan jika kita saat ini berhutang ekonomi terhadap China akan pembangunan-pembangunan yang telah dan sedang berjalan. Menurut riwayat yang telah terbukti, kehadiran komunisme akan menimbulkan perang saudara / “saling bunuh” sesuai dengan nubuatan kuda merah. Jika diperhatikan target yang akan dipakai sebagai pemicunya adalah pilpres tahun ini.

Apa yang harus terjadi pasti akan terjadi, jadi tidak usah kuatir, karena kekuatiran tidak akan menambah sejengkal jalan hidup kita.

Berikutnya akan kita bahas apa itu kuda hijau.

bersambung…

4. Kuda Hijau (Meterai ke empat)
Setelah meterai ke empat dibuka, maka majulah kuda hijau, yang menungganginya bernama maut dan kerajaan maut mengikutinya. Sungguh seram mendengar ada orang yang bernama maut, dan kerajaan maut mengikutinya. Kuda hijau ini mengambil porsi kemunculanya setelah kuda hitam, mungkin dulunya penunggangnya yang bernama maut sudah ada, namun belum mendapat bagian dalam menunggang kuda. Menunggang kuda artinya masuk dalam pertempuran politik kekuasaan dunia. Menurut tanda-tandanya, kuda hijau ini berhasil menguasai seperempat bumi, dalam keberadaan kuda ini ada 4 hal sebagai alat kekuasaanya yaitu pedang, kelaparan, sampar, dan binatang buas. Nanti satu-satu akan kita bahas tentang apa keempat hal yang menjadi tanda kuda hijau ini.

Sesuai tanda, bahwa kuda hijau ini berhasil menguasai seperempat bumi, satu-satunya kelompok politik kepentingan yang sesuai dengan nubuatan ini adalah kelompok Islam. Agama Islam yang memang identik dengan warna hijau, sekarang ini telah berhasil memenuhi nubuatan kitab Wahyu ini dengan berhasil menguasai seperempat populasi dunia, bahkan bisa jadi akan terus bertambah. Ternyata yang menunggangi kuda hijau ini adalah kematian itu sendiri, ini bisa dilihat apabila Agama ini diterapkan dengan radikal, maka kematian akan mengikuti di belakangnya. Kita sudah banyak melihat contoh-contoh radikalisme dan extrimisme di beberapa kelompok Islam. Nama kematian juga menunjukan bahwa orang-orang ini tidak takut kepada kematian. Mereka yang menyebut dirinya kelompok jihadis dalam agama Islam juga tidak takut mati untuk memperjuangkan kepentinganya. Bisa diperhatikan juga bahwa mirip seperti kuda merah, kuda hijau ini juga bisa memakai pedang, artinya kematian itu menjadi jalan untuk mencapai tujuanya.

Selain pedang disebutkan juga cara mereka adalah lewat kelaparan, kelaparan yang dimaksud bisajadi adalah permintaan belas kasihan yang mereka lakukan jika dalam kondisi yang tidak menguntungkan atau sedang tidak berdaya. Mereka yang memelas itu malah bisa membuat orang lain dalam kelompok lain untuk melakukan tindakan-tindakan kekerasan dan bahkan melakukan pengorbanan diri hanya untuk membalaskan penderitaan saudara-saudara mereka yang mengalami lapar karena tertindas. Jika mereka kelaparan kemudian dibantu dari luar kelompok mereka, contoh penduduk Palestina, justru sebagian dana bantuan itu digunakan untuk menumpahkan darah lagi dengan membuat roket untuk menyerang kelompok lain yang mereka benci. Kelaparan juga berbicara tentang bagaimana mereka bisa hidup di jalan kesengsaraan demi mencapai tujuannya.

Cara yang ketiga dalam aksi menuju kepentingan mereka, kuda hijau ini juga melakukan dengan penyakit sampar. Apa itu penyakit sampar atau wabah? penyakit sampar dalam kitab Mazmur 91 disebut “berjalan di dalam gelap”, artinya penyakit ini tidak dengan terang-terangan bekerja namun seperti wabah, tiba-tiba saja ada dan meyebar tidak tahu sumbernya dari mana. Yang Nidus maksud disini adalah rasa kebencian yang ada dalam hati beberapa kelompok-kelompok Islam. Memang tidak semua orang Islam melakukan hal ini, namun ada beberapa kelompok yang memang dengan diam-diam dalam gelap menebar kebencian dalam hati pengikutnya untuk merasa jijik terhadap Agama Lain atau kelompok lain yang tidak sesuai dengan pandangan kelompoknya. Contoh kelompok HTI misalnya, walaupun legal secara hukum, tapi kepentingan tersembunyi mereka dijalankan di dalam gelap seperti wabah, contoh lain adalah kelompok LDII yang bahkan secara kehidupan sosial tidak sejalan dengan kelompok Islam yang lain. Yang paling jelas adalah kelompok-kelompok radikal yang diberi label teroris oleh otoritas pemerintah. Nidus pernah mendengar sendiri apa yang diajarkan dalam sebuah kelompok belajar seumuran balita, yang pada dasarnya terjadi penenaman rasa tidak suka atau jijik terhadap kelompok lain yang tidak sama dengan kelompok mereka. Melarang mereka bersosialisasi terlalu dekat dengan orang yang beragama lain, ini adalah contoh pekerjaan-pekerjaan tersembunyi dalam beberapa kelompok Islam yang bekerja seperti wabah dalam hal kebencian terhadap kelompok lain. Tentunya kebencian itu akan menjadi bukan sekedar kebencian saja seiring berjalanya waktu, tapi bisajadi akan dibuahi dengan tindakan-tindakan yang merepresentasikan kebencian dalam hati. Semua ini ditunjukan juga dengan tanda yang jelas bahwa hanya pada kuda hijau ini yang disebut dengan kata “mereka” dan bukan hanay “dia”, karena kuda hijau ini terdiri dari berbagai macam kelompok yang berbeda-beda degan cara mereka yang berbeda-beda namun hasil akhir yang ingin dituju tetap saja sama yaitu hukum kelompok mereka yang menjadi dasar kehidupan bahkan dalam politik kekuasaan. Kuda hijau ini juga adalah satu-satunya kuda yang tidak ingin mempengaruhi ekonomi kuda hitam karena kuda hijau ini justru mengusung ekonomi cara mereka sendiri. Seperti kita tahu sekarang ada yang dinamakan ekonomi model Syariah yang semakin banyak diadopsi sistem ekonomi perbankan. Sistem ekonomi ini sangat menarik karena menjadi tandingan ekonomi liberal dan ekonomi sosialis.

Tanda yang ke empat dari kuda hijau ini adalah membunuh dengan binatang buas. Binatang buas bisa diartikan sebagai makhluk yang tidak terkendali, buas, tidak peduli dengan yang lain kecuali menuntaskan rasa laparnya akan kebencian yang ada dalam diri mereka sendiri. Bisa juga diartikan menggunakan segala macam cara untuk mencapai tujuan, tanpa berpikir panjang. Contoh Binatang buas yang ada terjadi adalah kelompok-kelompok radikal Islam yang menempuh jalan teror berlaku seperti binatang buas dengan mengeliminasi kelompok di luar mereka secara terang dan masive seperti ISIS misalnya. Contoh lain adalah kelompok sel teroris yang mengaku kelompok Islam Moro menyandera tawanan di daerah Filipina untuk meminta tebusan. Hal-hal itu adalah jelas tindakan-tindakan yang bisa disebut buas.

Demikian empat kuda yang dikatakan di kitab Wahyu telah ada di depan mata kita dan sedang terus bekerja untuk kepentingan mereka masing-masing. Namun yang terpenting dan yang menjadi bagian kita adalah meterai kelima, yang akan dibahas selanjutnya.

bersambung…

Ngeri kali kuda warna-warni itu, ya.
Lanjutkan penjelasannya, Bro!
Spy semua pasang kuda2
Waspada dan ber-jaga2

Salam Damai!

Dengan busur saja tanpa anak panah bagaimana caranya menguasai dunia ?
Inggris, Portugis, Belanda, Spanyol, Mongol, Jepang, Hitler, semua pakai persentajaan lengkap untuk menduduki negara2 jajahan. ini tdk sinkron dengan gambaran membawa busur saja.

Imho ANTIKRIS AKAN MUNCUL DENGAN MEMBAWA PESAN PERDAMAIAN
Sebab jika tdk membawa perdamaian bagi dunia bagaimana dunia bisa menerima dia ?

Memang antikris akan datang
Semua me-raba2 apa bawanya
Apa peace, pistol, apa piso lagi

Yg mengerikan juga rasanya adalah
Andai segala kebutuhan sudah on line
Spt makanan, transportasi, sekuriti, dll

Tiba2 frekwensi kacau, spt di Babel
Lalu peluru kendali pun tak terkendali
Uang plastik dimakan mesin ATM semua

Gimana, ya!
Itu ngeri juga kurasa…
Mungkin yg spt Lazarus enakan

Salam Damai!

Sebelum membahas meterai ke-5, akan Nidus rangkum dulu kuda pertama sampai ke empat.

1. Kuda Putih : Ideologi kolonial, Bangsa Barat dikaruniai mahkota untuk menaklukan dan menguasai lewat penjajahan dan sekarang mendominasi dan menguasai dengan bentuk PBB (Inggris, Amerika, Prancis, Rusia, China-Taiwan). Kemudian mengusung sistem liberalisme, kebebasan bagi mereka yang tuduk (anggota PBB) kepada PBB, penumbangan dan penghancuran bagi mereka yang melawan (lihat Indonesia Era Soekarno, Sadam Husein, Kim Jong Un, M. Ahmadinejad). Tanda negara dikuasai kuda putih adalah pemerintahanya republik dan tunduk pada aturan PBB.

(Mengapa Rusia dan China sebagai kuda merah bisa menjadi bagian dari dewan keamanan PBB, karena pada saat PBB berdiri, kekuasaan internal mereka didominasi pemimpin liberal. Beda cerita saat ini, pemimpin Rusia dan China loyal kepada komunisme dan cara-cara mereka lebih modern. Orang-orang China yang berpaham liberal terasingkan di pulau Taiwan, yang saat ini sudah di-claim oleh China (komunis) lagi. Jadi di dalam PBB sekarang terjadi dominasi 2 kuda, putih dan merah).

2. Kuda merah : Ideologi komunis, Jerman, Rusia (Uni Soviet), China (tiongkok), Korea Utara, Vietnam. Jerman, Rusia dan China memang sekarang berlabel republik, namun mereka sedang ingin bangkit mendominasi kekuasaan dunia dengan komunisme modern, terutama China yang telah berhasil mendominasi ekonomi dunia Timur. China sedang berusaha menjadi superpower dunia sekarang ini dan expansi yang sedang dilakukan adalah membangun jalan sutera laut ke eropa, di jalan sutra laut itu salah satu poin pentingnya adalah Indonesia dimana selat malaka akan dijadikan jalur sutra tersebut.

3. Kuda hitam : Tuntutan kesetaraan, secara sosial dan ekonomi, kuda ini tidak memiliki kekuatan senjata, hanya timbangan untuk meminta keadilan. Pengaruh dari sistem kesetaraan sosial ekonomi ini diperebutkan baik oleh kuda putih dan merah. Untuk menjawab tuntutan timbangan kuda hitam, kuda putih mengusung sistem ekonomi liberal, kuda merah mengususng sistem ekonomi sosialis. Walaupun berkedok kesetaraan, namun pada dasarnya hanya kelas ekonomi menengah ke bawah (gandum dan jelai) yang terpengaruh sistem (uang/dinar) kuda hitam ini. Para bangsawan dan ekonomi kelas atas (minyak dan anggur) tidak terdampak pengaruh tuntutan kuda hitam soal kesetaraan sosial ekonomi.

4. Kuda hijau : Ideologi Islam, Islam secara jelas telah memenuhi nubuatan kuda hijau yaitu menguasai seperempat bumi. Tidak seperti kuda hitam yang tidak bersenjata, kuda hijau ini bisa menggunakan pedang dan bermaksud melawan ketiga kuda yang telah ada sebelumnya. Ideologi Islam ternyata mampu membuat kuda putih (liberal-neokolonialisme) merasa terancam dan selalu melawan kelompok-kelompok Islam. Dikarenakan juga kuda hijau ini memiliki sistem ekonomi sendiri yang juga mengancam sistem ekonomi kesetaraan kuda hitam (yang sementara ini sedang dikontrol oleh kuda putih dengan nama global economy dimana pengaturnya adalah IMF-PBB). Kita tahu juga bahwa model syariah sedang mencoba melakukan dominasi ekonomi juga.

Selanjutnya Nidus akan mulai membahas meterai ke-5 yang sangat erat kaitanya dengan kita, umat Tuhan, untuk mengambil bagian di dalamnya.

Bukan kebetulan bahwa setelah meterai kelima dibuka, maka yang dibahas bukan kuda lagi, namun jiwa-jiwa yang di bawah mezbah. Seperti pernah Nidus singgung di atas bahwa arti menunggang kuda adalah mengambil bagaian dalam pengaruh penguasaan dunia, dan cara dunia bekerja. Setelah kuda hijau maju dalam konstes penguasaan dunia, ternyata yang dibahas adalah masalah jiwa-jiwa. Jiwa-jiwa itu dikatakan adalah jiwa-jiwa yang dibunuh karena kesaksian, maka jelas jiwa-jiwa ini adalah orang-orang Kristen yang bersaksi. Dikatakan juga bahwa ternyata mereka harus menunggu kegenapan jiwa-jiwa lain yang seharusnya juga dibunuh sama seperti mereka, yaitu karena bersaksi. Bagian kita bukan ikut kompetisi menguasai dunia dengan doktrin Tuhan sekalipun, tetapi bersaksi.

Ini adalah teguran bagi orang Kristen di dunia yang memperlambat waktu Tuhan. Bagaimana orang Kristen memperlambat waktu Tuhan adalah dengan menahan kesaksian kita. Jika orang-orang Kristen cepat-cepat bersaksi, maka dengan cepat kita akan dibunuh dan menggenapi rencana Tuhan. Seperti dikatakan Rasul Petrus dalam 2 Petrus 3 ayatnya yang ke 11 dan 12. Disebutkan disana ada orang-orang yang harus menjalani sesuci-sucinya dan sesaleh-salehnya hidup, yaitu mereka yang menantikan Tuhan dan “mempercepat” kedatanganNya. Mengapa disebut mempercepat, ternyata ada yang memperlambat waktu Tuhan yaitu orang-orang Kristen yang menyayangi nyawanya lebih dari kehendak Tuhan. Padahal dengan lebih cepat bersaksi, lebih cepat dianiaya dan dibunuh, akan mempercepat proses kedatangan Tuhan. Tuhan sedang menunggu cawan murkaNya penuh yaitu dengan darah para martir, namun ternyata orang-orang Kristen sebagai calon martir lebih sayang nyawanya sendiri.

Orang yang menjalani kesucian hidup tidak akan takut mati dan justru mempercepat kedatangaNya dengan lebih cepat bersaksi, walaupun ia tau hasilnya akan dibunuh. Mengapa sekonyol itu pwmikirannya? karena mereka yang mempercepat waktu Tuhan itu tahu bahwa dunia ini bagaimanapun juga akan diakhiri, dan Tuhan akan membuat langit dan bumi yang baru bagi orang-orangNya. Maka lebih cepat lebih baik, karena dikatakan juga oleh Yesus sendiri dalam matius 4 ayat 22 yang berkata “Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; tetapi karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat”. Siapa orang-orang pilihan itu, adalah mereka yang mempercepat kedatangan Tuhan dengan secepat-cepatnya bersaksi kepada dunia, menyerahkan nyawanya sebagai martir untuk menyelamatkan orang lain yang belum mengenal Tuhan. Karena waktu ini terus berjalan dan inilah bagian kita yaitu bersaski dan menjadi martir Kristus.

Jika kita sebagai orang Kristen enggan bersaksi, malah hidup sibuk mencari dan mengumpulkan kekayaan dunia, maka kitalah yang memperlambat waktu Tuhan. Namun jika kita mengerti bagian kita dan melakukan kesaksian kita dengan setia, maka kitalah orang-orang pilihan yang mempercepat kedatangan Tuhan, menjadi martir dan memenuhi cawan murka Tuhan, sehingga meterai ke enam yaitu penghukuman atas dunia akan lebih cepat dimulai.

Meterai ke enam mungkin tidak akan Nidus bahas, karena isinya hanyalah ketakutan dan kengerian. Fokus dan tujuan dari bahasan yang Nidus sampaikan adalah untuk kita sebagai orang Kristen, marilah bersaksi, walaupun kita tahu kita akan dibunuh karena kesaksian kita. Karena jelas diaktakan di Alkitab bagian kita adalah menjadi martir dan bukan ikut andil dalam pertarungan 4 kuda utuk menguasai dunia, walaupun kadang kedok alasan kita adalah memenangkan dunia bagi Tuhan dan memuliakan nama Tuhan. Bukan begitu cara memenangkan dunia, Tuhan hanya butuh jiwa-jiwa yang mau mensucikan dirinya, yang akan dipeliharaNya sebagai umatNya. Mengertilah bahwa Tuhan akan hancurkan dunia ini, kemudian Tuhan akan membuat yang baru (langit baru dan bumi baru) untuk kita umat pilihanya tinggali, tidak ada rencana Tuhan untuk mempertobatkan semua manusia di dunia ini, hanya mereka yang terpanggil dan terpilih saja. Tuhan menunggu kita, yaitu lewat kesaksian kita kepada Dunia.

GB.

Jika teman, membaca dengan lengkap maka teman akan tahu bagaimana perdamaian dunia itu sekarang sedang dikerjakan oleh PBB. Sekarang semua orang menerima perdamaian oleh PBB.

Busur tak ber-panah adalah asumsi dan penafsiran saja, bagaimana kita tahu busur itu tidak berpanah? Nidus sebagai pembaca tidak berandai-andai bahwa busur tidak berpanah, karena dengan menyebut kata busur saja, secara otomatis busur itu seharusnya memiliki anak panah. Menurut Nidus penafsiran busur tidak beranak panah adalah karena orang Kristen berusaha mencocokan perdamaian yang dibawa antikristus dengan kuda putih.

Menurut Nidus, antikris justru akan muncul setelah semua kuda adu jotos. Mungkin memang dari pihak kuda putih yang akan mengusulkan sistem si antikris dengan menyatukan dunia dalam satu kendali kuasa. Tapi kuda merah dan kuda hijau juga berpeluang memunculkan antikirs, atau malah si pelacur yang duduk diatas binatang yang akan melakukanya.

I like that!
“Mati keren” maunya
Bukan mati yg alamiah

JBU Bro!

kuda hijau itu lengkapnya adalah kuda hijau kuning
bahasa Inggrisnya “pale green” kalo dak salah

penunggangnya bernama Maut
selain membunuh pake pedang, juga pakai kelaparan, sampar, dan binatang buas

jangan terlalu yakin dulu ini cocok :slight_smile:
gak boleh comot2 sebagian

Menurut satu rujukan belajar Nidus dalam bahasa Inggris, tidak ada yang menunjukan kata kuning, tapi memang betul disebutkan “pale green”, terjemahan Indonesianya, hijau pucat. Kata “pale” dalam bahasa Inggris bisa diartikan pucat, putih, muda, pudar, kucam, dan tidak ada satupun yang merujuk ke warna kuning. Kata “pale” sendiri oleh seorang pendeta berbahasa inggris, dikembalikan ke bahasa aslinya yaitu Yunani, sebagai hijau. Menurut dia kenapa muncul kata “pale” sebelum “green” adalah karena penterjemah melakukan penafsiran bahwa kuda berwarna hijau itu tidak ada, memang pada kenyataanya tidak ada kuda berwarna hijau. Itulah kenapa ditambahkan kata “pale” / artinya pucat, agar penglihatan itu tidak terlihat seperti fantasi yang tidak normal.

Kita harus lebih berani meneliti untuk memahami makna dalam Alkitab yang sebenarnya. Seperti Contoh kata yang Nidus singgung diatas yaitu “maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan” dalam konteks kuda putih, jika mau dikembalikan ke bahasa inggris seharusnya berkata “winning and to win”. Namun bukan begitu, dalam bahasa Inggrisnya sebetulnya dikatakan “conquering and to conquer” dimana terjemahan literalnya adalah “menaklukan dan menguasai”.

Jadi ada sedikit perubahan makna saat kita merubah terjemahan yang sudah diperhalus dalam bahasa Indonesia, apabila dikembalikan ke terjemahan literal tanpa memperhalus bahasa. Jika diartikan sebagai “pemenang dan merebut kemenangan” adalah pengertian yang secara umum sebagai tindakan positif dalam sebuah kompetisi, namun jika dikatakan “menaklukan dan menguasai”, maka yang terbentuk adalah stigma negatif, yaitu tindakan ambisi untuk menguasai. Dengan demikian persepsi pembaca bisa terpengaruhi oleh peng-arti-an yang dipilih dan dapat memiliki persepsi berbeda tentang kuda putih.

Semua yang Nidus jelaskan adalah poin-poin utuh, terurut, dan menyeluruh dari semua kuda yang disebutkan, tanpa melakukan comot sebagian ayat saja, malah menurut Nidus sudah lengkap dan juga kronologinya berurutan.

Tumpahkan saja, Bro, pelan2
Spy semua selalu waspada
Rajin mendengar berita
Pd saatnya ber-jaga2

Salam Damai!

kalau mau meneliti begituan, saya sarankan dari bahasa aslinya, Inggris pun juga adalah terjemahan dari bahasa aslinya

yang jelas kata2 yang disitu bukanlah hanya “hijau” saja, silahkan ditelaah sendiri warna hijau pucat, kusam, pudar, dan lain sebagainya itu cocok gak dengan yang ada sekarang

kamu bilang kamu udah menjelaskan runut? yang terlihat dari saya kamu hanya mengambil sebagian ayat Alkitab dan mencocokannya dengan kondisi yang emang ada sekarang

bagaimana dengan penunggang maut?
bagaimana dengan kelaparan?
bagaimana dengan sampar?
bagaimana dengan binatang buas?

ini baru satu kuda
lom kuda lainnya :slight_smile:

Atu-atu atuh!
Ingrisnya: “One step ahead!”
Terlalu banyak “bagaimana2”-mu, Hen
Dan tak memberi penjelasan yg memadai

To the point,
Kau tuh tak suka warna kuda2-nya
Atau kita hrs mencari warna2 yg sebenarnya?

Kali semua kita “buta warna” [Luk 6:39-42]
Yesus membuat perumpamaan kpd kita:
“Dapatkah orang buta menuntun orang buta?
Bukankah keduanya akan jatuh ke dlm lobang?”

Salam Damai!

4 pertanyaan Henhen, menunjukan Henhen belum membaca dengan lengkap di komen (Reply # 4 dan Reply # 5 ) yang kemarin-kemarin sudah Nidus jelaskan satupersatu di dalamnya tentang pertanyaan-pertanyaan Henhen ini. Silahkan HenHen baca di komen 4 dan 5, disitu sudah ada semua Nidus jelaskan lho.

Nidus memang mencocokoan nubuatan itu dengan kenyataan, karena itulah gunanya nubuatan dan penglihatan yaitu untuk dicocokan dengan kejadian yang nyata. Dan penjelasan yang Nidus lakukan pasti sudah runut bagi mereka yang sudah membaca bahasan Nidus dengan lengkap di versi lengkap dari awal (bukan rangkumanya saja), dan juga jika pembaca tidak melakukan skip/loncat-loncat.

Pasti pada saatnya akan Nidus bongkar dan bahas bro… :happy0062: :afro: