Esensi Kejahatan

Jika saya memiliki tangan yang baik, dan sebuah pedang yang baik, kemudian saya mengancam seseorang yang baik untuk menyerahkan makanannya yang baik kepada saya, maka sesuatu yang buruk terjadi, namun dimanakah letak kejahatan itu? Bahkan keinginan saya untuk makan merupakan sesuatu yang baik, karena dari situlah saya mendapatkan energi.

a. Kejahatan saya terletak pengejaran terhadap hal hal yang baik (makanan), secara salah (merampok dari orang yang baik). Oleh karena itu, SYARAT KEJAHATAN ADALAH ADANYA KEBAIKAN UNTUK DIKEJAR SECARA SALAH.
b. Untuk menjadi saya yang jahat (merampas), saya harus memiliki pikiran dan kehendak, yang kemudian saya selewengkan (dari yang seharusnya saya gunakan untuk mengasihi, menjadi mengancam) tetapi keberadaan pikiran dan kehendak itu sendiri merupakan sesuatu yang baik, yang diperoleh dari SUMBER YANG BAIK.
c. Segala sesuatu yang memampukan terjadinya kejahatan di dunia adalah segala sesuatu yang baik (kekuatan, kecerdasan, wajah tampan, tubuh seksi, kekuasaan, pedang, Uranium), oleh karena itu, keberadaan yang JAHAT SESUNGGUHNYA BERGANTUNG PADA KEBERADAAN YANG BAIK, YANG KEMUDIAN DISALAHGUNAKAN.
d. Untuk memahami apa yang jahat, kita harus mengerti dulu apa yang baik. Kita harus mempunyai ide tentang seks yang normal terlebih dahulu sebelum mengetahui bahwa sadisme merupakan perilaku seksual yang menyimpang. Oleh karena itu, SYARAT KEJAHATAN ADALAH ADANYA STANDAR KEBAIKAN UNTUK DILANGGAR.
e. Untuk memahami yang buruk, kita harus mempunyai ide tentang yang baik, yang indah, dan yang sempurna terlebih dahulu, sama seperti kita memahami bejana yang rusak dengan terlebih dahulu memahami bejana yang baik. Oleh sebab itu SYARAT KEJAHATAN ADALAH ADANYA KEBAIKAN UNTUK DIRUSAK.

PERTAMAX gan :afro:

Terima Kasih atas komentarnya, sebenarnya tulisan saya di atas akan saya gunakan sebagai argumentasi untuk menentang dualisme dan politeisme, yang berpendapat bahwa Sosok sosok yang mewakili kejahatan dan kebaikan telah ada sejak kekekalan.

Anyway, God Bless