Faham Usa adalah buah akibat bentrokan di Inggris, Scotland, Ireland, Perancis.

Kalau Komunis Rusia dan China, adalah buah akibat bentrokan agama di Jerman dan Perancis, dimana bertahun-tahun terjadi peperangan antara Katolik, Lutheren, Calvinis, Zwinglies, dan Anabaptis, yang dibawa ke belahan dunia bagian timur, melalui Marxisme.

Sebaliknya faham USA adalah buah akibat bentrokan di Inggris, Scotland, Ireland, Perancis, yang dibawa ke belahan dunia bagian barat, melalui para imigran yang ke benua Amerika.
Sejak terjadinya perpecahan gereja, di Inggris menjadi Anglican, di Ireland tetap katolik, sedangkan di Scotland banyak mengikuti ajaran John Knox.
Semakin banyak terjadi bentrokan, semakin banyak orang yang ingin hidup damai meninggalkan tanah kelahirannya mencari daerah baru.
Setelah mereka jumlahnya cukup banyak berkumpul di Amerika Utara, seperti: George Washington, Thomas Jefferson, Benyamin Franklin dan banyak lagi, mereka bersama mendirikan negara USA.

Belajar dari pengalaman,

  • Karena kesewenang-wenangan Monarchi, mereka menolak Monarchi.
    Timbullah faham: Liberty
  • Karena sumber bentrokan adalah agama, mereka tidak menolak agama, seperti faham komunis, akan tetapi mereka tidak membedakan agama yang satu dengan agama yang lain, semua agama dan ras adalah sama.
    Timbullah faham: Equality

Suatu pendapat yang kacau balau untuk tujuan yang tidak jujur :slight_smile:

Pertama menyalahkan adanya kekristenan yang tidak terpusat. Tetapi kekristenan yang tidak terpusat itu dipersalahkan menjadi penyebab timbulnya komunism, yang katanya timbul akibat adanya monarchi (kepemimpinan yang terpusat ). :smiley:

GBU

kalo kepemimpinan terpusat, maka saat terjadi bentrok bisa banyak “simpatisan”
biar bisa menang perang, :smiley:

Salam

Apa maksud anda ?

Mana hubungannya dengan Topiknya ?

saya menanggapi reply member diatas saya,

anda tidak “complain” reply member tsb, mengapa sy di “complain”? :tongue:

Salam

USA dengan faham Liberty,
Karena kebebasan individu dilindungi akibatnya: Abortion, Homosex berkembang dengan cepat.
Padahal Abortion dan Homosex adalah perbuatan yang melanggar kehendak Allah.

USA dengan faham Equality.
Karena baik Budha, Islam, Hindu, Kristen dan yang lain, dianggap sama, pokoknya percaya adanya Tuhan.
Berarti Yesus yang dikorbankan di kayu Salib sudah tidak mempunyai arti Khusus lagi.
Sebab penyelamatan melalui Yesus berbeda dengan agama yang lain.

Semua ini mengarah ke-pemerintahan One World Order.

Pemerintahan terpusat inilah yang disebut2 dialkitab sebagai pemerintahan antikris yang digambarkan alkitab sebagai jahat negatif otoriter. Mau tidak mau memang harus terjadi sis sudah dinubuatkan oleh alkitab.

pendapat sopo yang kaco ?

Walau kelihatannya berkaitan, tetapi sebenarnya tidak berkaitan. Mengkaitkannya juga bukan salah total, tetapi kelahiran filsafat politik bukan karena adanya gerakan sakit hati terhadap otoritas agama.

Filsafat barat lahir dari ide pemikiran yang kompleks, bukan hanya dipengaruhi oleh agamanya, tetapi lebih luas dari itu, filsafat menggali pemikiran kritis atas kondisi sosial, budaya, ekonomi dan kekuasaan. Agama memiliki peran dalam membentuk tatanan masyarakat yang kemudian menjadi bagian dari kritisi. Tetapi kehidupan sosial, budaya, ekonomi dan kekuasaan tidak hanya semata-mata dipengaruhi oleh filosofi agama. Pada saat filosif agama tidak dapat menyelesaikan masalah tersebut, maka lahirlah pemikiran-pemikiran kritis sebagai jalan keluar dari setiap permasalahan yang dihadapi masyarakat dimana sebuah folosifi dilahirkan.

filosofi kristiani, hanya berkutat tentang hubungan antara manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia dalam kaitannya dengan kehidupan yang akan datang. Saat masalah itu lebih konpleks dari sekedar theologia, maka manusia mencari pemikiran-pemikiran cemerlang lainnya untuk menemukan keseimbangan kehidupan sosial, budaya, ekonomi dan kekuasaan.

Karl Marx adalah seorang filsuf yang menyoroti buruknya kondisi masyarakat kelas bawah dalam kehidupan feodal yang lahir dari kapitalisme, ia menuangkan ide tentang komunisme. Ia bukan seorang theolog, ia ahli dalam ekonomi politik dan kemasyarakatan, bukan pendeta atau rabi dan pandangannya bukan menyalahkan konflik internal gereja, ia bukan aktivis gereja yang sakit hati dan membuat pernyataan kontraversi tentang tidak ada Tuhan. Komunisme berbeda dengan Atheisme. Karena komunisme menekankan pada realita dan rasional, maka segala kepercayaan, takyul, gaib dan juga agama dianggap buruk.

Paham Liberal (baik liberty maupun equality) juga adalah jawaban atas tantangan kehidupan sosial, bukan lahir karena keributan agama.

Selama kita tinggal dalam tempurung gereja, segala sesuatu seakan kita melihatnya karena kesalahan gereja. Bahkan saat kita melihat keterlibatan Inggris dan Amerika dalam konflik Israel Palestina, beberapa orang dengan pandangan sempit, seperti katak dalam tempurung, melihat bahwa Amerika dan Inggris itu Kristen rohani karena itu membela Israel. Padahal semua itu adalah masalah politik bukan agama. Hal yang sama juga dapat menjadi pembicaraan disini jika kita memandang perpecahan gereja merupakan sebab lahirnya filosofi dan ideologi politik.

Agama hanyalah sesuatu yang kecil didunia ini, tetapi Yesus adalah yang terbesar didalam dunia ini. Tetapi kita harus sadar Yesus bukan agama Kristen dan didalam gerejapun ada praktek politik.

manusia mencari pemikiran-pemikiran cemerlang lainnya untuk menemukan keseimbangan kehidupan sosial, budaya, ekonomi dan kekuasaan.

Yang anda katakan diatas adalah benar, saya setuju.
Contoh:
Di masyarakat barat, orang mulai tidak mau menikah secara resmi, mereka lebih memilih hidup bersama tanpa menikah.
Pertanyaannya, mengapa ?
Biasanya orang yang tidak mau menikah, hanya mau hidup bersama sebagai suami-isteri adalah mereka yang menjadi korban kehidupan orang tuanya, dimana kedua orang tuanya sering ribut dan diakhiri dengan perceraian.
Mereka melihat, mendengar dan mengalami sendiri contoh yang tidak baik itu, sehingga mereka mencari pemikiran-pemikiran cemerlang lainnya untuk menemukan keseimbangan,
yaitu mereka tidak perlu nikah, jadi kalau mau pisah bisa setiap saat terjadi, tanpa banyak problem.

Semua yang telah terjadi dimasa yang lalu, baik didalam bidang sosial, ekonomi, politik, agama, maupun apa saja didalam kehidupan kita, akan mewarnai kehidupan manusia pada saat sekarang.
Demikian juga, semua yang terjadi pada saat sekarang akan mewarnai kehidupan manusia yang akan datang.

Segala sesuatu yang pernah dilihat, dengar, baca, dan alami akan tersimpan didalam memory pikiran manusia. Manusia bisa mempunyai ide dan faham baru karena didasari dengan adanya memory yang ada dipikirannya.

Demikian juga dengan Karl Marx, dia hidup di Jerman-Perancis, dimana kedua tempat ini adalah tempat dimana banyak terjadinya bentrokan antar agama dan tempat kesewenang-wenangan raja Perancis.
Dan banyak terpengaruh dengan buku-buku nya Voltair, dan revolusi Perancis, dimana raja Louis XVI dan Maria Antoinete dipenggal kepalanya oleh rakyat.
Semua memory ini, mencetuskan ide baru yaitu faham Marxisme, untuk mencari pemikiran-pemikiran cemerlang lainnya untuk menemukan keseimbangan,

  1. Kekuasaan monarchi, borjuis, pemerasan manusia atas manusia harus dihapuskan.
  2. Karena penyebab bentrokan adalah agama, maka Karl Marx didalam bukunya Manifesto komunis, dia menulis “agama adalah opium”

Demikian juga dengan USA, negara yang dibentuk oleh orang-orang yang berasal dari Ireland, Scotland, Inggris dan Perancis, yang tidak merasa tenang dan damai hidup ditanah kelahirannya, lalu transmigrasi ke benua Amerika, yang akhirnya membentuk negara baru dengan faham.

  1. Liberty, kebebasan individu diutamakan.
  2. Equality, tidak ada perbedaan agama.
  3. Charity, bantuan kepada yang kekurangan.

Karena terjadinya bentrokan ini kebetulan adalah dari agama kristen, yang diawali karena adanya pertikaian antara Paus Leo X dan Pastor Martin Luther, maka setiap persoalan yang menyebut kejadian abad ke 16, maka langsung saja banyak orang kristen yang menuduh saya anti Martin Luther.

Seperti yang saya katakan tidak ada kaitannya langsung (juga artinya bukan tidak ada kaitannya). Anda seorang Kristen, mungkin orang disekitar anda adalah orang-orang yang rohani, berbicara hal-hal berkaitan dengan agama Kristen sehingga segala sesuatu dinilai dari sudut pandang rohaniwan Kristen.

Karl Marx adalah seorang Yahudi, kehidupannya berkecimpung dalam kehidupan Yahudi, tetapi orang-orang disekitarnya adalah politikus, filsuf dan orang-orang akademis. Seperti kita yang tinggal di negara mayoritas Islam, walau kehidupan Islam mewarnai masyarakat kita, tetapi filosofi yang lahir dari kepala seorang Kristiani seperti contoh Ahok misalkan, bukan tercipta karena adanya kekerasan dalam agama Islam, tetapi semata-mata untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat banyak. Juga Karl Marx, seorang Yahudi tidak akan pusing untuk mengkritisi gereja, sebab itu bukan masalahnya, tetapi ia memaparkan ide kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat pada kondisi dijamannya.

Mengapa ia menyebut “agama adalah candu”? Apakah ia meninggalkan Yahudinya, atau ia hendak menyebutkan Kristen adalah candu tetapi terlalu kasar dan diganti agama? Memahami kalimat itu kita harus paham kehidupan disekitarnya pada jaman itu, agama diwarnai cerita dongong dan mitos untuk menenangkan rakyatnya dan membuat rakyatnya mengikuti kehendak penguasa dan menerima keterpurukan. Bukan hanya agama Kristen, Islam juga digunakan penguasa untuk menjadi candu bagi rakyatnya agar mereka dapat lebih mudah diatur, diarahkan dan menerima segala keadaan. Impian akan kehidupan lain selain dibumi, membuai penganut agama untuk tetap bertahan dalam kondisinya, bukan bergerak keluar untuk mencari kemajuan dan perbaikan segala hal.

Jadi pandangan itu lahir karena agama dimanfaatkan dalam politik sehingga melahirkan kalimat “agama adalah candu” bukan karena adanya pertikaian dan konflik gereja atau alirannya/doktrin.

Demikian juga dengan Amerika, kelihatannya mereka berpisah karena agamanya, tetapi sesungguhnya perpisahan terjadi karena kepentingan politik, siapa yang berhak mengatur siapa, bukan denominasi mana yang lebih benar. Saya sudah katakan, di posting sebelumnya, agama dan konfliknya hanya mengambil peran yang sangat kecil dalam kehidupan masyarakat dan melahirkan filosofi. Peran yang terbesar adalah masyarakat itu sendiri, yang diwarnai bukan saja oleh satu agama, satu kepercayaan, satu kebiasaan, satu tantangan dan satu kehidupan…