Faith vs Knowledge

Mr.tambelar:

Ilmuwan matematika Swiss Daniel Bernoulli (1700-11782) terkenal menemukan teori bahwa ketika kecepatan zat cair atau gas bertambah, tekanannya berkurang. Teori ini dikenal sebagai prinsip Bernoulli, dan merupakan dasar pengetahuan dari penerbangan pesawat terbang. Sayap pesawat terbang modern dibulatkan bagian atasnya. Hal ini menambah jarak dorongon udara yang bergerak relatif terhadap bagian pinggir yang lebih rendah dari sayap. Udara bergerak lebih cepat melewati bagian atas sayap daripada bagian bawahnya, sehingga tekanan lebih rendah pada bagian atas sayap. Tekanan udara yang lebih besar dari bawah menyebabkan gaya ke atas yang disebut gaya angkat, yang mengangkat sayap, dan pesawat.

http://www.progriptek.ristek.go.id/webrur/fisika eksperimen angin.htm

Untuk membuktikan apa Mr? supaya pesawat kalo pgn terbang kudu pake Teori diatas bro :slight_smile:
Teori nya Thn brp? pesawat baru bisa terbang thn brp??
sama dgn “big-bang”, dicetuskan thn brp? semua bukti mengarah big-bang adalah proses awal terjadinya alam semesta nih contohnya
Pada tahun 1948, Gerge Gamov muncul dengan gagasan lain tentang Big Bang. Ia mengatakan bahwa setelah pembentukan alam semesta melalui ledakan raksasa, sisa radiasi yang ditinggalkan oleh ledakan ini haruslah ada di alam. Selain itu, radiasi ini haruslah tersebar merata di segenap penjuru alam semesta. Bukti yang ’seharusnya ada’ ini pada akhirnya diketemukan. Pada tahun 1965, dua peneliti bernama Arno Penziaz dan Robert Wilson menemukan gelombang ini tanpa sengaja. Radiasi ini, yang disebut ‘radiasi latar kosmis’, tidak terlihat memancar dari satu sumber tertentu, akan tetapi meliputi keseluruhan ruang angkasa. Demikianlah, diketahui bahwa radiasi ini adalah sisa radiasi peninggalan dari tahapan awal peristiwa Big Bang. Penzias dan Wilson dianugerahi hadiah Nobel untuk penemuan mereka.

Pada tahun 1989, NASA mengirimkan satelit Cosmic Background Explorer. COBE ke ruang angkasa untuk melakukan penelitian tentang radiasi latar kosmis. Hanya perlu 8 menit bagi COBE untuk membuktikan perhitungan Penziaz dan Wilson. COBE telah menemukan sisa ledakan raksasa yang telah terjadi di awal pembentukan alam semesta. Dinyatakan sebagai penemuan astronomi terbesar sepanjang masa, penemuan ini dengan jelas membuktikan teori Big Bang.

Bukti penting lain bagi Big Bang adalah jumlah hidrogen dan helium di ruang angkasa. Dalam berbagai penelitian, diketahui bahwa konsentrasi hidrogen-helium di alam semesta bersesuaian dengan perhitungan teoritis konsentrasi hidrogen-helium sisa peninggalan peristiwa Big Bang. Jika alam semesta tak memiliki permulaan dan jika ia telah ada sejak dulu kala, maka unsur hidrogen ini seharusnya telah habis sama sekali dan berubah menjadi helium.

Segala bukti meyakinkan ini menyebabkan teori Big Bang diterima oleh masyarakat ilmiah. Model Big Bang adalah titik terakhir yang dicapai ilmu pengetahuan tentang asal muasal alam semesta. Begitulah, alam semesta ini telah diciptakan oleh Allah Yang Maha Perkasa dengan sempurna tanpa cacat:
http://blog.its.ac.id/uuscuplis

[s]mas saya tidak sedang bicara tentang teorinya, saya cuma mau bilang ma anda, ada gak teori yang bisa di jadikan bukti??

Kok mutar2 gak karuan sih?? anda mau kasih seluruh teori, tanggapan orang, intepretasi dari para ahli ataupun dari mbak marijan. Anda cukup kasih referensi yang menunjukkan bahwa teori bisa dijadikan bukti.

jgn banyak mutar mas, capek jg tu,hehehe…[/s]

clear ya Mr.Tambelar :happy0025:
Salam

@false
sudah baca2 buku tentang filsafat ilmu kah? :slight_smile:

blon bacanya Naruto ambe bleach aja bunda :slight_smile:
Salam Kasih

@false hope

Anda jelasin panjang lebar kok gak nyambung ya ma pertanyaan saya.

Saya tanya apakah sebuah teori bisa dijadikan bukti?? atau sebalik nya setiap teori harus melalui proses pembuktian?? atau anda bisa tunjukkan kebenaran dari teori big bang pada saya, kebenaranya mana?? anda pernah lihat, anda ada disitu waktu alam ini terbentuk?? buktinya mana?? teori yg anda bangga2kan ya?? teori anda sudah terbukti belum??

Gini saja mas, dari pada kita berpanjang lebar, mari kita ambil jalan gampang nya, kira2 klo melihat dari sudut pandang waktu hidup, kira2 mana yg manusia butuhkan terlebih dahulu?? percaya atau pengetahuan??

seorang bayi kecil apakah sudah memiliki rasio (knowledge) atau memili rasa percaya (faith) dalam hidup nya?? apakah seoarang anak kecil yg baru belajar bicara langsung memiliki rasio yang seperti orang besar ataukah semua nya bermula dari kepercayaan si anak pada apa yg didapat nya dari lingkungan nya??

Silahkan anda jawab hal ini dulu, baru anda bisa paham apa yg saya maksud dengan faith didepan knowledge,

Salam…

Knowledge about Faith?

It’s Knowledge at all?

Campur aduklah, kaki sama tangan kecampur semua

Ini sih tipikal knowledge “gado-gado”

Tuhan yang mana?

Tuhan Anda atau Tuhan yang sejati?

Biasanya anda alergi jika diberikan pertanyaan?

Sebelumnya Tuhan yang anda sembah itu bukan Tuhan buat saya kok

Jadi apa yang bisa saya tanyakan tentang Tuhan anda?

Dan Tuhan yang ada dalam terminology Forum ini sudah begitu jelas itu siapa

GBU

Kalau anda ditanya apakah Allah anda itu Tuhan, kira2 apa jawaban anda?
Relatifkah?
Proposional dong bro

Saya penasaran bagaimana anda bisa membuktikan bahwa Allah yang anda sembah itu Tuhan?
Mari buktikan jika sanggup….
Tentu dengan akal sehat dan rasio akademis yah
Tidak gunakan dogma kepercayaan anda, itu tidak masuk hitungan akal sehat dan rasio akademis

Oh ini Tuhan versi agama?
Bukan Tuhan versi Tuhan?
Pantes beda

Yah, politik dicampur-campur sama agama dicampur-campur sama KETIDAKPAHAMAN ?
Wong di bangsa ini saja masih morat-marit masalah kekerasan karena Agama, mo ngurusin dunia?
Apa kata dunia?

Apa bagusnya orang dibunuh?
Anda sudah kehilangan akal sehatkah?
Atau hati nurani anda sudah mati?
Kalau mau perang jangan libatkan masyarakat sipil, itu perbuatan banci (maaf saya keras untuk hal ini)
Hadapi secara terbuka dan frontal tentara-tentara itu, jangan libatkan orang yang tidak bersenjata dan tidak dapat membela diri
Apalagi membom sesama pemeluk agamanya sendiri dan ruman ibadahnya sendiri, itu gila namanya (insanse) atau psikopat karena kecanduan Agama.
Wuah hati-hati bro profil anda ini sudah masuk dalam kategori orang yang harus diwaspadai untuk melakukan tindakan terror demi nama Agama.
Tuhan tidak perlu anda bela-bela dengan terror, hanya iblislah yang suka dengan terror
Manusia harusnya suka dengan telor saja bukan terror
Kecuali dia mau mengikuti iblis… itu pilihannya
Dan jangan harap masuk surga jika menjadi pengikut iblis
Membunuh orang lain untuk masuk surga?
ITU NAMANYA INSANITY COMPLETELY!

Masa anda minta Tuhan dibuktikan satu atau tidak satunya?
Mengada-ada sajalah
Manusia hanya bisa membuktikan sesuatu yang masih dalam jangkauannya
Sedang Tuhan itu beyond science, bukti apa yang bisa digunakan ?
Kalaupun mau berdialektika, mari maju tahap demi tahap bukan sekedar bertahan dengan argument yang itu-itu saja bro
Berapa kali saya menawarkan ke anda untuk bicara dalam konteks filsafati bukan sekedar dogma kepercayaan anda belaka yang dicampur-campur sama logika yang sederhana?

Analogi yang dangkal untuk menjelaskan kompleksitas yang rumit dan transendental
Kebiasaan yang “buruk”

Wow… mengapa anda jadi ngawur sangat yah?
Jika anda bicara Teolog dan Filsafat itu bicara bukan sekedar berpikir logis, namun berpikir abstrak yang dimana tingkatan berpikirnya lebih dari cara berpikir 1+1=2.
Mau bicara Fakta?
Bisa anda jawab fakta terhadap siapa yang dipersembahkan Abraham, Ishak atau Ismael?
Terhadap fakta itu saja anda bungkam kok?
Mau bicara fakta apa lagikah?

Kebiasaan lama anda kumat lagi bro…
Dan sepertinya saya kenal dengan bahasa yang anda gunakan “Coba dicerna sekuat logika anda” mirip dengan yang sering saya……
Tapi tenang kok saya bukan orang yang suka “melisensi” sesuatu, walaupun selalu ingin tampi se-orisinil mungkin
Kapan-kapan boleh anda buat thread tentang logika?

Oh iya @SL ada yang belum anda jawab
Kalau demikian @SL, mohon maaf sebesar-besarnya, darimana seorang nabi tahu bahwa ilham tersebut dari Tuhan bukan dari sosok yang menyamar menjadi malaikat terang dan menyampaikan injil yang lain?

Akhirnya semuanya akan bermuara kembali kepada; darimana manusia bisa tahu?

GBU

@stonehead

Jawaban saya : pertanyaannya gak nyambung.

Yg saya maksud : “anda tidak akan percaya api adalah panas, kalau anda tidak pernah mencoba sendiri panasnya api itu.”

Kalau mau diurut kronologinya :

  1. saya sudah tahu (berilmu pengetahuan) panas itu rasanya seperti apa, dingin itu rasanya seperti apa. (ILMUL YAQIN, keyakinan yg diperoleh berdasarkan ilmu pengetahuan)
  2. saya tidak tahu (tidak berilmu pengetahuan) apa itu Api.
  3. Saya tidak tahu (tidak berilmu pengetahuan) Api itu rasanya panas.
  4. Ada orang menunjukkan pada saya (memberi ilmu pengetahuan) seperti apa bentuknya Api.
  5. Saya menjadi tahu (berilmu pengetahuan) bahwa Api itu memang ada secara fisik. (AINUL YAQIN, keyakinan yg diperoleh berdasarkan melihat dengan mata kepala sendiri)
  6. orang tadi bilang kepada saya : “Api = panas” (ilmu pengetahuan baru)
  7. Saya tidak percaya (tidak beriman) yg dikatakannya, karena saya tidak pernah memegang api, sehingga saya tidak tahu (tidak berilmu pengetahuan) apa rasa Api
  8. Saya mencoba membuktikan kebenaran perkataan dia, dengan cara memegang Api itu, dan ternyata rasanya memang panas (rasa panas telah saya ketahui di point 1)
  9. Akhirnya saya percaya (beriman) bahwa API = PANAS. (HAQQUL YAQIN, keyakinan yg diperoleh dengan kebenaran menyeluruh tanpa keraguan sedikitpun)

Jadi saya tidak tahu, harus menjawab apa pertanyaan anda, karena tidak nyambung dengan apa yg saya jelaskan.

Untuk menyimpulkan api = panas, saya harus membuktikan dulu (knowledge), bukan percaya dulu (faith).
Setelah membuktikan memang benar panas, baru saya percaya, dan membuat kesimpulan api = panas.

Saya akan jadi orang yg bodoh, jika lebih dulu percaya api = panas, padahal belum membuktikan kebenaran bahwa api = panas.
Iya kalau kepercayaan saya benar? kalau tidak ? betapa bodohnya saya yg percaya begitu saja omongan orang yg ternyata menyesatkan.

Saya rasa dari jaman purbakala pun manusia yang paling primitif sudah tahu api itu panas, atau anda mau berangapan para keturunan Adam makan ikan mentah? atau daging mentah? tanpa dimasak terlebih dahulu?

Jadi anda tidak perlu beriman bahwa api itu panas, terlalu berlebihan sekali

Tidak perlu berdoa secara luar biasa untuk menjawab 1+1=2

Kalau ada orang yang bilang kepada anda api itu tidak panas, dan anda percaya api itu tidak panas, berarti anda hanyalah anak kecil yang belum diberi tahu dan bisa tahu bahwa api itu panas. Titik.

Tidak ada hubungannya dengan bodoh atau tidak, tetapi belum tahu atau sudah tahu, dan kalau anda hanya memberikan ilustrasi api, buat saya itu sangatlah absurd, karena api itu perkara yang remeh sekali untuk dibicarakan panas atau tidaknya

Begitu sangat absurd jika anda mau menganalogikan membuktikan api dengan menyesatkan, sedang anda sendiri tidak tahu apa itu arti sesat atau tidak kan?

Kalau ada orang yg percaya bahwa Api = dingin (nabi Ibrahim pernah membuktikan) itu sah2 saja. Ambil contoh Nabi Ibrahim : proses timbulnya kepercayaan bahwa api = dingin, itu juga diawali dengan pengetahuan umum (knowledge) bahwa api = panas, lalu pembuktian, ternyata rasanya adalah yg sebaliknya, api = dingin, kemudian timbul pengetahuan baru (knowledge) bahwa api = dingin, menjadikan keyakinan baru (faith) bagi Nabi Ibrahim, api = dingin.

Tapi kepercayaan (faith) bahwa api = dingin, itu tidak mutlak,
Bagi sebagian besar orang, knowledge dan faith nya adalah api = panas
Bagi Nabi Ibrahim, api = dingin bukanlah kebenaran umum, hanya bersifat khusus, dan terjadi sekali saja sebagai mukjizat. Bayangkan jika api = dingin adalah kebenaran mutlak bagi Nabi Ibrahim, beliau mau masak pakai apa ? apa Cuma makan sayuran mentah terus, atau sekali2 makan ikan mentah (sushi) ?

Knowledge itu sifatnya netral, dia hanya bersifat informatif saja.
Faith itu HASIL AKHIR yg berupa PILIHAN-PILIHAN yg anda ambil dari informasi2 yg anda OLAH dari gudang knowledge anda.
Pengolahnya adalah AKAL PIKIRAN anda.
Jadi kalau faith anda salah atau benar, itu yg bertangung jawab adalah akal pikiran anda.
Bisa jadi karena kurangnya data2 dari gudang knowledge anda,
bisa jadi data sudah cukup memadai tapi system pengolahan datanya yg salah.
Atau bisa juga dua2nya tidak terpenuhi.

Siapa nabi Ibrahim? Abraham maksud anda?

Nabi Ibrahim tidak dikenali dalam Alkitab, jadi kalau anda mau bicara, bicaralah dengan terminologi yang ada di Alkitab saja karena saya tidak mengenal siapa Nabi Ibrahim, dan mengapa juga dia harus “konyol” untuk berdialektika bahwa api itu panas atau dingin, dimana-mana api itu panas, tidak pernah dingin.

Ilmu pengetahuan membuktikan bahwa api itu dari hangat sampai ke panas sekali dan bisa membakar, tidak wajar jika anda sendiri mengatakan bahwa karena doktrin kepercayaan anda mengatakan api itu dingin, anda sudah melawan pengetahuan.

Tidak ada dalam pengetahuan itu kebenaran umum atau kebenaran khusus, pengetahuan tidak bicara kebenaran, pengetahuan bicara gejala, proses rasio, mengungkapkan realitas dan fenomena, jika anda bicara 1+1= 2 adalah benar, sebenarnya benar yang dimaksudkan itu bukanlah kebenaran, namun yang lebih sesuai artinya adalah ketepatan.

Dan anda loncat-loncat serta tidak konsekuen, pertama anda sampai berani menyimpulkan bahwa dalam pengetahuan itu ada suatu pengkondisian yang tidak masuk akal, bahwa api itu bisa dingin? Kemudian anda sampaikan pengetahuan itu bersifat informatif dan netral? Dan apa juga hubungan data dengan pengetahuan? Tidak semua pengetahuan berhubungan langsung dengan data atau fakta

Adalah suatu kefatalan jika anda mencampur adukan pengetahuan dengan mujijat? Walau hanya terjadi sekali saja pengetahuan tidak bisa dibaurkan dengan mujijat, karena dalam pengertian pengetahuan yang murni, kata mujijat itu “haram” hukumnya.

Saya semakin tidak mengerti bagaimana anda berpikir dan bernalar?

Apa anda tahu ada satu pengetahuan yang “mengenal” kata mujijat?

Atau jangan-jangan anda tidak paham arti kata mujijat?

Miracle it’s beyond science

Tidak percaya Knowledge ? bagaimana bisa ? Segala sesuatu yg bisa kita lihat, kita dengar, kita raba, kita rasa, kita bayangkan, adalah pengetahuan (knowledge) bagi kita.

Kalau mau tidak percaya pada knowledge, ya udah mati aja.

Anda pernah menyampaikan bahwa saya mudah untuk emosional, tapi seumur hidup saya, semarah apapun saya dalam beragumen belum pernah saya menyampaikan sesuatu yang sangat kasar seperti anda; “ya udah mati aja”?

Masa hanya berdiskusi tentang knowledge bawa-bawa “ya udah mati aja”?

Terlalu berlebihan dan tidak rasional

Tidak juga, hal yg rohani adalah sains yg BELUM bisa dicapai oleh akal pikiran manusia. Sedikit demi sedikit akan terkuak dengan semakin majunya peradaban manusia.

Absurd sekali pendapat anda ini, lalu bagaimana manusia-manusia yang sudah meninggal?

Karena belum sempat mencicipi “sains yg BELUM bisa dicapai oleh akal pikiran manusia.”?

Anda tidak sedang bercanda kan?

Mana bisa rohani dikatakan sains?

Dan mana bisa akan jadi sains kalau belum bisa dicapai oleh akal pikiran manusia, apa anda berharap ada manusia-manusia super jenius untuk menjadikan hal rohani menjadi sains?

Anda ngawur ah

:slight_smile:
GBU

Santo :

Anda sendiri mengakui bahwa adanya ciptaan membuktikan adanya sang pencipta, ini merupakan pernyataan umum Allah yang tidak bisa ditolak oleh semua orang, bahkan sekalipun orang itu seorang atheis. Ia tidak akan mampu menjelaskan kebenaran dan keberadaan alam semesta, bahkan keberadaan dirinya sendiri.

Bro… Anda sendiri mengakui bahwa pengetahuan Anda mentok, tahukah bahwa jika pengetahuan sudah mentok, apalagi usaha untuk mencapai kebenaran bahkan keselamatan. Karena seharusnya orang yang mempercayai adanya Tuhan pencipta, tidak boleh berpikir hidupnya hanya di dunia ini saja. Setuju gak bro?

bro, agama saya meminta umatnya untuk memahami “WUJUD” Tuhan cukup sampai disitu saja, jangan lebih, jangan kurang, karena itu wilayah “berbahaya” yg bisa menyesatkan pikiran manusia yg sangat terbatas.

tugas kami selanjutnya yg lebih penting adalah, berbuat yg terbaik di dunia dan untuk bekal akherat sesuai yg dikehendaki oleh Tuhan.

gitu bro

Benar pemahaman dan pengetahuan kita hanya berdasarkan dari apa yang ingin diungkapkan oleh Tuhan Pencipta kita yang diakui tertulis dalam kebenaran Kitab Suci agama masing2. Tetapi apakah bro Stonehead ini benar2 sudah mencari kebenaran tentang Tuhan Pencipta? Saya tidak mengatakan bahwa Anda harus mencari kebenaran dalam Kekristenan namun carilah kebenaran dalam agama Anda. Saya rasa semua ajaran agama mengatakan bahwa Tuhan Pencipta ingin manusia mengenal dan mengetahui pribadiNya. Jika tidak apa bedanya dengan aliran kepercayaan yang menyembah gunung dan patung, Dia, Allah tidak ingin diperlakukan hanya sebagai berhala sesembahan.

Salam.

Tambelar :

Klo saya sih melihat ilmu pengetahuan adalah apa yang kita anggap sebagai kebenaran akan suatu hal namun kebenaran itu adalah sesuatu yang tetap memiliki sisi misteri.

Alasan yang saya kemukakan ini adalah karena fakta menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan yang kita miliki atau apa yang kita anggap ilmu pengetahuan hanya bisa kita percaya itu sebagai kebenaran kita sekalipun kebenaran hakiki dari itu semua belum bisa kita tangkap, karena keterbatasan kita manusia, dimana kita sangat tergantung dengan konsep waktu.

Ilmu pengetahuan adalah produk dari rasio kita, fakta yang ada dilapangan yang kemudian kita simpulkan dalam otak kita adalah dua hal yang berbeda dan tidak sama, mungkin kedua nya persis tapi keduanya tidaklah sama. Dibutuhkan keyakinan/kepercayaan sebagai pondasi awal dari produk rasio tersebut.

Klo anda mengatakan ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang membuat kita tau dari tidak tau akan sesuatu, maka apakah tau yang anda maksud ini sudah sempurna, atau kah tau yang anda maksud ini adalah suatu yang masih memiliki sisi misteri?? trus untuk menutupi sisi mistreri dari tau yang anda miliki ini kira2 apa yang telah ada terlebih dahulu untuk itu selain keyaknian anda pada apa yang anda anggap anda tau.

Salam…

Menilik arti bahasa saja Pengetahuan = sesuatu yg membuat tahu.
adalah informasi tentang sesuatu.
Ini tidak berhubungan dengan benar atau salah

Merah, manis, terang, tajam, membunuh, virus, buah, besar, dll, adalah sesuatu yg membuat anda tahu, dan itu tidak bisa dinilai benar atau salah , juga tidak berhubungan dengan rasio dan kesempurnaan.

“Merah” diserap oleh otak anda terlebih dahulu sebelum rasio anda (setelah membanding2kan) meyakinkan diri anda sendiri bahwa itu bukan biru, kuning atau hitam.

Pengetahuan datang lebih dulu dibanding keyakinan.
Bahkan pengetahuan datang lebih dulu sebelum rasio bekerja.

Kalau anda menyamakan Pengetahun dengan SCIENCE dan yg sejenis itu, mungkin benar yg anda katakan diatas.
Tapi saya mengartikan pengetahuan dalam artian yg lebih luas

Santo

Jika tidak apa bedanya dengan aliran kepercayaan yang menyembah gunung dan patung, Dia, Allah tidak ingin diperlakukan hanya sebagai berhala sesembahan.

lalu menurut anda,
Allah itu ingin diperlakukan anda sebagai apa ?

Hal tersebut harusnya Anda cari tahu di dalam kebenaran agama Anda. Paling tidak, saya sudah mengungkapkan “penalaran” yang Anda dapat terima. Bukannya saya tidak ingin memberi tahu, tetapi kebenaran ini harus Anda cari dan temukan sendiri. Dan ini sudah masuk wilayah ranah “iman” bukan lagi “pengetahuan”.

Salam.

OK lah kalo begitu

BTW, bagi saya “iman” itu juga “pengetahuan”
iman = pengetahuan tentang Tuhan dan segala kehendakNya

itu pengetahuan yg tidak akan anda temukan dari sains

Ibrani 11
11:1. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Saya ajak bro untuk lebih teliti tentang arti kata datang duluan, mari kita pakai konsep waktu bro.

Kira2 seorang bayi yang otaknya masih putih, bagaimana dia menyerap suatu pengetahuan?? apakah ada pola rasionalitas dan logika dalam serapan itu?? ataukah lebih pada pola percaya/yakinnya sang bayi pada ada yg di terima nya??

antara percaya dan pengetahuan ada persamaan dan perbedaannya, percaya jg menggunakan jalur otak dalam proses dan pengambilan keputusannya, anda percaya karena anda memproses pola itu dalam sistem pusat anda, anda mengelolah suatu informasi yg kemudian anda sebut pengetahuan pun harus melalui pola otak yg sama.

Namun dalam proses nya, semua manusia akan memasuki fase percaya terlebih dahulu baru terciptalah konsep pengetahuan, pengetahuan menjadi tau itu terjadi ketika seorang manusia mampu menggunakan fungsi otaknya secara mandiri dan baik.

Seorang bayi belum bisa menggunakan fungsi otak dengan mandiri dan baik layaknya orang dewasa yg sudah bisa berlogika, dan dari hasil berlogika ini lah kita menyebut kita tau.

Anda harus paham bahwa dalam percaya lah Tuhan mencintai manusia, tapi dalam logika lah Tuhan membenci manusia, sisi percaya manusia adalah sisi keluguan yg dalam, makanya Tuhan sangat senang dengan anak2, tapi ketika manusia sudah mulai paham dengan berlogika dan pengetahuan, mereka mulai angkuh dan terkadang berani menantang Tuhan.

Pola nya sudah jelas belum mas??

Salam…

Saya ajak bro untuk lebih teliti tentang arti kata datang duluan, mari kita pakai konsep waktu bro.

Boleh

Kira2 seorang bayi yang otaknya masih putih, bagaimana dia menyerap suatu pengetahuan?? apakah ada pola rasionalitas dan logika dalam serapan itu?? ataukah lebih pada pola percaya/yakinnya sang bayi pada ada yg di terima nya??

antara percaya dan pengetahuan ada persamaan dan perbedaannya, percaya jg menggunakan jalur otak dalam proses dan pengambilan keputusannya, anda percaya karena anda memproses pola itu dalam sistem pusat anda, anda mengelolah suatu informasi yg kemudian anda sebut pengetahuan pun harus melalui pola otak yg sama.

Namun dalam proses nya, semua manusia akan memasuki fase percaya terlebih dahulu baru terciptalah konsep pengetahuan, pengetahuan menjadi tau itu terjadi ketika seorang manusia mampu menggunakan fungsi otaknya secara mandiri dan baik.

Seorang bayi belum bisa menggunakan fungsi otak dengan mandiri dan baik layaknya orang dewasa yg sudah bisa berlogika, dan dari hasil berlogika ini lah kita menyebut kita tau.

Bayi baru lahir, apakah

  • disodorkan puting susu ibunya,
    atau
  • disodorkan dot susu botolan,
    reaksinya adalah sama2 PERCAYA, dan menyedot apa yg dimasukkan ke mulutnya

Mungkin itu yg anda maksud bahwa PERCAYA lebih dahulu ada ketimbang pengetahuan si bayi akan puting susu ibu asli atau dot plastik buatan pabrik.

Tapi jangan lupa, orang yg pertama kali menyodorkan puting susunya atau menyodorkan dot plastik ke mulut si bayi adalah dalam rangka memberi PENGETAHUAN pada si bayi.

Jadi mana yg duluan ada ?
PENGETAHUAN yg disodorkan ke mulut
Atau
PERCAYA setelah datang PENGETAHUAN di mulut ?

Jelas, PENGETAHUAN yg disodorkan ke mulut adalah yg lebih dulu datang.
Informasi itu diserap (anda bilang PERCAYA) oleh memori si bayi, walau dia tidak bisa membedakan apakah itu benar atau salah. Hingga datang suatu masa, dimana si bayi bisa memilih sendiri, lebih suka ASI atau susu botolan (PERCAYA nilai2 benar - salah)

Itu dalam konsep waktu

Anda harus paham bahwa dalam percaya lah Tuhan mencintai manusia, tapi dalam logika lah Tuhan membenci manusia, sisi percaya manusia adalah sisi keluguan yg dalam, makanya Tuhan sangat senang dengan anak2, tapi ketika manusia sudah mulai paham dengan berlogika dan pengetahuan, mereka mulai angkuh dan terkadang berani menantang Tuhan.

Pola nya sudah jelas belum mas??

Salam.

.
Sebenarnya itu hanyalah masalah sudut pandang,
PENGETAHUAN itu datangnya dari luar
Sedang KEPERCAYAAN itu datangnya dari dalam.
Maka yg ada didalam tidak akan berisi apa2 jika tidak diisi dari luar.

Kalau dalam agama saya,
Setiap roh manusia sebelum lahir telah diikat dengan sebuah janji kesetiaan kepada Tuhan
Karena itu setiap manusia secara naluri mempunyai hasrat kerinduan untuk menyandarkan diri pada kekuatan supranatural yg menuntun dirinya untuk menemukan Tuhannya
Tuhan menampakkan eksistensi DiriNya dalam bentuk ayat2 / tanda2 yg berupa segenap makhluk ciptaanNya , semua itu adalah “Pengetahuan2” bagi “alat Bantu navigasi” yg diberikan Tuhan kepada manusia untuk memuaskan hasrat kerinduan alamiah itu, yaitu AKAL PIKIRAN.

Dalam hal ini PENGETAHUAN2 itu adalah data2 yg harus diolah oleh AKAL PIKIRAN.
Pengetahuan2 itu tidak bisa dinilai benar atau salah, karena semua ciptaan Tuhan, dan Tuhan tidak pernah salah.
Yg membuat informasi dari pengetahuan2 itu bernilai benar atau salah adalah kesimpulan (LOGIKA) dari Akal pikiran manusia sendiri (tergantung seberapa besar pengaruh HAWA NAFSUnya). Dengan kesimpulan itu dia memilih Beriman atau tidak (PERCAYA atau TIDAK PERCAYA) pada Tuhan yg secara alamiah dirindukannya itu.
Karena penggunaan akal pikiran inilah manusia dimintai pertanggung jawaban oleh Tuhan dan harus menerima reward dan punishment dariNya.

Itulah mengapa, dalam agama saya, manusia justru diperintahkan untuk mencari ilmu pengetahuan dan berlogika dengan akal pikiran agar membawa kepercayaan yg benar kepada eksistensi Tuhan.
Dan masih dalam agama saya, Tuhan mengecam keras orang2 yg tidak mampu menggunakan otaknya untuk menemukan Tuhannya yg sejati.
Kecuali pada anak2 yg belum akil baligh, kayak contoh bayi diatas.

Polanya sudah jelas belum bro ?

Jadi bukan dalam logika, Tuhan membenci manusia, tapi dalam HAWA NAFSU lah manusia MENGIRA bahwa Tuhan membenci manusia.
Justru dalam logika yg benar, jujur dan bebas dari muatan nafsu, manusia akan menemukan iman pada Tuhan.
Itu pasti.

Bayi baru lahir, apakah

  • disodorkan puting susu ibunya,
    atau
  • disodorkan dot susu botolan,
    reaksinya adalah sama2 PERCAYA, dan menyedot apa yg dimasukkan ke mulutnya

Mungkin itu yg anda maksud bahwa PERCAYA lebih dahulu ada ketimbang pengetahuan si bayi akan puting susu ibu asli atau dot plastik buatan pabrik.

Tapi jangan lupa, orang yg pertama kali menyodorkan puting susunya atau menyodorkan dot plastik ke mulut si bayi adalah dalam rangka memberi PENGETAHUAN pada si bayi.

Jadi mana yg duluan ada ?
PENGETAHUAN yg disodorkan ke mulut
Atau
PERCAYA setelah datang PENGETAHUAN di mulut ?

Jelas, PENGETAHUAN yg disodorkan ke mulut adalah yg lebih dulu datang.
Informasi itu diserap (anda bilang PERCAYA) oleh memori si bayi, walau dia tidak bisa membedakan apakah itu benar atau salah. Hingga datang suatu masa, dimana si bayi bisa memilih sendiri, lebih suka ASI atau susu botolan (PERCAYA nilai2 benar - salah)

posisi kan diri anda sebagai Bayi dong…
jadi percaya dulu kan :slight_smile:
karena bayi ga tau apa2… hehe…


Sebenarnya itu hanyalah masalah sudut pandang,
PENGETAHUAN itu datangnya dari luar
Sedang KEPERCAYAAN itu datangnya dari dalam.
Maka yg ada didalam tidak akan berisi apa2 jika tidak diisi dari luar.

Kalau dalam agama saya,
Setiap roh manusia sebelum lahir telah diikat dengan sebuah janji kesetiaan kepada Tuhan
Karena itu setiap manusia secara naluri mempunyai hasrat kerinduan untuk menyandarkan diri pada kekuatan supranatural yg menuntun dirinya untuk menemukan Tuhannya
Tuhan menampakkan eksistensi DiriNya dalam bentuk ayat2 / tanda2 yg berupa segenap makhluk ciptaanNya , semua itu adalah “Pengetahuan2” bagi “alat Bantu navigasi” yg diberikan Tuhan kepada manusia untuk memuaskan hasrat kerinduan alamiah itu, yaitu AKAL PIKIRAN.

Dalam hal ini PENGETAHUAN2 itu adalah data2 yg harus diolah oleh AKAL PIKIRAN.
Pengetahuan2 itu tidak bisa dinilai benar atau salah, karena semua ciptaan Tuhan, dan Tuhan tidak pernah salah.
Yg membuat informasi dari pengetahuan2 itu bernilai benar atau salah adalah kesimpulan (LOGIKA) dari Akal pikiran manusia sendiri (tergantung seberapa besar pengaruh HAWA NAFSUnya). Dengan kesimpulan itu dia memilih Beriman atau tidak (PERCAYA atau TIDAK PERCAYA) pada Tuhan yg secara alamiah dirindukannya itu.
Karena penggunaan akal pikiran inilah manusia dimintai pertanggung jawaban oleh Tuhan dan harus menerima reward dan punishment dariNya.

Itulah mengapa, dalam agama saya, manusia justru diperintahkan untuk mencari ilmu pengetahuan dan berlogika dengan akal pikiran agar membawa kepercayaan yg benar kepada eksistensi Tuhan.
Dan masih dalam agama saya, Tuhan mengecam keras orang2 yg tidak mampu menggunakan otaknya untuk menemukan Tuhannya yg sejati.
Kecuali pada anak2 yg belum akil baligh, kayak contoh bayi diatas.

wah bro… kalo Tuhan bisa di selidiki dengan logika, dan segala perbuatan nya bisa di jelaskan dengan logika… mungkin suatu saat anda bisa jadi Tuhan :slight_smile:


bro Iman itu tidak kelihatan… bila anda meminta menunjukkan Iman itu bagaimana bisa ?? anda cuma PERCAYA anda mempunyai iman…

anda percaya anda beriman, tetapi bisakah anda menjelaskan iman itu seperti apa bentuk nya ??

percaya kepada Tuhan, apakah bro pernah berjumpa dengan Tuhan sehingga bro percaya ?

anda berusaha menyelidiki Tuhan dengan pengetahuan dan ilmu anda ? :afro:

Rusdinech

posisi kan diri anda sebagai Bayi dong.. jadi percaya dulu kan smiley karena bayi ga tau apa2.. hehe..

yg jelas saya harus merasakan pentil susu dulu
apa nih ? kenyal, lembut, keluar yg seger2 lagi, emut ah, enak, mantep
itu namanya pengetahuan
percaya gak percaya itu nomer dua
Tul nggak ?

wah bro.. kalo Tuhan bisa di selidiki dengan logika, dan segala perbuatan nya bisa di jelaskan dengan logika.. mungkin suatu saat anda bisa jadi Tuhan smiley

yah, kalau Tuhan dan kehendakNya tidak bisa / tertutup sama sekali untuk bisa diselidiki dan dijelaskan oleh logika manusia, mungkin suatu saat batu pun bisa anda jadikan Tuhan, atau bisa2 suatu saat saya pun anda angkat jadi Tuhan

bro Iman itu tidak kelihatan... bila anda meminta menunjukkan Iman itu bagaimana bisa ?? anda cuma PERCAYA anda mempunyai iman..

anda percaya anda beriman, tetapi bisakah anda menjelaskan iman itu seperti apa bentuk nya ??

percaya kepada Tuhan, apakah bro pernah berjumpa dengan Tuhan sehingga bro percaya ?

anda berusaha menyelidiki Tuhan dengan pengetahuan dan ilmu anda ? afro

bro, mata kepala anda mungkin tidak bisa melihat wujud iman, tapi mata hati anda bisa dipakai untuk melihatnya.

anda mau tahu bagaimana wujud iman dengan mata kepala anda ?
tunggu saja nanti kalau kebetulan anda bisa sampai ke surga, anda akan melihat para penduduknya mempunyai cahaya yg memancar di dada mereka.
itulah wujud iman yg anda pertanyakan sekarang ini.

saya percaya pada Tuhan, tidak perlu harus berjumpa dulu,
dengan melihat segala yg ADA saya yakin 100% Tuhan itu ada.
kalau anda mengkaitkan kepercayaan pada Tuhan dengan harus berjumpa dengan Dia, rasanya anda akan sama degilnya dengan umat nabi Musa yg meminta dihadirkan dulu YHWH berhadapan muka dengan mereka agar mereka bisa percaya

menyelidiki Tuhan dengan segala kemampuan Akal saya, itu boleh dilakukan, untuk mempertebal iman
tapi batasnya jelas, yaitu dengan mentoknya akal, sedangkan Tuhan sendiri Maha besar dibanding kemampuan akal.

apakah anda merasa tidak perlu lagi menyelidiki Tuhan dengan mengerahkan kemampuan akal anda ?
jika ternyata anda selama ini salah dalam mengimani Tuhan, lalu bagaimana ?
seumur hidup anda akan terjerumus dalam kesesatan, karena akal pikiran anda tidak anda gunakan.
Anda yg rugi sendiri

@stonehead

lucu bgt penjelasan anda. Satu hal yg saya dapatkan dari anda adalah ketidak mampuan anda memahami tulisan saya dengan benar.

Saya tidak sedang bicara tentang posisi si ibu, saya sedang membicarakan posisi si bayi ini. Manusia dalam proses perkembangannya haruslah melalui fase bayi, balita, anak, remaja, dewasa, dan uzur. Dalam rentang waktu ini, sistem saraf dan otak manusia itu mengalami perkembangan, pada masa bayi otak manusia masih sangat fleksibel, masih kosong, simulasi kerja otak pun masih sederhana, pola pikir, dan pola penemuan kesimpulan/defenisi (logika) masih belum tercipta.

bayi masih sangat bergantung pada apa yg diberikan tanpa perlu menggunakan fungsi otaknya dengan sempurna. anda tau kenapa bayi tidak merasakan dingin selayaknya orang dewasa?? semuanya itu ada pada fungsi saraf dan otak bayi, dingin yg di alami oleh orang dewasa ketika bersentuhan pada bayi tidak akan sama karena ada fungsi otak yg merespon hal tersebut.

Bayi yg mengisap puting susu ibunya belum tau apa2 ttg apa itu puting susu, yg digunakan si bayi adalah naluri, bayi tidak berlogika dalam hal ini. Anda sendiri mengatakan bahwa pengetahuan adalah dari tidak tau menjadi tau, tapi anda sendiri lupa bahwa tau seperti apa yg anda maksud dari itu?? tau defenisinya?? tau dari hasil pola kerja otak anda yg kemudian menghasilkan suatu simpulan, atau sekedar tau bahwa itu puting susu??

Percaya pada dasarnya sama dengan pengetahuan dalam satu sisi yakni sama2 menggunakan fungsi otak, percaya selalu melangkah duluan depan pengetahuan, kenapa bisa?? karena proses pengetahuan selalu lebih lama, Kalo percaya anda cuma membutuhkan 2 langkah, pengetahuan pasti lebih lama butuh lebih dari 2 langkah.

Saya mendapat informasi dan saya percaya, klo pengetahuan, anda dapat informasi, anda teliti dulu, melihat kecenderungan yg ada, baru menarik kesimpulan. lebih dari 2 langkah.

Antara percaya dan pengetahuan tidak bisa digabungkan, karena percaya adalah percaya, pengetahuan adalah pengetahuan, dan percaya yg kita bangun disini adalah iman (faith), skarang saya tanya bagaimana anda mengatakan anda beriman sedangkan anda harus meneliti terlebih dahulu hal itu. Itu bkn beriman namanya tapi berpengetahuan.

Alkitab mencatat bahwa pengetahuan akan Tuhan adalah pemberian Tuhan, manusia harus percaya (beriman) pada itu, maka kedepannya Tuhan akan membuka tingkap2 surga untuk memenuhi pengetahuan itu, karena itu kita di minta percaya dulu, Tuhan adalah ROh, daging kita tidak akan pernah menangkap alam roh, coba saja anda tangkap roh orang mati, klo anda dapat yg silahkan anda tunjukkan ke saya. Anda percaya dengan roh orang mati kan?? tapi apakah anda bisa memberikan bukti, dan fakta2 logis bagi kami untuk hal itu??

sesuatu yg logis haruslah bisa di materikan, bisa di buktikan, bisa di tangkap dan bersentuhan secara langsung dengan indera kita. Klo roh kan cuma bisa di percaya keberadaannya, klo pun dilihat ya harus dengan mata rohani kita.

Salam…

yg jelas saya harus merasakan pentil susu dulu
apa nih ? kenyal, lembut, keluar yg seger2 lagi, emut ah, enak, mantep
itu namanya pengetahuan
percaya gak percaya itu nomer dua
Tul nggak ?

yah jelas salah lah anda…
anak kecil di kasih air kobokan tetep di telan, karena anak kecil berdasar kan percaya dahulu lah…
percaya bahwa orang tua nya pasti memberikan yang terbaik :slight_smile:


yah, kalau Tuhan dan kehendakNya tidak bisa / tertutup sama sekali untuk bisa diselidiki dan dijelaskan oleh logika manusia, mungkin suatu saat batu pun bisa anda jadikan Tuhan, atau bisa2 suatu saat saya pun anda angkat jadi Tuhan

apa pernah anda melihat batu melakukan mukjizat ??
anda jangan samakan Tuhan dengan batu la…
kita tidak menyembah batu atau pun lain nya :stuck_out_tongue:
logic dengan Tuhan itu bertolak belakang…
anda jelaskan terjadinya bumi dan manusia menurut logic dan ilmu anda…
silakan di jelaskan… :slight_smile:


bro, mata kepala anda mungkin tidak bisa melihat wujud iman, tapi mata hati anda bisa dipakai untuk melihatnya.

anda mau tahu bagaimana wujud iman dengan mata kepala anda ?
tunggu saja nanti kalau kebetulan anda bisa sampai ke surga, anda akan melihat para penduduknya mempunyai cahaya yg memancar di dada mereka.
itulah wujud iman yg anda pertanyakan sekarang ini.

saya percaya pada Tuhan, tidak perlu harus berjumpa dulu,
dengan melihat segala yg ADA saya yakin 100% Tuhan itu ada.
kalau anda mengkaitkan kepercayaan pada Tuhan dengan harus berjumpa dengan Dia, rasanya anda akan sama degilnya dengan umat nabi Musa yg meminta dihadirkan dulu YHWH berhadapan muka dengan mereka agar mereka bisa percaya

menyelidiki Tuhan dengan segala kemampuan Akal saya, itu boleh dilakukan, untuk mempertebal iman
tapi batasnya jelas, yaitu dengan mentoknya akal, sedangkan Tuhan sendiri Maha besar dibanding kemampuan akal.

anda sudah menjawab sendiri kan anda berdasar kan percaya ??
bukan berdasarkan ilmu atau pengetahuan atau logic anda… :slight_smile:
karena memang anda TIDAK DAPAT dan TIDAK MAMPU !!
menyelidiki Tuhan 100%


apakah anda merasa tidak perlu lagi menyelidiki Tuhan dengan mengerahkan kemampuan akal anda ?
jika ternyata anda selama ini salah dalam mengimani Tuhan, lalu bagaimana ?
seumur hidup anda akan terjerumus dalam kesesatan, karena akal pikiran anda tidak anda gunakan.
Anda yg rugi sendiri

bagaimana bila ternyata anda menyembah Tuhan yang salah ??

Gbu