Fanatisme berlebihan Bibiku

Salam untuk semua …
Hai semua, saya ingin meminta pendapat pada teman2 , bagaimana respon kita bila ada keluarga, teman dekat atau orang lain yang menurut kita termasuk orang yang fanatik terhadap agamanya ( dalam kasus saya yakni bibi saya sendiri, beliau kebetulan beragama protestan ).
Begini , beliau saya anggap fanatik ada sebab nya misal bila mendengar/melihat kesaksian, cerita, kisah atau segala sesuatu yang berhubungan dengan Kristen / Tuhan YESUS KRISTUS , reaksi bibi saya sangat antusias bahkan cenderung berlebihan menurut saya, bila yang didengar bagus untuk agamanya ,beliau mendukung dan percaya 100% langsung tanpa berfikir lagi, dan bila kisah/cerita/kesaksian orang beragama diluar Kristen, neliau akan menolak 1000% tanpa berfikir lagi.
Beliau juga tidak bisa menerima kritikan , pendapat orang lain semisal dalam diskusi tentang agama bahkan cenderung menghina/menghujat/meng-ibliskan agama orang lain.

Ada kejadian dimana saya sedang membicarakan sekilas tentang tempat altar sembahyang di rumah saya yg sudah lama memang tidak di urus peninggalan orang tua saya yg beragama budha, ketika bibi saya mendengar kata “altar sembahyang”, langsung tercetus dari mulut beliau ,“ngapain seh pelihara2 begituan”. Saya terdiam dan dengan halus menerangkan kalau saya sedang bingung altar2 itu sebaiknya di pidah atau di robohkan, karna memang sudah tidak ada yg menggunakan.
Kata2 spontan yang tercetus dr mulut bibi saya sempat membuat saya terperanjat dan dalam hati ingin mengatakan , sebenarnya saya kagum pada beliau dan terhadap org2 yang benar2 beriman lainnya, tapi respek saya hilang sebagian terhadap bibi karna sikap nya yg sangat menghinakan agama lain.

Banyak saya mendengar pendapat bibi yang menghina/merendahkan orang yang menganut agama di luar Kristen secara keras dan bahkan kasar, nah menurut pendapat teman2 smua yang beragama Kristen protestan, benarkah sikap bibi saya dimata agama Kristen, dan bagaimana kelak reaksi saya bila nanti kebetulan mendengar lagi kata2/sikap fanatik bibi saya.
terimakasih untuk smua yang membantu menyumbangkan sedikit pendapat, dan salam sejahtera bagi smua umat manusia.

Dear Rudi

Kalau boleh tahu, bagaimana menurut Saudara sendiri, dalam arti apa yang menurut Saudara reaksi yang tepat terhadap respon-respon Bibi Saudara yang fanatik tersebut ?

Sebagai seorang Kristiani sangatlah penting untuk memegang teguh ajaran dan perintah dari Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat manusia dan menyampaikannya dengan dasar kasih serta ucapan yang lemah lembut, dalam beberapa kasus perlu untuk mempertanggung jawabkan iman namun tetap dengan dasar kasih dan ucapan yang lemah lembut namun tegas.

Menyudutkan, menghina, merendahkan, menyerang, serta tindakan sejenisnya tentu bukan suatu cara yang tepat. Saya tidak menyalahkan Bibi Sdr maupun Sdr sendiri karena saya tidak tahu posisi dan kondisi sebenarnya yang terjadi, namun lain kali bila beliau berkata-kata yang menurut Sdr kurang bijak atau terlalu kasar, saya sarankan Sdr boleh berikan pendapat Sdr, tentu juga dengan baik bahwa perkataannya menyinggung Sdr yang walau berbeda keyakinan namun mengharapkan dapat saling menghargai dan tidak menyerang keyakinan lainnya seperti itu.

Saya harap membantu

Salam

Berarti anda sendiri tidak setuju bila ada umat kristen bersikap menghina dan merendahkan agama lain bukan, saya sangat menghormati orang lain bila seseorang itu dapat pula menghargai orang lain walau berbeda kepercayaan, hanya sayang banyak umat kristen cenderung mau menang sendiri , dan ujung2 nya pasti membuka alkitab dan menunjukan ayat2 tertentu di dalamnya , dan ayat favorite pamungkas yg intinya mengatakan “selain agama Kristen Yesus Kristus, agama lain akan di adili dan mendapat hukuman dunia akhirat”, dan tanpa mengunakan penjelasan atau pendapat orang lain diskusi di vonis selesai seolah hakim mengetokan palu dan terdakwa di masukan kedalam kurungan.
Menurut saya sikap demikian bisa dianggap merendahkan orang lain.
Mengunakan 1 ayat tersebut untuk mnghakimi orang lain sangat tidak sopan dan terkadng menjengkelkan, huft …

Alangkah baiknya bila setiap umat beragama saling menghargai dan menghormati orang lain.
Salam GBU all …

@Rudilinglung

Saya sangat menganjurkan anda secara perlahan menuntun bibi anda untuk keluar dari sikap seperti ini.
Sikap seperti ini kurang bersahabat bagi masyarakat dan bisa memicu “perang”.

Tunjukkan kepada bibi anda, jika di sisi Kristen mungkin hanya Yesus lah jalan keselamatan. Lalu, di sisi Islam mungkin hanya Allah lah jalan keselamatan. Lalu, di sisi Buddha mungkin hanya ajaran Buddha lah jalan keselamatan. Maka tidak ada bedanya masing-masing agama. Dan tidak bermanfaat apabila hanya mementingkan benar / salah, yang penting adalah bagaimana perbuatan manusia selama ia hidup, apakah membawa berkat bagi sesamanya atau tidak.
Sesekali bila ada kesempatan, tunjukkanlah bahwa ada tokoh dari agama selain Kristen yang juga melakukan kebaikan seperti misalnya Mahatma Gandhi.
Lakukanlah secara perlahan, supaya pesan yang anda sampaikan itu tidak langsung terpental oleh bibi anda, karena bibi anda sudah membangun pagar protektif dalam dirinya mengenai kekristenan.

Jadi intinya, cobalah menggeser fokus bibi anda, bukan kepada “benar atau salah akan sesuatu”, tapi kepada “apa yang bisa kita lakukan untuk sesama kita”.

Gbu…

Telah saya coba ,tapi lagi2 menemui jalan buntu, kata2 “iblis” acap kali terlontar dari mulut beliau. Saya hanya bermaksud menerangkan kalau lain agama juga pastilah juga percaya akan keyakinan yang mereka anut, adalah sepantasnya kita menghargai dan mendengarkan lawan bicara kita dengan seksama, ini toh memang asas dasar kesopanan kita sebagai makhluk Tuhan yang berakal budi, apakah pantas sebagai umat Kristen mengatakan kesaksian umat lain itu adalah kuasa iblis tanpa mau mendengarkan dahulu kesaksian org yg bersangkutan.
Belum dengar cerita nya dah di vonis iblis, cpd…

bro kalo orangnya lebih tua dari kita, hanya Tuhan yg bisa merubahnya. Karna kebanyakan orang yg lebih tua gak akan mempan dinasehatin sama yg masih muda (kecuali dia mempunyai kerendahan hati). Kalo saya liat org yg udah ampe tahap mengina dengan kasar, ya udah tahap sombong secara rohani. Jadi anda berdoa saja agar Tuhan yg merubah dia :slight_smile:

Hm, iman tanpa perbuatan adalah mati. Coba tanyakan apa yang sudah diperbuat oleh bibi anda untuk sesama?
Bandingkan dengan tokoh di luar Kristen. Seimbangkah antara semangat spiritual bibi anda dengan perbuatannya?