Farisi & Ahli Taurat tidak bersalah mendirikan Hukum Taurat

Orang Farisi dan Ahli taurat terkenal dalam sikap mereka mendirikan Hukum Taurat yang Taat, sehingga Kristus berkata:
Mat 5:20
Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Hal tersebut dapat kita lihat pada Perikop ayat dibawah ini, bahwa memang betul orang2 Farisi dan Ahli Taurat adalah pendiri HUKUM TAURAT YANG TAAT.

[i]Yoh 8:1 tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun.
8:2 Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
8:3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
8:4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
8:5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”
8:6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”
8:8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”
8:11 Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

[/i]Hukum Taurat dan ketentuannya menetapkan siapa pun yang telah berzinah, hendaklah ia dihukum mati,

Ul 22:22 Apabila seseorang kedapatan tidur dengan seorang perempuan yang bersuami, maka haruslah keduanya dibunuh mati: laki-laki yang telah tidur dengan perempuan itu dan perempuan itu juga. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel.

Jadi adalah benar tindakan orang Farisi dan Ahli taurat menegakkan Hukum Taurat, yaitu melempari dengan batu kepada wanita penzinah itu…

Namun mengapa, perempuan itu tidak jadi di lempari batu?

Kita telah mengetahui: BAHWA UPAH DOSA ADALAH MAUT…

Rm 6:23
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Kata Yesus; “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” Dengan kata lain, barang siapa diantara orang Farisi dan Ahli Taurat tidak berdosa yang mana akibat pelanggaran dosa, bahwa ia (ahli taurat dan Farisi), harus dihukum mati, dan dilempari batu, Sebab upah dosa adalah maut.

Dan orang farisi sperti ditelanjangi, bahwa bisa saja mereka yang ada pada posisi wanita penzinah itu, dan ia (ahli taurat dan farisi) dilempari batu sampai mati.

Ini yang Yesus maksudkan: MENGASIHI SESAMA MANUSIA SPERTI DIRIMU SENDIRI.

Setuju Bro
Karena itu Tuhan Yesus datang bukan untuk meniadakan hukum taurat, melainkan menggenapinya.

betul sekali, sebab Yesus sendiri pun berkata:

Mat 5:17
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Sebab melalui Taurat kita telah mengenal dosa, dan konsekuensi pelanggaran terhadap hukumnya, seperti yang dikatakan Rasul Paulus:

Rm 7:7
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: “Jangan mengingini!”

maka Yesus berfirman : perihal berzinah

Mat 5:27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.
5:30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.

Perempuan diatas tidak lah dihukum oleh Tuhan Yesus atau diberikan perintah untuk dihukum oleh Tuhan Yesus, atau memenggal (maaf) kelaminnya, karena itu yang menuntun dia (perempuan berzinah) untuk berzinah. Sperti mata dan tangan yang menuntun melakukan perbuatan dosa.

Melainkan kata Yesus:“Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Shalom,

Boleh dijelaskan apa yang Bro maksud dengan “mendirikan” dalam kalimat “Orang Farisi dan Ahli taurat terkenal dalam sikap mereka mendirikan Hukum Taurat yang Taat…”?

Demikian, semoga bermaanfaat?
Salam, JBU, Jericho, J.

Sebuah Hukum dan peraturan harus ada pihak yang mendirikannya, dan harus ada pihak melegimitasinya agar valid disebut hukum. Sebab bila tidak ada pihak yang mendirikannya, maka ia bukan lagi hukum, melainkan kalimat kalimat yang tidak berfaedah dan tidak ada maknanya.

Hukum taurat diberikan Musa, karena:

[i]Gal 3:19
Kalau demikian, apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran–sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu–dan ia disampaikan dengan perantaraan malaikat-malaikat ke dalam tangan seorang pengantara.

Rm 5:20
Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,

[/i]Hukum Tuarat adalah perintah Tuhan , dimana Tuhan mengaku Tuhan , sebgai Tuhan yang mengeluarkan Bangsa Israel dari Mesir, dari perbudakan, yang harus didirikan dan dipatuhi setiap point rule nya,

Jadi sebenarnya : ORANG FARISI DAN AHLI TAURAT TIDAK BERSALAH KARENA MENDIRIKAN HUKUM TAURAT, DAN BISA DIKATAKAN, PADA KASUS INI MEREKA ADALAH PENDIRI HUKUM TAURAT YANG TAAT,DALAM CONTOH PERZINAHAN, DAN MELEMPARI DENGAN BATU MEREKA YANG KEDAPATAN BERZINAH…

Seiring dengan itu Yesus tidak menyalahkan mereka, karena Yesus juga mengakui VALIDITAS HUKUM TAURAT, dengan berkata: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Yang seturut dengan perintah Taurat menghukum penzinah.

jadi sama sekali tidak ada pelarangan Yesus untuk melempari perempuan berzinah dengan batu , kasus diatas. sebab Yang Orang farisi dan Ahli taurat lakukan benar adanya, sebab perempuan tersebut, TERTANGKAP BASAH…

dan Justru, Hukum Taurat dimaksudkan untuk menghindari EKSISNYA MANUSIA2 PENDOSA, karena Hukum taurat telah menindak dengan Tegas setiap pelanggarnya…

dengan begitu, Hukum taurat ternyata bisa di spekulasi dan bisa dimanipulasi sesuai dengan kehendak dari pendirinya, dalam hal ini Orang Farisi dan Ahli Taurat…

Hingga Yesus mengatakan: SIAPA YANG TIDAK BERDOSA DIANTARA KAMU, (DIMANA MENURUT HUKUM TAURAT SETIAP PENDOSA ADALAH HARUS DIHUKUM MATI) HENDAKLAH, IA YANG PERTAMA MELEMPARKAN BATU KEPADA PEREMPUAN ITU"

Tidak ada yang berani, tidak ada yang bertindak, sebab nurani mereka di bungkam, sebab Kristus juga sedang MENGHAKIMI MEREKA, MENGKRITISI NURANI MEREKA, AHLI TAURAT DAN ORANG FARISI, BAHWA MEREKA TELAH MELANGGAR HUKUM TAURAT NAMUN MEREKA TIDAK DIHUKUM MATI.?!!

YOH 7:19 Bukankah Musa yang telah memberikan hukum Taurat kepadamu? Namun tidak seorangpun di antara kamu yang melakukan hukum Taurat itu. Mengapa kamu berusaha membunuh Aku?"

jadi Yesus tidak sedang menyalahkan atau merombak atau mengkritisi Hukum Taurat, Justru dengan Hukum Taurat juga Yesus men_justifikasi perilaku mereka…

bahkan Yesus juga mengajari mereka atau me_reminder validitas dari Hukum taurat:

Mat 12:5
Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah?

karena setiap pelanggar yang disebut bersalah: haruslah dihukum mati…

jadi sebenarnya : Farisi dan Ahli Taurat memang ahli, mendirikan Taurat dan hukum2nya, dan mereka cenderung tipikal pribadi yang taat dalam mendirikan Hukum taurat bagi orang lain dan jemaah, namun tidak ada yang menghakimi mereka bahwa mereka juga pelanggar2 Taurat itu, dan mereka sepantasnya dihukum mati sperti perintah Taurat.

Setoedjoe joega Bro.
Tapi ngomong ngomong sapa sih yang menyalahkan?