Fashion Kristiani

Berikut saya lampirkan file youtube HCBN Indonesia tentang fashion. Ini merupakan pelayanan media Gereja Advent Hari Ketujuh (GMAHK). Saya bukan anggota GMAHK dan dalam thread ini saya tidak bermaksud membahas doktrin Advent Hari Ketujuh. Yang saya ingin diskusikan adalah bagaimana seharusnya sikap orang Kristen terhadap fashion?
Menurut pembicara di sini sebaiknya kita tidak berurusan dengan fashion.

Ya ya ya ya, sebenarnya bebas saja kalau orang mau berbusana secara rapi dan tertutup. Tetapi yang penting bukanlah rapi dan tertutup secara fisik, tetapi secara sikap. Untuk apa berpakaian tertutup, tetapi tingkah lakunya liar dan binal? Kita bukan kaum farisi kan? Kecuali memang kita sudah menyatakan kaul untuk hidup suci seperti para biarawati Katolik, yang tidak menikah seumur hidupnya, maka pantaslah kita menutup tubuh kita untuk menyatakan sikap kita.

Ya memang yang paling penting adalah sikap, bukan pakaian. Akan tetapi cara berdandan ternyata penting juga, sampai Rasul Paulus pun menuliskan:

I Timotius 2:9
Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal,

Saya teringat beberapa tahun lalu hari raya Idul Adha jatuh pada hari Minggu. Saat dalam perjalanan ke gereja saya melihat di jalan ada dua rombongan wanita. Rombongan pertama ada 5 orang, memakai pakaian tertutup dan membawa bungkusan mukena, sedangkan rombongan kedua 3 orang, 2 orang memakai rok mini dan membawa Alkitab! Sudah dapat diduga, kedua rombongan itu pastinya bermaksud menjalankan ibadah agama masing-masing dan dapat dipastikan tempat ibadah mana yang dituju rombongan rok mini itu.

Dalam hati, saya berpikir hal ini dapat menjadi kesaksian buruk tentang Injil Kristus. Apakah memang Kristus mengajarkan wanita untuk bebas berbusana apapun sesuka hati, khususnya bila beribadah? Saya teringat untuk masuk basilika St. Petrus di Vatikan ada peringatan untuk berbusana yang pantas.


Tentang pakaian yang penting sopan, biarpun secantik apapun hatinya kl penampilan seronok dan norak ya bikin ilfil juga. Umat Tuhan harus memberi contoh dan teladan. (Bukan main kritik seperti orang Farisi)
Jgn dibilang yg penting isinya maka luarnya dilupakan. Apa pantas jika menghidangkan makanan di lantai bukan di piring?

Nah, pakaian untuk ke tempat ibadah tentu berbeda. Kita harus bersikap dan berpakaian pantas untuk bertemu Raja di atas segala Raja. Jadi janga pergunakan rok mini, celana pendek, t-shirt/tank-top, dan jangan pakai sendal.

Kalau berkunjung ke Bali, kita diminta mengenakan kain untuk wanita ber-rok mini ataupun bercelana pendek, mengenakan ikat kain, maka kalau kita bisa menghormati tempat ibadah agama lain, sudah selayaknya kita juga menghormati temat ibadah kita sendiri.

Tetapi, kalau untuk kehidupan sehari hari, pakai saja yang pantas dan sopan, tidak perlu menutup diri. Kita hidup di dunia dan di negara tropis, kan?

Syalom

setuju, memang hati lebih penting , dan hanya Tuhan yang tahu masalah kebenaran isi hati seseorang. "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.(Lukas 16 : 10). Saya rasa berpakaian yang sopan sama dengan halnya dengan perkara kecil yang selalu dianggap sepele dan diabaikan, padahal berpakaian sopan tidak berarti mahal, sebaliknya berpakaian kekurangan bahan justru terkadang harganya lebih mahal dan tanpa disadari bisa jadi ia menjadi cobaan bagi sesamanya, saudara seiman atau orang sekitar, nanti kalau kenapa2 yang laki2 (nafsu gak bisa nahan diri, ya namanya juga manusia biasa ada yang tahan ada yang tidak, sudah kodratnya :mad0261:. Kan harus jadi garam dan terang dunia juga, bukan nya batu sandungan. Ntar orang yang tadinya mau jadi pengikut Kristus malah undur, karena menganggap pakaian kurang bahan itu bagian dari keimanan pengikut Kristus dan menganggap agama sebelumnya lebih benar karena dari segi yang kelihatan (berbusana) saja sudah lebih sopan. Menurut saya Menginjil itu bukan hanya omong sana sini saja, tapi juga memberikan contoh perbuatan yang baik(termasuk berbusana, berperilaku) bagi yang sudah maupun belum jadi pengikut Kristus, sehingga Bapa di sorga turut dipermuliakan. Bukankah ada tertulis agar kita jangan jadi sama seperti dunia? :slight_smile:

Artinya jangan jadi korban trend dan mode ;D ;D ;D

Begitulah pendapat saya bro :slight_smile:

https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ0LbFvmuNCV1bs2adULqwTdUfi65vudm0M5MWh7AOzogWLOx2_kw

:afro: :mad0261:

setuju sama pendapat ini
pakai pakaian yg pantas dan sopan aja