FATIMA: MARIA ANTAR-AGAMA MILIK ROMA DEMI SEBUAH GEREJA DUNIA

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
(Didistribusikan dengan gratis, dengan mencantumkan informasi sumber di atas)
Untuk berlangganan, kirim email ke: [email protected]

PELAJARAN SEKOLAH MINGGU STAR TREK
Pentakosta “Star Trek” adalah judul sebuah seri pesan-pesan audio “di mana Kapten Kirk, Spock, Bones dan Scotty berangkat dengan berani dalam suatu perjalanan pencarian akan Roh Allah.” Diproduksi oleh GFR Christian Radio, pesan-pesan yang disampaikan dimaksudkan untuk memberi “materi-materi yang menggugah pikiran” bagi kelas-kelas sekolah minggu. Adalah kekonyolan yang menyesatkan untuk masuk ke dalam dunia mitologis Star Trek guna mencoba menemukan kebenaran rohani! Gereja-gereja kontemporer, seperti para Yahudi yang sesat di zaman dulu, telah menukarkan Allah dalam Alkitab dengan berhala modern (mis., allah yang cool dan tidak menghakimi seperti dalam buku The Shack) dan telah menukarkan Firman Allah yang murni dengan doktrin-doktrin yang kotor. “Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air” (Yer. 2:13).

FATIMA: MARIA ANTAR-AGAMA MILIK ROMA DEMI SEBUAH GEREJA DUNIA
Berikut ini disadur dari buku yang bagus sekali, The European Union and the Supra-Religion by Robert Congdon (Congdon Ministries, 2007, http://www.internetbibleinstitute.com, [email protected]…). “Sebagian dari penampakan-penampakan Maria yang paling terkenal terjadi di Fatima. Desa Fatima diberi nama sesuai dengan putri Muhammad, pendiri Islam. Nama Arabnya memiliki arti yang bersinar.' .....Pada bulan Mei 2004, Dalai Lama mengunjungi dan berdoa di kuil Fatima. Setelah seorang imam Hindu, Sha Tri, berdoa di altar tersebut, Rektor dari kuil itu mengatakan bahwa pertemuan-pertemuan demikian memberi mereka kesempatan untuk mengingatkan kita semua bahwa kita hidup dalam komunitas.’ Imam Hindu itu menaruh sebuah syal khas imam Hindu, yang bertuliskan kutipan-kutipan dari Bagavad Gita, pada pundak perwakilan tertinggi Gereja di Fatima.....Vatikan, bersatu dengan PBB, mensponsori sebuah kongres antar-agama di kuil Fatima pada tanggal 10-12 Oktober 2003, yang berjudul Masa Kini Manusia - Masa Depan Allah.’…Pemilihan desa Fatima berdasarkan fakta bahwa kuil Fatima telah dengan cepat menjadi pusat penyembahan banyak agama-agama dunia. Lebih dari 4,5 juta orang mengunjungi Fatima setiap tahunnya. Kongres yang terakhir ini melibatkan Hindu, Muslim, Yahudi, Ortodoks Timur, Buddha, dan perwakilan orang-orang kafir Afrika. Di Kongres tersebut, rektor dari kuil berkata, `Masa depan Fatima, atau penyembahan terhadap Allah dan ibuNya di Kuil suci ini, harus melalui suatu penciptaan sebuah kuil di mana agama-agama yang berbeda dapat bercampur…’” (Robert Congdon, The European Union and the Supra-Religion, hal. 219, 221, 222; untuk dokumentasi, lihat kutipan-kutipan di buku ini).

BERHENTILAH MAKAN DOMBA DAN SELAMATKAN DUNIA
Para penasihat pemerintah di Inggris telah memberi peringatan bahwa mengkonsumsi domba adalah ancaman yang serius bagi lingkungan, karena mereka “menghasilkan sedemikian banyak gas metan” (“Burping of the Lambs,” The Sunday Times, 24 Mei 2009). David Kennedy, chief executive dari Komite Perubahan Iklim, mengatakan bahwa “merubah gaya hidup kita, termasuk apa yang kita makan, akan menjadi salah satu elemen penting dalam pengurangan emisi karbon.” Untuk menghasilkan 1 kg domba, katanya akan membebaskan gas metan yang sama denagn 37 pon karbon dioksida ke atmosfir. Untuk memproduksi jumlah daging sapi yang sama akan membebaskan 35 pon CO2. Saat ini, para agensi pemerintah sedang “menyarankan,” tetapi waktunya akan tiba mereka mengatur apa yang boleh orang tanam, jual, dan makan, atau minimal mereka akan menetapkan pajak yang sangat berat terhadap produk-produk yang kata mereka membahayakan lingkungan. Mitos tentang global-warming yang terjadi karena manusia bukanlah bertujuan untuk menyelamatkan planet; ini semua bertujuan untuk meningkatkan kekuasaan pemerintah.

MENGELUS SERIGALA
Berikut ini disadur dari John Ashbrook, Axioms of Separation (Mentor, OH: Here I Stand Books, n.d.): “Bertahun-tahun yang lalu, saya makan malam bersama dengan seorang muda yang lulus dari Fuller Seminary. Tamu saya itu berkata, “saya menganggap diri sebagai seorang fundamentalis; tetapi saya harus mengaku bahwa fundamentalis sering tidak penuh kasih dalam pendekatan mereka kepada para liberal. Mereka menolak untuk berdialog dengan mereka dan telah gagal menunjukkan kasih Kristiani kepada mereka.” Orang ini rupanya telah menyerap filosofi Fuller. Sekarang saya tanya kepada anda, di manakah dalam Kitab Suci ada pengajaran bahwa kita harus berbaik-baikan dengan para pengajar palsu dan rasul-rasul sesat? Ini adalah kebalikan dari pengajaran di 2 Yohanes: “Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya. Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat” (2 Yoh. 1:10-11). Kitab Suci menyebut orang-orang yang menyebarkan doktrin-doktrin sesat ini sebagai “serigala-serigala yang ganas” (Kis. 20:29). Para gembala yang setia sepanjang sejarah tidak berdialog dengan serigala-serigala ganas.”

SEORANG ANAK PEREMPUAN YANG MENGUJI DISIPLIN ORANG TUANYA
Berikut ini disadur dari Training Your Children to Turn out Right, sebuah buku yang sangat bagus oleh David Sorenson(Northstar Ministries, 1820 W. Morgan St., Duluth, MN 55811, 218-726-0209, www.northstarministries.com, [email protected]…) – “Anak-anak kami perlu belajar bahwa setiap kali mereka melanggar sebuah aturan rumah tangga, maka akan ada pengalaman yang sudah dapat diprediksi dan yang tidak menyenangkan. Anak-anak sepertinya berpikir bahwa jika mereka mengikis orang tua mereka untuk waktu yang cukup lama, maka orang tua akan kecapekan dan akhirnya mengalah. Pertahankan aturan-aturan anda secara konsisten. Ketika salah satu anak perempuan kami masih kecil, dia memutuskan suatu malam bahwa dia tidak mau tinggal di tempat tidurnya. Dia telah dimasukkan ke dalam tempat tidur, tetapi dia memutuskan dia mau bangun. Dia memanjat keluar dari tempat tidurnya dan keluar ke ruang tamu. Dia diceramahi mengenai fakta bahwa ini sudah jam tidurnya dan bahwa jika dia keluar dari tempat tidurnya lagi, dia akan dipukul pantatnya (spanked). Dia dimasukkan ke dalam tempat tidurnya. Beberapa menit kemudia, dia keluar lagi. Sepertinya telah dijanjikan, dia dipukul dan dimasukkkan kembali ke tempat tidurnya di tengah tangisan yang cukup memberontak. Lalu dia mulai marah-marah. Setelah beberapa lama dia mulai lagi keluar dari tempat tidur dan masuk ke ruang tamu. Sejauh yang dapat kami periksa, tidak ada alasan yang sah bagi dia untuk bangun. Dia hanya tidak mau berada di tempat tidur. Sekali lagi dia dipukul. Ini berlanjut sekitar setengah jam, tetapi akhirnya dia mengerti pesannya; jika dia dengan terbuka menantang Mama dan Papa, dia akan dipukul. Ini terjadi secara konsisten. Ini terjadi setiap kali…Malam itu, sebuah pertarungan yang besar telah dimenangkan. Kehendaknya yang kecil dan pemberontak telah dipatahkan. Dia telah mencoba sekeras-kerasnya untuk menantang otoritas orang tua, dan dia telah kalah…Apakah kami sebagai orang tua merasa senang memukul anak perempuan kami? Kami sangat membenci setiap detik dari pemukulan itu. Dia adalah kebanggaan dan sukacita kami. Tidak ada yang dapat memberi kami kenyamanan yang lebih dari saat-saat dia duduk-duduk berpelukan dengan kami di ruang tamu. Tetapi kami tahu bahwa dia memerlukan pengembangan disiplin dalam hidupnya” (Training Your Children to Turn Out Right, 1995, hal. 71, 72).

MATA YANG SANGAT SENSITIF
Berikut ini dari Creation Moments, Creation Moments – Bible Creation Lessons | Creation Vs. Evolution Debate | Creation Science "Mata manusia sedemikian sensitifnya, sehingga ia dapat mendeteksi satu partikel cahaya – sebuah foton. Faktanya, mata manusia sedemikian sensitifnya, sehingga kalau bukan karena fitur-fitur spesial di dalam mata yang memproses milyaran informasi yang masuk setiap sepersekian detik, kita pastilah terbanjiri oleh cahaya. Walaupun mata dapat mendeteksi satu foton cahaya, ia tidak akan meneruskan suatu gambar kepada otakmu kecuali ada minimal enam foton yang mengenai bagian mata yagn sama. Jika tidak demikian, maka pada malam hari yang gelap kita tidak akan dapat melihat apa-apa selain statis, karena terang yang kurang dari enam foton tidak dapat difokuskan menjadi suatu gambar dan yang telihat hanyalah statis. Hal-hal seperti ini membuat kita bertanya-tanya apakah mata didesain oleh seorang Pencipta yang mahabijak? Karena bagaimana mungkin kebetulan-kebetulan yang tidak disengaja dan mutasi dapat mengetahui hukum-hukum dasar fisika yang mengendalikan perilaku cahaya? Rentang sensitifitas mata juga jutaan kali lebih besar dibandingkan dengan film-film fotograifk modern kita, dan memberikan kepada kita rentang dinamis antara 10 milyar hinga satu. Sementara sensitifitas yang terbesar diperlukan pada malam yang gelap, ada kontrol internal dalam mata yang menurunkan sensitifitas itu untuk situasi hari yang terang benderang. Ilmu pengetahuan sama sekali tidak menyingkirkan Allah! Pengetahuan kita tentang cara kerja mata menuntut kesimpulan bahwa kita adalah ciptaan dari seorang Allah bijak dan kuasa.

Syalom…! Saudara-saudari sahabat forumkristen. Memang dunia tidak dapat menghindarkan akan hadirnya sebuah Agama baru (Agama global) yang oleh Stevri Lumintang disebut sebagai Teologi Abu-abu. Dimana semua kepercayaan mengingkari kebenaran masing-masing untuk dapat bersatu demi kemanusiaan dan peradaban global. Kita harus hati-hati memohon hikmat kepada Tuhan Yesus Kristus agar Roh Kudus memberikan kita kemampuan untuk menguji setiap roh dan mengenali setiap zaman. Sehingga dengan demikian kita tidak mudah disesatkan dan hilang dari hadiran Tuhan. Ada skenario global bahwa penduduk bumi yang kurang lebih 6 milyar terlalu banyak untuk ukuran bumi kita sehingga yang ideal adalah sekitar 4 Milyar orang, sehingga ada strategi mengurangi manusia dari bumi ini, bila perlu dengan adanya Perang Dunia III. Sekarang teknologi sudah sangat canggih, Beberapa negara maju sudah dapat mengirimkan bencana kepada negara lain berupa gempa bumi, angin topan, hujan ban banjir, Kalau mau baca di Internet coba cari Teknologi HAARP dan teknologi gelombang elektromagnetik. Tetapi kita tidak perlu khawatir jika kita tetap berpijak pada kebenaran iman kita, bahwa semuanya itu akan terjadi tetapi Tuhan Yesus Tidak pernah meninggalkan kita. Amin…Sampai jumpa lagi… GBU