fenomena dibawa ke Neraka/ Surga

kesaksian dibawa kesurga/neraka oleh Tuhan Yesus Bisa kah dipercaya?
kok gampang2 gt itu ya orang dibawa melihat surga/neraka?
apakah dasar2 alkitabnya bisa dipertanggung jawabkan? :mad0261:

Lazarus dan orang kaya, dan pangkuan Abraham adalah perumpamaan; bukan kejadian aktual.
Karena semua perihal tentang Kerajaan Surga hanya disampaikan dengan perumpamaan saja.(lihat saja kisah di atas perumpamaan Lazarus dan orang kaya dan pangkuan Abraham juga adalah penyampaian dalam bentuk perumpamaan).
Matius 13:33-35.

Perumpamaan ini menggambarkan keadaan neraka yang akan digenapkan di hari penghakiman. Bukan sekarang. Matius 25:31-33, 41, Yudas 1:6.

Karena Pangkuan Abraham bermakna figuratif. Yohanes 8:3-9.
Tidaklah mungkin bila Lazarus benar-benar duduk dipangku oleh Abraham, karena Lazarus adalah seorang dewasa. Pangkuan Abraham menggambarkan surga. Matius 8:11.
Abraham orang beriman sudah pasti tempatnya di surga. Yohanes 8:56, Efesus 4:8.

Maksud perumpamaan ini:
Inilah hari-hari zaman kasih karunia, barang siapa percaya Injil maka ketika mati ke surga. Luk 16:22-23.
Satu-satunya kesempatan hanya ada di zaman kasih karunia, kalau sudah mati/sudah selesai; tidak ada kesempatan lagi untuk bertobat. Hukuman neraka dalam kekekalan. Luk 16:26
Orang kaya gambaran orang yang tidak percaya Tuhan dan hidup semaunya sendiri,
Luk 16:30-31. Luk 16:19
Lazarus; orang miskin gambaran orang yang percaya Tuhan, hidup di bawah penindasan orang kaya. Luk 16:29, Luk 16:20-21, Yakobus 2:6.
Orang kaya tsb. Ketika mati Terpisah dari kemuliaan Tuhan di surga. Luk 16:23-24.
Iman harus berasal dari hati yang tulus/murni; bukan karena melihat. Karena meskipun melihat, tidak akan / belum tentu membuat orang menjadi percaya. Luk 16:27-31,
Yohanes 6:26-29, 12: 9 -11, 12:37-43, 20:29.

tentang neraka itu,kan ada hades sama gehena.nah yang di alkitab tulis antara lazarus,bapa abraham dan orang kaya yang di neraka itu,orang kaya itu di hades atau gimana?sepertinya disitu dilambangkan dalam perumpamaan api yang panas?

benar kah sperti kesaksian mereka2 yang pernah dibawa melihat sorga, ada orang2 yang sdh dihukum di neraka
ada juga yang sdh disorga?.
padahal menurut kitab wahyu 20:11-15 = Hukuman yang terakhir kan belum terjadi.

tujuan nya tentu untuk kemuliaan Tuhan bukan orang yang mengalaminya…

Betul. Itulah kuncinya Bro, Kalau neraka sudah clear. Gak usah dibahas lagi. Sekarang yg naik surga, simak aja apa kisahnya, dan cari di Alkitab omongannya benar apa gak?

Kalau saya gak mau tahu, karena saya nilai tidak perlu; karena dengan data yg ada sudah mendapat pengertian yg jelas tentang topik ini. Kecuali mungkin ke depan diperlukan utk topik lain. Saya sih, gak tahu apa itu hades, sheol dsb. Yang saya tau tempat siksaan, dalam bahasa indonesia yg saya baca di Alkitab namanya neraka. Atau apa itu Firdaus, yg saya tahu intinya surga. Dan, dunia orang mati dan neraka. Neraka ini, saya belum ketemu (kalau boleh dikata: memang tidak ada), ayatnya di Alkitab; bahwa sudah ada penghuninya. Karena hari penghakiman itu belum tiba.

Joh_3:13 Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.

Ayat ini sudah sangat jelas bahwa tidak ada orang yang telah naik ke Surga selain Yesus yang telah terlebih dulu turun dari Surga. Tidak ada satu orang pun yang secara utuh sebagai orang/manusia dalam wujud tubuh, roh dan jiwa telah naik ke Surga, selain dari Yesus Kristus.

2Co 12:2 Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau–entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya–orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga.
2Co 12:3 Aku juga tahu tentang orang itu, –entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya

Paulus sendiri bingung terhadap penglihatannya mengenai Surga tersebut terjadi di dalam ataukah di luar tubuh. Artinya Paulus bingung apakah ia benar-benar dibawa ke Surga atau ia sekedar mendapat penglihatan / visi mengenai Surga.

Bahkan sebagai eks pimpinan Yahudi yang taat dan ketat, kesaksiannya yang menyebutkan dirinya sebagai orang ketiga menunjukkan kerendahan hatinya yang luar biasa, dan ia sangat tidak bermaksud menceritakan penglihatan tersebut kecuali dengan maksud yang terpaksa, yaitu untuk membuktikan kerasulannya kepada orang-orang yang menyerang dan menyangsikan kerasulannya.

2Co 12:11 Sungguh aku telah menjadi bodoh; tetapi kamu yang memaksa aku. Sebenarnya aku harus kamu puji. Karena meskipun aku tidak berarti sedikitpun, namun di dalam segala hal aku tidak kalah terhadap rasul-rasul yang luar biasa itu.
2Co 12:12 Segala sesuatu yang membuktikan, bahwa aku adalah seorang rasul, telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa.

Jika tidak ada serangan/tuduhan rasul palsu kepada Paulus, sudah pasti ia tidak akan menceritakan penglihatannya yang luar biasa tersebut! Baca kembali konteks 2 Korintus tadi.

Bersambung…

Sambungan…

Dan kalau toh sekarang ini ada orang yang mengaku mendapat penglihatan mengenai Surga, ia haruslah memiliki kriteria ini terlebih dahulu :

  1. Kerendahan hati yang luar biasa seperti rasul Paulus - yang tidak akan pernah menceritakan penglihatannya tersebut kecuali dengan maksud sangat urgent. Dalam konteks Paulus, ia sedang membuktikan tuduhan sebagai rasul palsu, untuk menegaskan supaya jemaat mempunyai pegangan dan tidak terombang-ambing dengan pelbagai ajaran yang tidak Alkitabiah.

  2. Pengalaman menderita karena Injil dan karena Kristus yang juga melegitimasi panggilan kerasulannya. Maaf ya, beberapa orang yang mengaku dirinya sebagai rasul zaman modern ini sangat jauh dari kriteria ini. Naiknya saja kalau tidak pesawat jet tidak mau, untuk pelayanan saja harus pasang tarif, belum lagi sebagian ajarannya menitik beratkan pada kehidupan yang diberkati secara keuangan MELULU. Ini jelas bukan rasul Kristus sejati! Lihat saja seperti Robert Liardon yang “mengaku” diangkat ke Surga namun sekian puluh tahun kemudian (tahun 2000-2001) malah menista nama Tuhan dengan perbuatan homoseksualnya. PAYAH !!! Rasul macam apa ini ??? Ini sangat jauh dari TIPIKAL para rasul Perjanjian Baru yang mengakhiri pelayanannya dengan mati martir dan menderita bagi Yesus, bahkan SEUMUR HIDUP mereka SELALU MENDERITA karena memberitakan INJIL dan karena NAMA YESUS !!

Menurut saya pribadi, jika seseorang memiliki dua syarat diatas, maka ia akan dipandang cukup layak oleh Tuhan untuk dipercayai dengan penglihatan-penglihatan surgawi. Dan kalaupun itu terjadi maka sudah pasti Ybs TIDAK DIANGKAT UTUH-UTUH KE SURGA melainkan hanya mendapatkan visi/penglihatan mengenai Surga. Ini dua hal yang berbeda, yang bahkan rasul Paulus sendiri tidak bisa mendefinisikannya sebagai diluar atau di dalam tubuh.

Lihat saja rasul Yohanes yang dipercayai dengan pewahyuan hebat mengenai akhir zaman! Hidupnya cocok dan layak dipercayai seperti itu, karena hidupnya penuh penderitaan karena INJIL dan karena NAMA YESUS. Ia pun mendapatkan penglihatan di dalam pengasingannya di penjara Patmos, bahkan konon ia sempat dibunuh dengan digoreng tapi karena tidak mati, maka ia dipenjara saja sampai saat matinya tiba. Sedangkan apa yang dilakukan beberapa orang zaman ini yang mengaku-aku sebagai seorang rasul ? akhir hidupnya dipenjara karena selingkuh dengan istri orang ??? dipenjara karena terlibat homoseksual ??? dipenjara karena korupsi uang pelayanan ??? PAYAH !!! Ini telah menodai panggilan kerasulan yang sejati yang dimiliki para Rasul Perjanjian Baru tersebut diatas.

[b]Gen 5:24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Elohim, kemudian dia tidak ada lagi, karena Elohim telah mengangkatnya.

2Ki 2:11 Dan terjadilah, ketika mereka sedang berjalan dan berbicara, tampaklah, sebuah kereta yang berapi dengan kuda yang berapi datang, dan memisahkan keduanya, lalu Elia naik dalam angin badai ke surga.
[/b]

Harap dibedakan antara konteks kenaikan Yesus ke Surga dengan konteks kenaikan Elia dan Henokh ke Surga.

Yesus memang sudah “kerjaan-Nya” untuk naik turun Surga, karena Dia Tuhan, Dia bisa saja “sekehendakNya sendiri” naik-turun dari dan ke Surga. Namun “sekehendakNya sendiri” itupun tentu saja juga tidak pernah bertentangan dengan Firman Tuhan yang tertulis. Beberapa kali dalam Perjanjian Lama Yesus “diduga kuat” menampakkan diri dalam wujud “malaikat Allah”. Bahkan beberapa teolog “mencurigai” bahwa Melkisedek adalah penampakan dari Yesus Kristus.

Kenaikan Elia dan Henokh ke Surga sangat mirip dalam beberapa hal dengan kenaikan Yesus ke Surga. Khususnya Elia, karena kenaikannya disertai angin badai, ini sedikit mirip dengan kenaikan Yesus yang dilingkupi awan-awan. Yang pasti sama adalah bahwa kenaikan mereka ke Surga sama-sama disertai tanda-tanda kemuliaan Allah yang bisa terlihat mata jasmani.

Kembali ke perbedaan konteks kenaikan Yesus dan kenaikan Henokh dan Elia ke Surga…

Konteks kenaikan Henokh dan Elia ke Surga adalah dalam arti menuju ke kehidupan kekal bersama Allah di Surga. Kenaikan itu hanya satu kali untuk selamanya. Perkara bahwa nanti di penghujung zaman mereka akan turun dari Surga bersama kedatangan Yesus kedua kali nanti untuk bersama-sama Yesus menjatuhkan penghakiman atas Iblis dan orang fasik, itu adalah perkara yang berbeda lagi. Jadi konteks kenaikan manusia biasa ke Surga (Henokh dan Elia) hanya terjadi satu kali, bukan bersifat “bolak-balik” atau “naik-turun” dari dan ke Surga. Dalam hikmat dan kebijaksanaan Tuhan sendiri, Ia hanya mengijinkan dua hamba Tuhan Perjanjian Lama untuk tidak mengalami kematian namun langsung terangkat ke Surga.

Prinsip kenaikan Henokh dan Elia adalah satu kali saja naik ke Surga, dan itu untuk bersama-sama Tuhan selamanya, artinya mereka tidak lagi kembali ke bumi menjalani kehidupan normal manusia biasa.

Yang menjadi masalah adalah bahwa hal ini dibuat menjadi pengesahan dari beberapa orang Perjanjian Baru di zaman sekarang ini untuk memberi dasar Alkitabiah bagi pengalaman mereka “pergi ke Surga” ! Mereka lupa bahwa mereka tidak seperti Henokh dan Elia yang tidak mengalami kematian namun langsung naik ke Surga. Bahkan mereka mengaku setelah “beberapa saat” berada di Surga, mereka turun kembali ke dunia / bumi, hidup menjalani kehidupan normal sebagai manusia biasa. Lebih parah lagi ada yang mengaku “naik-turun” ke Surga beberapa kali, bahkan terkesan kapanpun mereka mau mereka bisa berdoa memintanya kepada Tuhan dan Tuhan akan melakukannya! Wah hebat ya mereka ini…bisa “naik-turun” ke Surga “sekehendak sendiri”. Bahkan Anak Manusia pun harus direndahkan sedemikian rupa, menderita dan dibunuh menjadi korban atas dosa-dosa manusia, baru setelah itu naik ke Surga, dimuliakan dan menerima gelar Raja diatas segala raja, memerintah selamanya. Bahkan Yesus pun harus dibatasi dengan rencana Bapa bahwa Ia harus tinggal di Surga sampai pada waktu pemulihan segala sesuatu (KPR 3:21).

Konteks kenaikan Yesus bersifat “naik-turun”, karena Ia memang Raja Surga. Artinya, kenaikanNya ke Surga bukan hanya untuk mengakhiri masa hidupNya sebagai manusia biasa di bumi, melainkan juga bertujuan untuk datang kembali ke dunia nyata - bukan untuk menjadi manusia biasa lagi - namun untuk mendeklarasikan pemerintahan absolut-Nya atas seluruh dunia, sekaligus menjatuhkan penghakiman bagi Iblis dan orang fasik. Meski Yesus dapat saja sekehendak hatiNya “naik-turun” Surga, namun ia i[/i] dibatasi oleh rencana Bapa, bahwa Ia harus tinggal di Surga sampai waktu pemulihan segala sesuatu.

Shallom,

Segala sesuatu adalah mungkin jika Tuhan mengijinkan.
Apa yang tidak pernah Tuhan lakukan pada masa lampau, bisa Tuhan lakukan di masa kini.
Jika itu membawa kemuliaan bagi Tuhan dan membuat orang berbalik kepada-Nya… mengapa tidak?

Salam Damai Sejahtera

yang saya tahu ujung2 nya dari kesaksian tersebut menyerang denom lain
bahkan ada yang nyerang agama lain.
malah Tuhan kena hujat bukan dipermuliakan??

Kok bisa bilang Tuhan yang dihujat?

Kalau ada kritik terhadap suatu kesaksian fenomenal “surga” atau “neraka,” kritik itu ditujukan kepada si-orang yang kesaksian itu, bukan kritik (atau malah) menghujat Tuhan.

Misalnya gini, saya bilang “kesaksiannya Philiph Mantova ke neraka, dia lihat ada orang masturbasi di neraka dan setan yang nyuruh itu” saya bilang dengan tegas kesaksian itu nggak bener, alias palsu. Saya mengkritik kesaksiannya. Bukan menghujat Tuhan.

Kesaksian orang yang sudah pernah mati yaitu dominggos pada saat sekolah alkitab dibakar. Dan melihat foto2 dan banyaknya saksi karena dirumah sakit dokter yang memeriksa juga mengatakan tidak ada harapan hidup, maka saya yakin memang dia mendapat penglihatan tentang surga.

“Mmm… jadi kesimpulannya ternyata Tuhan itu kejam, brutal dan sadis yah ?”
kata2 sperti ini yang keluar dari seorang non Kristen setelah melihat kesaksian2 tersebut
ada komen?

Shallom,

Jika mereka sedikit lebih jeli dalam menyimak kesaksian2 tsb, mereka seharusnya menyadari bahwa yang menyiksa manusia tsb bukanlah Tuhan tetapi Iblis beserta para pengikutnya. Karena pekerjaan Iblis adalah menyiksa, membunuh dan membinasakan manusia.
Tetapi kita tidak dapat menyalahkan pola pikir mereka karena kecenderungan mereka yang selalu condong mengkritisi iman kristen sehingga melontarkan komentar demikian.

Tetapi bagi kita orang kristen, adalah baik jika semua kesaksian itu bisa membuat kita semakin setia, taat dan membawa kepada pengudusan hidup kita sehinggga pada kedatangan-Nya kelak, kita boleh dilayakkan untuk menyambut kedatangan-Nya.

Salam Damai Sejahtera

Kesaksian seseorang bertemu Yesus kemudian Yesus bawa kesurga dllnya itukan dia yang alami sediri kalau kesaksiannya membuat iman kita semakin kuat dan kita semakin setia kepada Tuhan, saya kira kesaksian itu benar dan tidak khayalan …

Saya pernah membaca sebuah kesaksian Dominggus Kenjam , umurnya 20 tahun, semester III, tinggal di asrama Doulos, asal dari Timor.?

Dia pernah bertemu Lima Malaikat datang Menjemputnya dan rohnya dibawa ke Firdaus dstnya.

Di rumah Bapaku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.? Yohanes 14:2).

Silakan membaca sambil menguji kesaksian dari Dominggus, apakah benar atau tidak?

Saya mau tanya :

  1. Kapan Tuhan memberi otoritas kepada Iblis untuk menyiksa orang yang sudah meninggal ? Sebutkan ayatnya…

  2. Kalau memang benar “Iblis menyiksa mereka tanpa se-ijin Tuhan”, lalu apakah Tuhan serendah itu, merelakan ketetapan-ketetapan kekal FirmanNya untuk “diperkosa” oleh kelakuan Iblis yang menyerobot otoritas penghakiman dan penghukuman - yang seharusnya Tuhan Yesus saja yang berhak menjalankannya saat kedatanganNya yang kedua nanti ???

Jika Iblis bisa menyiksa orang jahat yang sudah meninggal seenaknya sendiri, maka tentu ayat-ayat ini sudah tidak berlaku lagi :

2Pe 2:9 maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman,

Mat_12:41 Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!
Mat_12:42 Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!"

(Orang Niniwe dan ratu dari selatan akan turut bersama-sama dengan Tuhan menjatuhkan penghakiman atas Iblis dan orang-orang fasik)

2Pe_2:4 Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman;
Jud_1:6 Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar,

(Iblis juga “disimpan” Allah untuk dihakimi pada hari penghakiman terakhir, sebelum menuju ke tempat kekalnya dalam lautan api)

2Sa 7:12 Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.
(“perhentian” di dalam KJV adalah “sleep”)

Dan 12:2 Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.
Dan_12:2 And many of them that sleep in the dust of the earth shall awake, some to everlasting life, and some to shame and everlasting contempt.

(Ayat ini menunjukkan dengan sangat jelas kondisi orang mati. Bila di dalam Tuhan ia akan “tidur” dan beristirahat dalam hadirat Tuhan, sedangkan bila orang jahat/fasik juga disebutkan “tidur”. Ayat ini paralel dengan 2 Petrus 2:9 maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman)

Bersambung …

Sambungan…

Joh 11:11 Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: “Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya.”
Joh_11:11 These things said he: and after that he saith unto them, Our friend Lazarus sleepeth; but I go, that I may awake him out of sleep.
(Yesus menyebut Lazarus yang mati sebagai “tidur”)

Act 13:36 Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya, lalu ia mangkat dan dibaringkan di samping nenek moyangnya, dan ia memang diserahkan kepada kebinasaan.
Act_13:36 For David, after he had served his own generation by the will of God, fell on sleep, and was laid unto his fathers, and saw corruption:
(Daud pun “tidur” untuk dibangkitkan pada akhir zaman)

1Co 11:30 Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal. 1Co_11:30 For this cause many are weak and sickly among you, and many sleep.

1Co 15:51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
1Co_15:51 Behold, I shew you a mystery; We shall not all sleep, but we shall all be changed,

1Th 4:14 Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. 1Th_4:14 For if we believe that Jesus died and rose again, even so them also which sleep in Jesus will God bring with him.

(Paulus pun menyebut meninggal sebagai “sleep”)

DARI AYAT-AYAT DIATAS DAPAT DISIMPULKAN BAHWA KONDISI ORANG SETELAH MENINGGAL DUNIA (ORANG BENAR MAUPUN ORANG FASIK/JAHAT) ADALAH KONDISI DIMANA MEREKA BERISTIRAHAT SECARA ROHANI. AYAT-AYAT INI SANGAT JAUH DARI PENAFSIRAN BAHWA ORANG JAHAT SETELAH MENINGGAL DUNIA DISIKSA IBLIS DI NERAKA

Orang Kristen juga memiliki tugas yang lain selain dari “membuat kita semakin setia, taat dan membawa kepada pengudusan hidup”. Hal itu sudah pasti.

Namun apa tugas lain itu ? Membendung dan menangkal segala penyesatan dengan menguji setiap fenomena berdasarkan Firman Tuhan tertulis. Jika fungsi ini hilang, maka dapat dipastikan akan banyak umat Tuhan yang disesatkan. Surat 1 s/d 3 Yohanes ditulis dengan maksud dan latar belakang untuk menangkal segala penyesatan yang terjadi atas gereja Tuhan pada tahun 100 M.

1Jn_4:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

1Th_5:21 Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.