FIFA U-17 MVP, SANI EMMANUEL BERPIDATO DI GEREJA

Sulit dipercaya tetapi inilah yang sebenarnya terjadi. Sani Emmanuel, peraih MVP (Most Valuable Player) FIFA Piala Dunia U-17 serta pemenang Silver Shoe hadir dalam kebaktian yang diselenggarakan oleh The Synagogue Church Of All Nations, dalam rangka ucapan syukur. Layaknya seorang anak yang pulang kampung, begitulah bisa digambarkan kisah hari ini. Sani Emmanuel yang dibesarkan dari orang yang sebelumnya boleh dikata terbuang, hingga kini menjadi dikenal secara mendunia berkat bantuan dari pendeta setempat, Nabi TB Joshua yang disebutnya sebagai ayah rohaninya.

Dengan lantang dikatakannya dalam pidatonya bahwa sekalipun ia tidak memenangkan piala dalam piala dunia (Golden Shoe), ia percaya bahwa Tuhan masih menyampaikan sesuatu – Tuhan memiliki maksud tersendiri baginya. Ia bahkan menyatakan sungguh tidak layaklah ia mendapat penghargaan sebagai pemain U-17 terbaik di seluruh dunia, seraya mengangkat Golden Ball dan Silver Shoe dari FIFA.

Ia bahkan tidak segan-segan menyatakan bahwa ia pernah menjadi orang miskin. Dan inilah alasan mengapa hari ini ia ingin mendedikasikan penghargaannya bagi mereka yang kekurangan dan berjanji akan memulai suatu badan untuk memberikan beasiswa bagi mereka yang layak dengan segala cara sebagaimana dari sanalah ia datang dan ditemukan serta dibesarkan oleh TB Joshua.

Dalam film dokumennya, ditunjukkan bahwa ayahnya adalah seorang duda yang sangat miskin hingga menerima bantuan finansial dari The Synagogue Church Of All Nations.

Atas prestasinya ini, ia ingin menyampaikan pada semua rekan mudanya bahwa Yesus adalah harapan. Ia mengakhiri pidatonya dengan sebuah kata-kata mutiara yang sungguh memberikan harapan, “Lebih baik itu tidak cukup baik; yang terbaik masih akan datang!”

Pada kesempatan yang sama, Onazi Ogenyi, Pemain Tengah dengan nomor punggung 4 juga hadir dan menyampaikan pidatonya di hadapan jemaat The Synagogue Church Of All Nations yang hari itu dipenuhi sesak oleh orang-orang yang juga telah menduga bahwa kedua bintang lapangan hijau itu akan datang.

Dalam rangka menyambut kedua bintang ini, telah disiapkan dua cake dengan ukuran besar untuk merayakan prestasi mereka.