FIFA U-17 MVP SANI EMMANUEL SETELAH PIALA DUNIA

Setelah meraih Most Valuable Player (MVP) FIFA Piala Dunia U-17. Sani Emmanuel, yang juga pemenang Silver Shoe dipertanyakan keberadaannya? Akankah dia beristirahat di sebuah resort atau pulang kampung? Hari ini telah terjawab di manakah sang bintang pasca Piala Dunia U-17, ia ditemukan menghadiri kebaktian di Gereja The Synagogue Church Of All Nations, di Lagos, Nigeria hari ini bersama rekan satu timnya, Ogenyi Onazi untuk acara syukuran atas prestasinya.

Emmanuel, yang mencetak 5 gol hanya dalam waktu 221 menit permainana, adalah seorang anak gereja, di gereja yang dikenal dengan nama Synagogue, sebelum ia bergabung dalam Golden Eaglet. Ia dibesarkan di gereja oleh pendeta gereja tersebut yang bernama, TB Joshua. Ia menyampaikan bahwa prestasinya tersebut adalah semata-mata oleh karena kasih karunia Tuhan, dan ia berjanji untuk mendedikasikan karirnya bagi Yang Maha Kuasa, yang untuknya, ia akan mendirikan badan non organisassi Nigeria demi menolong sesamanya yang kurang beruntung. Keduanya, Emmanuel dan Onazi adalah anggota dari My People FC, klub sepakbola yang didirikan oleh Nabi TB Joshua untuk menolong dan menemukan talenta para pesepakbola muda.

Sulit dipercaya tetapi inilah yang sebenarnya terjadi. Sani Emmanuel, peraih MVP (Most Valuable Player) FIFA Piala Dunia U-17 serta pemenang Silver Shoe hadir dalam kebaktian yang diselenggarakan oleh The Synagogue Church Of All Nations, dalam rangka ucapan syukur. Layaknya seorang anak yang pulang kampung, begitulah bisa digambarkan kisah hari ini. Sani Emmanuel yang dibesarkan dari orang yang sebelumnya boleh dikata terbuang, hingga kini menjadi dikenal secara mendunia berkat bantuan dari pendeta setempat, Nabi TB Joshua yang disebutnya sebagai ayah rohaninya.

Dengan lantang dikatakannya dalam pidatonya bahwa sekalipun ia tidak memenangkan piala dalam piala dunia (Golden Shoe), ia percaya bahwa Tuhan masih menyampaikan sesuatu – Tuhan memiliki maksud tersendiri baginya. Ia bahkan menyatakan sungguh tidak layaklah ia mendapat penghargaan sebagai pemain U-17 terbaik di seluruh dunia, seraya mengangkat Golden Ball dan Silver Shoe dari FIFA.

Ia bahkan tidak segan-segan menyatakan bahwa ia pernah menjadi orang miskin. Dan inilah alasan mengapa hari ini ia ingin mendedikasikan penghargaannya bagi mereka yang kekurangan dan berjanji akan memulai suatu badan untuk memberikan beasiswa bagi mereka yang layak dengan segala cara sebagaimana dari sanalah ia datang dan ditemukan serta dibesarkan oleh TB Joshua.

Dalam film dokumennya, ditunjukkan bahwa ayahnya adalah seorang duda yang sangat miskin hingga menerima bantuan finansial dari The Synagogue Church Of All Nations.

Atas prestasinya ini, ia ingin menyampaikan pada semua rekan mudanya bahwa Yesus adalah harapan. Ia mengakhiri pidatonya dengan sebuah kata-kata mutiara yang sungguh memberikan harapan, “Lebih baik itu tidak cukup baik; yang terbaik masih akan datang!”

Pada kesempatan yang sama, Onazi Ogenyi, Pemain Tengah dengan nomor punggung 4 juga hadir dan menyampaikan pidatonya di hadapan jemaat The Synagogue Church Of All Nations yang hari itu dipenuhi sesak oleh orang-orang yang juga telah menduga bahwa kedua bintang lapangan hijau itu akan datang.

Dalam rangka menyambut kedua bintang ini, telah disiapkan dua cake dengan ukuran besar untuk merayakan prestasi mereka.

Selain kedatangan dua bintang dunia dari Piala Dunia U-17, hari ini The Synagogue Church Of All Nations juga dihadiri oleh seorang tamu penting. Beliau adalah mantan Presiden Zambia, Frederick Jacob Titus Chiluba. Pada tahun 2000, ia datang ke gereja Syangogue, dalam pidatonya beliau menyampaikan bahwa setelah masa pengabdiannya pada negaranya, Zambia berakhir, ia berjanji akan datang ke Synagogue untuk mempelajari Alkitab di bawah tuntunan Nabi TB Joshua, pendiri serta pendeta dari The Synagogue Church Of All Nations.

Kehadiran orang-orang top hari ini sungguh pas dengan judul khotbah hari ini oleh Nabi TB Joshua, “The Best Man By The Grace Of God”. Benarlah, mereka yang hadir hari itu, mereka yang terbaik di dunia.

Bahkan hari itu gereja juga dihadiri oleh Pemain Fluit Internasional yang juga merupakan seorang composer, Tee-Mac Omatshola Iseli, sahabat karib Marlon Jackson, saudara almarhum King of Pop, Michael Jackson. Ia menyampaikan rasa bangganya mendengar pencapaian bintang bola Sani Emmanuel dan Onazi dan untuknya ia juga mempersembahkan sebuah permainan fluitnya di hadapan jemaat gereja yang hadir hari itu yang juga disiarkan di seluruh dunia melalui Emmanuel TV, stasiun televisi milik The Synagogue, Church Of All Nations. Well, di sinilah kita menyaksikan kebesaran Tuhan.

mantap neh…
org kristen hrs kyk bgini neh… BERDAMPAK…

Dunia ini masih terlihat indah… :afro: :angel:

love it!

permainannya mirip sama mas bigbear… tendangannya… gocekannya… woww luar binasa