Film Gay _Kuda Laut_

Kuda Laut adalah cerita bagaimana dua orang harus berhadapan dengan konstruksi masyarakat tentang orientasi seksual dan pernikahan dan menyerah pada konstruksi bentukan itu. :coolsmiley:

Aji, 26 tahun, dan Bayu, 28 tahun, sudah berpacaran selama empat tahun. :onion-head13:
Aji seorang fotografer yang menetap di Yogyakarta dan Bayu mempunyai toko batik warisan keluarganya di pasar Klewer, Solo. Pada usia yang hampir 29 tahun, Bayu dihadapkan pada kemauan keluarganya untuk segera menikah dan punya anak, sementara Aji yang selama ini lebih terbuka tentang orientasi seksualnya tidak bisa melarang Bayu untuk menikah.

Film ini adalah penggambaran hari-hari terakhir menjelang pernikahan Bayu.

A. TEMA
Kenapa Pernikahan
Tuntutan untuk menikah adalah persoalan bagi banyak orang ketika usianya sudah lewat dari 25 tahun. Tuntutan ini datang dengan berbagai alasan ; usia yang sudah cukup untuk menikah, orang tua yang ingin menimang cucu, menghindari zinah, takut disebut perawan tua dan sebagainya. Akhirnya banyak orang yang menikah bukan karena dia sudah siap untuk menikah, tetapi semata untuk memenuhi tuntutan-tuntutan normatif tersebut.

Kenapa Homoseksual
Konstruksi masyarakat tentang pernikahan yang kemudian dilegalkan dalam hukum di Indonesia adalah pernikahan antara laki-laki dan perempuan. Karenanya, banyak orang yang memiliki orientasi homoseksual terpaksa menikah mengikuti pola legal yang ditetapkan. Pernikahan antara homoseksual dengan heteroseksual juga seringkali hanya sebagai kamuflase untuk menutupi orientasi seksual seseorang. Persoalan ini pada akhirnya seperti menjadi duri dalam pernikahan itu.

B. MEDIA
Belakangan ini banyak film layar lebar yang mengangkat isu homoseksual, baik yang menjadikannya sebagai isu utama seperti “Detik Terakhir” maupun hanya menyelipkannya sebagai bumbu cerita seperti “Berbagi Suami”. Demikian pula halnya dengan film pendek, telah banyak karya yang mencoba mengangkat isu homoseksual. Sayangnya film-film ini seringkali juga hanya bermain di tataran permukaan dan berdasarkan asumsi, sehingga kehilangan kemampuannya sebagai representasi dan lebih jauh lagi, advokasi populer. KUDA LAUT dibuat untuk mencoba memberi alternatif pandang tentang isu homoseksual serta sebuah bentuk advokasi terhadap sala satu isu yang sedang diperjuangkan oleh kaum homoseksual, yaitu pernikahan sesama jenis.

Sumber : Jogja

apa menurut Fk’ers film ini pantas untuk ditampilkan?
dan menurut kalian jika fenomena ini bener terjadi di Indonesia, apakah yang harus dilakukan oleh pihak pemerintah?