FPI Gerebek Goethe Institut

jangan kita tiru ya :ashamed0004:
dari pada kita menggerebek2, lebih baik kita menjadi garam
memberi pengajaran pada orang sekitar kita
kebenaran disampaikan dengan hati nurani dan akal budi dan bukan dengan kekerasan :afro:

GBU

Jakarta (ANTARA) - Ratusan massa Front Pembela Islam mendatangi Gedung Goethe Istitut Jalan Sam Ratulangi No 9-15, Jakarta, Selasa untuk meminta kegiatan Festiva Film Q (FFQ) dihentikan.

Massa berbaju putih-putih yang datang dengan menggunakan enam unit mobil dan belasan sepeda motor itu, mengatakan film yang ditayangkan dalam kegiatan FFQ tidak bermoral, karenanya harus dihentikan.

Selain berorasi, massa FPI juga mencopoti beberapa poster terkait festival tersebut, kemudian membakarnya.

“Kami tidak mengambil barang apapun, hanya melepaskan atribut film saja,” ujar Ketua DPD FPI DKI Jakarta Habib Salim Alatas.

Dengan dicabutnya poster film tersebut, Salim berharap pihak panitia dalam waktu 1x24 jam tidak lagi memutar film yang mempertontonkan adegan seks lesbian dan homoseksual.

Kalau tuntutannya tidak dipenuhi atau dilanggar massa akan melakukan tindakan paksa, seperti pembakaran.

“Film itu merusak moral, karenanya pemutarannya harus dihentikan. Kalau tidak, gedung akan dibakar,” kata Ketua FPI Jakarta Habib Salim Alatas.

Dalam pandangan Salim, para pelaku homoseksual dan lesbian adalah sesat, karenanya prilaku tersebut akan diazab Allah SWT dengan hujan batu. Tidak hanya itu, hadis juga memanfatwakan hukuman mati bagi pelaku gay dan lesbi.

Pihak Goethe Institut, tidak mau memberikan keterangan terkait protes tersebut.

Informasi yang didapat, rencananya, FFQ akan berlangsung di sepuluh tempat di Jakarta. Selain GI, film juga akan digelar di Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus dan Pusat Kebudayaan Prancis.

Berapa di antara film tersebut adalah “Bad Boys Cell 425” yang disutradarai Janusz Mrozowski, dengan durasi 123 menit. Film ini dibuat di Prancis pada 2009 dengan bahasa Inggris.

Film lainnya yang diputar adalah “Fucking Different Tel Aviv” yang disutradarai warga negara Israel Queer Crossover, dan dibuat tahun 2008.

Kepala Sektor Kepolisian Metro Menteng Komisaris Polisi Arsdo Simatupang mengatakan Selasa pukul 19.00 jajarannya akan kembali datang kembali ke GI untuk mengamankan berlangsungnya pemutaran film.

“Untuk mengantisipasi kedatangan massa FPI saat pemutaran film yang akan berlangsung Selasa pukul 19.00, kami akan datang untuk mengamankannya,” kata Arsdo.

Personil yang akan dikerahkan untuk mengamankan pemutaran film itu puluhan orang, terdiri 10 petugas patroli, 10 polisi pos (Polpos), 10 polisi sektor menteng, dan berapa petugas dari Polres Metro Jakpus. “Untuk petugas dari Polres, saya tidak tahu berapa orang,” katanya.

Selama demo berlangsung, berapa ruas jalan yang dilewati arak-arakan demonstran menjadi macet.

apa kata pak polisi yang ngerti hukum ??

Selasa, 28/09/2010 16:05 WIB Polisi Tidak Masalah Film Soal Gay Asal Bukan Pornografi E Mei Amelia R - detikNews

Jakarta - Polisi meminta massa FPI menahan diri untuk tidak bertindak anarkis atas berlangsungnya Q! Film Festival, festival film bertema gay dan lesbian. Jangan main larang jika tidak memahami konten dari acara tersebut.

“Kalau ada konten pornografi, ini dilarang. Tapi kalau cuma bagaimana keseharian seorang gay atau homoseksual, apa perlu itu dilarang? Saya kira itu tidak masalah,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar di Polda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (28/9/2010).

Menurut Boy, massa FPI tentu boleh berunjuk rasa. Namun kekerasan harus dihindari.

“Aksi boleh mengerahkan massa, mau kecil, besar, perorangan atau kelompok. Tapi, harus tetap dalam koridor hukum,” kata Boy.

Terkait dengan soal perizinan, Boy pun mengatakan tidak semua hal harus meminta izin kepolisian. “Tidak semua harus minta izin kepolisian, tapi saya nggak bilang kalau itu nggak ada izin. Kita sedang koordinasi dengan pihak terkait,” jelasnya.

Boy pun meminta agar kedua pihak agar bisa hidup saling berdampingan dan saling menerima perbedaan. Jangan langsung menghakimi pihak lain tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

“Kita belum tahu filmnya ini seperti apa. Di dalam kayak bagaimana kita belum tahu,” kata Boy.

Dia memastikan polisi sudah mengantisipasi keamanan di sejumlah lokasi pemutaran film. Q! Film Festival memakai 12 tempat di Jakarta antara lain, Pusat Kebudayaan Prancis, Goethe Institut dan, Erasmus Huis.

“Polisi sudah punya prosedur untuk mengamankan unjuk rasa,” kata Boy.
(mei/fay)

Kayanya FPI udah kebanyakan berita…
Udah perlu x bikin board khusus FPI ya?
Wkwkwk

@ladesman
ide bagus… hahhahaa… tapi nanti jadi tidak bagus… dikira kita mendeskreditkan mereka
padahal kita hanya mempublikasikan ulang berita dari media berita lokal
hehehe…